PENDEKAR DEWA LANGIT

PENDEKAR DEWA LANGIT
22. Lima Jurus Sakti.


__ADS_3

Zhuang An masih terus mengelilingi ruang Pustaka Kitab, ia memeriksa beberapa kitab yang akan di sewa untuk dipelajari sebagai ketrampilan pendukung Jurus Pedang Elemen Angin.


Mulai dari Pukulan Tangan Seribu, Jurus ini adalah jurus tangan kosong yang mirip dengan Wing Chun, dengan kecepatan tangan dan kaki yang begitu terampil dan luar biasa.


Tendangan angin Topan, sebuah Jurus yang lebih menitik beratkan pada keahlian gerakan kaki, namun lebih mahir dan lebih bertenaga.


Bahkan jika pengguna memiliki tenaga dalam yang cukup atau tinggi, maka tendangannya akan memunculkan deru dibarengi dengan keluarnya angin yang menerpa bagai terjangan angin topan.


Jurus Pedang Bayangan, sebagaimana yang telah dijelaskan, jurus ini merupakan ilmu yang mengandalkan kecepatan, ketrampilan, dan gerakan yang misterius.


Tongkat Baling-baling, Sebuah jurus yang mengajarkan bagaimana mengendalikan tongkat seolah bagian dari tubuh kita.


Sehingga tongkat ini bisa berputar sangat cepat seperti baling-baling melindungi semua bagian tubuh pemilik atau terbang menyerang lalu kembali ke tangan.


Bahkan, jika pengguna memiliki tenaga dalam cukup tinggi, jurus ini bisa digunakan untuk terbang.


Tombak Delapan Penjuru Angin.


Zhuang An membolak-balik Kitab terahir, dia berpikir pernah mendengar nama jurus itu.


" Ach...itu hanya mirip namanya, tongkat delapan penjuru angin, milik Sekte Naga Hitam." Zhuang An bergumam sendiri.


Jurus Tombak Delapan Penjuru angin adalah ilmu tombak yang fleksibel dengan penguasaan ruang gerak meliputi delapan arah mata angin. ( Delapan Penjuru arah mata angin, dalam silat nusantara ).


Jurus Tombak Mata angin sangat handal, akan tetapi semua kembali pada tingkatan tenaga dalam pemiliknya.


Zhuang An menoleh pada Huang Liang:" Liang gege, aku sudah mendapatkan kitab-kitab yang akan menjadi pendamping Jurus Pedang Elemen Angin."


Huang Liang sedikit terkejut 3 kitab yang dipilih Zhuang An sama dengan yang dipilihnya dulu, jadi dia sudah menguasainya.


" Kau yakin sudah memilihnya dengan benar." Huang Liang bertanya.


" Emm..aku yakin." dengan wajah cerah Zhuang An menjawab.


" Baiklah.." Setelah selesai urusan dengan atmin mereka kembali ke asramanya Wisma 20 Pedang Elemen Angin.


Saat pagi buta gadis-gadis kecil sudah menunggu di ruang Simulasi Boneka Kayu, mereka hari ini, akan uji kemampuan di bawah bimbingan Huang Liang.


Wajah-wajah ceria penuh semangat 45, mengantri giliran menghadapi Sistem Pedang Boneka Kayu.

__ADS_1


Setelah beberapa jam, satu persatu mereka selesai menampilkan kemampuan masing-masing menghadapi Boneka Pedang dengan skor nilai memuaskan.


Berikutnya anak-anak mulai menantang menghadapi simulasi yang lebih tinggi. Dan semua berhasil melewati tingkat pendekar kelas tiga.


" Luar Biasa, ini prestasi tinggi." Huang Liang memuji.


Hingga satu jam kemudian seorang anak telah selesai menghadapi simulasi Boneka Pedang pendekar kelas dua


" An er, kali. ini kau tak bisa mengalahkanku, lihat sekor nilaiku." Han Mei tersenyum penuh semangat 45.


Semua anak bertepuk tangan untuk keberhasilan Han Mei mendapatkan sekor nilai 99, artinya gadis kecil ini sekarang sudah menguasai dasar Pedang Angin dengan sangat baik.


Zhuang An juga tersenyum dan bertepuk tangan, tapi dia ga mau kalah, bocah itu mengambil pedangnya dan melompat masuk ke Sistem Simulasi Pendekar.


Huang Liang kaget tak biasanya Adiknya ini mudah diprovokasi, dia hawatir Zhuang An kehilangan fokusnya.


"An er hati-hati." Huang Liang berteriak tegang.


