PENDEKAR DEWA LANGIT

PENDEKAR DEWA LANGIT
125. Tapak Dewa Langit


__ADS_3

"Sombong sekali! Aku tak peduli siapa kau. Tapi, karena berani berurusan dengan kami, maka, kau harus mati!" Bentak Pendekar Bumi gerbang ke empat.


"Jika demikian! Mari kita buktikan siapa yang akan segera mati!Terima lah serangan ku ini!" Zhuang An tak mau berlama-lama, dia langsung mengangkat tangan kanannya.


"Tapak dewa langit!" Ucap Zhuang An dengan lantang.


Suara menderu bersamaan dengan munculnya sinar kuning keemasan.


"Zhuuuut"


Ke lima Pendekar Bumi gerbang ke dua, tiga, dan empat itu kaget, mereka segera menghadang dengan tekhnik andalan yang mereka miliki.


"Tapak iblis neraka"


"Wuuuss"


"Blaaaar"


Sebuah ledakan begitu dasyat terjadi, tanah di tempat itu bergetar hebat.


Perbedaan kekuatan dan ranah yang begitu jauh, menyebabkan kedua pihak mengalami nasib yang berbeda.


Zhuang An masih berdiri dengan tenang, melihat ke lima musuhnya melayang ke belakang, seperti layang-layang putus, tetapi lebih cepat menabrak beberapa pohon di belakang nya hingga tewas.


Permaisuri Kaisar Jie Xia dan Putri Xia Chuan ketakutan.


Empat Pengawal khusus keluarga Kekaisaran Jie Xia, terpaku menyaksikan hal tersebut.


Mereka terdiam membeku, ada rasa ngeri, tetapi sekaligus senang, karena musuh yang mereka khawatir kan telah dikalahkan dengan begitu mudah.


Zhuang An, segera bergerak cepat, dia melesat kearah Zhao Yang.


Kepala Pengawal khusus keluarga Kekaisaran Jie Xia itu, masih tergeletak pingsan dengan luka di tubuh dan wajah yang mengenaskan.


Dengan cepat Zhuang An, memasukkan pil penyembuh ke mulutnya, kemudian meneteskan eliksir beberapa kali agar ditelan.


Pemuda tampan itu, segera membawa Zhao Yang mendekat pada kereta kuda, dan menunggu beberapa saat agar sadar dari pingsan nya.


"Tuan Pendekar! Terima kasih telah menolong kami" Seorang pengawal menyampaikan ucapan nya dengan tulus.


"Tidak perlu sungkan!" Jawab Zhuang An tenang.


Tak sampai setengah dupa, akhirnya Zhao Yang mulai sadar dia memperhatikan sekeliling nya.


"Apakah Tuan Pendekar, yang menolong kami?" Ucap Zhao Yang, dengan sedikit membetulkan duduknya.


"Benar! Kak Zhao! Tuan Pendekar Muda ini, yang telah menolong kita" Ucap seorang rekan Zhao Yang menjelaskan.


"Terima kasih! Tuan Pendekar!" Zhao Yang mengucapkan dengan susah payah.

__ADS_1


"Tenang saja" Jawab Zhuang An ramah.


"Kita harus mencari tempat yang aman!" Sambung Zhao Yang.


"Jika kalian mau, aku ada tempat yang aman untuk ditinggali ataupun berlindung" Zhuang An, merespon ucapan Zhao Yang.


"Maaf! Tuan Pendekar! Tuan ini dari mana? Dan siapa namanya?" rekan Zhao Yang bertanya dengan sopan.


"Aku dari negeri Tang. Nama ku Zhuang An" Jawab Zhuang An.


"Karena mendengar kemelut negeri Jie Xia, dan juga kabar Iblis Barzora, jadi aku datang untuk menyelidik" Zhuang An menambahkan.


"Apakah Tuan Pendekar, dari pihak Kekaisaran Tang?" Zhao Yang jadi penasaran.


"Bukan! Aku hanyalah pengembara" Jawab Zhuang An


"Masih ada yang mau ditanyakan lagi?" Ujar Zhuang An.


"Och! Tempat yang aman yang Tuan Pendekar maksud apakah di negeri Tang?" Zhao Yang bertanya lagi.


"Itu benar! Di sana ada sekte yang bisa digunakan untuk tempat berlindung, karena di sekte tersebut ada dua pendekar tingkat dewa, hal tersebut selain untuk keamanan, tentu kalian juga bisa menambah kekuatan, bahkan Tuan Putri juga bisa belajar bela diri di sana" Zhuang An menjelaskan.


"Selain itu, sekte ini dilindungi tabir hebat, sehingga tak dapat diterawang dengan penglihatan jarak jauh. Juga jarak dengan negeri Jie Xia lumayan jauh, itu akan menambah sisi baik yang lain" Zhuang An mengakhiri penjelasannya..


