
Zhuang An merasa sakit dan panas di tangannya tak mau menghilang.
" Luar biasa panasnya Api Nafas Naga, sepertinya lebih panas dari lahar gunung." Zhuang An bergumam sendiri.
" Setiap jurus punya kelebihan tersendiri, bocah. Tinggal bagaimana kita menggunakannya." Zhao Chong masih berdiri dengan gagahnya.
Zhuang An mengurangi rasa sakitnya dengan tenaga dalamnya setelah itu dia mencoba berpikir lebih keras, pada ahirnya dia memutuskan untuk membombardir Zhao Chong dengan tehnik pisau angin.
Pemuda tanggung itu berpikir jika dia terus-terusan menyerang dengan pisau angin dan kemudian Zhao Chong menggunakan jurus tameng sisik naga, pada ahirnya pendekar berjanggut putih itu akan kehabisan tenaga dalam.
Zhuang An tersenyum kemudian menyalurkan tenaga dalamnya untuk mencipta pisau angin lalu mengibaskan kearah Zhao Chong.
" Whuuss...Whuuss.."
Puluhan pisau terbang meluncur dengan cepat kearah Zhao Chong, seperti dugaan Zhuang An pria berjanggut itu tidak menghindar, ia menggunakan tehnik tameng naga untuk melindungi diri dari pisau-pisau angin.
" Dhes...Jlaks..jlaks.."
Zhuang An mengulangi sekali lagi dan Zhao Chongpun melakukan hal yang sama berulang-ulang.
" Aku tahu rencanamu, tapi sampai kapan kamu akan terus seperti ini, tenaga dalam yang aku miliki tidak akan habis kalau hanya begini-begini saja ." Zhao Chong terkekeh-kekeh dengan khasnya, bahkan pria berjanggut itu tidak banyak bergerak menghadapi serangan- serangan tersebut.
Sementara Yuan Fan dan Hua Xie sudah bertarung beratus-ratus jurus keduanya telah saling melukai dan ingin saling menghabisi.
Yuan Fan lebih beruntung karena hanya tergores ringan beberapa bagian saja, berbeda dengan Hua Xie yang tertusuk dan terluka puluhan kali.
Bahkan jari-jari tangan kirinya telah terpotong 3 ruas dan telinga kanannya juga robek oleh pedang Yuan Fan.
Ketua Sekte Burung Hantu itu, sudah bertambah gelap pikirannya, dia mengambil kitab pedang pelukis darah kemudian berteriak...
" Yuan Fan, lihatlah kitab warisan sektemu, kitab ini sekarang berada di tanganku. Jangan pernah berharap untuk bisa kembali kepadamu." Setelah Hua Xie berteriak lantang, dia mengerahkan tenaga dalam dan dengan kedua tangannya dia menghancurkan kitab pedang pelukis darah.
" BLUSS".
Kitab itu hancur berhamburan keudara, Hua Xie merasa puas setelah melakukan penghancuran. Tetapi sebaliknya Yuan Fan menjadi meradang, ia begitu geram terhadap ketua sekte burung hantu tersebut.
__ADS_1
" Laknat kau Hua Xie..., kau menghancurkan barang berharga yang bukan milikmu." Yuan Fan menyerang Hua Xie dengan garang.
Serangan Yuan Fan kali ini benar-benar penuh emosi, ia menyalurkan seluruh tenaga dalamnya hingga bergerak begitu cepat dan mematikan.
Hua Xie menangkis pedang Yuan Fan ...
" TRING..."
Tetapi Hua Xie sungguh terkejut dengan yang terjadi.
Banyaknya tenaga dalam yang merasuk kedalam pedang membuat senjata milik Yuan Fan itu menjadi lebih tajam berkali lipat, sehingga dengan mudah pedang tersebut memotong pedang milik Hua Xie.
Pedang itu menerjang terus kearah wajah Hua Xie, karena terkejut dia tak sempat menghindar hingga sebuah goresan yang dalam mengenai pipi tembus ketulang hidungnya.
Di saat Hua Xie masih menahan rasa sakit dan terkejut Yuan Fan sudah menebaskan pedangnya kearah leher Ketua sekte burung hantu tersebut.
Hua Xie hanya bisa menghindar sedikit sehingga leher kanannya tertebas pedang Yuan Fan. Darah muncrat kemana-mana pria itu tidak bisa menghentikan pendarahan luka yang begitu besar.
Yuan Fan sekali lagi memanfaatkan kesempatan tersebut untuk menebas leher dedengkot sekte burung hantu tersebut.
" CRASS..."
Tebasan Yuan Fan tepat mengenai leher pria setengah baya itu dan terputuslah lehar Hua Xie diterjang pedang pelukis darah.
