PENDEKAR DEWA LANGIT

PENDEKAR DEWA LANGIT
141. Memancing Ular Keluar Dari Sarangnya.


__ADS_3

Zhuang An segera melesat untuk menyadarkan tiga gadis yang pingsan, setelah itu ia memberinya minum eliksir, agar menjadi sehat kembali.


Beberapa wakty kemudian Pemuda tersebut, sudah berada di depan Putri Matriark Xue Yuelin, kemudian menyampaikan beberapa hal, yang perlu dipahami oleh semua murid Sekte Merak Emas.


"Hari ini, kalian menyaksikan bahwa, dalam pertempuran selain kekuatan dan gerak cepat, masih ada hal lain yang juga penting yaitu: Memahami situasi, dan lawan" Zhuang An menarik nafas dalam-dalam.


"Jika kalian, bisa memahami situasi serta lawan, maka kalian akan dapat melakukan pekerjaan dengan tepat, seperti yang di lakukan Nona Xue Yueyin barusan. Pedang Phoenix Api Biru tidak mungkin kalian lawan, yang paling tepat adalah menjadikan dirinya sebagai kawan, maka dia akan memurut" Tutur Zhuang An di depan ratusan murid senior Sekte Merak Emas.


"Och! Jadi, begitu rupanya! Pantas saja Nona Xue Yueyin, hanya tinggal duduk saja. Ternyata dia berusaha berkomunikasi dengan Pedang Phoenix Api Biru" Seorang murid senior, berbicara dengan temannya.


"Tahu begitu, tadi aku juga bisa melakukan nya" Seorang murid lain juga ikut berkomentar.


Di depan murid Sekte Merak Emas, Zhuang An memberikan sebuah harapan yang cukup menarik.


"Sekarang, kalian punya adik-adik yunior yang baru, lihat lah jumlah nya ada seribu gadis belia dan dewasa. Jika di antara kalian ada yang bersedia meluangkan waktunya, dalam membantu mereka, maka, aku akan membantu kalian naik tiga tingkat, dalam waktu seharian!" Ucap Zhuang An dengan senyum ramah nya.


"Och! Jika begitu, aku bersedia!" Ujar seorang murid.


"Aku juga siap!" Ucap murid yang lainnya.


"Aku juga!" Ucap yang lain lagi.


"Dengar kalian! Mulai hari ini, kalian semua akan dibimbing oleh senior-senior ini! Baik, tentang pembagian kamar, tempat makan, belajar hal yang diminati dan seterusnya, kakak senior ini yang akan membantu dan membimbing. Selanjutnya tiga hari lagi kalian bisa bertemu Matriark Xue Yuelin. Baik! Aku.tinggal dulu!" Ujar Zhuang An.


"Siap!. Tuan Pendekar!" Ujar gadis-gadis muda itu.


Dan begitulah, seribu gadis tersebut segera mendapatkan bimbingan dari para murid senior, untuk segala kebutuhan.


"Nona Liu Xie! dan Cici! Ayo ikut aku keruang rahasia. Ada hal cukup penting" Ajak Zhuang An.


"Ada apa? Tuan Muda Zhuang!" Begitu tiba di ruang rahasia. Liu Tianshi langsung bertanya pada Zhuang An.


"Begini, aku baru saja menyelidik ke Markas musuh. Ternyata kekuatan mereka, benar-benar tidak bisa diremehkan. Aku melihat Iblis Salju yang memiliki, tehknik aneh. Dan sulit dihadapi. Selain itu, Sepuluh Pendekar Bumi tingkat puncak dan sepuluh Pendekar Langit benar-benar nyata, mereka miliki" Ujar Zhuang An memberikan informasi.


"Hemmh...!" Liu Tianshi menarik nafas panjang.


"Tentang Iblis Salju, biar aku yang akan menghadapi. Untuk sepuluh pendekar bumi tingkat Puncak dan sepuluh Pendekar tingkat Langit? Apa kau sudah punya rencana?" Liu Tianshi tak ingin berbelit-belit.


"Ada dua rancangan. Dan ini lah, yang ingin aku bicarakan. Pertama: Segera memilih dan menentukan siapa-siapa, individu atau Tokoh yang perlu dipersiapkan, untuk kemudian dibantu meningkatkan ranah pendekar nya dengan tehknik darurat" Zhuang An, memandang Liu Tianshi dan Liu Xie bergantian ingin melihat reaksi keduanya.


"Yang Kedua: Memancing ular keluar dari sarangnya. Untuk kemudian kita binasa kan atau kita tangkap, satu persatu" Ucap Zhuang An masih dengan ekspresi serius nya.


"Aku, ingin yang kedua dulu kita bahas!Jumlah mereka yang sangat banyak harus segera dikurangi, aku akan ikut turun kelokasi" Liu Tianshi memberikan tanggapan nya.

__ADS_1


"Och! Jika itu, aku sudah memulainya. Dan aku rasa saat ini, mereka sudah banyak yang terpancing keluar untuk mencari ku" Ucap Zhuang An dengan sedikit tersenyum.


"Bagus! Jika begitu, aku juga akan ikut keluar" Liu Xie tiba-tiba ikut memberikan suaranya.


