PENDEKAR DEWA LANGIT

PENDEKAR DEWA LANGIT
148. Pewaris Sekte Srigala Kembar


__ADS_3

Zhuang An begitu menikmati daging rusa, yang ia panggang atau dalam bahasa lain di sebut Menjangan.


Rusa atau Menjangan selain lebih besar dari Kijang, daging nya memang lebih renyah dan lebih gurih, dari daging kijang maupun daging kambing.


Begitu juga, gadis dewasa yang berusia dua enam tahun dari ras iblis itu, juga sangat menikmati daging rusa panggang, ditemani anggur hangat pada guci di depannya.


Tanpa disadari, setengah paha rusa besar itu, telah dihabiskan sendiri.


Kemudian dia berkata, "Anak Muda! Aku memiliki beberapa rekan di bangunan tua, sebelah selatan. Kalau boleh, mereka aku bawakan daging rusa mu. Bagaimana?" Tanya Gadis Jie Jie.


"Tak masalah! lagian rusa ini memang terlalu besar. Tak akan habis kita makan berdua" Jawab Zhuang An.


"Kalau begitu, mari kita bawa kesana anggur dan daging rusa panggang ini!" Zhuang An segera membungkus rusa panggang itu, dengan daun dan dilapisi kain.


Kemudian pemuda itu, memanggul nya mengikuti Gadis Jie Jie, yang berjalan di depan nya.


Tak lama mereka segera, sampai di bangunan tua yang ditempati


Putri Fie. Dan ketiga senior Gadis Jie Jie, memandangi Zhuang An dengan pandangan menyelidik.


Sensorik mata mereka segera meneliti diri Zhuang An, dan mereka akhirnya berkesimpulan, bahwa pemuda itu tidak berbahaya.


Zhuang An segera meletakkan daging rusa panggang, yang masih baru di potong sebelah kaki nya itu, di meja batu di ruang tersebut.


"Mari-mari! Kita nikmati, daging rusa panggang yang masih sangat hangat ini!" Ujar Zhuang An dengan ramah, sambil mengeluarkan beberapa guci berisi anggur segar.


"Mari senior! Ini sangat lezat" Ucap Gadis Jie Jie, kepada ketiga seniornya.


Dari dalam bangunan muncul gadis kecil yang sangat cantik, ia mendekat ke arah daging rusa panggang itu.


"Aku, boleh makan?" Suara yang lembut muncul dari bibirnya yang mungil.


"Och! Adik cantik! Ayo makan saja! Rusa ini, dipanggang memang untuk dimakan" Ujar Zhuang An.


Gadis Jie Jie, dan Zhuang An memulai untuk menyantap daging paha, yang mulai tadi ada di tangannya.


Putri Fie dan tiga wanita ras iblis yang lain, juga mulai ikut memotong daging panggang, sebesar anak sapi itu.


*


*


*


*


*


Di Sekte Istana Bunga, Han Xiao dan Istri nya sedang berbicara serius. Hal itu, terkait dengan datang nya utusan dari Sekte Srigala Kembar, yang akan melamar Fang Xiang (Fang Hiyang), untuk Putra Patriark Sekte Srigala Kembar.

__ADS_1


Hal yang dipermasalahkan adalah status Patriark Sekte Srigala Kembar, yang diketahui sebagai orang licik dan semaunya sendiri, belum lagi ia juga dari aliran hitam.


Walaupun ia sendiri tak pernah, secara tegas menyatakan, bahwa diri dan Sekte nya beraliran hitam.


"Xiao'gege! Kita tidak bisa menerima lamaran Patriark Sekte Srigala Kembar, karena yang berhak atas kewenangan ini adalah, Kaisar sebagai ayah kandung Xiang'er" Istri Han Xiao, mengutarakan pendapat nya.


"Tentu saja! Kita tidak akan pernah menerima, lamaran Patriark Sekte Srigala Kembar. Apapun yang terjadi" Jawab Han Xiao tegas.


"Syukurlah! Jika, Xiao'gege sudah memutuskan seperti itu, Mei'er menjadi lega" Fang Mei, Istri Han Xiao mengutarakan perasaan nya.


"Mei'er, tenang saja! Kita punya kemampuan untuk menolak mereka secara tegas" Tambah Han Xiao, sambil mengelus punggung istri tercintanya itu.


Dari luar terdengar langkah beberapa orang, yang sedang mendekat ke arah ruang utama, kediaman Han Xiao.


Mereka adalah Zhuang An, Fang Xiang, Fang Dishi dan ke empat pengawal setia, gadis cantik tersebut.


