
Semenjak Zhuang An menguasai kitab pedang angin dan 5 kitab sakti lainnya, pemuda tanggung itu hanya fokus menyerap energi murni menggunakan Batu Bintang setiap hari agar bisa masuk ke alam energi.
Hanya kadang-kadang Zhuang An menyempatkan diri untuk menyerap tenaga dalam.
Ditopang dengan kwalitas tulang yang hebat sejak lahir, menyebabkan detik ini Zhuang An sudah memiliki kemampuan yang sangat tinggi.
Pemuda tanggung itu sudah setingkat dengan pendekar satria, walaupun belum melakukan penempaan tulang, dengan energi murni sebanyak 13 000 ME. dan tenaga dalam 5 000 ME. Jumlah yang cukup untuk menembus Alam Energi.
Saat ini secara tehnik kemampuan Zhuang An tidak kalah dengan kemampuan Yang Chen.
Namun demikian pemuda tanggung itu tidak kehilangan rasa hormat pada Gurunya tersebut, bahkan lebih menghormati Guru yang telah banyak membantunya itu.
Tanpa terasa waktu berjalan begitu cepat sekarang ini sudah tanggal 1 bulan Phalguna 110 tahun saka.
Artinya 8 minggu lagi gerbang Alam Energi akan terbuka.
Pagi itu Yang Chen mengajak Zhuang An menemui Ketua Sekte, dan ternyata Zhuang Shing sudah menunggu dengan beberapa persiapan.
" An er, kamu sudah siap.?". Zhuang Shing Langsung bertanya.
" Sudah Ketua." Zhuang An menjawab dengan hormat.
Setelah semuanya siap Zhuang An didampingi Yang Chen dan juga Ketua Sekte berangkat menuju hutan siluman.
Ketiganya tidak mengendarai kereta ataupun naik kuda, akan tetapi mereka melesat menggunakan kesaktiannya.
Tubuh mereka melayang satu meter di atas bumi hanya sesekali kakinya memijak tanah untuk kemudian melesat dengan cepat.
Zhuang Shing adalah pendekar satria gerbang 8 puncak, bahkan bisa dibilang ia adalah pendekar nomer satu di Wilayah Kaisar Tang ini, sehingga dia bisa bergerak begitu ringan dan cepat.
Sebenarnya Zhuang Shing bisa saja terbang tinggi lewat udara, tetapi ia memilih berlari melesat untuk melatih gerak tubuh Zhuang An dalam menempuh jarak yang jauh.
Yang Chen juga mengalami peningkatan yang signifikan Tetua Wisma 20 itu telah mencapai gerbang ke 7 dari tingkatan pendekar satria.
Sementara Zhuang An juga telah mencapai kemampuan pendekar tingkat tinggi walaupun belum menempa tulang dan lainnya.
Setelah menempuh perjalanan selama 3 minggu pada ahirnya mereka sampai di sebuah daerah sejuk dan ramai yang terkenal dengan sebutan Daerah Air Jernih, ya itu daerah Nan Men.
Zhuang Shing mengajak berhenti di sebuah kedai yang cukup besar. Kedai itu halamannya luas, terdapat beberapa
kuda yang ditambatkan di sana.
Di dalam ada beberapa orang yang cukup ramah sedang menikmati menu santapan siang.
Setelah menerima pesanan Zhuang An menikmati hidangan tanpa memikirkan sekitarnya, ia begitu lahap dengan menu siang itu.
Ketika santapannya hampir habis tiba-tiba ada 7 orang berperawakan besar dan kekar masuk dengan suara keras.
__ADS_1
" Pelayan, siapkan makanan!." Salah satu pria tinggi berteriak lantang.
' i...iya.." Seorang pelayan ketakutan.
Beberapa pelayan segera mengantarkan makanan dengan sikap menunduk.
" Mana tuaknya.?" Bentak pria codet yang terdapat luka melintang di dahinya.
" Tuaknya habis tuan." pria bagian kasir menjawab dengan hati-hati.
" Kurang ajar, jangan bermain-main kamu." Pria muda dengan luka di dahi itu berdiri menghampiri kasir.
Dia menarik kerah baju kasir pria setengah baya tersebut.
Para pengunjung kedai tampak diam merasa takut melihat adegan-adegan tersebut.
Zhuang An berdiri dan menghampiri pria codet itu. Zhuang Shing dan Yang Chen memperhatikan sikap Zhuang An, tetapi diam dan membiarkannya.
" Sabar tuan, jangan kasar seperti itu." Zhuang An mencoba menengahi.
Pria codet itu menoleh : " Jangan ikut campur."
" Tuan jangan berlebihan, sebaiknya lepaskan dia, kasihan pak tua ini." Zhuang An mencoba mengajak untuk bernalar.
Pria codet itu tersinggung ada bocah berani menegurnya, dia melepaskan kasir tua itu, dan menarik kerah Zhuang An dengan kasar.
