
"Ach! Cukup senang rasanya, belajar Alkimia. Ini, cukup menghibur sementara, saat Guru Yang Chen tidak ada" Batin Zhuang An, dengan senang hati.
Zhuang An kemudian, membuka buku Alkimia yang kedua. Bab pertama buku ini, membahas tentang pemurnian tanaman. Baik tanaman obat, tanaman sumber daya pendekar dan terakhir tanaman tentang racun.
Sedang kan untuk Bab yang kedua, buku tersebut, membahas tentang Pemurnian mineral, baik mineral cair maupun batu mineral.
Dan pada bab yang ketiga buku ini, membahas tentang pemurnian beberapa zat lain, termasuk Permata Siluman, yang bisa digunakan untuk menambah kekuatan, seorang pembudi daya atau Pendekar.
Pada Bab yang ke empat, buku tersebut membahas pemurnian darah. Mulai darah binatang, darah siluman dan darah mahluk lain, seperti Iblis dan lain nya.
"Aku, jadi penasaran. Bagaimana kalau bisa memurni kan darah Naga? Mungkin bisa memiliki Aura Naga" Zhuang An mencoba menganalisis sendiri.
"Master Zhang Long! Aku ingin tahu, apa efeknya jika seseorang bisa memurnikan darah Naga?" Zhuang An, bertanya pada Master Zhang Long.
"Efeknya, yang positif. Dia akan memiliki beberapa kemampuan, yang dimiliki oleh Naga tersebut. Misalnya, Aura nya dan sebagian kekuatan Naga itu. Tetapi, tidak semua kemampuan nya, secara otomatis akan menurun kepada orang tersebut" Jawab Master Zhang Long, dengan tenang.
"Apakah ada cara lain? Untuk mendapatkan kekuatan Naga, yang hebat?" Zhuang An lanjut bertanya lagi.
"Tentu saja, ada. Engkau bisa menyegel Jiwa Naga kedalam Dantian mu. Itu, akan mengambil seluruh kekuatan dari Naga tersebut. Tapi, tentu saja tidak mudah untuk menyegel Jiwa Seekor Naga yang kuat " Master Zhang Long, menjelaskan.
"Jika, kau ingin jadi hebat. Belajar lah dari dasar! Dengan begitu, pondasi mu akan menjadi kuat. Dan itu akan sangat bermanfaat untuk perkembangan mu. Sekarang belajarlah meramu, meracik obat tingkat rendah dan belajar mengendalikan api tungku dasar yang berwarna kuning itu!" Tunjuk Master Zhang Long.
"Baik! Master Zhang Long!" Jawab Zhuang An dengan semangat.
*******
Temuan Berharga:
Fang Jin mengangkat busur raksasa yang Panjangnya hampir 2 meter.
Dia merasakan ada energi gaib yang mengalir dalam tubuhnya.
" Tetua Han, pusaka ini seperti memiliki jiwa.". Fang Jin menyampaikan apa yang di rasakannya.
" Coba berikan padaku, aku pingin merasakan energinya." Han Jiang mengambil Pusaka Dewa dari Fang Jin.
Han Jiang mengalirkan energi murni, perlahan dia merasakan ada hawa hangat merasuk kedalam tubuhnya.
Tetua Pedang Petir Wisma Satu itu terkejut, energi gaib Gendewa Mustika Dewa tersebut begitu besar.
Ia merasakan kekuatan yang tak biasa.
Han Jiang menarik Gendewa Mustika Dewa, perlahan secara ajaib muncul anak panah berbentuk kristal berkilau.
Dari energi yang dirasakan Han Jiang, ia bisa menyimpulkan bahwa, pusaka tersebut adalah pusaka yang memiliki kekuatan langka.
Pendekar Satria Gerbang Delapan itu dengan hati-hati meletakkan Gendewa Mustika Dewa di meja Al-tar.
Kemudian melanjutkan mengumpulkan benda-benda berharga.
Setelah semua dikumpulkan di meja Al-tar, Han Jiang memeriksa satu persatu.
Mulai dari kotak besar warna emas, di dalamnya terdapat berbagai sumber daya penyembuh dan sumberdaya energi untuk pendekar.
Ketika membuka kotak tersebut Han Jiang diam agak lama.
" Ada apa Tetua Han...?" He Jian bertanya.
__ADS_1
" Siapa sebenarnya orang yang bersembunyi dibalik misteri ini, mengapa ada banyak sumberdaya tingkat dewa di sini.?" Han Jiang berbicara penuh penasaran.
Para pendekar terhenyak mendengar sumberdaya tingkat dewa.
Mereka mendekat lalu Han Jiangpun menjelaskan satu persatu :
- Warna merah keemasan berjumlah 100butir, disebut Butir Mutiara Dewa berfungsi untuk meningkatkan tulang, sumsum dan membuka meridian.
- Warna kuning keemasan berjumlah 100butir disebut Butir Mutiara Energi berguna untuk meningkatkan energi murni ataupun tenaga dalam tingkat tinggi.
- Warna putih kristal berjumlah 500butir disebut Butir Mutiara Jiwa berguna untuk menyembuhkan luka atau sakit apapun, walaupun hampir mati.
- Warna bening dan jernih berjumlah 500 butir disebut Embun Permata Dewa berguna untuk menetralkan segala bentuk racun tingkat tinggi dan juga menyembuhkan berbagai luka dalam.
Selain itu masih ada beberapa Sumberdaya lain yang tingkatannya umum di dunia kependekaran.
Han Jiang memasukkan kotak besar tersebut ke dalam Cincin Mustika miliknya.
Lalu mengambil Gendewa Mustika Dewa yang besarnya hampir dua meter.
" Kalau kita menggunakan pusaka ini untuk melawan siluman-siluman tadi rasanya tidak akan kesulitan." Han Jiang berkomentar.