Pasalnya Zhuang An mengambil langkah berani dengan memasuki Sistem Simulasi Pedang Ahli, selama ini dia belum pernah mencobanya.


Boneka Pedang bergerak cepat, perputaran pedang dan 40 boneka berpedang yang mengelilingi Zhuang An begitu cepat seperti gilingan yang menggilas gandum.


Zhuang An bergerak lincah di sela-sela boneka berpedang sekali-kali menangkis, menyelinap dan melompat.


Huang Liang sangat khawatir dia melihat ada tetesan darah di lantai. Tangan dan bahu Zhuang An tergores pedang boneka.


Huang Liang ingin menghentikan sistem boneka pedang, tetapi dia khawatir itu akan membuat Zhuang An kehilangan motivasinya.


Terlihat Han Mei dan Fang Dishi sangat tegang, bahkan gadis-gadis kecil yang lain tidak bersuara karena takut.


Dan.......setelah satu jam kemudian yang terjadi adalah...


"Aduuh." Zhuang An kakinya tersabet pedang.


Ia terjatuh, kemudian sebuah pedang mengarah leher dan dia menangkis, namun posisinya terpojok pedang terlempar.


Dua sabetan dan tusukan pedang mengarah padanya, bocah itu mati langkah dia panik, gadis-gadis kecil berteriak histeris.


Huang Liang berlari dengan cepat dia langsung memukul tombol sistem dengan kuat, namun pedang sudah sedikit menusuk leher Zhuang An, bocah itu tidak bisa bergerak.

__ADS_1


Darah mengucur dari lehernya. Sistem Boneka Pedang berhenti. Murid-murid wanita jatuh terduduk dengan lutut lemas.


Huang Liang melompat masuk kedalam sistem dengan berhati-hati dia melepaskan Zhuang An dari tusukan pedang boneka dan mengangkat adiknya itu keluar dari sistem.


Darah berceceran Zhuang An menekan luka lehernya. Luka itu tidak dalam akan tetapi karena di bagian sensitif menyebabkan darah yang keluar agak banyak.


Huang Liang segera menghentikan pendarahan dengan tenaga dalam.


Lalu memberi Zhuang An sumber daya penyembuh yang diberikan Gurunya Yang Chen. yaitu Butir Mutiara Energi. Butir tersebut satu-satunya yang dia miliki.


Huang Liang tidak ingin ada bekas luka pada Zhuang An karena hal tersebut akan sulit dipertanggungjawabkan di depan Gurunya Yang Chen.


Perlahan semua luka Zhuang An mengering dan mulai sembuh.


Huang Liang dan anak-anak membersihkan jejak darah sebelum pindah ke ruang baca.


Di ruang baca, Huang Liang menekankan agar peristiwa tadi menjadi rahasia mereka, karena jika ada yang tahu sudah pasti mereka akan mendapat hukuman.


Selanjutnya Huang Liang menjelaskan tentang sumberdaya penyembuh yang dipakai Zhuang An.


Ya itu Butir Mutiara Energi salah satu sumber daya penyembuh yang bisa mengobati dan menyembuhkan hingga mampu menghilangkan bekas luka yang diderita.


Kemudian mereka mulai membahas 5 kitab yang disewa Zhuang An dari Pustaka Kitab.


Huang Liang menjelaskan: Kitab Tangan Seribu adalah kitab ilmu tangan kosong yang mengajarkan keterampilan dan kecepatan kaki.


Sementara kalau Kitab Tendangan Angin Topan merupakan Jurus Tingkat Tinggi yang mengeluarkan seluruh potensi kekuatan kaki.


Jadi kedua jurus itu bisa saling melengkapi.


" Bagaimana dengan jurus Pedang Bayangan?." Han Mei bertambah penasaran.


" Kalau Jurus Pedang Bayangan adalah jurus Pedang yang memiliki kekuatan mistik, sehingga bisa bergerak dan menyerang dengan cepat dan misterius." Kata Huang Liang.


" Wuah hebat ya, bisa memiliki banyak kemampuan kalau belajar 5 kitab itu," Fang Dishi menambahkan.


Gadis-gadis Wisma 19 Pedang Angin sangat antusias dengan penjelasan Huang Liang.


" Jadi kami bisa gabung bersama dengan Zhuang An,?" mereka bertanya penuh harap.

__ADS_1


" Boleh, asal disiplin dan semangat," Kata Zhuang An.


Jadilah mereka mempelajari kitab-kitab tersebut bersama-sama dimulai pagi hari besok.


__ADS_2