
Patriark Zhao Qin, segera menolong putranya yang pingsan, dan kemudian dia membawa rombongannya, untuk pergi meninggalkan Sekte Istana Bunga.
"Hemmh..! Akhirnya, mereka pulang juga"
Gumam Patriark Han Xiao.
Semua anggota Sekte Istana Bunga, menjadi gembira dengan hasil akhir tersebut.
Mereka menjadi bertanya-tanya, siapa sebenarnya Zhuang An itu?
Pemuda yang dikatakan, sebagai calon suami Nona Fang Xiang itu, selain sangat tampan, ia ternyata juga memiliki kemampuan yang luar biasa, dan kecerdasan yang sangat tinggi.
Fang Xiang, langsung berlari mendekati Zhuang An.
Pemuda itu, tersenyum, melihat reaksi gadis yang dicintainya itu.
"An'gege! Pejamkan matamu" Ucap Fang Xiang
"Mengapa, aku harus memejamkan mataku? Memang ada apa?" Tanya Zhuang An.
"Aku, ingin memelukmu,
kalau kau tidak memejamkan mata, aku akan malu" Ucap Fang Xiang dengan lembut.
"Baiklah! Kalau begitu" Jawab Zhuang An cepat.
Fang Xiang, kemudian memeluk Zhuang An, dengan erat. Gadis itu, tidak terlalu lama memeluk kekasihnya itu. Lalu dia berkata:
"Terima kasih! Engkau, telah menyelamatkanku" Ucap Fang Xiang, dengan tulus.
Kemudian, tanpa diduga sama sekali, gadis cantik ini mencium pipi Zhuang An.
Dan setelah itu, dia berlari dengan pipi memerah, lalu menghilang, menuju kediaman tempat tinggalnya.
"Xiang'er! Xiang'er!" Zhuang An tertawa, melihat tingkah laku, gadis lembut itu.
Fang Dishi datang, dengan dipenuhi keheranan. Kemudian, ia bertanya kepada Zhuang An.
"Di mana Xiang'er? Mengapa, dia tidak ada disini? Mengapa dia tadi, kelihatan berlari?" Tanya Fang Dishi.
"Och! Itu! Mungkin dia sedang bahagia"Jawab Zhuang An.
"Och! Begitu...! Kau ini, hebat! An'er! Dapat mengalahkan semua, tantangan Patriark Zhao Qin dengan mudah" Puji Fang Dishi, dengan apa ada nya.
Zhuang An hanya tersenyum, menanggapi pujian Fang Dishi.
"Och! Iya ! Kau bilang, akan membantu ku, cara menggunakan Pedang Phoenix Es, dengan maksimal" Fang Dishi berkata-kata ringan.
"Aku sangat penasaran, untuk melihat kekuatan terbesar, yang tersimpan dalam Pedang Phoenix Es,
__ADS_1
yang diberikan kepadaku. Jadi, kapan rencananya engkau akan menunjukkan, potensi dan kekuatan yang tersimpan di pusaka itu?" Tanya Fang Dishi.
"Tentang hal itu, mungkin besok, kalau memang Cici, sudah merasa siap" Jawab Zhuang An, sambil berpikir, apakah Fang Dishi sudah benar-benar siap, mengendalikan kekuatan yang sangat besar.
"Baiklah! Akan, aku tunggu besok" Ucap Fang Dishi, dengan senang hati.
Sementara, Han Xiao dan istrinya segera kembali ke kediamannya, dengan perasaan senang dan lega. Karena kekhawatiran yang mengganggu pikiran mereka, sudah teratasi dengan baik
*
*
*
*
*
Sementara itu, di belantara hutan wilayah pinggiran Nanjing.
Bagian dari diri Zhuang An, masih berdiskusi dengan Putri Fie, dan empat pengawalnya.
Banyak hal, yang mereka bicarakan mulai dari kecenderungan manusia, hingga sudut pandang manusia terhadap ras iblis, yang rata-rata memang memusuhi.
"Jadi, jika kalian bergaul dengan manusia. Termasuk dalam pertempuran nanti, sebaiknya sembunyikan jati diri kalian, agar tak terjadi masalah!" Saran Zhuang An, kepada kelima wanita lain ras tersebut.
"Apakah, harus seperti itu?" Tanya Jie Jie.
"Jadi, aku juga, harus menyembunyikan identitas diri ku?" Tanya Putri Fie.
"Tentu, saja! Itu tidak bisa diketahui sembarang orang, karena akan menimbulkan masalah" Jelas Zhuang An.
Kelima wanita ras iblis itu, menjadi terdiam. Mereka tenggelam, dalam pikiran nya masing-masing.
"Baiklah! Jika, memang begitu. Aku tak keberatan" Suara Putri Fie, memecah keheningan.
