
Di hutan belantara daerah pinggiran wilayah Nanjing. Zhuang An memperhatikan Jie Jie, yang masih menikmati paha rusa panggang, dengan anggur segar bawaan Zhuang An.
"Gadis ini, begitu menikmati daging panggang. Sepertinya dia, tak pernah curiga kepada ku. Seandainya makanan ini diberi racun, apa ga celaka dia? Tapi, tak masalah. Untung nya, dia bertemu pemuda yang baik hati seperti diriku..hahaa!" Zhuang An tertawa dalam hati.
Sebenarnya, tak hanya Jie Jie yang lahap dan begitu menikmati, tetapi semua yang ada di ruang itu, walau perlahan namun pasti mereka semakin terlihat cocok dengan menu, yang hanya satu jenis daging itu.
Bisa jadi, itu karena mereka memang sangat lapar. Atau daging panggang karya Zhuang An, memang betul-betul lezat.
"Anak muda! Kau sungguh pandai mengolah makanan ini, menjadi lezat. Pasti kau sangat berpengalaman melakukan nya?" Wanita cantik berusia tiga puluh tahun, berbicara memuji Zhuang An.
"Namaku Zhuang An! Panggil saja Zhuang!" Ucap Zhuang An dengan rileks dan terkesan luwes.
"Aku, memang sering berburu rusa dan kijang. Karena itu kesukaan ku" Tambah Zhuang An.
"Jadi, di dunia manusia juga banyak rusa ya?" Putri Fie ikut bertanya.
Namun, ke empat wanita yang mendampingi nya, tiba-tiba berhenti dari makan nya. Mereka terlihat tegang, dan kemudian saling pandang.
Zhuang An paham dengan apa yang mereka pikirkan. Jadi, dia langsung berkata sesuatu untuk mencairkan suasana.
"Tidak perlu tegang! Aku juga sudah tahu siapa kalian. Aku sudah menganggap kalian sebagai temanku. Jadi, tidak akan ada masalah" Jelas Zhuang An.
Mereka justru menjadi diam semua, aktifitas makan nya pun berhenti.
"Baiklah! Aku, jelaskan! Tapi, mari minum dulu, biar tak tersedak!" Ucap Zhuang An, sambil meminum anggur yang ada di depannya.
"Jadi, begini! Baik manusia ataupun Iblis ada yang jahat dan ada yang tidak jahat. Jadi, karena kalian tidak jahat dan aku juga tidak jahat, apa salahnya jika kita berteman?" Ucap Zhuang An dengan percaya diri.
"Apa benar, kau menganggap kami sebagai teman mu?" Tanya wanita yang berusia paling dewasa, sekitar tiga puluh dua tahun, untuk ukuran manusia.
"Tentu saja! Bukti nya, kita bisa makan bersama, dan tidak ada masalah" Jelas Zhuang An.
Mereka saling pandang, kemudian seorang wanita yang lain bertanya lagi:
"Tadi, kau bilang manusia juga ada yang jahat, jadi bagaimana penjelasannya tentang itu?" Wanita itu sedikit menyelidik.
__ADS_1
"Di dunia manusia, ada orang yang merampok demi merebut harta orang lain, ada juga yang mencuri, ada juga yang melakukan penipuan. Semuanya, untuk mendapatkan sesuatu atau harta atau bahkan kekuasaan. Namun demikian, orang yang baik juga lebih banyak jumlahnya" Zhuang An berusaha menjelaskan.
"Tapi, tunggu dulu! Engkau menganggap kami sebagai teman mu, dan engkau sudah tahu jati diri kami, apakah kau bukan mata- mata?" Tanya wanita cantik yang berusia tiga puluh tahun.
"Tentu bukan! Aku tinggal di Negeri ini, bagaimana bisa aku memata-matai kalian? Apa untungnya bagiku?" Zhuang An bertanya balik.
"Tapi satu hal, yang ingin aku sampaikan. Bahwa, aku memiliki musuh iblis bernama Barzora. Jika, kalian adalah sekutu nya Iblis Barzora. Maka, aku adalah musuh kalian!" Tegas Zhuang An.
Semua wanita ras Iblis itu, saling pandang, mereka cukup paham dengan Iblis Barzora, yang merupakan salah satu musuh kuat dari ayah Putri Fie.
