
Manajer Zhao Wei, betul-betul berpikir keras, melihat pertanyaan Zhuang An menyimpulkan bahwa produk ini bukan untuk dilelang.
Namun, untuk menentukan harga setiap produk yang ditawarkan Zhuang An, akan menjadi berbeda jika tidak dilelang.
"Baiklah! Tuan Muda Zhuang! Sebenarnya produk ini, jika dilelang akan memiliki harga yang tinggi, tetapi jika dijual secara umum harganya akan berbeda, apa lagi, jika ini harga partai, bukan eceran" Manajer Zhao Wei, mengambil jeda untuk bernafas panjang.
"Jadi, Kami memberikan harga dari setiap botol kristal produk ini, 100 koin emas, dikali 120 botol kristal, menjadi total 12000 koin emas" Manajer Zhao Wei, mengakhiri penjelasannya.
Dia tidak ingin bisnis dengan pihak Sekte Burung Merak Emas berhenti hanya sampai di sini. (Pada Bab 89, tentang pembelian harga kereta kuda, direvisi dari 400 menjadi 100 koin emas. Agar persepsi tentang koin emas tetap stabil)
"Bagaimana, Tuan Muda Zhuang?" Manajer Zhao Wei, bertanya ingin melihat reaksi Zhuang An.
Zhuang An tersenyum, kemudian berdiri dan mengucap kan kata :"Sepakat!"
Manajer Zhao Wei, tersenyum dan segera memanggil bendahara Paviliun Kota Harbin, untuk membuatkan transaksi tunai dengan Zhuang An.
Tak lama Bendahara Paviliun Kota Harbin, segera mempersiapkan nota transaksi dan sekaligus koin emas secara tunai.
Zhuang An, menerima kantong besar berisi koin emas total senilai 12.000. Dan segera memasukkan ke cincin samudra nya.
"Tuan Muda Zhuang! Untuk acara pelelangan, akan kami laksanakan tujuh hari lagi, pada pagi hari. Dan ini, kami berikan kartu VIP untuk team Sekte Burung Merak Emas" Manajer Zhao Wei, menyampaikan dengan penuh hormat.
Manajer Zhao Wei, merasa harus bersikap sopan kepada tamunya ini, karena ia bisa melihat banyak hal yang menarik dari Zhuang An maupun Liu Tiansi dan adiknya Liu Xie.
*
Akhirnya Zhuang An dan Liu Tiansi dan adiknya Liu Xie, keluar dari Paviliun Kota Harbin dengan perasaan senang dan puas.
Setelah keluar dari Paviliun Kota Harbin, Zhuang An memberikan kepada Liu Tiansi dan adiknya Liu Xie, masing-masing 1000 koin emas.
"Tuan Muda Zhuang! Untuk apa ini?" Liu Tiansi merasa sungkan.
__ADS_1
"Nona! Ini hanya sekedar ucapan terimakasih, yang sederhana. Kedepan akan kami berikan lebih banyak lagi, karena terlalu banyak kebaikan, yang Nona Liu berdua berikan kepada kami" Zhuang An menjawab dengan penjelasan yang tulus.
"Baiklah! Terimakasih!" Liu Tiansi dan adiknya Liu Xie akhirnya menerima koin tersebut.
Dan kemudian, Zhuang An mengajak keduanya, untuk memasuki beberapa tempat belanja. Dan juga termasuk ke sebuah toko pakaian yang cukup besar.
"Cici..! Toko ini bagus banget! Banyak pakaian yang indah" Liu Xie merasa terhibur dengan keberadaan beberapa baju dan gaun yang terasa model yang baru, bahkan asing bagi dirinya.
"Benar! Toko ini, bisa begitu besar dan lengkap" Liu Tiansi menanggapi adiknya dengan antusias.
Zhuang An, tersenyum melihat dua gadis cantik itu, ia merasa ikut senang, karena baru kali ini ia melihat Liu Tiansi, begitu antusias lebih dari biasanya.
Zhuang An, akhirnya berpikir ingin secara pribadi membelikan beberapa pakaian untuk kedua gadis Liu tersebut, sebagai salah satu bentuk terimakasih nya atas berbagai kebaikan mereka berdua.
"Mari Tuan Muda dan Nona-nona! Toko ini, dirancang khusus untuk gadis istimewa seperti Nona berdua, dan juga untuk pria muda tampan seperti Tuan Muda" Seorang wanita setengah baya, datang menyambut dan mempromosikan toko bajunya yang besar.
