
Dua murid Sekte Merak Emas, yang sedang mendapat piket di gerbang sekte, menjadi sangat kaget.
Mereka sangat terkejut, melihat enam puluh orang dan tiga kereta kuda, tiba-tiba muncul di depan mereka.
"Ma..Matriark Xue!" Teriak dua gadis itu bersamaan, masih belum begitu yakin.
Matriark Sekte Merak Emas, hanya mengangguk kemudian terus melanjutkan langkahnya, di ikuti puluhan gadis di belakangnya.
Zhuang An, Liu Xie dan Xue Yueyin segera menyerah kan kereta kuda pada beberapa orang yang mengurus nya.
Sekte Merak Emas, terbagi menjadi dua lokasi.
Pertama adalah pusat sekte, ya itu untuk gedung sekte dan asrama, gedung seni, gedung sastra, gedung latihan dan beberapa tempat penting lainnya, suasananya seperti sebuah kota kecil.
Kedua tempat untuk pengurus sekte, yang sudah membangun keluarga, berada di benteng sebelah barat sekte, dan kediaman keluarga Matriark Sekte Merak Emas juga di situ.
Di tempat itu, sudah seperti desa tersendiri untuk para pengurus sekte, termasuk urusan kuda dan kandang nya juga ada di desa sekte itu.
"Indah ya? Suasana Sekte Merak Emas!" Liu Xie berkomentar dengan pandangan menyapu beberapa tempat.
"Iya! Lingkungan yang menyenangkan!" Liu Tiansi, menambahkan komentar adiknya.
"Kalau begitu! Tinggallah di sini" Xue Yueyin, langsung menimpali.
"Boleh!" Liu Tiansi menjawab sederhana.
Ketika semua orang tahu, Matriark Sekte Merak Emas, datang mereka ramai menyambutnya.
Kedatangan bersama enam puluh orang membuat mereka disambut meriah.
Karena sudah, hampir tiga bulan mereka baru pulang ke sekte.
Zhang Yuan, murid paling jenius masih usia 19 tahun, ketika mendengar mereka datang, ia segera berlari menyambut Matriark Xue Yuelin.
Tetapi setelah menemui Pimpinan sekte, gadis itu menjadi agak terkejut, karena semua orang telah naik tingkat ranahnya.
"Apa yang terjadi? Mengapa kalian bisa menembus ranah secepat ini?" Zhang Yuan, merasa tak percaya dengan apa yang dilihatnya.
"Emm..! Itu..! Banyak yang terjadi" Si gadis imut atau Hu Qixing menjadi repot untuk menjawab.
"Kalian! Harus mengatakannya!" Zhang Yuan, mendesak.
Akhirnya, karena terus didesak Hu Qixing berkata:
"Jika, Cici Zhang! Ingin bisa cepat naik tingkat, sebaiknya menemui Tuan Muda Zhuang! Dia keponakannya Matriark Xue" Ucap Hu Qixing, sambil menunjuk Zhuang An yang berjalan bersama Liu Tiansi.
Zhang Yuan, tertegun melihat pesona Liu Tiansi dan Zhuang An.
Sesaat dia menjadi ragu, bagi dirinya aura kedua orang itu terlalu luar biasa.
*
*
*
Zhuang An mengajak Liu Tiansi melihat lokasi Sekte Merak Emas, untuk mencari tempat yang bisa dibangun ruang khusus berlatih Kitab Sakti Dewi Li Chin.
Hingga berjalan beberapa ratus tombak bahkan hampir ribuan tombak jauhnya.
"Mungkin bukit yang tinggi itu, bisa dibuat ruang khusus di dalamnya" Liu Tiansi, memberikan pandangan nya.
__ADS_1
"Emm...!Sepertinya bagus itu" Zhuang An menyetujuinya.
Akhirnya, kedua pendekar tingkat dewa tersebut, mendekati bukit tersebut dan setelah memeriksa dengan seksama mereka menyepakati nya.
"Kita lanjutkan besok! Ini sudah mulai malam" Ucap Zhuang An.
"Baiklah!" Liu Tiansi menjawab.
*
*
*
Pagi hari Zhuang An dan Liu Tiansi, tidak mau menunda waktu.
"Kita, keluarkan dulu tanahnya!" Ucap Zhuang An.
"Baik! Aku sebelah barat kamu sebelah timur!" Liu Tiansi merespon cepat.
Mereka berdua bahu membahu, untuk mengeluarkan tanah di bawah bukit tersebut.
Dengan tekhnik yang mereka miliki hal tersebut tidak terlalu sulit.
Zhuang An, berkonsentrasi penuh pikirannya membentuk ruang yang tinggi nya sepuluh tombak dan lebar nya sesuai kebutuhan.
Setiap ruang berbeda, tanah-tanah tersebut keluar seperti irisan tahu raksasa.
