PENDEKAR DEWA LANGIT

PENDEKAR DEWA LANGIT
159. Pertarungan Di Gerbang Barat


__ADS_3

Zhuang An melanjutkan langkahnya, untuk menyisir wilayah pemukiman penduduk, Klan Zhu yang cukup luas itu.


Ia khawatir, ada kelompok pasukan aliansi yang mengganggu penduduk, terutama anak-anak dan wanita.


*


*


*


Sementara, di arena pertempuran gerbang sebelah barat, yang merupakan posisi belakang, dari wilayah Klan Zhu.


Di tempat itu, pasukan pendekar Klan Zhu, hanya ada 4 ribu orang, menghadapi 15 ribu musuh dengan tingkat berbeda-beda. Sungguh sesuatu, yang mustahil untuk di menangkan.


Sekarang mereka telah saling berhadapan. Pendekar-pendekar Klan Zhu, agak ragu untuk menyerang, melihat musuh yang begitu banyak, dan tampak kuat-kuat.


"Menyerah lah! Agar tak merepotkan kami. Lihat perbedaan kekuatan kita?" Seorang Komandan, pasukan aliansi menggertak.


"Jangan ada yang menyerah! Ingat! Nasib keluarga kita, ada ditangan kita semua!" Seorang Pendekar Mumpuni, Klan Zhu memperingatkan teman-teman nya.


"Baiklah! Kalau itu, pilihan kalian, kami tak akan segan lagi..hahahaa...Serang..!" Teriak Komandan Pasukan Aliansi.


Tak dapat dielakkan lagi, pertempuran pun, segera terjadi.


Namun, ketika mereka akan bergerak menyerang lagi, 10 bayangan putih turun dari langit.


"Zhuuut" "Zhuuut"


"Jlek" "Jlek" "Jlek" "Jlek"


Semua orang menjadi. terkejut, mereka kaget dengan cara kedatangan orang, yang memakai jubah Sekte Pedang Langit.


Diri Zhuang An yang berjumlah 10 orang, turun di arena itu.


"Sekte Pedang Langit!" Teriak beberapa pendekar Klan Zhu, merasa girang.


Mereka merasa mendapat kan harapan, setelah di awal merasa ngeri, dan ketakutan dengan musuh yang ada.


"Sekte Pedang Langit" Desis, Komandan Pasukan Aliansi.


"Kami, tidak takut dengan kalian! Lihatlah! Pasukan kami, akan menggilas siapa pun, yang berani menghalangi kami!" Teriak Komandan Pasukan Aliansi.


"Kalian hanya, menang jumlah. Lihatlah! Kemampuan kalian yang lemah!" Jawab Zhuang An dengan keras.


"Dess" Ledakan energi dari 10 tubuh Zhuang An, membuat mereka kaget dan syok.


Tubuh mereka menjadi, lemas. Namun, Zhuang An tidak berhenti di situ. 10 Tubuh Zhuang An bergerak, mengangkat tangan kanannya.


Sinar kuning keemasan, melesat membungkus ratusan pendekar kelas bawah.


Dalam beberapa detik berikut nya, ratusan pendekar kelas 1, 2 dan 3 itu pun pingsan kehilangan vitalitasnya.


Sepuluh tubuh Zhuang An bergerak bersama, sehingga ia benar-benar, menumbangkan ratusan. Bahkan! Lebih dari seribuan pasukan aliansi, dalam satu kali gerak, telah jatuh pingsan.


"Bedebah! Tak kan ku biarkan, kau melakukannya!" Teriak Komandan Pasukan Aliansi, marah.


"Hentikan dia! Jangan dibiarkan dia menumbangkan teman-teman kita! Serang bersama-sama!" Teriak Komandan yang lain.


Lebih dari 50 Pendekar, tingkat Satria Puncak, menggebrak ke arah 10 tubuh Zhuang An, secara bersama-sama.


Mereka menyalurkan energi, untuk menyerang jarak jauh.


"Wuuss"


"Wuuss"


"Wuuss"

__ADS_1


Zhuang An dengan mudah, menangkis dengan jentikan jari kiri nya,


"Deess"


"Deess"


"Deess"


Sementara, tangan sebelah kanan, masih aktif melumpuhkan pasukan, pendekar aliansi kelas bawah.


Komandan pasukan Klan Zhu, dan juga para pendekar yang dipimpinnya, menjadi terpana, dengan apa yang mereka lihat di depannya.


Perasaan gembira, bercampur dengan kekaguman menyelimuti hati mereka.


"Och! Ini! Luar biasa!" Ucap Komandan Klan Zhu.


"Pendekar Sekte Pedang Langit, sungguh luar biasa!" Pendekar Klan Zhu yang lain, ikut terkagum.


Puluhan pendekar Satria tingkat puncak pasukan aliansi, kembali menyerang lebih ganas lagi, mereka menyerbu dan mengeroyok.


Setiap tubuh dari Zhuang An, dengan mudah mengelak, dan membalas dengan jentikan jari.


