
Melihat reaksi semua yang ada di ruang itu, membuat Putri Fie tersenyum dengan lembut. Lalu, dia berdiri dan pindah duduk di kursi batu yang lebih tinggi.
"Apa yang kalian, bingungkan? Apakah, kami tidak cocok? Aku cantik, baik hati, pengertian dan tidak boros. Pendekar Zhuang, muda dan sangat tampan. Selain itu, ia memiliki kemampuan yang sangat tinggi, belum lagi hatinya yang selalu diliputi kebaikan" Puji Putri Fie, kepada anak muda, di depan nya.
"Ech....! Bukan itu, yang menjadi masalah, Tuan Putri! Tetapi, usia Tuan Putri yang masih sangat muda. Apakah Tuan Putri sudah siap, menjalani sebuah pernikahan?" Ujar Kepala Pengawal Putri Fie.
"Ahahahaa! Bibi ini! Sudah lama, mendampingi ku. Tentu engkau tahu, bagaiman aku dan cara berpikir ku? Selain itu, usia tidak bisa membatasi cara berpikir dan juga kekuatan mental ku" Ucap Putri Fie, dengan percaya diri dan juga sedikit pertanyaan yang memberatkan, Kepala Pengawal Putri Fie.
Bagi, Kepala Pengawal Putri Fie, kata-kata Putri Fie sangat berat makna nya. Sehingga, mau tidak mau ia harus mengutarakan semua. Agar tidak menjadi beban bagi dirinya, sebagai Kepala Pengawal.
"Tuan Putri! Saya tahu, Putri Fie, sangat simpel cara berpikir nya. Putri Fie jarang menuntut, atau meminta sesuatu. Akan tetapi, ketika Tuan Putri sudah mengharap atau mengingin kan suatu hal. Maka, itu tidak bisa ditolak atau dibantah" Kepala Pengawal Putri Fie, menarik nafas panjang. Kemudian ia melanjutkan.
"Namun! Kali ini. Berkaitan dengan ras yang berbeda. Itu, akan sangat banyak konsekuensi nya. Dan masalah tersebut, juga berkaitan dengan orang, yang memiliki ranah pendekar tertinggi di ras manusia. Jadi, tentu hal itu, tidak akan mudah untuk mewujudkan nya" Tutup, Kepala Pengawal Putri Fie.
"Bibi! Apa yang Bibi sampaikan, semuanya benar. Akan tetapi, kita bisa merinci nya satu-persatu, untuk mengatasi tantangan dari setiap masalah yang timbul karena hal tersebut, aku yakin semua akan menjadi lebih baik " Ucap Putri Fie, dengan tenang dan berwibawa.
Mendengar ucapan-ucapan Putri Fie, membuat Zhuang An berpikir. Anak ini, kelihatannya lebih dewasa dari yang semestinya. Cerdas, dewasa dan tenang.
"Jadi, aku ingin mengetahui. Bagaimana tanggapan dari Pendekar Zhuang?" Suara lembut Putri Fie, terdengar jernih.
"Ach! Masalah ini. Aku belum memikirkan nya. Aku masih fokus, menyelesaikan urusan Iblis Api Biru, Barzora dan Artefak Leluhur Iblis. Sejujur nya, Putri Fie adalah gadis yang sangat cantik dan menarik, cerdas serta berpikiran dewasa. Tidak akan ada, pria yang tak suka. Tetapi, karena lain ras, kita harus hati-hati untuk mengambil keputusan" Jawab Zhuang An.
Putri Fie terdiam, mendengar jawaban Zhuang An. Tetapi, ada senyuman tipis di bibir nya.
"Apakah, Tuan Putri menyukai Pendekar Zhuang?" Jie Jie, tiba-tiba bertanya seperti itu.
"E.. Emm..! Ach..! Iya..! Aku menyukai nya" Jawab Putri Fie.
Semua pengawal wanita, saling pandang. Kemudian mereka terdiam.
Semenjak hari, itu pembicaraan antara Putri Fie dengan Ke empat Pengawal nya, menjadi lebih hangat. Karena, membahas dua ras yang berbeda.
Setelah menikmati, daging panggang dan gulai bawaan Zhuang An, beserta beberapa hidangan lain. Zhuang An pamit, keluar bangunan menuju kota Nanjing.
Namun, baru hampir keluar dari hutan, ia melihat bocah laki-laki, berlari tersengal-sengal memasuki hutan tersebut.
