PENDEKAR DEWA LANGIT

PENDEKAR DEWA LANGIT
123. Pedang Naga Angkasa


__ADS_3

Zhuang An segera merapikan meja batu di depan asramanya.


Tak lama kemudian Han Mei datang diikuti enam gadis lain nya.


"Cici Mei!" Teriak Zhuang Li Hua dengan gembira.


"Kau ada di sini Hua'er?" Ujar Han Mei.


Siang itu Han Mei dan teman-temannya bertemu dengan Zhuang An.


Tapi, entah mengapa mereka lupa dengan tujuan awal, untuk bertanya tentang ranah pendekar Zhuang An.


.


.


.


Beberapa hari kemudian, Fang Jin datang bersama semua anggota team nya.


Patriark Zhuang Shing, segera mengadakan pertemuan tingkat Tetua di Aula Sekte Pedang Langit.


*


*


*


*


Sementara di Sekte Istana Bunga, jati diri Zhuang An sangat sibuk dengan beberapa hal yang ingin dia hasilkan.


Siang hari mendampingi Fang Xiang dan Fang Dishi berlatih Kitab Sakti Dewi Bulan, malam hari sibuk meracik beberapa obat dan pil tingkat tinggi.


Selain itu, ia masih berencana untuk menempa batu bintang energi, demi mempersiapkan perang besar melawan iblis negeri Jie Xia.


Insting nya, sering kali terganggu oleh getaran aneh yang terjadi di wilayah Kekaisaran Tang.


Sehingga hal tersebut, membuat nya ingin menggunakan tekhnik amoeba.


Ya itu, tekhnik membagi diri menjadi beberapa orang yang sama.


Dengan begitu dia tidak perlu khawatir akan ada bahaya, yang menimpa orang-orang yang dicintainya, karena ia selalu ada di dekatnya.


Sebenarnya tekhnik itu, saat ini sudah dia gunakan. Akan tetapi hanya dua titik saja, ya itu dirinya yang ada di Sekte Pedang Langit dan satu lagi di Sekte Istana Bunga.


Dia merasa hal itu masih kurang, karena Zhuang An saat ini juga mengkhawatirkan perkembangan Sekte Merak Emas.


Setelah berpikir beberapa saat, akhir nya Zhuang An memutuskan untuk menggunakan tekhnik amoeba.


Satu berangkat ke Sekte Merak Emas, satu melakukan penyisiran keamanan di wilayah Kekaisaran Tang. Satu khusus fokus membuat pil dan menempa batu bintang energi.


Dan satu lagi keluar wilayah untuk menyelidik keadaan di beberapa negeri tetangga.


*


*


*


*


Di Sekte Merak Emas, Zhuang An muncul di tempat Zhang Yuan sedang berlatih.


Setelah satu bulan tidak bertemu, Zhuang An ingin segera mengetahui perkembangan muridnya ini.


Ternyata, Zhang Yuan sudah meningkat satu tahap lagi, mencapai puncak Pendekar Mahir.


Gadis itu, langsung berhenti dari latihannya, untuk memberi hormat pada Gurunya tersebut.

__ADS_1


"Zhang Yuan memberi hormat kepada Guru!" Ucap Zhang Yuan, seraya menunduk dan mengatup kan kedua tangannya.


"Iya! Aku terima!" Jawab Zhuang An, sambil menyentuh ubun-ubun Zhang Yuan.


"Kau berlatih sendirian, di mana Nona Liu Tianshi?" Zhuang An bertanya pada Zhang Yuan.


"Guru Liu, sedang bersama Matriark Xue" Jawab Zhang Yuan.


"Bagaimana dengan Shen Xiuying?" Tanya Zhuang An.


"Ying'er, baru dari sini. Dia sangat rajin" Ujar Zhang Yuan.


"Baguslah! Kalau begitu! Kau kemarilah! Ini ada sumber daya bagus!" Ucap Zhuang An.


Zhang Yuan menerima kotak merah, berisi dua pil racikan Zhuang An sendiri, untuk ranah pendekar mahir dan mumpuni.


"Sekarang telan yang agak kecil dulu! Aku akan membantu mu" Perintah Zhuang An pada murid nya.


"Siap! Guru!" Zhang Yuan menjawab cepat.


Setelah menelan pil tersebut, Zhang Yuan segera duduk di atas lempengan batu, untuk melakukan penyerapan dengan dibantu Zhuang An.


Dan tidak sampai satu dupa, Zhang Yuan telah menembus gerbang Pendekar Mumpuni tahap awal.


Zhang Yuan tersenyum cerah, dengan hasil tersebut. Gadis itu merasa sangat beruntung, telah naik empat tingkat dalam kurun waktu 45 hari.


"Terima kasih Guru! Guru baik sekali!" Zhang Yuan mengekspresikan kebahagiaan nya.