Melihat hal tersebut pria tinggi hitam mencabut pedangnya dan menyerang Zhuang An, bocah itu dengan mudah menghindar dan keluar kedai, namun pria tinggi terus mengejarnya.
Sementara 5 orang lainnya masih menikmati hidangan dengan tenang tidak peduli dengan keributan temannya.
Zhuang Shing dan Yang Chen memperhatikan sikap 5 orang tersebut.
" Sepertinya mereka memiliki ilmu jauh lebih tinggi dari dua orang itu." Yang Chen bersuara ringan.
" Benar, sepertinya begitu, dari kalung yang dia pakai aku menduga dia pimpinan Singa Lembah Neraka." Zhuang Shing menimpali.
Di luar kedai Zhuang An dikeroyok pria codet dan pria hitam tinggi.
Pemuda tanggung itu hanya menghindari dengan santai semua serangan kedua orang tersebut.
" Kau pikir bisa menghindari semua seranganku." Pria codet itu mengambil serbuk racun kemudian melemparkan kearah Zhuang An.
Pemuda itu mengalirkan energi murni ke kakinya kemudian dengan tehnik perubahan jenis mengubahnya menjadi Tendangan Angin Topan.
"Huus...dess..."
Serbuk racun berbalik arah bersama angin yang menderu mengenai pria codet dan pria tinggi hitam itu.
__ADS_1
Kedua pria itu terjengkang ke belakang hingga 3 meter tubuhnya terkena serbuk beracun, matanya menghitam terpejam menahan perihnya racun.
" Itu akibatnya kalau suka bermain racun." Zhuang An menghardik musuhnya.
Melihat dari dalam 3 orang yang sedang makan meninggalkan mejanya mendekati Zhuang An.
" Anak muda, beraninya kau berurusan dengan Singa Lembah Neraka ." Salah seorang tinggi gempal mengambil senjatanya berbentuk sepasang cakar dengan gagang panjang.
Pria itu menyerang Zhuang An dengan garang, bocah itu segera mencabut pedangnya untuk menangkis dan menghindar.
Dari beberapa serangan yang dilakukan, Zhuang An bisa mengukur musuhnya berada di tingkatan pendekar mumpuni.
Zhuang An mulai memainkan jurus pedang bayangan membuat lawannya kerepotan, dan dengan satu serangan berikutnya dia berhasil menyabetkan pedangnya kedada pendekar tersebut.
" Aach..." Suara jeritan pria itu.
Pria gempal tersebut berusaha menekan lukanya dan menghentikan pendarahan.
Menyaksikan rekannya terluka parah kedua temannya segera menghambur menyerang Zhuang An dengan ganas.
Pemuda belia itu menyambut serangan kedua lawannya dengan tenang, menggunakan tehnik pedang bayangan dan tenaga dalam tinggi tidak kesulitan untuk menghadapi dua pendekar mumpuni sekaligus.
Sementara dua orang pimpinan singa lembah tengkorak baru selesai menghabiskan beberapa porsi makanannya.
Melihat pertarungan anggotanya, mereka keluar setelah puas menghabiskan santapannya.
Zhuang Shing dan Yang Chen tetap tenang memperhatikan semua yang terjadi.
Dengan memperhatikan aura energi dua orang yang baru keluar, keduanya bisa mengukur kedua pimpinan singa lembah neraka tersebut berada di tingkatan pendekar satria gerbang 5 dan 6.
Zhuang Shing dan Yang Chen masih memperhatikan semuanya dengan teliti.
" Aku ingin melihat batas kemampuan An er menghadapi mereka." Zhuang Shing berkomentar.
" Ketua, An er memiliki kemampuan hebat yang bisa diandalkan, kita tidak perlu khawatir," Yang Chen memberikan pandangannya, Walaupun pemuda itu baru berumur 10 tahun tapi fisiknya sama dengan pemuda umur 16 tahun dan kemampuannya sudah sangat tinggi.
Sementara Zhuang An dengan jurus pedang bayangan berhasil membuat dua musuhnya yang setingkat pendekar mumpuni keteteran.
Dengan mendekatnya dua pimpinan mereka membuat Zhuang An berpikir lebih cepat.
Jika dua orang ini tidak segera ia bereskan nanti bisa membuat dirinya kerepotan.
Zhuang An menggunakan jurus bayangan tingkat 12 dengan cepat pedangnya bergerak menjadi beberapa bayangan hingga membuat musuhnya bingung dan dengan kecepatannya ia berhasil menusuk jantung kedua musuhnya.
" Jruss...jruss."
Kedua musuhnya yang pendekar mumpuni itu terkapar bersimbah darah, pimpinannya yang sudah mendekat terkejut dengan kejadian cepat tersebut, mereka marah dan segera mengambil senjata maut.
__ADS_1
Zhuang An segera bersiap, dia sudah pernah mendengar cerita tentang kehebatan dan kekejaman Singa Lembah Neraka, jadi dia tidak ingin sembrana.