PENDEKAR DEWA LANGIT

PENDEKAR DEWA LANGIT
89.Misi Mendekatkan Liu Tiansi kepada Bibi Xue Yuelin.


__ADS_3

Liu Tiansi dan adiknya Liu Xie, menjadi tersentuh hatinya melihat Tuan Muda Zhuang An, yang dengan tulus menyampaikan kegembiraan, dan rasa terimakasih nya hingga sedemikian rupa.


Hal itu, membuat niat Liu Tiansi dan adiknya Liu Xie untuk mengembangkan ilmunya, di Sekte Burung Merak Emas, semakin kuat. Karena merasa dihargai dengan sepantasnya.


"Tidak perlu sungkan, Tuan Muda Zhuang! Kami justru merasa senang, karena ibarat menanam padi, kami diberi lahan yang subur, untuk menumbuh kembangkan yang kami miliki" Liu Tiansi menjawab dengan penuh kedewasaan.


Sementara, Matriark dan dua Tetua Sekte Burung Merak Emas, yang berada di meja sebelahnya, mendengar kan pembicaraan ketiga orang tersebut, dengan perasaan tertarik.


Mereka tidak tahu, ranah tingkatan Liu Tiansi dan adiknya Liu Xie, berada di mana. Akan tetapi, mereka dapat merasakan energi dan aura keduanya luar biasa.


Ditambah, sikap Zhuang An yang begitu menghargai mereka berdua, membuat Matriark dan dua Tetua Sekte Burung Merak Emas itu yakin, jika dua gadis super cantik itu memang memiliki kapasitas yang tinggi.


"Matriark Xue! Sepertinya, Sekte Burung Merak Emas akan segera berkembang lebih maju lagi" Salah satu Tetua memberikan tanggapannya.


"Semoga demikian! Aku berharap, kemajuan itu, segera menjadi kenyataan" Nyonya Xue Yuelin menanggapi dengan senang hati.


"Ya! Semoga demikian Nyonya!" Dua Tetua menguatkan harapan Matriark Sekte Burung Merak Emas.


Zhuang An, segera memanggil pelayan resto dan membayar harga dari pesanan mereka, tak lupa memberikan tips, berupa satu koin emas untuk pelayan tersebut.


"Terimakasih, Tuan Muda!" Pelayan itu mengucapkan dengan tulus.


"Iya! Sama-sama!" Zhuang An juga membalas dengan tulus.


"Ayo! Semua! Kita lanjutkan perjalan" Zhuang An mengajak mereka ber segera.


Perlu diketahui, satu koin emas sama dengan seratus koin perak, dan satu koin perak sama dengan seratus koin perunggu, satu koin perunggu sama dengan seratus koin silver.


Jadi, koin emas adalah mata uang yang sangat berharga, dan memiliki nilai yang tinggi.


Dan biasanya menunjukkan, bahwa mereka yang menggunakan koin emas, adalah orang dengan kedudukan tinggi di masyarakat.


Bahkan! Untuk logam perak juga memiliki nilai yang tinggi, diceritakan ada kejadian di mana beberapa pendekar, bangsawan dan penjahat saling membunuh gara-gara memperebutkan harta tiga peti perak.


Kembali kepada rombongan pendekar tampan kita, mereka berjalan melanjutkan perjalanan dengan tetap jalan kaki.


Zhuang An yang berjalan diiringi dua keindahan yang begitu anggun di sampingnya, menjadi tak tega, setelah dua hari ini berjalan kaki terus, semenjak dari gunung ChangBai. Jadi, dia berpikir ingin membeli kereta kuda.


"Bibi! Sebaiknya, kita mencari kereta kuda, kita butuh tiga kereta yang bagus, karena perjalanan masih jauh." Zhuang An memberi usul.

__ADS_1


Melihat Bibi Xue Yuelin ragu-ragu, Zhuang An mengeluarkan satu kantong koin emas, yang besar dan langsung memberikan pada Matriark Sekte Burung Merak Emas itu.


"Ini!" Bibi Xue Yuelin agak kaget.


"Itu! Untuk Bibi saja! Aku masih punya banyak" Zhuang An sedikit memberi penjelasan agar bibinya itu merasa lebih tenang.


Dia paham, kemungkinan besar Matriark Sekte Burung Merak Emas itu, sedang kesulitan keuangan, karena perekonomian di wilayah Kekaisaran Tang, betul-betul mengalami kelesuan dalam tiga tahun terahir.


Akibat kerusuhan dan pelemahan, oleh pihak Negeri JieXia, yang ingin menguasai wilayah Kekaisaran Tang.


Dan sudah pasti, Sekte Burung Merak Emas, terkena imbasnya, karena posisinya berada di pedalaman.


Untuk itu, Zhuang An ingin membantu, dengan membuat beberapa terobosan, termasuk rencana dua produk tonik kemarin. Tonik Penyambung Tulang dan Tonik Penghilang Bekas Luka.


