PENDEKAR DEWA LANGIT

PENDEKAR DEWA LANGIT
96. Kejamnya Kehidupan Untuk Gadis Kecil


__ADS_3

Zhuang An dan Liu Tiansi serta Liu Xie, berhenti dan diam memperhatikan gadis kecil, lusuh tersebut.


"Paman! Tolong! Aku beli obat nya, ditukar dengan lukisan ini" Suara lembut, dari gadis belia itu terdengar.


"Tidak bisa, bocah! Aku, tak membutuhkan lukisan mu" Pria pemilik toko menjawab sinis.


"Tapi, paman! Aku membutuhkan obat, aku hanya punya lukisan ini" Gadis kecil itu, masih berusaha.


"Jangan, tapi-tapi! Pergi sana! Aku hanya butuh uang" Hardik pria pemilik toko.


Akhirnya, bocah lusuh tersebut, meninggalkan toko obat di pinggir jalan kota itu, dengan wajah bingung dan sedih yang mendalam


Zhuang An, segera melesat mengejar bocah itu.


"Adik kecil! Kamu jual apa?" Zhuang An menyapa pelan.


Si gadis kecil berumur 7 tahun tersebut, menjadi berhenti dari langkahnya, kemudian dia menoleh pada Zhuang An. Dan menatap beberapa saat, ada rasa takut muncul di wajahnya, dan akhirnya memberanikan diri untuk menawarkan lukisannya.


"Tu.. Tuan! Sa..Saya menjual lukisan. Maukah Tuan membelinya?" Si gadis, berbicara dengan suara kecil yang takut.


"Baiklah! Aku, beli lukisan mu" Zhuang An, langsung memberikan 20 koin perak pada gadis tersebut. Pemuda itu, ingin menghilangkan rasa takut gadis kecil itu.


Dan kemudian Zhuang An, menerima lukisan yang cukup indah dan memasukkan kedalam cincin samuderanya.


"Adik, kecil! Untuk apa jual lukisan ini?" Zhuang An bertanya sederhana.


"Em..un..untuk beli obat" Jawab gadis kecil yang tampak lusuh itu.


"Siapa yang sakit?" Zhuang An bertanya tenang dan penuh perhatian.


" Eh...!Yang sakit ibu" Gadis kecil lusuh itu, masih agak takut.


"Aku, punya obat dan pil bagus, kamu tidak perlu beli" Zhuang An, mengambilkan obat dan pil dari cincin nya.


"Mengapa kita, tidak membantu mengobati nya sekalian kerumahnya?" Liu Tiansi menyampaikan ide nya.


"Och ya! Adik kecil, boleh kami ikut kerumah mu? Kami akan membantu mengobati ibu mu" Kata Zhuang An, dengan tatapan mata yang sejuk.


Sebenarnya, sejak awal Zhuang An, juga ingin membantu mengobati ibu bocah itu, tetapi karena anak itu, kelihatan takut.


Zhuang An, jadi pelan-pelan untuk mengutarakan maksudnya.


"Emm...Bo..Boleh!" Gadis kecil itu agak ragu.


"Baiklah! Ayo! Kita kerumahmu, bersama-sama" Kata Zhuang An, dengan pelan, mengikuti langkah bocah tersebut.


.


.

__ADS_1


.


Setelah berjalan dan memasuki beberapa gang di bagian dalam kota Harbin, beberapa waktu kemudian, sekitar setengah dupa, mereka sampai di tempat tinggal bocah kecil itu.


Tempat tinggal mereka, sederhana dan tidak ada kata bagus sama sekali.


"Ibu ada di dalam" Kata bocah kecil tersebut.


"Ayo, kita masuk!" Kata Zhuang An.


Setelah masuk, mereka mendapati seorang wanita yang berbaring dan tampak lemah.


Karena ruang tersebut agak gelap, Zhuang An mengangkat tangan kirinya dan muncul cahaya keemasan menerangi kamar itu.


"Ibu! Aku datang, ada yang mau menolong ibu" Gadis kecil itu, menyapa ibu nya.


"Emm...! Sayang!" Hanya itu suara yang muncul dari wanita yang sedang sakit dan tak berdaya itu.


"Adik, kecil! Kamu tenang saja ya! Kami akan mengobati ibu mu" Suara Liu Tiansi, yang lembut dan penuh kasih sayang, menentramkan hati si kecil.


Zhuang An, segera mendeteksi, dengan pandangan sinar mata dewa.


Hasilnya, cukup mengejutkan, wanita itu menderita dengan tiga sebab, pertama terkena racun, kedua memang punya penyakit bawaan, dan ketiga habis dipukuli orang.


