PENDEKAR DEWA LANGIT

PENDEKAR DEWA LANGIT
6. Ketua Sekte Pedang Langit


__ADS_3

Zhuang An mendengarkan penjelasan Gurunya dengan sangat terkesan. Bahkan, sampai manggut-manggut kaya ayam matuk beras .


" Lima Kitab Pengguncang Dunia...! Wuaach...Wuaach...Ini sangat menarik.! Zhuang An mengekspresikan kekagumannya.


"Benar! Selama dua ratus tahun ini ada beberapa kitab yang sangat terkenal." Kata Yang Chen.


Yang Chen menjelaskan, bahwa; Dalam kurun waktu kurang lebih dua abad ini, ada beberapa kitab yang kemunculannya mengguncang Dunia Kependekaran. Dikarenakan kehebatan isi kitab-kitab tersebut.


Nah! Kitab-kitab itu terkenal dengan sebutan:


" Tiga Belas, Kitab Sakti Pengguncang Dunia."


Dan dari tiga belas kitab itu, Lima di antaranya berada di Sekte Pedang Langit sebagaimana yang telah dia sebutkan.


" Guru! Apa saja kehebatan lima kitab itu,?" Zhuang An bertanya lebih antusias.


" Berdasar pengalaman pribadiku; Aku belum pernah kalah saat menggunakan Tekhnik Kitab Pedang Angin. Kitab tersebut memiliki Tekhnik Tenaga Dalam yang tinggi, sehingga orang yang berlatih dengan tehnik kitab ini, akan memperoleh tenaga dalam tiga belas kali lipat dari pada menggunakan kitab biasa....


.....Selain itu, tekhnik anginnya, memberikan energi yang menjadikan tubuh jauh lebih ringan dan mudah bergerak seperti terbang. Contohnya saat aku lari menggendongmu saat itu...." Kata Yang Chen.


Yang Chen, menjelaskan bahwa; Tekhnik Kitab Pedang Angin, juga memiliki kemampuan untuk mencipta angin beliung ataupun badai topan, jika tenaga dalam atau energi murni penggunanya mencukupi.


Yang Chen mengatakan, bahwa untuk kitab yang lainnya tentu juga memiliki kelebihan masing-masing.


Sekedar contoh; Kitab Pedang Es bisa membekukan tempat atau lingkungan sampai jarak satu kilo meter. Akan tetapi, itu juga kembali tergantung tenaga dalam ataupun energi murni penggunanya.


Sementara, Kitab Pedang Petir begitu juga bisa menggunakan petir sampai jarak satu kilo meter atau bahkan lebih tergantung energi penggunanya..


Untuk Kitab Pedang Langit, kemampunnya lebih istimewa lagi, karena mampu menggabungkan semua tehnik dan elemen baik api, angin, es dan petir. Di tambah tehnik tenaga dalamnya mencapai dua puluh kali lipat dari kitab biasa.


Zhuang An bereaksi tidak biasa dia sangat tertarik membahas lima kitab itu.


" Jadi, siapa yang pernah mempelajari Kitab Pedang Langit.?" Zhuang An bertanya.


" Untuk saat ini yang sudah mempelajari sampai selesai dan menguasainya tentu Ketua Sekte kita. Senior Zhuang Shing. Beliau mampu mendapatkan pencapaian tenaga dalam sampai Sepuluh Ribu ME (Mega Energi) dan Energi Murni juga Sepuluh Ribu ME. Sulit mencari tandingan orang yang sepadan dengan Beliau." Jawab Yang Chen dengan semangat.


Yang Chen mengatakan, bahwa selain Ketua Sekte ada empat senior lain yang mendapat restu Dewan Tinggi Sekte, untuk mempelajari Kitab Pedang Langit, sejak sepuluh tahun terahir dan sudah hampir selesai.


Mereka adalah: Tetua Pedang Petir Wisma Satu, Tetua Pedang Api Wisma Satu, Tetua Pedang Es Wisma Satu dan Tetua Pedang Angin Wisma satu.


