PENDEKAR DEWA LANGIT

PENDEKAR DEWA LANGIT
75. Rahasia Gunung ChangBai


__ADS_3

Tidak begitu lama, melakukan perjalanan hampir tiga dupa kira-kira, akhirnya, mereka sampai di tempat yang dulu menjadi Desa Rumput Badak.


"Ach ..! Inikah desa ku" Zhuang An menarik nafas panjang.


"Sekarang, ini sudah bukan desa lagi!" Bibi Xue Yuelin menimpali kata-kata Zhuang An.


Setelah lebih dari delapan tahun tidak dihuni, desa tersebut menjadi belukar yang ditumbuhi pepohonan liar.


" Bibi Xue Yuelin! Aku, duluan !" Sambil berkata demikian, Pemuda itu melompat jauh.


Zhuang An menjadi lebih cepat lari nya, karena ingin melihat rumahnya yang dulu ditempati bersama keluarganya.


" Hati-hati, An er!" Xue Yueyin berteriak lantang.


" Tenang, Cici!" Zhuang An melambaikan tangan nya.


Setelah melesat dengan cepat dalam tiga nafas saja, Zhuang An sudah tiba di tempat yang dituju.


Dia terdiam beberapa saat, wajahnya berubah menjadi agak sedih, karena melihat rumahnya yang dulu sudah lenyap, dan menyisakan arang lapuk sisa kayu yang terbakar, lengkap dengan berbagai tumbuhan liar yang berlomba tumbuh di tempat itu.


Zhuang An tenggelam dalam pikiran nya, mengenang masa lalu ditempat dia berdiri sekarang.


" Aku! Tak pernah menyangka, rumahku, desaku akan menjadi hutan liar seperti ini" Zhuang An berucap dengan pelan.


Ada keinginan dan harapan, agar kebahagiaan yang dilalui bersama Ayahanda dan Ibunda nya, terus utuh abadi sampai akhir zaman. Tetapi, dia menyadari sepenuhnya, itu semua hanyalah keinginan yang berlawanan dengan kenyataan.


" Baiklah! Aku harus merelakan masa lalu ku dan menyambut masa depan yang baru " Zhuang An berusaha berdamai dengan kenyataan.


Bibi Xue Yuelin, Tetua dan lima gadis, murid-murid Sekte Burung Merak Emas, muncul menghampiri Zhuang An.


" An er! Kita ke makam orang tua mu dulu" Bibi Xue Yuelin menyapa Zhuang An.


" Baiklah !" Zhuang An menjawab dengan singkat.

__ADS_1


Kemudian, mereka bersama-sama langsung melangkah menuju makam kedua orang tua Zhuang An.


Setelah sampai, mereka semua mengikuti Zhuang An memberi penghormatan kepada orang tuanya di depan makam tersebut.


Selesai berdoa dan memberi penghormatan mereka semua melanjutkan tujuan kedua ya itu ke gunung ChangBai.


Tetapi, mereka dikejutkan oleh situasi yang tak terduga.


"Matriark Xue! Di depan banyak orang-orang dengan atribut pakaian yang berbeda-beda." Teriak Tetua Sekte Burung Merak Emas membuka suara.


"Ach..! Ini lebih dari perkiraan ku" Matriark Sekte Burung Merak Emas, merespon ucapan salah satu Tetua Sekte Burung Merak Emas dengan rasa terkejut.


"Bibi Xue Yuelin, mengenali mereka?" Zhuang An bertanya penasaran.


"Iya ! Sebelah barat yang jumlahnya banyak itu sekte aliran hitam dan sebelah utara Li Cheung Ketua perguruan Harimau Terbang. Sedangkan Pendekar wanita bersama dua orang yang memakai jubah biru muda itu adalah Wang Ming Yue, dia Matriark Sekte Kelelawar Beracun" Ucap Bibi Xue Yuelin menjawab pertanyaan Zhuang An.


" Ach! berarti dia yang memiliki Pusaka Kipas Dewi Bulan?" Zhuang An melanjutkan pertanyaannya.


"Tepat sekali! Dia salah satu tokoh hebat di wilayah Kekaisaran Tang ini, dalam lima tahun terakhir namanya mulai sering disebut-sebut, di kancah dunia kependekaran, kami pernah berinteraksi beberapa kali" Bibi Xue Yuelin, melengkapi penjelasannya.


Mereka, cukup asing dengan energi murni atau qi, jadi segera bertanya pada Zhuang An.


"Maksudnya bagaimana An er?" Bibi Xue Yuelin bertanya pada Zhuang An.


