PENDEKAR DEWA LANGIT

PENDEKAR DEWA LANGIT
29. Gerbang Alam Energi


__ADS_3

Zhuang An melihat dalam penglihatan batinnya mahluk-mahluk yang begitu kuat dan aneh bentuknya.


Belut listrik sebesar pohon kelapa, ular terbang panjang dan besar, kucing hutan warna hitam pekat dengan besar seukuran rumah penduduk, harimau dengan bulu lebat tingginya tujuh meter, dan banyak lagi lainnya yang tidak mudah untuk di hadapi.


Sungguh hutan siluman sangat cocok dengan namanya. Zhuang An juga mencoba mendeteksi posisi Goa Alam Energi.


Pemuda tampan itu menemukan posisi Goa yang dimaksut, tetapi menuju kesana ternyata membutuhkan keberanian yang lebih tinggi.


Posisinya yang berada di tengah-tengah membuatnya seolah dipagari berbagai penghalang dan dijaga ratusan ribu siluman.


Yang membuat Zhuang An merinding ada 40 titik posisi siluman dengan kemampuan di luar nalarnya mungkin itu adalah raja atau ratu siluman.


Zhuang An segera menyudahi semedinya dan membuka mata.


" Apa yang kau lihat?." Yang Chen membuka pertanyaan.


" Och Guru.. hutan ini sangat mengerikan, ada terdapat 40 raja dan ratu siluman." Zhuang An menjawab dengan wajah begitu serius.


" Ach...yang benar saja, apa kau yakin?." Yang Chen bertanya lagi.


" Yakin Guru..murid betul-betul mendeteksinya." Zhuang An menjawab dengan mantab.


" Itu benar...hutan ini betul-betul tidak bisa diremehkan." Zhuang Shing tiba-tiba menjawab saat membuka mata.


" Tidak ada jalan yang paling efektif selain melalui terbang di udara, kalian salurkan energi murni ketanganku kita berangkat." kata Zhuang Shing.


Zhuang An dan Yang Chen menyalurkan energi murni dengan menggenggam telapak tangan Zhuang Shing kanan dan kiri.


Kemudian Zhuang Shing menghentakkan kakinya dan mereka terbang bersama di sebelah kanan dan kiri dengan tetap berpegangan tangan ketua Sekte.


Setelah sekitar 20 menit mereka menemukan Goa Alam Energi dan turun tak jauh dari sana.?


Goa Alam Energi berbentuk sebuah bukit batu yang cukup tinggi dan besar, seluruh bagian tubuh bukit batu itu tertimbun debu fulkanik muntahan gunung berapi dengan tebal mencapai lima meter.


Tebalnya debu yang menutupi bukit batu menyebabkan tumbuhnya pohon dan tumbuhan liar lainnya sehingga nampak rimbun dan lebat.


Zhuang An memperhatikan pintu gerbang Goa tersebut yang berjarak 10 meter darinya.

__ADS_1


Pintu gerbang Goa Alam Energi tidak berbentuk seperti pintu ataupun gerbang pada umumnya, tetapi mirip tembok batu gunung yang lebar dan tinggi.


Sehingga kalau orang tidak tahu pasti hanya menganggapnya srbagai bukit batu yang besar.


Zhuang An menyentuh pintu batu tersebut dengan kedua tapak tangan dan menyalurkan energi murni dengan penuh konsentrasi, ia cukup lama melakukannya hingga dia bisa merasakan ketebalan batu itu mencapai 40 meter.


Dengan sekuat tenaga dia mendorong menggunakan hampir seluruh energi murni yang dimiliki


Pintu batu itu bergetar sehingga menimbulkan suara berserak, tetapi tidak sedikitpun pintu gerbang itu bergeser.


Zhuang Shing dan Yang Chen mendekat dan melakukan hal yang sama.


Mereka bertiga serentak mendorong pintu tersebut, tetapi yang terjadi masih sama, hanya reruntuhan kerikil yang menambah suara getaran tersebut.


" Hemm...tidak bisa dipaksa, kita harus kembali pada saat yang tepat terjadinya malam bulan darah tanggal 28 bulan caitra 111 tahun saka masih 3 minggu lagi." Zhuang Shing mengingat semua yang dikabarkan leluhurnya Zhuang Kun.


" Ketebalan pintu batu ini mencapai 40 meter selain itu ada hawa energi gaib yang melindungi." Zhuang An mengomentari pintu raksasa tersebut.