"Jika kalian ikut, bagaimana dengan persiapan di sini?" Zhuang An balik bertanya.


"Baiklah! Aku jelaskan! Misi menghadapi Iblis Jie Xia ini, adalah juga tugas ku, yang diberikan Guru ku Dewi Li Chin dan Dewa Lu Nyu, beberapa ratus tahun yang lalu. Jadi, aku tak akan bisa diam di sini saja. Akan tetapi, jangah khawatir! Aku juga akan menggunakan tehknik bayangan, untuk berbagi tugas" Jawab Liu Tianshi cukup panjang.


"Itu betul! Sedangkan untuk percepatan menggunakan tekhnik darurat, aku akan memulai dari Xue Yueyin dulu" Liu Xie memberikan tambahan penjelasan Liu Tianshi.


"Dan aku, akan memulai dengan Matriark Xue Yuelin" Ujar Liu Tianshi.


"Bagus! Bagus! Kalau begitu, kita akan segera berangkat" Zhuang An merespon cepat.


Liu Tianshi dan Liu Xie segera konsentrasi, dan dalam sekejab keluar bayangan diri nya dari tubuh aslinya.


"Ayo! Berangkat!" Ucap Liu Tianshi


"Aku, juga sudah siap!" Jawab Liu Xie.


Sementara, Xue Yueyin yang mulai tadi hanya mendengar kan pembicaraan Ke dua Guru dan sepupu nya itu, mulai kebingungan antara ingin ikut atau melanjutkan latihan.


"Baik! Ikuti aku!" Jawab Zhuang An, yang melesat dengan tehknik teleportasi.


Ketiga bayangan Pendekar Tingkat Dewa itu, menghilang dengan cepat. Namun, ke dua tubuh asli Liu Tianshi dan Liu Xie, masih tetap di situ sambil menyesap teh hangat nya.


"Yin'er! Kau jangan bingung! Ayo masuk ke ruang meditasi mu, kita akan memulai tehknik darurat" Ucap Liu Xie, seraya meletakkan gelas teh hangatnya.


Sementara Liu Tianshi, melangkah ke ruang meditasi Matriark Xue Yuelin.


Di Wilayah Negeri Tibet, Zhuang An tiba bersama kedua gadis Liu.


"Pendekar Bumi Negeri Jie Xia, yang tersebar di Negeri Tibet ini adalah bagian kalian. Aku akan menyisir negeri lain" Ucap Zhuang An.


"Beres! Serahkan padaku!" Jawab Liu Xie.


"Kalau begitu, aku akan menyisir negeri tetangga" Ucap Liu Tianshi, seraya melesat hilang dengan tehknik teleportasi.


Zhuang An Sudah berada di pinggir Wilayah Negeri Jie Xia, ia sengaja menunggu musuhnya keluar dari sarangnya.


Dan benar saja, beberapa saat kemudian, dua orang Pendekar Bumi puncak gerbang delapan, terlihat berjalan sambil membicarakan sesuatu.


"Jendral Sun! Sepertinya masalah ini sangat serius. Bahkan! Dua Pendekar Tingkat Langit, dikirim untuk menyelidik ke Negeri Tibet" Ucap seorang Jendral kepada rekannya.

__ADS_1


"Aku rasa memang sangat serius. Coba pikirkan! Kita sudah mengumpulkan seribu gadis pilihan, lebih dari satu tahun, tiba-tiba menghilang diambil orang. Bagaimana tidak serius?" Jawab rekan Jendral tersebut.


"Kita ini, Team kedua setelah dua belas Jendral lain berangkat...." Tambah Jendral tersebut.


"Och! Jadi, kalian ini team kedua ya? Kebetulan sekali! Aku ingin menjajal kemampuan Team kedua ini" Suara Zhuang An, mengagetkan Kedua Jendral tersebut.


"Siapa kau?" Bentak keduanya.


"Aku lah! Yang kalian cari. Akulah! Yang mengambil seribu gadis kalian hahahaa...!" Tawa Zhuang An menggema.


"Kau..Kau... apa tujuan mu, sebenarnya?" Jendral itu agak gugup merasakan tekanan energi Zhuang An.


"Tujuan ku adalah melumpuhkan kalian. Lihat serangan!" Teriak Zhuang An.


"Zhuuut"


"Zhuuut"


Dua sinar kuning keemasan, melesat dari jentikkan jari Zhuang An.


Kedua Jendral tersebut, menahan nya dengan tehknik tapak api biru.


"Tapak Api Biru" Teriak keduanya.


"Wuuss"


"Wuuss"


"Blaaaar"


"Blaaaar"


Dua ledakan besar terjadi sekaligus, membuat tempat itu bergetar hebat. Kedua Jendral itu terpental, hingga dua puluh lima tombak jauh nya.


Namun, mereka masih bisa bangkit kembali. Sementara Zhuang An hanya tersenyum, melihat keduanya mengalirkan darah dari sisi bibirnya.


"Hahaa...! Tidak mengecewakan Puncak Pendekar Bumi, cukup mengagumkan" Zhuang An sedikit memuji musuh nya.


..


.


.

__ADS_1


.


__ADS_2