" Wanita itu, memiliki energi murni yang disebut dengan istilah qi, walaupun tidak terlalu banyak, tetapi, cukup untuk mengendalikan Pusaka Dewa. Hanya saja, aku merasakan aura energi murni ini, milik Kitab Pedang Es" Zhuang An menjawab dengan penjelasan yang cukup menarik, yang membuat Bibi Xue Yuelin, tambah penasaran.


"Bisa jadi, karena tujuh tahun yang lalu, aku dengar Sekte Pedang Langit mengirim bantuan dua ribu pendekar; kepada Matriark Sekte Kelelawar Beracun" Bibi Xue Yuelin memberikan analisanya kemungkinan yang terjadi.


"Sebaiknya, mari kita mendekat, biar bisa komunikasi lebih baik!" Bibi Xue Yuelin mengajak rombongannya, menemui Wang Ming Yue.


Dari jauh Wang Ming Yue, memperhatikan mereka dengan pandangan ceria.


" Apa kabar, Sahabatku?" Wang Ming Yue menyambut mereka dengan wajah penuh senyum keakraban.

__ADS_1


" Salam hormat! Matriark Wang..Kabar kami sangat baik" Bibi Xue Yuelin, memberi salam pada Matriark Sekte Kelelawar Beracun tersebut.


"Silahkan....silahkan! Kita bisa duduk bersama di sini sambil membahas sesuatu bersama." Wang Ming Yue berbicara ramah, seperti seorang tuan rumah.


Zhuang An, bisa menganalisa jika Matriark Sekte Kelelawar Beracun itu turun langsung kesini, karena memandang Air Mata Darah Dewa sangat penting dan sangat berguna untuk perkembangan kekuatan dirinya juga kekuatan magis Kipas Dewi Bulan.


Dengan minum Air Mata Darah Dewa, akan meningkatkan energi murninya secara segnifikan, sehingga pengendalian Kipas Sayap Dewi Bulan akan semakin sempurna.


"Bibi Xue Yuelin! Aku mau meditasi dulu." Zhuang An bermaksut mendeteksi kemungkinan, keberadaan Harta Pusaka Air Mata Dewa, dan juga rahasia gunung ChangBai yang selama ini belum ia ketahui.


"Lakukanlah An er! Kami akan menjaga mu di sini" Bibi Xue Yuelin menggaransi keamanan keponakannya.


Sementara Matriark dan Tetua Sekte Kelelawar Beracun berbicara mengenai situasi gunung ChangBai dengan Matriark dan Tetua Sekte Burung Merak Emas sedangkan Lima gadis, murid-murid Sekte Burung Merak Emas hanya mendengarkan dengan baik. Sekali-sekali berbicara pelan dengan temannya.


Zhuang An mulai mendeteksi gunung ChangBai dengan Tekhnik Mata Dewa dan Tekhnik Mantra Dewa, dimulai dari permukaannya sampai masuk kedalam tanah, hingga masuk ke bagian terdalam gunung tersebut.


Getaran- getaran mistis, mulai terasa dan semakin lama, semakin tebal, hingga dia membentur aura segel yang begitu kuat.


Setelah merasakan aura Harta Pusaka yang begitu kental, Zhuang An tak ragu untuk meningkatkan pandangan Mata Dewa, masuk menembus kedalam ruang yang disegel dan di beri Array kuat tersebut.


" DHEESS"


Getaran kuat terjadi, hingga menembus permukaan gunung, orang-orang terkejut dengan getaran itu, mereka menjadi waspada. Namun, getaran itu hanya sebentar. Dan orang-orang menjadi tenang kembali.


Bibi Xue Yuelin, menjadi waspada, kemudian memperhatikan Zhuang An dengan penuh tanda tanya.


" Ada apa, Matriark Xue..?" Matriark Sekte Kelelawar Beracun, bertanya atas sikap Matriark Xue Yuelin yang tampak agak tegang.


" Tidak tahu, tapi aku khawatir dengan keponakan ku.." Bibi Xue Yuelin masih agak tegang.


Zhuang An, mempertajam penglihatan melalui Sinar Mata Dewa dan memperhatikan ruang mistik bawah tanah tepatnya bawah gunung ChangBai. Ruang ini seperti berada pada dimensi berbeda dan tidak sembarang orang bisa memasukinya.


Setelah memeriksa setiap sudut dan bagian ruang tersebut, ternyata tidak kurang dari seratus dua belas ruang.

__ADS_1


Yang mengagetkan Zhuang An, masih ada dua ruang bagian lain lagi selain seratus dua belas ruang tersebut.


Setelah mendeteksi tidak terlalu lama Zhuang An, menemukan dua Harta Pusaka yang berbeda, berupa Harta Pusaka Air Mata Darah Dewa, dan Air Mata Dewa berbentuk Kristal putih dengan aura yang luar biasa.


__ADS_2