Semua Tetua wisma satu dari elemennya masing-masing. Keempatnya merupakan Pendekar Satria Linuwih Gerbang Delapan.

__ADS_1


"Zhuang Shing." Zhuang An heran dengan marga yang sama dengan marganya. Walaupun sebenarnya itu lumrah dan sering terjadi.


" Benar! Ketua Zhuang Shing, marga Ketua memang sama dengan margamu....Itu juga aku pikirkan dalam tiga bulan ini. Mengingat orang-orang Sekte Naga Hitam mencari Kitab Dewa Langit di desamu." Yang Chen seperti memikirkan sesuatu.


" Maksud Guru.....?"...Zhuang An ingin mendapat kejelasan.


" Maksudku! Ketua Zhuang Shing adalah keturunan Sang Legenda Pendekar Dewa Langit. Aku curiga kamu juga keturunan yang sama, karena margamu juga sama dengan Beliau". Yang Chen menjelaskan.


" Dan selain serangan di desamu juga terkait Kitab Dewa Langit. Masih ditambah kwalitas tulang yang kamu miliki sangat mengejutkan. Kamu lahir dengan kwalitas Tulang Naga Muda, itu sesuatu yang sangat langka, sekaligus menunjukkan kamu pasti keturunan pendekar hebat." Yang Chen mengungkapkan kesimpulan, yang disimpannya selama beberapa bulan ini.


Zhuang An diam memikirkan hal itu, dia teringat mimpi-mimpinya dalam beberapa minggu ini " Guru! murid, ingin bercerita tentang mimpi...." Zhuang An bicara agak ragu.


" Och ya! Bicaralah! Jangan ragu!." Yang Chen menegaskan.


Zhuang An mengeluarkan kertas yang dia lipat di sakunya, kertas itu dia buka dan diberikan pada Yang Chen sambil berkata:


" Murid, sering bermimpi Beliau, Guru mungkin mengenalnya.?" Zhuang An berkata sopan.


Yang Chen memperhatikan gambar di kertas itu, dia sangat terkejut. " In...inikan Ketua Sekte Kita! Bagaimana kamu bisa bermimpi Ketua Sekte..?. Atau memang sebenarnya kamu juga keturunan yang sama....?".



Zhuang Shing Ketua Sekte Pedang Langit. Keturunan Zhuang Kun yang ke Enam.


Yang Chen berpikir keras : "Mungkin sebaiknya aku ajak kamu menghadap Ketua Sekte, aku yakin kita akan mendapatkan penjelasan yang memuaskan."


Malam itu, Zhuang An tidur sesuai jadwalnya. dan masih bermimpi hal-hal aneh yang biasa dia lihat, membuat dia ingin tahu semua rahasia itu.


Pagi harinya dia bangun lebih bersemangat, setelah mandi, berpakaian rapi dan sarapan dia menunggu Gurunya di pintu Kediaman Yang Chen. Tidak lama Gurunya keluar dan mengajaknya langsung ke Kediaman Zhuang Shing.


" Ada apa Chen er ?... Pagi-pagi sudah kesini..?". Zhuang Shing bertanya pada Yang Chen sambil duduk di kursi dan tersenyum ramah.


Yang Chen memperbaiki duduknya dan berkata: " Ketua, saya kemari membawa muridku namanya Zhuang An dia adalah....."


Yang Chen menjelaskan siapa Zhuang An, apa yang dialaminya, tentang desanya, kwalitas tulangnya, dan juga mimpi-mimpinya.


Zhuang Shing menanggapi dengan wajah berkerut : " Desa Bambu Hijau, Dusun Rumput Badak. Terletak di bawah kaki gunung ZhangBai, itu tempat asal mula leluhur kami. Zhuang An margamu sama dengan marga kami, apakah kau........?!. Zhuang Shing penasaran.


Pendekar nomer wahid di kekaisaran Tang itu memeriksa tulang Zhuang An, dan diapun menjadi takjub.


