PENDEKAR DEWA LANGIT

PENDEKAR DEWA LANGIT
72. Memori Bibi Xue Yuelin


__ADS_3

Bibi Xue Yuelin



"Tuan Pendekar! Mohon ampuni nyawaku! Aku, benar-benar ingin memperbaiki diri!" Pendekar Aliran Hitam itu sampai bersujud berkali-kali.


Walaupun, dia Pendekar Aliran Hitam, tetapi dia juga belum pernah, menyaksikan kematian hingga menjadi buih dan itu terjadi di depan mata. Sehingga nyalinya betul-betul habis.


Zhuang An, mendekati Pria itu, kemudian menarik energi Perisai Kubus Pembalik Serangan, serta menotok Pendekar Aliran Hitam, hingga tak bisa bergerak.


Zhuang An menaruh tangan kanannya di atas kepala Pendekar Aliran Hitam itu, dan menyerap esensi kependekarannya, Pria itu bergetar hebat, hingga meneteskan keringat sebesar jagung- jagung.


" Sekarang! Kemampuan mu, tinggal setingkat ranah Pendekar Ahli" Zhuang An memberi tahu kondisi kemampuan Pendekar Aliran Hitam tersebut.


Setelah itu, Zhuang An membentuk segel yang rumit di udara dan kemudian segel tersebut masuk dikepala bagian belakang Pendekar Aliran Hitam yang tinggal tersisa satu ini.


"Aku, memberi mu kesempatan untuk hidup, tetapi aku menjatuhkan ranah kependekaran mu menjadi setingkat Pendekar Ahli. Selain itu, aku juga menanam segel peringatan di kepala mu" Kata Zhuang An memberi tahu.


"Terimakasih! Terimakasih Tuan Pendekar!" Pendekar Aliran Hitam itu mengucapkan dengan serius.


Tetapi, Zhuang An meneruskan ucapannya yang cukup menakutkan.


"Jika, kau berkhianat, maka, kepala akan meledak. Jika kau berbuat jahat atau semacamnya, kepala mu juga meledak. Dan jika kau menjual informasi ataupun mencuri, kepala mu juga meledak". Zhuang An berbicara dengan serius dan sungguh-sungguh.


Ekspresi Pendekar Aliran Hitam tersebut, menjadi rumit dan khawatir, tetapi dia tetap mengucapkan terimakasih.


" Terima kasih-terima kasih! Tuan Pendekar!" Ucap Pendekar Aliran Hitam.


"Sekarang, pergilah!" Zhuang An mengucapkan dengan tenang.


Pendekar Satria yang turun ranah menjadi Pendekar Ahli itu, segera meninggalkan tempat itu.


Sementara, Zhuang An mengambil mayat Pendekar Aliran Hitam, yang ia patahkan lehernya, dan memasukkannya kedalam lubang yang dibuat Pendekar, yang terbunuh menjadi buih es salju.


Setelah itu, menguburnya di situ. Ketika, semua sudah beres, Zhuang An mendekati Bibi Xue Yuelin.


" Bibi Xue! Bibi, betul-betul lupa padaku? Aku An er, putra dari ibuku, Xue Neira.." Zhuang An, memberi penjelasan tentang jati dirinya, dengan menyebut nama ibu kandungnya.

__ADS_1


" Och...?!" Hanya itu, yang terucap di bibir Bibi Xue Yuelin yang manis itu.


Ekspresi keterkejutan, muncul di wajah Wanita cantik ini, seakan tidak percaya, jika pemuda super di depannya adalah keponakan nya.


Matriark Sekte Burung Merak Emas tersebut, perlahan menyentuh dua pundak Zhuang An dengan kedua tangannya.


Dia tidak percaya, bocah kecil yang dulu sering digendong nya itu, sekarang telah tumbuh menjadi pemuda, yang begitu gagah dan tampan. Lebih-lebih, dia sekarang telah menjadi Pendekar yang luar biasa.


" An er! Ini benar-benar kamu kan Nak..?! Suara Bibi Xue Yuelin agak bergetar bercampur dengan perasaan haru biru.


Pertemuan nya dengan Zhuang An kali ini, menggugah semua memori tentang adik kecil nya, yang begitu dia sayangi, dan selalu dia lindungi.


Ketika itu, gadis kecil, yang begitu manis dan imut juga menggemaskan yang selalu lucu serta membuat gembira seluruh keluarga.


Kemana-mana selalu mengikuti dirinya, hingga mereka dipisahkan oleh pernikahan masing-masing, namun demikian, ia masih sering mengunjungi adik nya yang saat itu memiliki putra lucu dan menggemaskanz, ya itu Zhuang An kecil.


