
" Liang er ." Suara Yang Chen mengagetkan Huang Liang.
" Guru...." Huang Liang menoleh.
" Kemarilah, ada hal penting yang ingin aku bicarakan." Yang Chen berbicara langsung pada kepentingan intinya.
" Baik Guru..". Huang Liang merespon dengan patuh.
" Liang er, ketua sekte menerima utusan dari kaisar, dalam surat yang mereka bawa menjelaskan ada beberpa misi penting yang membutuhkan beberapa team untuk menyelesaikan masalah yang sedang terjadi, aku akan mengirimmu kedalam salah satu team, apa kau siap.?" Yang Chen bertanya pada muridnya.
" Siap Guru, apapun perintah Guru, murid siap menjalankannya." Huang Liang menjawab dengan mantab.
" Baiklah, kamu berkemaslah besok pagi kau akan berangkat." Yang Chen menjelaskan waktu keberangkatan menjalankan misi.
" Siap Guru." Huang Liang menjawab dengan yakin.
" Tapi Guru, misi apakah yang akan murid jalankan, mungkin murid bisa lebih mempersiapkan diri ?." Huang Liang timbul pertanyaan.
" Misi ini terkait dengan situasi yang terjadi di kekaisaran, munculnya para pembunuh yang terorganisir, kalian bertujuh harus mengungkapkan siapa mereka, apa tujuan mereka dan dan kalau bisa menumpas mereka." Saat Yang Chen berbicara ada kekhawatiran yang tampak dari ekspresi wajahnya.
" Maaf Guru, apakah misi ini terlalu berat, atau ada sesuatu yang mengganjal di hati Guru ?." Huang Liang menjadi penasaran.
" Liang er, hampir 5 tahun yang lalu, adikmu Zhuang An saat perjalanan menuju hutan siluman telah membasmi para petinggi organisasi pembunuh singa lembah neraka.
Tetapi kalau sekarang ada organisasi pembunuh yang berani muncul di istana kekaisaran, bisa dipastikan itu adalah salah satu dari dua kelompok yang lebih hebat dari singa lembah neraka." Yang Chen menjelaskan apa yang dia pikirkan.
" Tetapi yang paling aku khawatirkan adalah bergabungnya dua kelompok tersebut, kalau itu yang terjadi kalian harus mundur, tingkatan kalian tidak sebanding." Yang Chen menambahkan.
" Guru, bagaimana kami akan mundur, bukankah itu akan merusak reputasi sekte pedang langit.?" Huang Liang menjadi ragu.
" Mundur dalam arti menunda bergerak dan mengirim kabar pada ketua sekte agar ditambah dengan team kedua." Yang Chen menjelaskan.
" Och kalau begitu, baiklah. Murid siap menjalankan misi." Huang Liang memberi hormat.
Yang Chen memeluk muridnya itu yang telah dia asuh sejak masih anak-anak, ia tidak ingin terjadi apa-apa padanya.
__ADS_1
*****
Di alam dimensi energi Zhuang An telah selesai menguasai tehnik energi murni tahap terahir.
Tubuhnya terasa begitu kuat dan berenergi membuat dia lebih banyak tersenyum karena ada perasaan puas yang menyelimuti hati dan pikirannya.
" An er, kau akan mejadi orang yang awet mudah, bahkan bisa di bilang akan selalu muda selama ratusan tahun." Zhuang Kun memberitahu dampak dari energi yang dimilikinya.
" Benarkah Eyang.., Tentu itu sangat menyenangkan." Zhuang An sangat ceria mendengar hal tersebut.
Berikutnya Zhuang An mempelajari Tehnik penciptaan Senjata.
Dalam tehnik ini Zhuang An belajar membuat pusaka yang bertuah dengan bimbingan Zhuang Kun.
Zhuang Kun menjelaskan dengan beberapa kemampuan yang dimiliki Zhuang An seperti tehnik kitab dewa langit ke 77 yaitu Jurus api dewa, ia dapat dengan mudah untuk menempa logam-logam berkwalitas tinggi dengan menggunakan tehnik tersebut.
Lalu dengan jurus ke 97 yang disebut dengan jurus penguasaan ruh ajaib iya bisa mengisi benda logam istimewa yang sudah ditempa dengan satu kemampuan khusus.
