PENDEKAR DEWA LANGIT

PENDEKAR DEWA LANGIT
80. Harta Karun


__ADS_3

Kita tinggalkan dulu, Dua Eksistensi cantik yang sedang merasakan sensasi di hati masing-masing.


Zhuang An, memulai langkahnya diikuti Lima gadis, murid-murid Sekte Burung Merak Emas, tak butuh waktu lama, mereka tiba di sebuah bangunan pintu batu yang sedang disegel.


Zhuang An, memperhatikan pola segel di pintu tersebut, kemudian tangannya bergerak membentuk segel yang cukup rumit dan sedikit mantra dewa diucapkan.


Perlahan keluar cahaya putih bening seperti berlian dari kening Zhuang An, Cahaya putih kemilau tersebut melesat menyelimuti pintu batu tersebut, setelah itu di susul getaran halus, kemudian perlahan pintu tersebut terbuka mengeluarkan suara berderit khas suara gesekan batu bergeser.


Xue Yueyin, merapat ke belakang Zhuang An, dia merasa takjub dengan berbagai kemampuan, adik sepupu nya tersebut.


"An er! Lain kali ajari aku beberapa tekhnik yang kau miliki! Ya!" Xue Yueyin berkata penuh harap.


"Emm...! Jangan Khawatir! Zhuang An menjawab ringkas.


Pemuda tampan itu, melangkah kedepan setelah pintu sudah terbuka sepenuhnya, diikuti Lima gadis, murid-murid Sekte Burung Merak Emas, ruang yang terpampang menunjukkan suasana gelap hitam pekat, tanpa penerangan sedikit pun.


Zhuang An, mengaktifkan sinar mata dewa di matanya, seketika keluar cahaya kuning ke emasan, dari dua mata pemuda ini, bersonar menerangi ruang panjang tersebut.


Mereka berenam melangkah, menelusuri ruang itu mengikuti langkah Zhuang An, pemuda itu terus berjalan sambil menjentikkan dua jarinya, lalu muncu api melesat ke arah dua lampu penerang yang berada di tembok kiri dan kanan.


Lima gadis, murid-murid Sekte Burung Merak Emas, gadis itu memperhatikan tindakan Zhuang An dengan seksama, namun tidak berkomentar sedikit pun.


Mereka mungkin saja berkomentar, tapi hanya di dalam hatinya saja. Seterusnya seperti itu yang dilakukan Zhuang An hingga melewati beberpa ruang. Setelah melewati beberapa ruag lagi, Pemuda itu merasakan ada aura yang menarik di pintu batu sebelah kanannya.


Tanpa pikir panjang, ia segera membuka segel pintu, hampir sama dengan cara yang pertama, tak lama muncul suara berderit, tanda pintu batu merespon tekhniknya.

__ADS_1


Ketika ruang gelap itu terbuka, langsung menjadi terang karena mata Zhuang An masih bersonar kuning keemasan. Selanjutnya muncul aroma herbal yang begitu kental, Pendekar Muda itu menjentikkan jarinya dan empat cahaya melesat menghidupkan empat damar yang berada di pojok-pojok ruang.


Penampakan di depan mata, membuat Lima gadis, murid-murid Sekte Burung Merak Emas, terpesona mereka melihat berbagai herbal tertata rapi di rak yang memenuhi ruang tersebut.


" Uch..! Ini harta yang langka" Xue Yueyin berucap cepat.


Empat gadis, murid-murid Sekte Burung Merak Emas, tak kalah terpesona, mereka langsung bergerak menyebar memeriksa setiap herbal yang ada di situ, disertai suara kekaguman.


"Siaocia! Apa herbal ini boleh diambil?" Salah satu dari empat gadis, murid-murid Sekte Burung Merak Emas bertanya pada Xue Yueyin.


"Tentu saja, kita kan sudah ijin pada Liu Tiansi dan Liu Xie" Xue Yueyin menjawab dengan senang hati.


"Itu benar! Kalian bisa mengambil sesuai ke inginan kalian" Tegas Zhuang An.


Lima gadis, murid-murid Sekte Burung Merak Emas, lebih sumringah lagi mendengar kata-kata Zhuang An.