Zhuang An hanya tersenyum, melihat ekspresi murid nya, yang selalu bersikap sopan dan tulus itu.


*


*


*


*


Gadis kecil itu gembira, melihat guru nya ada di tempat tersebut.


"Guru..!" Shen Xiuying memberi hormat kepada gurunya tersebut


Zhuang An tersenyum ramah pada murid kecilnya itu.


"Ying'er! Kau sudah lebih tinggi sekarang?" Zhuang An berkata, dengan disertai senyuman.


"Benar guru! Ying'er saat ini, sudah lebih kuat" Ucap Shen Xiuying, dengan senyuman mengembang.


Ketika melihat Shen Xiuying, ingatan Zhuang An yang melekat adalah, saat pertama kali melihat si gadis kecil kurus dan lusuh sedang dihardik pemilik toko obat.


Saat itu Shen Xiuying yang kecil karena kurang gizi, ingin membeli obat tetapi tidak punya uang, hanya memegangi lukisannya. yang tidak dihargai orang.


Akhirnya, gadis kecil lusuh itu, meninggalkan toko di pinggir jalan dengan wajah bingung dan sedih yang begitu dalam, karena harus menanggung beban beratnya kehidupan saat masih belia.


Semua itu, membuat Zhuang An selalu ingin bisa melindungi dan menyayangi, bocah kecil yang kurang beruntung tersebut.


"Ying'er! Kemarilah!" Panggil Zhuang An.


Bocah tujuh tahun itu mendekat. Zhuang An memegang kedua pundaknya, dan memeluknya.


"Ying'er! Jika kau membutuhkan sesuatu sampaikan lah kepadaku! Aku ini sebagai guru dan juga orang tua mu!" Ucap Zhuang An pelan.


Zhang Yuan cukup memahami situasi itu, karena Shen Xiuying sering bercerita dalam beberapa hari terakhir.


"I..Iya Guru!" Jawab Shen Xiuying agak ragu.


Zhuang An memberikan satu kantong koin perak, dan satu kantong koin emas kepada Shen Xiuying.


Demikian juga kepada Zhang Yuan, Zhuang An juga memberikan satu kantong koin perak dan satu kantong koin emas.

__ADS_1


Selain itu, Zhuang An juga memberikan masing-masing dua set pakaian jadi, kepada kedua nya sebagai oleh-oleh.


.


.


.


.


Setelah itu, Zhuang An memberikan satu pil tingkat rendah kepada Shen Xiuying.


"Silahkan di telan dan duduk dengan tenang!" Perintah ZhuangAn.


"Siap Guru!" Jawab Shen Xiuying cepat.


Shen Xiuying segera menelan pil tersebut, dan duduk di lempengan batu sebelah Zhang Yuan.


Zhuang An mengulurkan tangannya, dan seberkas sinar kuning keemasan meresap kedalam punggung sikecil.


Tidak begitu lama telah selesai.


"Bagaimana rasanya?" Ucap Zhuang An.


"Nyaman Guru! Terasa berenergi" Jawab Shen Xiuying dengan senang hati.


.


.


.


.


"Zhang Yuan! Sekarang silahkan berlatih Jurus Kitab Dewi Li Chin yang diajarkan Nona Liu Tianshi! Aku akan melatih Shen Xiuying dulu dengan jurus pukulan tangan seribu" Ucap Zhuang An.


"Baik Guru!" Zhang Yuan segera bergerak dan mencabut pedang nya.


Lalu dengan cekatan dia menunjukkan gerakan yang indah, cepat dan berenergi.


Zhuang An terus memperhatikan gerakan Zhang Yuan dengan cermat.


Murid cantik itu tidak mengalami goyah ataupun tertekan, walaupun diperhatikan oleh guru yang dihormati nya.


Itu menunjukkan bahwa dia memiliki mental yang bagus.


.


.


.


.


"Yuan'er! Sebentar, kemari dulu !" Panggil Zhuang An menghentikan gerakan Si gadis.


Zhuang An mengeluarkan satu pedang pusaka dari cincin nya.


Gagang Pedang itu berbentuk kepala Naga Angkasa, dengan warna merah menyala.


"Jika engkau terus menggunakan pedang mu, untuk berlatih jurus Kitab Dewi Li Chin, lama-lama pedang mu akan retak dan kemudian hancur, karena tak mampu menahan energi murni" Ucap Zhuang An.


"Jadi, terimalah pedang pusaka tingkat tinggi ini! Pedang ini adalah pusaka ciptaan ku, terbuat dari logam meteor" Zhuang An memberikan pedang yang hebat, sebagai lambang Zhang Yuan telah diakui sebagai murid pribadinya.


.


.


.

__ADS_1


.


__ADS_2