Untuk luka, karena di pukuli orang Zhuang An mengeluarkan Tonik penyembuh dan penghilang bekas luka.


Jadi, Zhuang An, mengeluarkan eliksir yang diracik tadi malam.


Dan untuk sakit karena racun, dia mengeluarkan pil anti racun, yang sudah lama dia produksi sebelumya.


Liu Xie, bergerak lebih dulu, menyentuh leher wanita tersebut dan mendudukkannya.


"Ibu..! Tenang ya! Kami akan periksa keadaan ibu" Liu Xie berbicara pelan.


Liu Tiansi bergerak menyentuh kening wanita tersebut, kemudian dia menoleh kepada Zhuang An.


"Tuan Muda Zhuang! Obatnya?" Liu Tiansi bertanya.


"Nona Liu Tiansi! Ini Tonik, Eliksir dan Pil anti racun " Zhuang An memberikan pada Liu Tiansi.


Zhuang An tahu, gadis itu paham dengan keadaan wanita tersebut, sebagai murid Dewi Li Chin, yang meneliti obat dan herbal ratusan tahun.


Jadi, Liu Tiansi memahami sakit yang di derita wanita itu, oleh karena nya, ia segera mengambil tonik, eliksir dan pil anti racun tersebut.


Sedangkan Liu Xie, segera membantu untuk meminum kan Pil anti racun, dan kemudian eliksir.


Liu Tiansi menuangkan eliksir, ke mulut wanita tak berdaya itu. yang dibantu Liu Xie.


Zhuang An jadi, tersenyum melihat cara Liu Tiansi menuangkan eliksir tersebut, biasanya cuma diteteskan, tapi kali ini dituang kan.

__ADS_1


Gadis super cantik itu, tahu Zhuang An tersenyum karena kelakuan nya.


Jadi, dia melirik Zhuang An dan ikut tersenyum, kemudian berkata:


"Biar, cepat sembuh!" Gadis itu, berkata sambil tersenyum.


Dia tahu, eliksir itu tingkat tinggi, tapi dia juga tahu, eliksir buatan Zhuang An itu tidak ada efek samping nya.


Oleh karenanya, ia tidak ragu untuk menuangkan di mulut wanita sakit itu, hingga menghabiskan satu per lima, dari isi botol kristal tersebut.


" Ya! Terserah Nona Liu saja, sudah!" Zhuang An menjawab sambil tertawa.


"Emmm...!" Liu Tiansi hanya tersenyum.


Pemuda tampan itu, terus saja memberi penerangan di ruang tersebut dengan energi cahaya nya.


Sementara, wanita sakit itu langsung membuka mata dan melihat sekelilingnya, setelah meminum eliksir tersebut.


Kepalanya yang tadi terasa berputar-putar, sekarang sembuh dan tubuhnya mulai terasa segar.


Liu Tiansi, segera mengolesi wajah wanita tersebut, yang lebam karena habis dipukuli orang.


"Sebentar, ibu ya!" Liu Tiansi terus mengoleskan Tonik Penyembuh dan Penghilang Bekas Luka, kebagian tubuh yang memar wanita tersebut.


Setelah selesai, Zhuang An menghidupkan lampu penerangan ruang tersebut, walaupun tidak secerah cahaya energi miliknya.


Tetapi, itu cukup untuk sementara.


Zhuang An, mengeluarkan beberapa makanan, kemudian memberikan pada Liu Tiansi, dan juga gadis kecil yang lusuh itu.


Liu Tiansi , membuka makanan tersebut, lalu memberi kan pada ibu muda yang mereka tolong.


Ibu muda itu, sudah mulai kelihatan bertenaga, dan kelihatan mulai sehat.


Oleh karenanya, Liu Tiansi tidak jadi menyuapi wanita tersebut.


"Nona! Biar, saya makan sendiri!" Dengan sopan, wanita itu berkata demikian.


Akhirnya, Zhuang An, Liu Tiansi dan Liu Xie. Keluar dari ruangan tersebut, membiarkan gadis lusuh itu menikmati makan bersama ibu nya.


Zhuang An yakin, makanan itu tidak terlalu cukup mengenyang kan, untuk mereka berdua, karena mereka sangat lapar. Jadi, dia memberi tambahan satu porsi lagi, untuk mereka berdua.


Zhuang An, duduk bersama Liu Tiansi dan juga Liu Xie.


Setelah ini, ia masih ingin menanyai mengapa wanita itu dipukuli orang.


.


.

__ADS_1


__ADS_2