" Betul-betul tulang naga muda dengan kwalitas sempurna, mendekati tulang naga angkasa dan naga langit. An er coba ceritakan apa saja mimpi yang sering muncul di tidurmu..?!." Tanya Zhuang Shing.

__ADS_1


" Aku sering bermimpi memasuki tempat yang indah, tapi lokasinya di hutan dan juga bertemu dengan Eyang sepuh Zhuang Kun.." Zhuang An bercerita panjang lebar tentang mimpinya.


Zhuang Shing merasakan detak jantungnya terasa lebih kuat, hatinya berdesir bagai ada getaran. Ia menjadi sangat antusias, mendengarkan cerita Zhuang An karena selama ini tidak ada yang tahu tentang nama asli Legenda Pendekar Dewa Langit, Zhuang Kun.


Zhuang Shing masuk ke dalam ruang pustaka pribadinya, tak lama kemudian keluar lagi dan berkata: " An er, apa kamu mengenali ini, atau kamu mempunyai seperti ini..?"


Zhuang Shing menunjukkan mantra yang ditulis di sebuah piagam yang rapi. Kemudian Zhuang Anpun mendekat dan memperhatikannya.


Lalu Zhuang An mengambil kertas di sakunya dan berkata..:


" Ketua, Ananda memilikinya yang seperti ini." Zhuang An menunjukkan mantra yang sudah dia salin pada selembar kertas putih.


Zhuang Shing memperhatikan kertas itu dan membacanya dengan teliti, perlahan ekspresi wajahnya menjadi lebih serius.


" Ach ini, sungguh-sungguh menjelaskan semuanya...!". Zhuang Shing berseru gembira.


" Maksud Ketua?." Yang Chen sepontan bertanya dengan penasaran.


" Ini adalah Mantra Dewa bagian pertama, sementara yang aku pegang adalah bagian kedua. Mantra ini akan berfungsi lebih maksimal jika digabungkan menjadi satu.


Selama ini aku hanya membaca satu bagian yang kedua sehingga apa yang aku lihat dalam mimpiku tidak begitu jelas.


Selain hal itu mantra ini juga menunjukkan bahwa Zhuang An adalah keturunan yang sama dengan kami, keturunan Keluarga Zhuang." Kata Zhuang Shing.


Ketua Sekte Pedang Langit itu menjelaskan dengan gamblang, lalu dia memanggil juru tulisnya untuk menyalinnya secara sempurna.


" Xie Wen, tulis ulang mantra-mantra ini dengan rapi..!." Perintah Zhuang Shing.


" Baik Ketua ." jawab Xie Wen


Ketika Zhuang Shing sedang berbicara dengan Yang Chen, dari dalam muncul bocah perempuan kecil yang imut umur tiga tahunan. Si Kecil itu langsung berjalan menuju Zhuang An dan duduk di kursi sebelahnya dengan tenang dan tersenyum kearah Zhuang An.


Melihat hal itu, Zhuang Shing tersenyum dan berkata : " Hua er, siapa di sebelahmu? kamu kenal ?."


Bocah imut itu hanya menggeleng sambil tersenyum. Zhuang Shing berdiri mendekati putrinya lalu memberitahu:" Hua er, ini An gege, ayo kenalan dulu..!."


Zhuang An bergerak lebih dulu: " Halo adik kecil..!. Aku Zhuang An, adik siapa namanya?!".


Bocah kecil itu langsung berdiri dengan senyum sumringah dan suara nyaring menyambut tangan Zhuang An:" Aku Zhuang Li Hua..!."


Zhuang An tertawa kecil, dia merasa sangat senang dengan sikap bocah itu, menurutnya bocah ini lain dari anak kecil lainnya yang pernah dia temui. Dia ceria, ekspresif, dan nalarnya bagus.

__ADS_1


" An gege, ayo ikut aku..!." Tiba-tiba Li Hua menarik tangan Zhuang An, dan mengajaknya keluar. Tentu saja tarikan tangannya tidak terlalu kuat, tetapi Zhuang An mengikuti bocah itu, dia tidak ingin membuatnya kecewa.


__ADS_2