"Nona! Toko kami menyediakan jenis Gaun, Hanfu, Qipao, CheongSam, Setelan Tang untuk pria dan Variasi Gaun dengan berbagai model" Wanita setengah baya itu, berbicara begitu semangat.
"Kalau yang ini, Nyonya?" Zhuang An bertanya sambil tersenyum, karena sebenarnya dia tahu nama jenis gaun itu.
"Och..! Ini Gaun Tang Zhuang" Jawab Wanita setengah baya itu, penuh semangat.
"Apa tadi?" Liu Tiansi dan adiknya Liu Xie seketika merespon cepat.
"Gaun Tang Zhuang!" Wanita Setengah Baya itu, mengulangi penuh semangat.
(Gaun Tang Zhuang adalah gaun yang sangat digemari wanita Bangsawan di periode Dinasti Tang!! Untuk pakaian prianya biasa disebut Setelan Tang Zhuang!!)
"Gaun ini, merupakan kebanggaan keluarga Kaisar Tang, dan juga para bangsawan di seluruh Kekaisaran Tang ini" Wanita Setengah Baya itu, menambahkan masih dengan penuh semangat patriotisme nya.
"Dikisahkan! Gaun ini, pertama kali dipakai oleh seorang wanita, yang konon dia adalah seorang Dewi Kayangan, yang turun dari Alam Langit" Wanita Setengah Baya itu, bercerita penuh semangat.
__ADS_1
"Kemudian Sang Dewi itu, di peristri oleh Sang Legenda Pendekar Dewa Langit yang bernama Tuan Zhuang Kun dan tinggal di Kekaisaran Tang ini" Wanita Setengah Baya itu, melanjutkan ceritanya penuh semangat.
"Sehingga akhirnya gaun ini, digemari keluarga Kekaisaran dan keluarga Bangsawan Tang, sampai terkenal dengan sebutan Gaun Tang Zhuang" Wanita Setengah Baya itu, mengakhiri cerita dengan senyum penuh di bibirnya.
"Tetapi, Nyonya! Apakah Nyonya tahu, Pria di depan Nyonya ini adalah Tuan Muda Zhuang, dari keluarga Zhuang!" Liu Tiansi menghentikan Wanita Setengah Baya itu, yang selalu penuh semangat dengan kisahnya.
Tiba-tiba Wanita Setengah Baya itu, berhenti dan diam, dengan mata membelalak dan mulut membentuk huruf " O ".
"Kau..! Kau..! Tuan Muda Zhuang. Dari keluarga Zhuang yang melegenda itu?" Wanita Setengah Baya itu, berucap dengan bibir bergetar.
Ada perasaan kagum, dan sedikit histeris dari raut mukanya.
"Nyonya! Apa yang kamu lakukan? Kami keluarga Zhuang, hanyalah warga kekaisaran sama dengan yang lain" Zhuang An menjawab Wanita Setengah Baya itu.
"Tidak! Wajah Tuan Muda, menunjukkan, jika Tuan Muda adalah keturunan Dewa" Wanita Setengah Baya itu, memandangi Zhuang An penuh kekaguman.
"Jika aku, adalah keturunan Dewa, lalu bagaimana dengan dua gadis cantik itu" Zhuang An menunjukan kearah Liu Tiansi dan adiknya Liu Xie.
Wanita Setengah Baya itu, memperhatikan wajah kedua Liu bersaudara dengan seksama, dan perlahan ia menjadi bertambah histeris.
"Jadi, mereka ini, juga keturunan Dewa?" Wanita Setengah Baya itu, berucap dengan wajah serius.
"Ya! Mereka adalah keturunan Dewa" Ucap Zhuang An dengan mantap.
"Och..!" Jawaban Zhuang An yang mantap, membuat Wanita Setengah Baya itu, ingin bersujud kepada mereka bertiga.
Sementara banyak para pelanggan dan pelayan, di toko yang besar itu, merasa bingung dan canggung.
Mereka membenarkan kata-kata Wanita Setengah Baya, pemilik toko itu, memperhatikan ke tiga orang muda di depan mereka, memang memiliki fisik dan penampilan yang layak disandang Dewa.
Belum lagi wajah dan aura mereka bertiga, betul-betul menghipnotis persepsi mereka semua.
__ADS_1
"Sudahlah,Nyonya! Bantu kami memilih pakaian yang bagus dan layak untuk kami bertiga!" Ucap Zhuang An memecah lamunan Wanita Setengah Baya tersebut.