"Aku ingin tahu, ranah yang dimiliki Iblis Api Biru, Barzora?" Tiba-tiba Kepala Pengawal Putri Fie, membahas hal lain.
"Iblis Api Biru, Barzora. Sekarang setara dengan, Pendekar Dewa Gerbang Sembilan" Jawab Zhuang.
Mendengar jawaban Zhuang An, kelima wanita ras iblis itu menjadi terhenyak.
"Pendekar Dewa Gerbang Sembilan, adalah puncak tertinggi, yang bisa capai oleh seorang praktisi bela diri. Bahkan! Kaisar Iblis, Ayah Putri Fie saja, terakhir hanya mampu menembus, Pendekar Dewa Gerbang ke Tujuh. Tentu, semua itu terjadi, karena Artefak leluhur iblis, yang dicuri Iblis Api Biru, Barzora" Tutur Kepala Pengawal Putri Fie.
"Padahal! Dulu, delapan tahun yang lalu, Iblis Api Biru, Barzora. Baru mencapai Pendekar Dewa Gerbang ke tiga saat menghilang dari dunia iblis" Tambah Kepala Pengawal Putri Fie.
Ranah Pendekar Dewa, terdiri dari sembilan gerbang.
Sementara untuk ranah Kepala Pengawal Putri Fie saat ini adalah, Pendekar Dewa gerbang ke empat. Sedang kan tiga rekannya, masing-masing pendekar dewa gerbang satu, dua dan tiga.
__ADS_1
Ke empat wanita ras iblis itu, merupakan pendekar terhebat, di antara para Jendral wanita ras iblis saat ini.
"Och! Iya! Pendekar Zhuang! Ranah pendekar mu, begitu tinggi. Bagaimana cara mu untuk menggapainya?" Kepala Pengawal Putri Fie, bertanya dengan penasaran.
"Untuk mencapai tahap ini, aku melalui proses yang panjang. Dan maaf, aku tidak bisa menceritakannya!" Jawab Zhuang An.
"Tidak masalah!" Respon Kepala Pengawal Putri Fie singkat.
Rincian Ranah Pendekar Dewa adalah:
Pendekar dewa tingkat gerbang satu, dua dan tiga disebut Pendekar Dewa Bumi.
Pendekar Dewa tingkat gerbang empat, lima dan enam disebut Pendekar Dewa Galaksi.
Dan Pendekar Dewa tingkat gerbang tujuh, delapan dan sembilan. Di sebut Pendekar Dewa Langit. Atau dengan istilah lain (Pendekar Dewa Langit tingkat awal, menengah dan akhir).
"Seandainya, Artefak Leluhur Iblis, tidak dicuri oleh Iblis Api Biru, Barzora. Kaisar Iblis tidak akan jatuh, seperti sekarang ini. Dan juga ranah pendekar nya pasti, juga sudah di puncak gerbang sembilan" Kepala Pengawal Putri Fie, berbicara dengan menerawang, masa terjadi pemberontakan Kekaisaran Iblis, empat bulan yang lalu.
"Apakah, Artefak Leluhur Iblis akan cocok dengan ku?" Suara Putri Fie, terdengar lembut.
"Pasti! Karena, Artefak Leluhur Iblis, sangat peka dengan darah keturunan Kaisar" Jawab Kepala Pengawal Putri Fie.
"Emm..! Bagus! Jika seperti itu. Pendekar Zhuang! Bantu aku, mendapatkan Artefak Leluhur Iblis! Jika, berhasil. Aku, bersedia menikah dengan mu!" Ucap Putri Fie.
"Deek"
Semua, yang ada di ruang itu, terhenyak, kaget dan linglung. Kata-kata Putri Fie, terlalu mengejutkan mereka. Tak terkecuali, Zhuang An sendiri.
Hal yang mengagetkan Kepala Pengawal Putri Fie, dan rekan-rekan nya adalah: Pertama, Ras mereka yang berbeda, bahkan! Cenderung bermusuhan.
Kedua: Umur Putri Fie, yang masih belia, baru akan 13 tahun bulan depan.
Kepala Pengawal Putri Fie, berpikir:
"Apakah Putri Fie, telah tumbuh lebih dewasa dari gadis seusia nya? Jika dilihat dari fisiknya, ia memang lebih tinggi, lebih dewasa dari usianya. Atau kah, karena tragedi pemberontakan, di alam iblis membuatnya termotivasi, untuk menjadi dewasa lebih cepat?" Kepala Pengawal Putri Fie, bertanya-tanya dalam hati.
Sementara, ketiga pengawal wanita lain nya, masih saling pandang, di antara mereka. Untuk mencari jawaban, dari kebingungan yang mereka rasakan.
.
.
.
.
.
.
__ADS_1
.