Setelah , tanah-tanah dikeluarkan mereka membentuk ruang-ruang rapi, yang cukup banyak.
Kemudian, dengan teknik perubahan, tanah yang menjadi dinding dan atap setiap ruang itu, dirubah menjadi batu padas setebal tujuh tombak.
"Sepertinya, butuh dua hari untuk menyelesaikan ini semua" Kata Zhuang An, pada Liu Tiansi.
"Tidak masalah! Kita, istirahat dulu" Liu Tiansi menjawab santai, tidak terlihat ada rasa berat di wajahnya.
*
*
*
Zhang Yuan, yang masih penasaran dengan tingkat ranah teman-teman nya, mendekati Xue Yueyin.
Untuk mendapatkan kepastian, tentang informasi yang dibutuhkan dirinya.
"Sing'er, tidak salah memberikan saran tersebut, karena adik sepupu memang memiliki semua kemampuan, untuk menjadikan murid lebih cepat naik tingkat" Xue Yueyin, memberikan jawaban yang mendukung saran Hu Qixing.
"Baiklah! Terima kasih! Siaocia!" Zhang Yuan, berkata dengan semangat.
"Tidak masalah senior! Senior murid yang baik, bahkan rela mengalah untuk tidak ikut dalam perjalanan kemarin" Xue Yueyin berkata tulus.
Xue Yueyin, sangat menyukai kepribadian murid kesayangan ibunda nya itu.
Dia sering mengalah dalam beberapa urusan, termasuk kemarin tidak ikut ke gunung ChangBai, karena tidak mau berebut jatah peserta yang ada.
Jadi, dia tak keberatan jika Zhuang An membantu gadis itu, untuk lebih kuat lagi.
*
*
__ADS_1
*
Hari berikutnya, setelah menikmati hidangan, Zhuang An dan Liu Tiansi melanjutkan kegiatannya, menciptakan ruang yang bagus untuk berlatih tekhnik tingkat tinggi.
"Aku, fokus menyelesaikan array penyerapan energi murni" Zhuang An, berdiskusi dengan Liu Tiansi.
"Baik! Aku, juga akan memulai memasang array keamanan" Jawab Liu Tiansi.
"Aku dan Yin'er, akan berjaga di luar"! Liu Xie berkata sambil melangkah keluar dibarengi Xue Yueyin
Bahkan! mereka memasang array keamanan dan juga array untuk menyerap energi murni, tingkat dewa di tempat itu.
"Tempat husus ini, dibuat untuk siapa?" Xue Yueyin bertanya pada Liu Xie.
"Untuk, Matriark Sekte Merak Emas, dan keturunannya" Jawab Liu Xie cepat.
Selama kegiatan mereka, sejak hari pertama tidak dibolehkan seorang pun kecuali Liu Xie dan Xue Yueyin, untuk mendekat dengan jarak seribu tombak.
Bahkan! Zhang Yuan, yang sangat ingin bertemu Zhuang An, tidak berani mendekat.
Semua dilakukan, demi kerahasiaan tempat husus tersebut.
Setelah semua selesai, Zhuang An dan Liu Tiansi kembali ke kamarnya masing-masing.
Pagi hari, ketika Zhuang An sedang berbincang dengan Liu Tiansi, Zhang Yuan mendatangi meraka berdua.
"Ada apa?" Zhuang An menyapa duluan.
"Tuan Muda! Tolong, terima saya sebagai murid!" Zhang Yuan, mengatakan niat hatinya tanpa ragu.
"Murid?" Zhuang An bertanya.
"Benar?" Zhang Yuan menjawab tegas.
"Aku, akan menerima mu sebagai murid jika Nona Liu, mau menerima mu" Zhuang An, berkata demikian karena tak ingin terlalu sibuk.
Liu Tiansi diam, kemudian dengan tenang dia menyesap teh nya.
"Nona Liu, mohon terima saya sebagai murid pribadi!" Zhang Yuan, memohon dengan berlutut.
"Apa, yang bisa diharapkan dari ku?" Liu Tiansi, bertanya dengan gaya yang tenang.
Zhang Yuan, menjadi bingung harus ngomong bagaimana, dia bahkan, tidak menggali informasi tentang Nona Liu Tiansi.
"Engkau, bisa mengajari tekhnik dan jurus nya lalu aku pengembangan nya" Zhuang An, yang menjawab pertanyaan Liu Tiansi.
"Jika demikian, baiklah!" Ucap Liu Tiansi.
"Nona! Dan Tuan Muda! Terima kasih! Terima lah hormat dari murid ini!" Zhang Yuan, segera melakukan kongkwo enam kali.
Gadis cantik itu, begitu bahagia karena keinginannya akhirnya menjadi kenyataan, setelah tiga hari, tiga malam menahan diri.
.
.
.
.
.
__ADS_1