"Ini! Sungguh sangat menyedihkan, bagi ku" Ucap seorang pemuda belia, sambil berlari.
Ia terus saja, berlari tak peduli kaki yang perih, kemudian ia melihat ada hutan.
Tanpa banyak pikir, anak laki-laki itu pun memasuki hutan tersebut.
__ADS_1
Sementara, Zhuang An terus mengikuti anak itu dari udara. Setelah masuk kedalam hutan, tanpa disadari Si bocah. Seekor hari mau hitam, telah mengincar nya.
Harimau hitam, mengintip dari balik rimbunnya semak belukar.
"Aku tak peduli, aku akan lari semakin ke dalam hutan. Tak ada lagi banyak waktu, aku harus selamat" Gumamnya sambil terus berlari, meski terengah-engah, karena kelelahan.
Dia pun, tak bisa mempertahankan keseimbangan tubuhnya.
Alhasil, tersungkur lah bocah itu, sedangkan suara harimau hitam, semakin dekat.
Zhuang An turun di sebuah pohon besar, dan terus memantau anak laki-laki itu.
Jantung Si bocah pun, berdetak dengan sangat cepat. Bagaimana mungkin ia tidak panik, ketika seekor harimau menerjang dirinya.
"WHuuss"
Zhuang An menjentik kan satu jari nya, dan sinar putih pun melesat, menerjang harimau hitam tersebut.
"Zuut"
"Dees"
Harimau hitam itu tewas, dan jatuh tepat di tubuh bocah, yang ketakutan tersebut.
Bocah itu pun mulai sadar, setelah itu, ia melihat binatang yang tadi menerkam dirinya, sekarang sudah terbunuh di sampingnya.
"Terima kasih! Tuan Muda! Jika tak ada, Tuan! Pasti aku akan mati, dimakan harimau ini" Ucapnya dengan tulus.
"Mengapa kau, berlari ke hutan ini?" Tanya Zhuang An langsung.
"Aku, dikejar-kejar pembunuh" Jawab anak itu, dengan perasaan takut.
"Baiklah! Kau sekarang ikut aku!" Sahut Zhuang An.
"Terima kasih! Tuan Muda!" Jawab Si bocah.
Zhuang An langsung mengibaskan tangan nya dan secepat kilat, mereka sudah berpindah tempat.
"Aach...!" Teriak Si bocah itu kaget, setelah membuka matanya.
"Tuan Muda! Kita, ini ada di mana? Tanya Si bocah.
__ADS_1
"Kita, ada di Sekte Pedang Langit. Kau aman di sini. Och ya! Siapa nama mu?" Tanya Zhuang An.
"Aku, Zhu Tian. Dari Klan Zhu. Kota Nanjing" Jawab Bocah itu.
"Baiklah! Mulai sekarang, kau adalah murid, di Sekte Pedang Langit. Guru mu, juga Guru ku, adalah Guru Yang Chen" Tutur Zhuang An.
"Jadi, kau bisa memanggil ku. Senior Zhuang!" Lanjut Zhuang An.
"Siap! Senior!" Ucap Zhu Tian.
"Ini, eleksir penyembuh! Minumlah dulu! Setelah ini, kita akan menghadap Guru Yang Chen" Ujar Zhuang An.
"Terima kasih! Senior" Respon Zhu Tian sopan.
"Berapa umur mu, sekarang?" Tanya Zhuang An lagi.
"Yunior, berumur 12 tahun!" Jawab Zhu Tian.
"Baguslah! Sekarang, ikuti aku! Kita akan menghadap Guru Yang Chen" Ajak Zhuang An.
"Baik! Senior!" Jawab Zhu Tian cepat.
Zhuang An dan Zhu Tian segera, meninggalkan Asrama Zhuang An, menuju Wisma besar, Guru Yang Chen.
"Ini, siapa An'er?" Tanya Guru Yang Chen.
"Ini! Zhu Tian. Umur 12 tahun. Dia dari Klan Zhu, kota Nanjing. Aku, membantu nya, saat di hutan. Dia dikejar-kejar pembunuh" Jawab Zhuang An, cukup rinci.
"Och! begitu! Klan Zhu, dari kota Nanjing. Bukankah itu, klan besar? Apakah ada masalah? " Tanya Guru Yang Chen, kepada Zhu Tian.
"Ceritakan lah!" Zhuang An, menyuruh Zhu Tian, untuk menceritakan, apa yang terjadi, dengan klan Zhu dan dirinya.
.
.
.
.
.
__ADS_1
.