"Xiang'er! Kau datang?" Istri Han Xiao. langsung memeluk cucu nya dengan erat.


"Ada apa nenek?" Tanya Fang Xiang dengan penasaran.


"Biar kakek mu, yang menjelaskan!" Jawab Fang Mei istri Han Xiao.


Zhuang An dan Fang Dishi saling pandang. Sedang kan Wu Ming, Qiao Jin, Zhu Fai dan Zhao Sheng hanya diam menunggu.


"Jadi, begini! Kakek yakin, ini berkaitan dengan kondisi tubuh istimewa, yang dimiliki Xiang'er. Kemarin ada utusan dari Sekte Srigala Kembar, yang menyampaikan surat, berisi tentang rencana mereka melamar Xiang'er, untuk Putra Patriark Sekte Srigala Kembar" Tutur Han Xiao.


"Namun, karena mereka orang-orang yang licik. Jadi, kakek yakin itu bukan tujuan yang sebenarnya. Oleh karena, Kakek dan Nenek mu memutuskan untuk menolak lamaran tersebut" Tutup Han Xiao sambil mengelus ujung kepala, cucunya yang cantik itu.


"Jadi, kapan mereka datang kemari, Kakek?" Zhuang An menjadi penasaran, dengan kabar lamaran dari Patriark Sekte Srigala Kembar.


Mereka datang satu minggu lagi, aku berharap kalian siapkan mental, untuk menghadapi kemungkinan yang terjadi.


"Dan untuk kalian berempat, harus siap setiap saat dibutuhkan!" Han Xiao berkata sambil melihat kearah Wu Ming dan ketiga rekannya.


"Siap! Patriark Han!" Jawab Wu Ming dan ketiga rekannya.


*


*


*


*


*


*


*

__ADS_1


"Sepertinya, Pewaris Sekte Srigala Kembar ini, adalah pemuda yang cukup berbakat. Aku mendengar, ia pernah memasuki hutan alam lain sendirian" Fang Dishi, berbicara di samping Zhuang An.


"Och! Hutan Alam lain? Aku tak pernah mendengar istilah hutan seperti itu?" Fang Hiyang, sedikit penasaran.


"Itu! Hutan lebat yang berada di sebuah pulau terpencil, sangat jarang orang yang berani kesana. Karena tempat itu, bersambung dengan alam lain" Zhuang An memberi penjelasan, untuk gadis kesayangan nya itu.


"Emm..! Begitu! Kapan-kapan, kita kesana yuuk!" Fang Xiang (Fang Hiyang) memeluk lengan Zhuang An.


"Xiang'er! Ingin kesana?" Tanya Zhuang An dengan lembut.


"Iya! Aku, ingin mencoba pengalaman yang agak ekstrim" Jawab Fang Xiang.


"Baik! Tapi, selesai kan dulu latihan mu!" Ucap Zhuang An, sambil mengelus ujung kepala gadis cantik itu.


"An'er! Kau, kemarin bilang, akan mengajarkan cara mengeluarkan potensi maksimal, Pedang Phoenix Es? Jadi, kapan itu?" Fang Dishi, sedikit menuntut sesuatu.


"Hari ini! Juga bisa. Tapi, jangan takut nanti ya!" Ucap Zhuang An, dengan sedikit tertawa.


"Memang, itu sangat mengerikan, ya?" Tanya Fang Dishi


"Kurang lebih, seperti itu! Kita lihat saja, nanti. Cici! Pasti sangat terkejut" Jawab Zhuang An serius.


Fang Dishi terdiam, ia jadi memikirkan se mengerikan apa sih, pedang yang telah menjadi milik nya itu.


.


.


.


.


"Och! Ya! Xiang'er! Senjata apa yang paling engkau inginkan? Pedang? Kipas? Tombak? Atau jenis yang lain?" Zhuang An, tiba-tiba bertanya seperti itu.


Fang Xiang, langsung berhenti dari langkahnya dan memandang Zhuang An dengan serius. Ia merasa ada yang sedikit aneh, dengan pertanyaan seperti itu.


"Mengapa, gege bertanya seperti itu?" Tanya Fang Xiang.


"Karena, gege akan membuat kan, senjata khusus untuk gadis cantik tercinta ini" Ucap Zhuang An, dengan mengecup kening Si cantik.


"Benarkah? Kalau memang begitu, Xiang'er akan pikirkan lebih dulu" Jawab gadis kesayangan Zhuang An itu, dengan senyum indahnya.


.


.


.


.

__ADS_1


.


.


__ADS_2