Zhao Yang dan empat pengawal khusus keluarga Kekaisaran manggut-manggut, sepertinya cukup setuju.


"Nyonya dan Nona Xia! Bagaimana, apakah kita bisa ikuti arahan Tuan Muda Zhuang ini?" Zhao Yang, bertanya pada dua wanita yang ada di dalam kereta.


"Paman! Demi keselamatan kita, walaupun menempuh perjalanan jauh, sebaiknya kita ikuti arahan Tuan Muda Zhuang!" Dari arah dalam kereta Permaisuri Kaisar Jie Xia menjawab.


"Baiklah Nyonya!" Zhao Yang segera menjawab dengan sigap.


"Jika kalian sudah sepakat, baiklah! Aku bantu agar kalian tak melewati perjalanan jauh dan melelahkan. Tarik nafas yang dalam dan pejam kan mata kalian biar tidak kaget!" Ujar Zhuang An.


Kemudian, Zhuang An melambaikan tangan kanannya, sinar kuning keemasan menyelubungi mereka semua beserta kuda dan kereta nya.


Dan kemudian dalam sekejab mereka menghilang dari tempat tersebut.


Di gerbang Sekte Merak Emas, empat murid wanita yang sedang piket jaga gerbang, kaget dengan muncul nya enam kuda dan satu kereta


"Och! Itu Tuan Muda Zhuang!" Seorang murid berbicara pada temannya.


Zhuang An segera melangkah masuk..


"Salam Tuan Muda Zhuang!" Ucap empat gadis yang bertugas.


"Nona! Minta tolong Sampaikan pada Nona Liu Tianshi, dan Matriark Xue ditunggu di Aula barat, juga panggilkan tukang kuda untuk mengurus kereta dan kuda-kuda ini" Ucap Zhuang An.


"Siap Tuan Muda!" Jawab mereka berempat.

__ADS_1


Di Aula barat, Liu Tianshi, Liu Xie dan Matriark Xue Yuelin serta putrinya Xue Yueyin, berkumpul duduk berhadapan di depan meja besar dengan hidangan yang siap disantap.


Sementara di seberang meja, ada Permaisuri Kaisar Jie Xia, dan Putri Xia Chuan, di dampingi Zhao Yang dan empat Pengawal khusus keluarga Kekaisaran Jie Xia.


Sedangkan Zhuang An duduk di sebelah Xue Yueyin.


"Baik! Mari kita nikmati hidangan yang ada. Jangan sungkan! Anggap di rumah sendiri!" Matriark Xue, berkata dengan ramah.


Dan mereka pun segera menikmati apa yang telah disediakan.


.


.


.


Di halaman berlatih tempat Favorit nya, Zhuang An yang lain sedang duduk mendampingi Shen Xiuying dan Zhang Yuan.


Shen Xiuying saat ini lagi mengulang-ulang, gerakan jurus tangan seribu.


Setelah lebih satu minggu, bocah kecil energik itu, begitu menikmati gerakan jurus tangan kosong tersebut.


Sudah hampir setengah hari ia bergerak terus menerus, hingga keringat membasahi bajunya.


"Ying'er! Istirahat dulu sayang!" Zhuang An mengambilkan teh untuk Bocah kecil itu.


Si kecil dengan riang mendekati Gurunya.


"Terima kasih! Guru!" Shen Xiuying segera menikmati teh hangat tersebut.


Sementara Zhang Yuan masih bermeditasi di lempengan batu, setelah setengah hari itu, menghabiskan energi murninya dengan pedang naga angkasa.


Gadis itu, sedang senang-senang nya, bermain dengan pedang pusaka pemberian Guru nya.


Sementara Zhuang An setelah selesai menikmati hidangan, ia segera memperkenalkan Permaisuri Kaisar Jie Xia, Putri Xia Chuan dan Zhao Yang serta empat Pengawal khusus keluarga Kekaisaran Jie Xia kepada Matriark Xue.


"Och ya! Dua wanita cantik ini adalah Nona Liu Tianshi dan Nona Liu Xie. Mereka berdua adalah pendekar dewa sekaligus Guru besar di sekte ini" Ujar Zhuang An menjelaskan.


"Salam hormat! Untuk kedua Nona!" Ucap Permaisuri Kaisar Jie Xia dan Putri Xia Chuan


"Dan gadis cantik di sebelah ini adalah Cici Xue Yueyin putri tunggal Matriark Xue!" Ucap Zhuang An menambah kan penjelasannya.


"Mulai hari ini, Permaisuri Kaisar Jie Xia dan Putri Xia Chuan bisa tinggal di kediaman Tetua sekte yang masih kosong" Ucap Matriark Xue, mempersilahkan.


"Terima kasih! Terima kasih!" Uca Permaisuri Kaisar Jie Xia dengan tulus.


.


.

__ADS_1


.


.


__ADS_2