"Sudah? Kalau sudah, mari lanjutkan ke ruang lain, atau aku tinggal kalian di sini" Zhuang An tidak ingin menggangu kesenangan mereka berlima.


"Eh..! Belum..Aku masih memilih yang aku butuhkan" Jawab Xue Yueyin.


Ayah Xue Yueyin adalah Alkemis dan tabib di Sekte Burung Merak Emas, yang selama ini membuat berbagai Pil untuk kebutuhan anggota sekte, walaupun kemampuannya bukan nomer satu Wilyah Hainan, tetapi cukup mahir dalam ilmu yang dibidanginya.


Hal itu, yang membuat Xue Yueyin memiliki pemahaman yang bagus tentang herbal dan beberapa pengobatan.


Dan ini lah yang menyebabkan gadis itu merasa menemukan harta karun, karena bahan-bahan di sini kebanyakan barang langka dan berkwalitas tinggi.

__ADS_1


Zhuang An juga memiliki kemampuan yang luar biasa di bidang Alkemis maupun pengobatan, setelah bertahun- tahun dididik Zhuang Kun di alam dimensi secara langsung.


Namun, Pemuda berwajah Dewa tersebut memiliki sifat yang tenang dan tidak suka pamer, sehingga tak ada yang menduga akan kemampuan nya di bidang tersebut.


Ditambah pada cincin samudranya, terdapat gudang herbal yang diambil dari alam dimensi, membuat dia terkesan tidak tertarik dengan herbal yang ada di sini, walaupun begitu, dia tetap sabar menunggu Lima gadis, murid-murid Sekte Burung Merak Emas tersebut.


"Baiklah! Akan aku tunggu kalian sampek besok di sini" Zhuang An menjawab sambil mengambil tempat duduk yang ada di ruang herbal itu.


"Ach! Tidak- tidak, aku sudah selesai" Xue Yueyin segera menjawab dengan ucapan selesai, khawatir pemuda itu marah. Padahal Zhuang An masih duduk santai saja.


"Benarkah? Kalian berempat juga sudah?" Zhuang An bertanya sambil melihat-lihat pelapon yang dipenuhi jaring serangga.


"Ehm..! Iya, juga sudah selesai!" Salah satu gadis, murid-murid Sekte Burung Merak Emas menjawab sambil mengambil satu herbal yang dibutuhkannya.


"Jangan khawatir! Kalau kalian nanti butuh, tak antar kesini lagi" Berucap sambil tersenyum melihat mereka Lima gadis, murid-murid Sekte Burung Merak Emas, begitu bingung memilih herbal yang mau mereka ambil, saking banyaknya herbal yang tersedia di ruang khusus tersebut.


Akhirnya Zhuang An melangkah diikuti Lima gadis, murid-murid Sekte Burung Merak Emas yang terburu-buru karena takut di tinggal di ruang tersebut.


Zhuang An melewati puluhan ruang lagi dengan berbagai, model ruang yang berbeda-beda bentuk dan fungsinya, ia tidak terlalu memperhatikan ruang-ruang itu, yang ia butuh kan, adalah hal-hal yang cocok dengan minatnya.


Setelah agak lama melangkah tiba-tiba dia berhenti dan terdiam pada sebuah pintu batu yang tersegel begitu kuat, ia tahu baranh atau benda apa yang di simpan di ruang besar tersebut.


Namun, ia diam karena berpikir bijak apa tidak membuka ruang tersebut, bersama Lima gadis, murid-murid Sekte Burung Merak Emas, yang mentalnya masih belum matang.


Hal tersebut karena dia paham, di ruang besar itu si simpan barang berharga, yang dulu menjadi salah satu penyebab perangan yang terjadi.Dan itu juga yang menjadi penyebab Dewa Lu Nyu dan Dewi Li Chin turun ke bumi, ya itu untuk mengamankan dan menghentikan peperangan yang terjadi.

__ADS_1


"An er! Ada apa?" Xue Yueyin bertanya pelan setengah berbisik, karena melihat Zhuang An yang terkesan aneh dan serius.


"Ach! Tidak ada, aku cuma merasa ruang ini sebaiknya tidak kita buka." Zhuang An menjawab sekenanya saja.


__ADS_2