" Tidak baik terlalu memaksa, mari mencari tempat yang nyaman untuk beristirahat." Yang Chen memberi saran muridnya.


Tidak mudah mencari penginapan yang agak dekat dengan hutan yang begitu angker setelah terbang sekitar 1 jam mereka menemukan penginapan yang mereka butuhkan.


Tempat tersebut terbilang cukup jauh dari hutan siluman. Setelah menginap dua hari ketiganya mulai memahami apa saja yang terjadi dilingkungan tersebut.


" Shen gege apa kita akan terus mengawal Tuan Muda He Yin, aku khawatir kita tidak akan selamat, terlalu banyak yang mengincar nyawanya." Seorang pendekar yang sedang duduk di pojok ruang makan penginapan berbisik pada rekannya.


" Apa boleh buat, tugas ini sudah kita sanggupi." Xie Shen Pria yang lebih kekar menjawab pertanyaan rekannya.


Dari pembicaraan itu Zhuang An dapat kesimpulan bahwa daerah Huitong wilayah setingkat kabupaten yang mereka tempati sedang terjadi perebutan kekuasaan antara keluarga He yang didukung Sekte Aliran Putih dengan Keluarga Deng yang didukung Sekte Aliran Hitam dan juga para begal serta perampok.


Zhuang An cukup tertarik mengikuti pembicaraan mereka.


" Permisi boleh ikut duduk di sini?," Zhuang An membuka pembicaraan.


" Och boleh silahkan." kedua orang itu mempersilahkan Zhuang An duduk di antara mereka berenam.


Zhuang An memperkenalkan diri pada mereka dengan jelas dan terus terang.

__ADS_1


Para pendekar itu menyadari sejak awal bahwa Zhuang An adalah Pendekar tingkat tinggi yang memiliki kemampuan jauh di atas meraka, karena pemuda tanggung itu sengaja tidak menyembunyikan auranya.


Mereka bertanya-tanya dalam hati apa sebenarnya tujuan pemuda itu ikut duduk bersama mereka.


Tetapi setelah Zhuang An memperkenalkan diri, wajah mereka menjadi ceria, karena mereka tahu selama ini sekte pedang langit selalu berpihak pada kebenaran dan mau membantu pada yang membutuhkan.


" Kami senang dapat bertemu dengan pendekar hebat dari sekte pedang langit." Xie Shen pria kekar yang menjadi pemimpin mereka begitu antusias.


Saat mereka sedang asyik bicara dari lantai dua Zhuang Shing dan Yang Chen turun dari kamarnya masing-masing.


Mereka berdua agak heran melihat Zhuang An begitu mudah akrab dengan para pendekar ahli yang baru dikenal.


Setelah mereka dekat Zhuang An memperkenalkan keduanya dengan para pendekar ahli tersebut.


" Perkenalkan ini Guru Yang Chen dan Ketua Sekte Pedang Langit Zhuang Shing." Zhuang An memperkenalkan.


Ke enam pendekar ahli tersebut kaget luar biasa, bisa bertemu dengan pendekar nomer wahid Zhuang Shing sampai-sampai mereka hampir bersujud.


" Tuan-tuan jangan begini, jangan terlalu sungkan, biasa saja." Zhuang Shing menolak dirinya untuk dikultuskan.


Para pendekar ahli itu kembali duduk ditempatnya masing-masing.


Kemudian menceritakan situasi yang mereka hadapi.


" Ketua, apa kita bisa membantu mereka?." Zhuang An bertanya penuh harap.


" Ada waktu 3 minggu, jadi saya rasa itu bisa. Ketua menurutku kita harus mengusahakannya." Kata Yang Chen berpendapat.


" Baiklah kita bantu mereka, tetapi program Zhuang An tetap yang utama." Jawab Zhuang Shing.


" Terimakasih-terimakasih"." Para pendekar ahli itu begitu bersuka cita karena Zhuang Shing bersedia membantu mereka.


Dengan dibantu pendekar-pendekar tingkat tinggi harapan mereka untuk bisa menuntaskan tugas sangat besar.


" Jadi Tuan Muda He Yin adalah kandidat terkuat yang menjadi andalan keluarga He ?." Zhuang An mencoba memahami duduk perkaranya.


" Benar, mereka berpikir jika bisa membunuh He Yin, mereka akan dapat memenangkan kekuasaan." Jawab pendekar ahli yang paling tua.

__ADS_1


__ADS_2