Sebelum dimasukkan dalam Cincin Mustika Han Jiang memberi kesempatan pada para pendekar satu persatu untuk memegang dan mengangkat Gendewa Mustika Dewa agar tidak penasaran dan bisa merasakan energi yang terkandung di dalamnya.
Para pendekar mencoba menganalisa kekuatan pusaka ajaib itu.
" Aku rasa Gendewa ini setingkat dengan Kincir Bintang Dewa milik perguruan harimau terbang." He Jian berpendapat.
" Mungkin saja, tetapi Gendewa Mustika Dewa ini memiliki daya hancur yang besar." Fang Jin menambahkan.
Selanjutnya Han Jiang membuka Kitab Tebal Indah yang berlapis Kullit Kijang Kencana.
Ketebalan kitab itu mencapai satu jengkal, lebarnya dua jengkal, panjang tiga jengkal, berat sekitar 12 kilo. Layak disebut Kitab Besar.
Di sampulnya yang indah tertulis "Kitab Dewi Bulan." Di dalam kitab berisi :
- Seribu pengetahuan.
- Ilmu pengobatan.
- Tehnik racun tingkat tinggi.
- Beberapa tehnik ilmu kesaktian.
- Ramalan Dewi Bulan.
Han Jiang memasukkan kitab tersebut kedalam Cincin Mustika.
Berikutnya adalah kotak berisi mutiara siluman cukup banyak dan beragam dari Siluman seratus tahun sampai seribu tahun.
Setelah itu Han Jiang membuka sebuah kotak dengan ukuran lebar tiga jengkal, panjang lima jengkal.
Kotak tersebut tampak istimewa, untuk membukanya pendekar tingkat tinggi itu harus menyalurkan energi murni terlebih dahulu.
Setelah terbuka Han Jiang hampir tersedak karena kaget, di dalam kotak tersebut terdapat sepasang ular emas dengan mata memancarkan cahaya kuning. Dengan kepala terdapat cengger berbentuk mahkota berkilau.
Han Jiang segera menutup kembali kotak tersebut. Para pendekar ikut kaget menyaksikan hal tersebut.
__ADS_1
" Apa itu tadi..?" Salah satu Tetua Pedang Petir bertanya penasaran.
" Ehemh...Eh itu...Raja Siluman dan Ratu Siluman." Han Jiang menjelaskan bahwa di dalam kotak istimewa tersebut adalah raja dan ratu siluman dengan kekuatan misterius.
Mengenai bagaimana ceritanya dua siluman legendaris itu bisa berdiam di sana itu masih misteri.
Dan selanjutnya yang terahir kotak panjang besar, di dalamnya terdapat berbagai batu mulia, mulai ratusan berlian, beberapa intan dan banyak logam emas maupun koin emas.
Semua dimasukkan dalam Cincin Mustika. Sehingga lebih ringkas membawanya.
Setelah selesai mereka keluar dari goa melewati jalur yang dilewati tadi.
Tiga ratus meter dari goa, mereka juga mengambil 4 mutiara Siluman Harimau seribu lima ratus tahun, lalu Han Jiang memasukkan tubuh siluman kedalam cincinya.
Selanjutnya mereka bermaksut untuk menguburkan semua mayat pendekar aliran hitam.
" Tetua Han, yang ini masih ada detak jantungnya tapi lemah sekali." Pendekar termuda melaporkan.
" Benarkah, coba aku periksa." Han Jiang penasaran.
Setelah memeriksa tubuh tersebut Han Jiang memastikan satu tubuh itu masih hidup, tetapi detak jantungnya lemah sekali akibat luka yang begitu parah.
" Apakah kita akan menolongnya?." Salah satu Tetua Pedang Api bertanya.
" Tentu saja." jawab Han Jiang.
" Tetapi dia anggota aliran hitam." He Jian berkata.
" Tidak masalah, jika dia mau merubah jalan hidupnya itu lebih baik." Jawab Han Jiang lebih lanjut.
" Periksa semua tubuh itu, mungkin masih ada yang hidup." instruksi Han Jiang.
Setelah dilakukan pemeriksaan, ternyata masih ada tiga lagi yang detak jantungnya masih aktif, tetapi sangat lemah.
Han Jiang mengeluarkan Butir Mutiara Jiwa, kemudian dengan energinya mencipta air memakai jurus elemen, untuk diminumkan pada empat pendekar aliran hitam yang hampir mati tersebut.
Setelah sepuluh menit tubuh mereka mulai merespon, luka mereka perlahan mulai agak mengering.
Dan satu persatu pendekar aliran hitam ini mendapatkan kesadarannya.
Walau masih lemah mereka bisa memahami apa yang terjadi di sekitarnya.
" Kami menolong kalian dengan susah payah, menggunakan sumberdaya sangat berharga, kedepan jangan sampai menyusahkan kami." Pendekar termuda berbicara.
Para pendekar aliran hitam itu masih belum bisa menjawab tetapi paham maksud pembicaraan.
Satu jam berlalu mereka sudah kembali terlihat normal tetapi belum fit seratus persen.
Han Jiang memberikan banyak petuah yang bermanfaat terutama mengenai kesempatan hidup yang kedua kali.
Agar menjadikan kesempatan ini untuk bisa menjadi orang yang lebih baik dan banyak bersyukur.
Mereka ahirnya keluar dari hutan larangan bersama-sama.
Di luar hutan mereka bertemu dengan sebelas pendekar yang selamat, tetapi kondisinya masih mengkhawatirkan.
" Och... bagaimana kalian bisa masih hidup." mereka terkejut melihat empat rekannya yang dikira sudah tewas bisa muncul dalam keadaan sehat.
__ADS_1