
Zhuang An merasa tersakiti perasaannya mendengar penderitaan orang-orang desa yang menjadi korban keganasan para penjahat tersebut.
Menurut cerita hasil penyelidikan Zhu Lin dia pernah mendapati satu markas perampok yang menampung banyak tahanan orang yang sudah tua, wanita dan anak-anak.
" Jika demikian kapan kita bergerak." Zhuang An tampak tak sabar ingin segera menghancurkan markas-markas tersebut.
" An er, kendalikan perasaanmu jangan biarkan dikuasai emosi." Dengan nada tenang Zhuang Shing menasehati Zhuang An.
Ia sedikit khawatir melihat bocah itu wajahnya memerah, ia juga menjadi berpikir jangan-jangan emosi itu karena terlalu banyak membunuh.
" Oke kita tentukan arah rute menuju 13 markas tersebut." Yang Chen memastikan penyergapan.
Zhu Lin seorang rekan Xie Shen yang mengetahui letak markas-markas tersebut menggambar peta yang lebih jelas dan rinci untuk menunjukkan lokasi-lokasi yang di maksud.
Setelah semuanya siap mereka berangkat ke markas yang agak dekat dengan hutan tersebut.
" Tuan Muda He Yin dan rombongan sebaiknya ikut agar kita tidak terpecah, selain itu kita bisa melihat langsung situasi markas mereka." Kata Zhuang Shing.
" Baiklah, saya juga penasaran dengan markas perampok itu." He Yin sepakat ikut dengan Zhuang Shing.
Setelah semua siap dengan segera mereka berangkat menuju markas perampok yang dianggap paling dekat, tidak terlalu lama rombongan itu telah melihat sebuah tempat yang menjadi sarang salah satu kelompok perampok.
" Markas ini cukup lumayan walaupun bentengnya dari kayu tapi cukup kokoh dari serangan binatang buas." Yang Chen berkomentar.
" Jumlah mereka tinggal 40 orang, kita bisa langsung bergerak menyerang." Kata Zhuang Shing.
Sambil mengangkat tangannya untuk menghancurkan gerbang Zhuang Shing memberi kode pada Xie Shen.
__ADS_1
" Zhuuut".
" Blaaar".
" Serbuuu...!". Xie Shen segera memberi komando.
Dia berlari menyerang setelah gerbang benteng kayu dihancurkan oleh Zhuang Shing.
Zhuang An melesat mendahului yang lain kali ini dia betul-betul ingin menghapus perampok-perampok tersebut dari wilayah Huitong.
Para perampok yang sedang berjaga maupun sedang bersantai sama-sama tersentak mendengar suara ledakan keras disusul suara teriakan hingga membuat mereka panik.
Walaupun yang menyerang tidak terlalu banyak tetapi melihat kecepatan orang-orang di hadapan mereka membuat para perampok itu kehilangan kepercayaan diri mentalnya melemah.
Zhuang An dapat dengan mudah membunuh anggota para penjahat tersebut dengan mudahnya dia menyabetkan pedangnya seolah memotong daun lompong yang masih hijau.
" Whuus."
" Whuus."
"Chreess."
Xie Shen dan Fan Wei tidak kalah semangat bersama anggotanya mereka bergerak cepat menghabisi para penjahat tersebut mengingat apa yang telah mereka lakukan membuat anggota-anggota sekte tebing tinggi tidak ragu untuk menebaskan pedangnya pada leher mereka.
Sementara Zhuang Shing dan Yang Chen berjalan masuk dengan tenang diikuti He Yin dan dua pengawal pribadinya.
Zhuang An langsung menerobos kedalam ia melihat beberapa anggota perampok berlari sembunyi ke dalam.
__ADS_1
Pemuda tanggung itu tidak memberi kesempatan mereka untuk lolos karena terbayang kekejaman yang bisa dilakukan oleh pria-pria bengis tersebut.
Zhuang An tidak peduli mereka sembunyi atau tidak melawan atau menyerah pedangnya tidak berhenti menghabisi mereka.
Melihat darah muncrat dan leher terputus para tawanan wanita berteriak histeris karena ngeri. Mereka tidak paham apa yang sedang terjadi tetapi hal yang menakutkan terpampang didepan mata,membuat mereka menggigil dan takut bersuara.
Zhuang An belum mempedulikannya ia masih mencari-cari setiap ruang dan tempat tidak ingin ada perampok yang selamat.
Tidak begitu lama Xie Shen dan Fan Weipun muncul bersama anggotanya.
" Bebaskan mereka" Xie Shen memerintahkan kepada anggota sekte tebing tinggi dan 4 pengawal pribadi He Yin ntuk membebaskan semua tawanan baik pria maupun wanita.
Di markas itu Xie Shen menemukan 12 ruang tawanan 6 untuk tawanan pria dan 6 untuk tawanan wanita.
Kondisi mereka sangat mengkhawatirkan kekurangan makanan, pakaian kotor, dan ada beberapa yang mengalami luka-luka.
Mereka keluar dengan wajah pucat dan tubuh lemah kurang tenaga.
Zhuang An dan Fan Wei memeriksa semua tempat tak terkecuali gudang dan ruang penyimpanan harta rampasan maupun ruang husus ketua perampok.
Dari penggeledahan itu mereka menemukan banyak uang, emas dan barang berharga yang lain, termasuk obat-obatan dan sumberdaya.
Yang terbanyak adalah barang berharga hasil rampasan dan juga emas serta uang.
Setelah semua dikumpulkan Zhuang Shing membagikan pada semuanya baik anggota sekte pengawal pribadi dan para tawanan semua mendapatkan bagian yang cukup besar.
Namun demikian hal itu tidak mampu menghapus wajah-wajah kusut para tawanan, tak satupun dari mereka yang tampak gembira atau sekedar tersenyum bahagia.
__ADS_1
Mungkin karena sedih atau menderita atau juga karena tak punya tenaga saking laparnya perut mereka.