
Malam ini, adalah malam ke enam dari, pembelajaran Tekhnik dasar Kitab Sakti Dewi Li Chin yang diajarkan Liu Tiansi dan Liu Xie.
Setelah lima hari, lima malam, melakukan praktik penyerapan energi, dengan pernafasan dan meditasi.
Akhirnya, malam keenam ini, Liu Tiansi dan Liu Xie, mulai mengajarkan tekhnik penyerapan sumber daya, dari kitab sakti dewi Li Chin.
Zhuang An, setelah selesai membagikan sumber daya, pada Matriark Sekte Burung Merak Emas dan dua Tetua. Ia langsung menyapa kakak sepupunya, Xue Yueyin di kamarnya.
"An'er! Bantu aku!" Kata Xue Yueyin menyapa Zhuang An, saat memasuki kamar nya.
"Cici..! Bantu bagaimana?" Tanya Zhuang An.
"Aku merasa, energi ku bertambah sangat banyak, tetapi mengapa belum naik tingkat juga?" Xue Yueyin, berkata keheranan.
Zhuang An, mendekat merasakan energi yang kuat dari aura Xue Yueyin.
"Iya! Ini ada tanda-tanda, akan naik tingkat, keluarkan sumber daya yang Cici miliki, aku akan bantu untuk memproses nya!" Ucap Zhuang An.
Xue Yueyin, segera mengeluarkan satu herbal langka, yang dia miliki, itu adalah Jamur Payung Dewa Hujan, Kwalitas sepuluh ribu tahun.
"Wau, Herbal Langka tingkat tinggi" Zhuang An, cukup kaget dibuatnya.
"Bagaimana dengan herbal,ini?" Xue Yueyin, bertanya pada Zhuang An.
"Bagus! Cici! Engkau akan menembus, hingga gerbang puncak Pendekar Mahir, setelah ini, selain itu herbal ini juga akan mempertebal, dan memperbesar Meridian, hingga energi setiap tingkat pondasi menjadi kuat dan melimpah" Jawab Zhuang An, sangat meyakin kan.
"Benarkah?Berarti,aku akan melampaui, tiga tingkat sekaligus?Dari Pendekar Ahli menuju Pendekar Mahir tingkat awal, tingkat menengah dan puncak " Kata Xue Yueyin.
"Benar! Itulah kehebatan dari fungsi, Jamur Payung Dewa Hujan, energinya sangat melimpah, pendekar satria pun akan naik satu tingkat, jika memakai herbal ini, itu pun dengan pondasi sangat kokoh" Zhuang An menjelaskan.
"Sekarang, kita mulai" Tegas Zhuang An.
"Baiklah!" Xue Yueyin, segera mengunyah Jamur padat tersebut.
Xue Yueyin terus mengunyah herbal itu, hingga lembut, dan kemudian menelannya sambil duduk bersila.
Kemudian, dengan teknik penyerapan Kitab Sakti Dewi Li Chin, ia mulai menyerap esensi Jamur Payung Dewa Hujan.
Dari tempat duduknya, Zhuang An mengangkat tangan kanan nya.
"Sekarang, mulai dari sini, aku bantu!" Kata Zhuang An.
Lalu muncul sinar kuning ke emasan, dari tangan Zhuang An, meluncur ke punggung Xue Yueyin, energi itu meresap dan membantu, proses penyerapan esensi herbal tingkat tinggi itu.
"Resap, terus! Jangan berhenti!" Zhuang An, memotivasi.
Tubuh Xue Yueyin bergetar, ada gejolak energi yang besar melanda tubuhnya.
__ADS_1
Hal itu terus berlangsung, hingga setengah dupa kemudian, getaran tubuh Xue Yueyin membesar, dan muncul suara yang teredam.
"Duuaar"
Terobosan gerbang terjadi. Senyuman di bibir Xue Yueyin, mengembang.
Setengah dupa berikutnya.
""Duuaar"
Terobosan gerbang lain terjadi. Senyuman lebih lebar, tak dapat ditahan gadis cantik itu.
Setengah dupa berikutnya lagi.
"Duuaar"
Dan terobosan gerbang yang ketiga terjadi lagi. Dan senyuman lebih lebar muncul menghiasi wajah cantik Xue Yueyin, masih dengan mata terpejam.
Resmi sudah, dari Pendekar Ahli, Xue Yueyin telah membuka gerbang puncak Pendekar Mahir, dengan pondasi yang sangat kokoh.
Perlahan ia membuka mata, dengan mata berbinar menatap Zhuang An.
"An'er! Terima kasih!" Ucap Xue Yueyin, penuh kebahagiaan.