"Bibi! Sebenarnya, aku membuat tonik kemarin itu, untuk kemajuan Sekte Burung Merak Emas, karena dengan produk itu dan juga barang lain yang berharga dan cukup langka, kemungkinan besar akan bisa memberi dampak cukup besar, untuk Sekte yang Bibi Pimpin" Zhuang An memberikan sedikit gambaran rencananya.


"Kau! Sungguh kau punya pemikiran yang bagus ,An'er!" Matriark cantik itu, merasa terharu dan bangga pada keponakannya itu.


"Demi, merawat peninggalan leluhur" Zhuang An menjawab singkat dengan senyuman.


Di Hainan, Sekte Burung Merak Emas memiliki toko Herbal yang dikendalikan oleh Suami Bibi Xue Yuelin, akan tetapi situasi untuk saat ini kurang bisa bersaing. Jadi, wajar jika Zhuang An berusaha mencari terobosan untuk kemajuan sekte tersebut.


"Mari masuk Nyonya dan Tuan Muda! Silah kan dilihat kereta dan kudanya! " Seorang gadis yang ramah menyambut mereka.


"Pemiliknya, ada di mana?" Matriark Sekte Burung Merak Emas, bertanya pada gadis tersebut.


"Ayah, ada di dalam! Sebentar saya panggil kan" Jawab gadis tersebut.


Zhuang An yang sibuk memilih kereta, sudah mendapatkan tiga kereta yang terbaik dan enam kuda yang paling gagah.


"Ach! Tuan Muda ini, memang benar-benar jeli. Kereta dan kuda ini, adalah kereta elit yang sangat disukai pejabat kerajaan, jadi harganya cukup tinggi" Pemilik kereta itu berbicara menanggapi Zhuang An.


"Berapa Pak?" Zhuang An bertanya, langsung ke intinya.


"Satu set seratus koin emas, jadi tiga set tiga ratus koin emas" Ucap saudagar tersebut.


"Baiklah! Sepakat!" Zhuang An langsung tanpa basa-basi, memberikan satu kantong koin emas, sesuai jumlah yang dimaksud.


Dan saudagar itu buru-buru menerima nya. Khawatir Zhuang An berubah pikiran.

__ADS_1


Sementara, gadis putri saudagar itu, hanya bisa terbengong menyaksikan Zhuang An, membeli tanpa menawar, seperti orang yang kebanyakan uang.


"Ayah! Tuan Muda ini, Betul-betul kebanyakan uang, kantong koin emas nya banyak sekali" Gadis itu tak bisa menahan diri.


"Iya! Begitulah" Saudagar itu menjawab singkat.


*


"Ini! Cocok dengan kebutuhan kita. Kereta dan kudanya dapat yang benar-benar kokoh" Zhuang An mengomentari pilihannya.


"Untuk kusirnya?" Xue Yuelin menyela.


"Kusirnya, biar aku saja" Liu Xie dan Xue Yueyin mengajukan diri dengan semangat.


"Baiklah! Untuk kereta yang satu lagi, biar aku kusirnya!" Zhuang An juga tak kalah semangat.


"Ayo! Yang cantik, silah kan naik di kereta saya!" Zhuang An berbicara sambil melihat kearah Liu Tiansi dan Bibi Xue Yuelin.


Dua wanita tersebut, hanya tersenyum dan segera naik kereta Zhuang An.


"Eh...! Di sini semua juga cantik kog" Xue Yueyin tak mau mengalah.


Tetapi Zhuang An sudah menggebrak kudanya dan meluncur dengan cepat.


Disusul Liu Xie bersama dua Tetua Sekte Burung Merak Emas.


"Bibi! Nona Liu Tiansi ini, rencananya, nanti mau mengajarkan khusus Kitab Sakti Dewi Li Chin pada Bibi" Zhuang An membuka omongan.


"Benarkah?" Xue Yuelin langsung bereaksi menoleh ke arah Liu Tiansi.


"Benar! Itu, jika Matriark Xue berkenan" Liu Tiansi menjawab dengan lembut.


"Tentu saja! Siapa yang tak ingin belajar Kitab Sakti Dewi Li Chin yang terkenal ribuan tahun lalu" Wajah Matriark Sekte Burung Merak Emas, sumringah.


"Baiklah! Nanti kita, bisa belajar bersama" Liu Tiansi menjawab dengan wajah semangat cerah.


Kedua wanita cantik itu, akhirnya menjadi semakin akrab dan berbicara, serta bercerita mengenai beberapa hal, yang mereka sukai.


Zhuang An merasa senang, karena tujuan nya untuk mendekatkan Liu Tiansi, kepada Bibi Xue Yuelin tercapai. Bahkan, sudah langsung mendapatkan kesepakatan tentang pengembangan ilmu bela diri dengan jelas.

__ADS_1


__ADS_2