"Zhuuut" "Zhuuut"


"Zhuuut" "Zhuuut"


"DAARR" "DAARR"


"DAARR" "DAARR"


Tujuh Pendekar Satria, tingkat puncak. Terpelanting dan pingsan, disambar energi serangan Zhuang An. Kondisi mereka cukup parah, karena ada luka yang menembus tubuhnya.


Zhuang An, masih terus berusaha melumpuhkan, pasukan aliansi yang jumlahnya cukup besar itu.


"Terus serang dia! Jangan diberi kesempatan untuk jeda!" Teriak Komandan Pasukan Aliansi.


Puluhan pendekar satria, menyerbu Zhuang An, lebih intens.


"Komandan! Apa yang akan kita lakukan?" Pendekar dari Klan Zhu, merasa bingung apa yang harus mereka lakukan. Menonton saja, atau ikut bergerak.


"Baiklah! Kita bergerak menyerang, bentuk Formasi Bintang!" Perintah Komandan Klan Zhu.


Para pendekar Klan Zhu, menjadi sangat bersemangat, kali ini. Karena, harapan untuk menang cukup besar.


*


*


*


*


*


Sementara di tempat lain, empat pengawal Putri Fie, yang bermaksud melumpuhkan, para pemimpin tertinggi aliansi, di hadang ratusan pendekar berkemampuan cukup tinggi.


Agak ironis, peperangan itu dianggap sebagai sebuah hiburan, dan peregangan tubuh, bagi keempat pengawal tersebut.


Sehingga, mereka hanya menggunakan kemampuan tingkat rendah, setara dengan pendekar satria atau kadang setingkat pendekar tingkat bumi, agar betul-betul merasa cukup puas, menggerakkan badan mereka dalam pertempuran ini.


"Kalian, ingin mendekati pemimpin kami, langkahi kami dulu, jika mampu!" Teriak, seorang Pendekar Satria tingkat puncak.


"Och! Begitu? Aku tak akan sungkan jika, seperti itu!" Respon Jie Jie, dengan senyum manis nya.


"Hiaaat"


Jie Jie, menyerang dengan semangat.Tubuhnya melayang kedepan, dengan pedang di tangan berselimut api biru.

__ADS_1


"Och! Serangan yang mematikan!" Teriak Pendekar Satria, tngkat puncak, saking kagetnya.


Ia tak menyangka, lawan nya, punya kemampuan hebat seperti itu. Pendekar itu, menghindar dengan secepatnya.


Namun, Jie Jie tak berhenti, telapak kiri nya memancarkan sinar biru menyambar Pendekar yang belum siap menghindar itu.


"Wuuss"


"DARR"


"UACK" Jerit Pendekar Satria, tingkat puncak terkena sambaran sinar api di punggung nya.


Darah muncrat dari mulutnya, ia kehilangan keseimbangan sebelum akhirnya, tumbang di tanah.


*


*


*


*


*


Di posisi lain:


"Ingin, melawan pimpinan kami? Jangan harap! Karena aku, akan menjajal kemampuan mu, lebih dulu!" Pendekar Satria, pendamping pimpinan Kelabang Beracun. Menghardik Kepala Pengawal Putri Fie.


"Majulah! Jika ingin menjajal kemampuan, aku juga ingin tahu, seberapa dalan kesombongan mu?!" Sahut, Kepala Pengawal Putri Fie.


"Ahahahaa! Boleh, juga bahasa mu. Terima lah! Serangan tombak petirku ini! Jiiiaat!" Teriak Pendekar, pria itu.


Melihat serangan yang ganas itu, Kepala Pengawal Putri Fie, yang memiliki nama Jia Xin itu, hanya menangkis, menggunakan Jarinya yang dilapisi Api Emas.


Jelas sekali, keterkejutan dialami Pendekar Satria, pendamping Pimpinan Kelabang Beracun.


Awalnya, ia berpikir akan mampu mengimbangi kemampuan Pendekar Wanita di depannya. Namun, kenyataan membuat ia harus mengalami nerves, yang begitu berat.


Serangan hebatnya, terasa dianggap mainan oleh lawannya.


"Siapa, dia sebenarnya? Aku tak pernah mendengar nama pendekar wanita ini, sebelum nya" Batin pria itu.


"Ada apa? Mengapa kaget?" Sindir Jia Xin, sambil tersenyum.


"Kau..! Kau, siapa sebenar nya?" Tanya Pendekar Pendamping itu.


"Sekarang, giliran ku untuk tertawa! Hahahaa..!" Suara tawa Jia Xin, melengking, membuat orang-orang yang sedang bertarung, berhenti sejenak.


"Siapa dia, sebenarnya? Suara tawa nya, mengandung energi yang begitu kuat" Tanya, Pimpinan Kelabang Beracun.


"Mungkin, dia orang dari Sekte Pedang Langit, teman pria nya, memakai jubah Sekte Pedang Langit" Jawab Penasehat, Pimpinan Kelabang Beracun.


.


.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


.


.


__ADS_2