Darah berhamburan kemana-mana dan kemudian tubuh ketua sekte burung hantu itu terjatuh ketanah. Yuan Fan menarik nafas dalam-dalam menyaksikan kekejaman pedangnya sendiri.
Di satu sisi Zhao Han dan Zhuang Shing masih bertarung dengan sengit. Walaupun begitu sebenarnya kedua pendekar itu tidak betul-betul ingin melukai lawan karena memahami duduk perkara belum terurai secara jelas.
Dan setelah bertarung cukup lama pada dasarnya kemampuan Zhuang Shing jauh melebihi Zhao Han, akan tetapi karena menghormati senioritas Zhao Han, ketua sekte pedang langit tersebut tidak ingin mentang-mentang dan memamerkan kehebatan jurus pedang langit.
Oleh karena itu, Zhuang Shing lebih memilih mengikuti permainan jurus Zhao Han.
Melihat tewasnya ketua sekte burung hantu Zhao Han dan Zhuang Shing tiba-tiba berhenti bertarung. Sejak awal mereka berdua mendengar pertengkaran kedua ketua sekte yang saling bermusuhan itu.
Dengan demikian Zhao Han menjadi sedikit lebih paham duduk persoalan yang sesungguhnya.
__ADS_1
Yang Chen dan Yuan Lian telah membebaskan para tahanan bersama dengan Xie Wen dan Fan Wei beserta anggota sekte tebing tinggi lainnya.
Mereka telah berhasil mengeluarkan para tawanan sekte burung hantu dalam jumlah yang cukup banyak.
Ada para wanita, orang tua bahkan anak-anak, tetapi yang paling banyak jumlah laki-laki.
Pertempuran telah usai para anggota sekte burung hantu banyak yang tewas, namun ada juga yang terluka tetapi masih hidup.
Menyaksikan hal itu, Zhao Chong terdiam. Pria berjanggut putih itu merasa telah salah berpihak.
" Ach ternyata benar apa yang kamu katakan, bocah ." Zhao Chong bergumam.
" Tentu saja, aku tidak berbohong dengan ucapanku .".Zhuang An menjawabnya dengan sungguh-sungguh.
Pandangan mata Zhao Chong menjadi iba menyaksikan banyaknya tahanan yang lemah dari anak-anak, para wanita juga para orang tua yang baru keluar dari ruangan yang mengurung mereka.
" Maaf Senior, aku akan membantu mereka." Zhuang An segera meninggalkan Zhao Chong yang termangu menuju ruang tahanan.
Sementara Zhao Han dan Zhuang Shing juga ikut membantu untuk memulihkan kondisi para tahanan dengan menyalurkan tenaga dalam mereka berdua pada yang membutuhkan agar segera sehat kembali.
Zhao Chongpun ahirnya tak mau ketinggalan untuk melakukan hal yang sama. Ratusan bahkan mencapai kata ribuan orang yang ditahan telah di bebaskan.
Kemampuan tenaga dalam yang begitu tinggi dari beberapa orang tersebut menjadi sangat bermanfaat untuk membantu mereka-mereka yang membutuhkan, baik para tawanan yang kondisinya membutuhkan bantuan atau para pendekar yang terluka tetapi tidak parah.
Untuk para pendekar yang terluka cukup parah Zhuang Shing mengeluarkan Butir-butir mutiara penyembuh yang sangat ampuh kasiatnya dari cincin mustika dimensinya.
Sebagai sekte yang telah bertahun-tahun mengumpulkan harta dan kekayaan dengan berbagai cara, terdapat begitu banyak barang berharga juga koin dan keping emas di dalam gudang dan tempat penyimpanan sekte burung hantu.
Seperti biasa Zhuang Shing membagikan koin-koin emas kepada para tahanan agar bisa memperbaiki kondisi dan kehidupannya.
Bahkan para pendekar anggota sekte Tebing Tinggi maupun semua yang ada di situ juga mendapatkan bagian yang cukup besar.
Selebihnya mereka juga membawa harta-harta berharga dengan kereta kuda yang mereka sewa sejak beberapa hari sebelumnya.
Dalam hal ini Zhuang Shing meminta bantuan ratusan anggota sekte tebing tinggi untuk membantu membagikan harta benda berharga tersebut juga keping-keping emas dan perak kepada rakyat yang membutuhkan di lingkungan wilayah Huitong.
__ADS_1
Setelah semua urusan selesai Zhao Han dan Zhao Chong berpamitan pada Zhuang Shing dan lainnya. Mereka berdua tidak lupa meminta maaf karena telah terjadi salah paham sebelumnya.