"Iya! Selamat! Cici menembus gerbang puncak Pendekar Mahir!" Zhuang An, juga tersenyum.
*
*
"Bibi Xue! Sebelumnya An'er minta maaf!, An'er membawa puluhan gadis, yang akan ikut bergabung ke Sekte Burung Merak Emas, tanpa pamit pada Bibi dulu!" Zhuang An memulai pembicaraan.
"Puluhan? Dari mana mereka? Dan mengapa, tiba-tiba banyak gadis ingin bergabung dengan, Sekte Burung Merak Emas?" Matriark Xue Yuelin, berbicara dengan nada penasaran.
" Beberapa hari yang lalu mereka menjadi korban penculikan para bandit kota..." Zhuang An menceritakan semua yang terjadi.
Mulai bertemu gadis kecil, hingga menghancur kan rumah bordir, dan gedung bandit kota.
Tentang peristiwa tersebut dan juga, niat dari para gadis muda ini, baru Zhuang An, baru sampaikan sekarang, karena tidak ingin mengganggu meditasi Matriark Sekte dalam dua atau tiga hari ini.
Sehingga, semua gadis-gadis muda, yang ingin bergabung dengan Sekte Burung Merak Emas.
Belum sempat bertemu, dengan Matriark Sekte Xue Yuelin, sampai sekarang.
"Jadi, seperti itu kejadiannya. Kalau memang mereka punya minat, Bibi akan menerima mereka" Kata Matriark Xue Yuelin kepada Zhuang An.
"Terima kasih! Bibi!" Zhuang An menjawab respon baik, Bibi nya tersebut.
__ADS_1
Setelah itu, Zhuang An segera, mengumpulkan semua gadis-gadis calon anggota murid Sekte Burung Merak Emas.
"Persiapkan diri kalian! Setelah ini akan bertemu Matriark Sekte Burung Merak Emas" Kata Zhuang An.
"Siap! Tuan Muda!" Mereka, menjadi lebih bersemangat hari ini.
Dan ketika proses itu berlangsung, tiba-tiba puluhan gadis muda juga datang di Penginapan Besar Kota Harbin, dengan tujuan sama yaitu menjadi murid Sekte Burung Merak Emas.
"Och! Kalian juga sudah datang hari ini?! Baiklah! Ini kebetulan kita, akan menghadiri pertemuan dengan, Matriark Sekte Burung Merak Emas" Kata Zhuang An menyambut mereka yang baru datang.
Total, semua gadis-gadis tersebut, mencapai jumlah lima puluh gadis.
"Ach! Jumlah yang banyak!" Ucap Tetua Xiao Ya.
"Benar! Tetua Ya! Ini jumlah yang tak terduga" Tetua Qiao Mei, juga mengomentari.
Matriark Sekte Burung Merak Emas pun, cukup kaget dengan hal ini semua, tetapi ia dengan senang hati menerima mereka.
Matriark Xue Yuelin, yakin setelah ini, sektenya akan berkembang dan maju lebih besar lagi.
Dalam pertemuan itu, Matriark Sekte Burung Merak Emas, Xue Yuelin, hanya memberikan penjelasan tentang Sekte.
Kemudian, ia juga menyatakan mereka diterima, dan setelah itu membagikan pakaian yang dibelikan Zhuang An kemarin.
Setiap gadis anggota baru, Sekte Burung Merak Emas, diberi dua set pakain yang bagus, ini dimaksud kan oleh, Matriark Sekte Burung Merak Emas, agar mereka betul-betul merasa menjadi bagian, dari Sekte tersebut.
Setelah selesai, Matriark Sekte Burung Merak Emas, langsung kembali ke kamarnya, untuk melanjutkan meditasinya.
Tetapi, dia tiba-tiba mendengar kehebohan di luar kamar, sehingga ingin melihat, karena ia mendengar nama putrinya disebut.
"Selamat! Siaocia! Anda benar-benar telah menembus ranah puncak, Pendekar Mahir" Si gadis imut, berbicara dengan hebohnya.
"Selamat! Siaocia! Anda luar biasa" Gadis paling dewasa, juga memberikan ucapan selamat.
"Yin'er! Kau benar-benar menembus ranah, hingga puncak Pendekar Mahir?!" Matriark Xue Yuelin, akhirnya mendekati putrinya.
"Iya! Bunda! Lihatlah! Yin'er, betul-betul berhasil" Xue Yueyin, menjawab ibunda nya.
Matriark Xue Yuelin, segera memeluk putrinya dengan bahagia.
.
.
.
.
__ADS_1