Sayang, semua kebahagiaan itu sirna setelah adik tercinta meninggal dunia.


Ditambah lagi, kabar buruk penyerangan oleh Sekte Aliran Hitam, yang membumi hangus kan desa tempat tinggal Zhuang An kecil, membuat harapan untuk menemui keponakan kecil nya, yang sudah ia anggap sebagai putra nya sendiri menjadi musnah.


Hari ini, tanpa dia duga, tanpa ia sengaja malah bertemu dengan Zhuang An, yang selalu ia anggap sebagai penganti adik tercinta nya Xue Neira.


Perlahan, butiran-butiran air mata, menetes di pipi Bibi Xue Yuelin, dan dengan penuh perasaan dia memeluk Zhuang An.


" An er! Bibi tak menyangka bisa bertemu dengan kamu lagi, Bibi pikir kamu sudah tiada" Suara Bibi Xue Yuelin terdengar serak dan berat, karena tertekan oleh perasaan yang bercampur sedih sekaligus haru.


" Bibi! An er, ada di sini, masih sehat sentosa" Zhuang An menjawab kata-kata Bibi Xue Yuelin dengan bahagia.


Dua Tetua Sekte Burung Merak Emas, segera bangkit dari duduknya dan mendekati Bibi Xue Yuelin dan Zhuang An.


Mereka, merasa ikut bahagia dengan kebahagiaan Matriark Sekte Burung Merak Emas, yang menemukan keponakan tercinta.


***



Xue Yueyin, sepupu Zhuang An

__ADS_1


Sementara di tempat lain...


Semenjak Lima gadis, murid-murid Sekte Burung Merak Emas, berlari meninggalkan tempat pertarungan.


Awalnya, mereka merasa aman, karena tidak ada yang mengejar , tetapi perasaa aman itu tidak terlalu lama, sebab setelah beberapa waktu berikutnya mereka merasa ada yang sedang mengejar, dan itu benar ketika terdengar suara Pendekar Aliran Hitam.


" Hahhahaa...! Mau lari kemana kalian..!? Seorang Pendekar Aliran Hitam meledek dari belakang mereka.


Mendengar suara ini, lima gadis, murid-murid Sekte Burung Merak Emas, menjadi panik mereka berlari lebih cepat lagi, tetapi sebuah serangan angin Tekhnik perubahan energi, menghantam mereka berlima.


" Whuuus"


" Duuaar"


" Aaaach.." Jeritan kesakitan dan terkejut gadis-gadis muda itu menjadi satu.


Lima gadis, murid-murid Sekte Burung Merak Emas itu, terlempar ke depan dua tombak, dengan darah mengalir dari sudut mulut mereka.


" Siaocia! Kau tidak apa-apa?" Seorang gadis, yang paling tua umur nya, berusaha membantu gadis paling muda.


"Aku, ga papa, Cici..!" gadis muda yang tak lain adalah Xue Yueyin menjawab dengan mulut berdarah.


Walaupun, serangan tersebut, hanya menggunakan energi yang tidak terlalu kuat, tetapi itu sudah çukup untuk membuat mereka terluka dalam.


Lima gadis, murid-murid Sekte Burung Merak Emas, berusaha untuk bangkit, tetapi dua orang Pendekar Aliran Hitam, sudah berada di depan mata mereka.


Dengan wajah sinis dan kejam, mereka menyeringai, kemudian dengan kasar mereka bermaksut untuk menotok Lima gadis, murid-murid Sekte Burung Merak Emas tersebut.


Melihat kenyataan di depan mata, membuat bayangan Zhuang An, mengedipkan mata, dan keluarlah sinar putih melesat dengan cepat, menyambar dua orang Pendekar Aliran Hitam.


"Zhuuut"


" Dheess"


Dua orang Pendekar Aliran Hitam, terkena hantaman angin yang keras, hingga jungkir balik kedepan beberapa tombak jauhnya.


Seteguk darah keluar dari mulutnya, tulang-tulang terasa patah. Wajah mereka mengekspresikan rasa tidak percaya, tidak merasakan ada energi di sekitar mereka, tetapi tiba-tiba ada yang menyerang mereka begitu rupa.

__ADS_1


Zhuang An, muncul dengan melayang ringan di udara, penuh kestabilan dan aura yang luar biasa, perlahan turun dengan tenang di dekat Xue Yueyin.


" Apa kabar ? Cici Yueyin..! Zhuang An, menyapa kakak sepupunya.


__ADS_2