
Zhuang An menjadi cukup antusias, melihat berbagai sumber daya dan pusaka, yang ada di gedung penyimpanan rahasia tersebut.
"Paman! Sumber daya ini, sudah waktunya untuk dimanfaatkan. Agar betul-betul tepat guna, sekarang lah saatnya untuk dikeluarkan" Zhuang An memberikan pendapat nya.
"Itu! Betul, An'er! Aku, hampir lupa memanfaatkan nya, sudah lebih dari delapan tahun tersimpan di sini" Jawab Zhuang Shing.
Pemuda tersebut, melanjutkan dengan menbuka kotak kristal yang ke empat. Di dalamnya terdapat butir, dengan warna bening dan jernih berjumlah 500 butir.
Benda ini, disebut dengan nama Butir Embun Permata Dewa. Sumber daya ini, memiliki tiga kegunaan sekaligus.
Yang pertama, berfungsi untuk meningkat kekuatan dan vitalitas pendekar.
Yang kedua, berfungsi untuk menetralkan segala bentuk racun tingkat tinggi.
Dan yang ketiga, berfungsi untuk menyembuhkan berbagai luka dalam yang parah sekalipun.
Pada masa lalu Zhuang Shing tidak pernah menggunakan butir ini, karena tidak tahu nama dan fungsinya.
Di meja itu, masih ada beberapa Sumberdaya lain yang tingkatannya umum, di dunia kependekaran. Namun sangat cocok untuk pendekar tingkat satria.
Jadi, Zhuang An menyarankan agar sumber daya tersebut untuk segera, dibagikan kepada anggota Sekte Pedang Langit yang sesuai tingkatan nya.
Lalu Pemuda itu, mengambil kembali Gendewa Mustika Dewa yang ada di meja.
"Aku rasa dengan Gendewa Mustika Dewa ini, ditambah dengan Kincir Bintang Dewa milik perguruan harimau terbang, dan juga Kipas Sakti Dewi Bulan. Akan sangat bermanfaat, untuk melemahkan kekuatan musuh dengan cepat" Zhuang An berpendapat.
Selanjutnya Zhuang An, membuka Kitab Tebal Indah, yang berlapis Kullit Kijang Kencana.
Ketebalan kitab itu mencapai satu jengkal, lebarnya dua jengkal, panjang tiga jengkal, berat sekitar 12 kilo. Layak disebut Kitab Besar.
Di sampulnya yang indah tertulis "Kitab Dewi Bulan." Di dalam kitab berisi :
- Seribu pengetahuan.
- Ilmu pengobatan.
- Tehnik racun tingkat tinggi.
- Beberapa tehnik ilmu kesaktian.
- Ramalan Dewi Bulan.
__ADS_1
"Ach! Ini, salinan Kitab yang ada di alam dimensi energi" Ujar Zhuang An pelan.
Berikutnya adalah kotak berisi mutiara siluman cukup banyak dan beragam dari Siluman seratus tahun sampai seribu tahun.
Setelah itu Zhuang An membuka sebuah kotak dengan ukuran lebar tiga jengkal, panjang lima jengkal.
Kotak tersebut tampak istimewa, untuk membukanya pendekar tingkat tinggi itu harus menyalurkan energi murni terlebih dahulu.
Setelah terbuka Zhuang An cukup kaget, di dalam kotak tersebut terdapat kotak lagi yang bening, seperti kristal kaca dan di dalam kristal ada sepasang Naga Emas, dengan mata memancarkan cahaya kuning. Dan kepala terdapat cengger berbentuk mahkota berkilau.
"Raja Naga dan Ratu Naga." Zhuang An menyadari bahwa di dalam kotak istimewa tersebut adalah Raja Naga dan Ratu Naga dengan kekuatan misterius.
Mengenai bagaimana ceritanya dua mahkuk legendaris itu, bisa berdiam di sana, Zhuang Kun yang tahu.
Akan tetapi, Zhuang An tahu cara memanfaatkan ke dua mahluk, yang dikatakan sebagai roh suci itu. Ya itu dengan membuatkan wadah pusaka, dari jenis logam meteor langit.
"Paman! Menurut Paman, pusaka apa yang paling tepat ditempati Raja Naga atau Ratu Naga?" Tanya Zhuang An kepada Zhuang Shing.
"Bisa apa saja, asal bagus" Jawab Zhuang Shing ringan.
Dan selanjutnya yang terahir kotak panjang besar, di dalamnya terdapat berbagai batu mulia, mulai ratusan berlian, beberapa intan dan banyak logam emas maupun koin emas.