"Kami tidak mungkin bersekutu dengan Barzora, karena kami sangatlah bermusuhan sejak dahulu. Akan tetapi, bagaimana engkau tahu tentang Barzora?" Wanita paling dewasa, menjawab Zhuang An sekaligus bertanya balik.
"Iblis Barzora, sekarang ada di dunia manusia. Dan kami sedang berperang melawan diri nya!" Jawab Zhuang An jelas dan tegas.
"Baiklah! Jika, kalian adalah musuh Iblis Barzora, berarti kita memiliki musuh yang sama. Artinya kita memang layak untuk menjadi teman. Dan jika kalian ingin tinggal di sini, aku hanya bisa membantu beberapa selimut, dan permadani ini. Jika, kalian ingin tinggal di tempat yang ramai dan layak. Aku akan menyiapkan nya!" Zhuang An menunjukkan niat baiknya.
"Baiklah! Kami akan tinggal di sini untuk beberapa hari. Nanti kami, akan mempertimbangkan tempat lain, jika sudah siap bergaul dengan manusia, untuk pindah dari sini" Ucap Wanita cantik yang paling dewasa.
Sementara Liu Tianshi, masih di Negeri Uyghur Xinjiang. Gadis cantik ini cukup kerasan di Negeri yang sebenarnya cukup kecil, bila dibandingkan dengan Negeri Tang.
Namun, karena merasa ada beberapa hal yang terasa cocok untuk dirinya, jadi cukup kerasan menikmati suasana di Negara tempat tersebut.
Akan tetapi, setelah beberapa kali berkeliling di beberapa kota dan desa ternyata tak menemukan target yang dicarinya, ia pun mulai berpikir untuk meninggalkan lokasi itu.
"Kalau begitu, aku akan mencari target di Negeri Mongol saja" Gumam gadis anggun itu.
Dalam detik berikut nya, gadis itu menghilang dari Negeri Uyghur Xinjiang dan telah berpindah di Negeri Suku Mongol.
Ketika Liu Tianshi tiba di Negeri Suku Mongol, ia menjadi sangat heran, karena banyaknya pasang mata yang memperhatikan diri nya.
Tetapi, ia berusaha untuk bersikap biasa dan tidak terganggu. Karena pada dasarnya, hal seperti itu sudah sering terjadi pada dirinya.
"Nona cantik! Nona dari mana, kami tak pernah melihatnya?" Dua gadis mendekat karena penasaran.
"Aku dari Negeri Uyghur Xinjiang, di sini aku masih baru" Jawab Liu Tianshi, dengan tenang setenang air di kolam.
__ADS_1
"Och! Pantas saja. Kami sudah sering mendengar, orang-orang dari Negeri Uyghur Xinjiang memang cantik-cantik" Respon dua gadis itu, dengan sangat antusias.
"Ach! Biasa saja! Kalian juga cantik gitu" Puji Liu Tianshi kepada dua gadis muda itu.
"Hihii..! Kami, memang cantik. Tapi Nona lebih cantik!" Jawab dua gadis muda itu.
"Aku mencari dua orang pria, dengan ciri-ciri tegap dan berotot serta pakaiannya rapi. Apakah kalian pernah melihatnya?" Tanya Liu Tianshi dengan rileks.
"Och! Pria tegap, berotot dan berpakaian rapi. Iya! Kami melihatnya" Jawab salah satu dari gadis muda itu.
Ciri-ciri yang disebutkan Liu Tianshi, adalah ciri-ciri umum penampilan para Jendral Jie Xia.
Dan sepertinya dua gadis muda itu, pernah melihatnya.
"Di mana? Kalian melihatnya" Liu Tianshi bertanya lagi.
"Kami pernah melihatnya, beberapa kali. Terakhir kemarin sore. Tapi, seperti nya mereka berdua, sudah pergi kearah utara" Salah satu dari mereka, memberikan penjelasan.
"Baiklah! Itu informasi yang bagus. Jadi, terima kasih! Dan kalian terima ini dari ku!" Liu Tianshi, memberikan dua stel pakaian yang cukup indah, dan beberapa keping emas.
Tentu saja dua gadis itu, menjadi sangat senang.
Kemudian Liu Tianshi, melesat dengan cepat, ke arah yang ditunjuk gadis muda tadi.
.
.
.
.
.
.
__ADS_1