Misalnya menggabungkan logam istimewa dengan ruh ajaib untuk membuat tombak dengan kemampuan yang bisa memanipulasi diri menjadi banyak.
Mendengar penjelasan kakek buyutnya tersebut, Zhuang An tersenyum lebar. Pemuda rupawan itu mulai membayangkan banyak hal yang bisa dia lakukan dengan kemampuannya yang sekarang.
" Eyang, di mana kita bisa mendapatkan logam meteor yang berkwslitas atau batu mustika yang istimewa ?." Zhuang An bertanya dengan wajah masih tersenyum.
" Itu tidak sulit, dengan kemampuan ajaibmu, kamu bisa mencari keberadaan logam meteor di kawah tempat jatuhnya meteor dari langit.
Jika tidak di dimensi alam manusia bisa mencari di dimensi alam lain. Demikian pula batu mustika.
Stok logam meteor dan batu mustika sangat banyak, asal bisa mendeteksinya." Zhuang Kun menjelaskan.
Wajah Zhuang An bertambah sumringah, dia membayangkan untuk bisa mencipta cincin mustika dimensi dan juga batu bintang energi untuk Fang Xiang.
" Eyang, apakah kita bisa memulai untuk berkarya ?." Zhuang An bertanya dengan penuh harap.
" Silahkan !." Zhuang Kun menjawab dengan singkat.
__ADS_1
Zhuang An duduk berkonsentrasi, dia mencoba mendeteksi batu mulia dan batu meteor yang ada di alam dimensi energi, hasilnya membuatnya tersungging.
Setelah melakukannya sekitar 20 menit dia bangkit.
" Eyang, alam ini sungguh menakjubkan begitu banyak sumberdaya logam yang tersedia." Zhuang An berbicara dengan perasaan takjub.
" Begitulah Sang Pencipta menciptakan karunia untuk mahluknya." Zhuang Kun tersenyum menyejukkan.
Ahirnya Zhuang An dan Zhuang Kun melesat ke satu arah yang terdapat kawah logam meteor.
Di sana Zhuang An mendapatkan logam-logam yang sangat berkwalitas tinggi sebagai bahan dasar pembuatan pusaka bertuah.
Pemuda yang wajahnya cerah seperti bercahaya itu memasukkan kedalam cincin mustikanya.
Kemudian Zhuang An bersama Zuang Kun mereka berdua melesat menuju arah yang lain. Tidak terlalu lama mereka tiba di sebuah gunung yang diliputi kabut putih.
Gunung tersebut menjulang tinggi, udaranya terasa sejuk bahkan terlalu sejuk hingga membuat daun-daun pepohonan menjadi membeku.
Zhuang An dan Zhuang Kun tidak terlalu terpengaruh dengan suhu yang ekstrim seperti itu, karena mereka memiliki energi api dewa dan juga beberapa energi istimewa yang lain.
" An er, apa yang kau inginkan, di sini banyak batu mulia, mulai zamrud, mustika, permata dan berlian. Semua tersebar di gunung ini ?." Zhuang Kun bertanya pada cucunya.
" Eyang, aku cuma pingin mengambil mustika untuk cincin dimensi." Zhuang An menjawab dengan tenang.
" Och iya, mengapa tidak mengambil yang lainnya juga?." Zhuang Kun masih bertanya lagi.
" Tidak Eyang, keinginanku cuma mustika." Zhuang An mantab hanya ingin mengambil mustika.
Mendengar jawaban cucunya Zhuang Kun tersenyum, ia hanya ingin tahu apakah Zhuang An memiliki keinginan muluk-muluk apa tidak.
Zhuang An segera bergerak kearah lokasi yang menyimpan mustika istimewa, lalu dengan energi dewa yang dimilikinya dia arahkan telapak tangannya untuk menghisap benda tersebut secara ajaib.
Mustika yang tersimpan di dalam gunung itu tersedot keluar oleh energi Zhuang An dan secara cepat muncul melesat kearah telapak tangan pemuda tampan itu.
Zhuang An memasukkan mustika tersebut kedalam cincin dimensinya.
__ADS_1
Kemudian bersama Zhuang Kun, pemuda berparas sempurna itu terbang tinggi kembali ke gedung kitab dewa langit.