Untuk kotak yang terakhir ini, Zhuang An tidak terlalu tertarik. Jadi, dia tak mengomentari sedikit pun.
Kita tengok dulu, sebuah peristiwa di wilayah Nanjing, Kekaisaran Tang. Di tempat itu, telah terjadi keributan yang berujung dengan pertumpahan darah.
Hal itu terjadi, karena dua pendekar tingkat bumi puncak, dari Negeri Jie Xia datang mencegat dan memaksa anggota Sekte Awan Putih, untuk mendapatkan informasi tentang, siapa orang terkuat di Negeri Tang.
Karena beberapa anggota sekte awan putih, tidak mau memberitahu, akhirnya mereka bentrok dan terdapat beberapa korban.
"Senior Deng! Lihatlah yang ini masih hidup!" Ujar Xin Xu, kepada seniornya.
"Benarkah, coba aku periksa." Respon Deng Xun cukup penasaran.
Setelah memeriksa tubuh tersebut Deng Xun memastikan satu tubuh itu masih hidup, tetapi detak jantungnya lemah sekali akibat luka yang begitu parah.
"Apakah kita akan menolongnya?." Salah satu dari kelompok, bekas anggota sekte Naga Hitam, yang bertaubat itu bertanya.
"Tentu saja." Jawab Deng Xun
"Tetapi dia anggota tubuh nya sangat parah" Deng Jian adik Deng Xun menjelaskan situasi korban.
__ADS_1
"Tidak masalah, jika kita mau berusaha membantu pasti ada jalan yang lebih baik." Jawab Deng Xun lebih lanjut.
"Periksa lagi, semua tubuh orang-orang itu, mungkin masih ada yang hidup." instruksi Deng Xun.
Setelah mereka melakukan pemeriksaan, ternyata dari tujuh orang yang terkapar itu, masih ada tiga orang lagi, yang detak jantungnya masih aktif, tetapi sangat lemah.
Deng Xun mengeluarkan Pil penyembuh yang dimilikinya, kemudian dengan hati-hati meminum kan Pil tersebut dengan bantuan air, kepada empat pendekar Sekte Awan Putih yang tampak terluka parah itu.
Setelah satu dupa lama nya, tubuh mereka mulai merespon, luka mereka perlahan mulai agak mengering.
Dan satu persatu pendekar Sekte Awan Putih ini, mendapatkan kesadarannya.
Walau masih lemah mereka mulai bisa bergerak sedikit, dan mengingat apa yang terjadi di sekitarnya.
"Kami berusaha menolong kalian, Jadi, jangan terlalu banyak bergerak dulu! Tunggu sampai tubuh kalian cukup kuat!" Deng Xun berbicara dengan tenang.
Para pendekar Sekte Awan Putih itu, masih belum bisa menjawab, tetapi paham maksud pembicaraan Deng Xun.
Dua dupa telah berlalu, mereka sudah kembali terlihat bisa duduk, tetapi belum begitu kuat, karena lukanya memang tidak ringan.
Deng Xun dan beberapa temannya memberikan banyak pertolongan yang bermanfaat, terutama memberikan makanan dan minuman, karena tubuh mereka masih sangat lemah.
Dan di saat itu lah, muncul satu bayangan berjubah putih, dengan lambang Pedang dan langit biru turun dari angkasa.
"Sekte Pedang Langit!" Teriak Deng Jian.
"Benar! Aku, dari Sekte Pedang Langit. Apa yang terjadi di sini?" Zhuang An langsung merespon Deng Jian.
"Och! Kebetulan sekali! Kami, memang ingin bertemu dengan orang-orang dari Sekte Pedang Langit" Jawab salah satu anggota Sekte Awan Putih yang terluka.
"Begini! Tuan Pendekar! Jadi, kami ingin menuju Sekte Pedang Langit , tetapi kami dihadang dua orang pendekar tingkat bumi dari Negeri Jie Xia" Anggota Sekte Awan Putih menjelaskan.
Anggota Sekte Awan Putih itu, menceritakan apa yang telah terjadi, dan ketika mereka sadar ternyata sudah ada lima belas orang, yang menolong mereka ber empat. Sementara yang empat anggota lagi tak selamat.
"Terus kalian, lima belas orang ini dari mana?" Tanya Zhuang An kepada Deng Xun dan rekan-rekan nya.
"Kami ini, hanyalah pengembara. Dulu nya kami adalah anggota Sekte Naga Hitam, tetapi kami sudah keluar dari Sekte dan bertaubat mencari jalan yang benar" Jawab Deng Xun dengan sopan.
.
.
__ADS_1
.