
Mendengar penjelasan yang cukup menarik, Zhuang An percaya tentang apa yang dituturkan mereka berdua, karena Zhuang An sudah mengecek melalui review yang dilakukannya beberapa waktu yang lalu, menggunakan tekhnik mantra dewa dan sinar mata dewa.
Hanya saja Zhuang An, mulai merasa bersalah karena melabeli dua ke indah an ini, dengan sebutan siluman.
Karena menurut Zhuang An, mereka berdua ini tidak layak disebut sebagai siluman sebab pertama, karena asal mu asal dari penciptaan mereka justru berasal dari dewa, tepatnya air mata dewa. Ini artinya mereka tidak pernah dilahirkan oleh siluman manapun yang ada di dunia ini, justru fisik mereka lebih identik dengan para dewi kayangan.
Yang kedua, Aura dan juga energi mereka bukan aura siluman dan bukan energi siluman. Bahkan! Aura mereka adalah Aura dewi. kayangan dan energi mereka juga energi murni dewi kayangan. Jadi, dari sini mereka tidak layak disebut siluman.
Yang ketiga, mental dan karakteristik sifatnya tidak ada sedikit pun yang identik dengan siluman misal seperti pemarah, menjadikan manusia sebagai kurban, minum darah dan semacamnya. Tapi justru mereka begitu penuh kasih sayang dan beretika.
Melihat itu semua, Zhuang An lebih memandang mereka sebagai Peri atau bahkan Dewi Kayangan.
"Nona! sejak kapan ruang besar yang di tengah itu disegel?" Zhuang An bertanya pada Eksistensi Kelinci Salju Putih Berbulu Panjang.
"Tentang hal itu, sudah sekitar hampir seribu tahun, semenjak Dewa Lu Nyu dan Dewi Li Chin kembali ke alam para dewa. Kami berdua tidak pernah mengusik ruang besar tengah tersebut, jika kalian berminat, silahkan masuk kesana." Eksistensi Kelinci Salju Putih Berbulu Panjang memberikan jawaban yang tenang.
"Kalau boleh tahu, apa yang Nona berdua lakukan selama seribu tahun tersebut , jika tak pernah keluar dari gunung ChangBai ini?" Zhuang An bertanya cukup penasaran.
" Hihihi..Kami bermeditasi, berkreasi masakan seperti yang kalian nikmati barusan, menanam dan merangkai bunga seperti yang menghiasi berbagai ruang ini, selain itu kami juga menanam herbal dan mengembangkan ilmu pengobatan" Eksistensi Rubah Putih Ribuan Tahun menjawab pertanyaan penuh senangat tak mau kalah dengan kakaknya.
"Wuah hebat juga ya?!" Lima gadis, murid-murid Sekte Burung Merak Emas kompak menjawabnya.
Awalnya mereka bingung dari mana bunga- bunga indah itu berasal, juga hidangan yang begitu nikmat itu siapa memasak, ternyata mereka punya hobby yang bagus.
"Tapi, di mana herbal nya ditanam? Di permukaan gunung ChangBai ini juga ga ada herbal?" Xue Yueyin masih penasaran, karena tidak pernah melihat kebun herbal di sini, maupun di permukaan gunung ChangBai.
"Hihihi...Kami tidak bodoh, menanam herbal di dimensi yang sama dengan manusia, pasti akan rusak karena dijadikan rebutan keserakahan mereka" Eksistensi Rubah Putih Ribuan Tahun menjawab tegas.
__ADS_1
"Jadi, kalian sebenarnya sebagai siluman juga butuh........
"Appa....???
"WHUUUSSS"
"WAW... Ranah tingkat pendekar dewa." Zhuang An spontan berucap kagum.
Ledakan energi Aura dua gadis cantik membahana karena kaget dibilang diri mereka siluman.
"Siluman?????? Siapa yang bilang kami siluman?" Dua Eksistensi ke indah an itu serempak berteriak terkejut atas ucapan Xue Yueyin yang menyebut mereka siluman.
"Bruk...Bruk..Bruk..Bruk..Bruk" Lima gadis, murid-murid Sekte Burung Merak Emas, tersungkur jatuh tak sadarkan diri, terkena tekanan mendadak aura dua pendekar dewa.
Sementara, Zhuang An tak terpengaruh sedikit pun dari ledakan energi yang luar biasa itu.
Dalam kata-kata Zhuang An, sebelum masuk Ruang dalam bawah gunung ChangBai mengatakan ada siluman ribuan tahun di dalam.
"Mohon, Nona berdua memaafkan mereka, karena ceroboh dalam berkata- kata. Yakinlah itu tidak ada unsur kesengajaan" Zhuang An menjadi repot berkata- kata dengan mereka berdua, yang tak mau dipanggil senior, karena terkesan menjadi lebih tua padahal kenyataannya memang umurnya tua , walaupun wajahnya belia.
"Baiklah! Itu tidak menjadi masalah, kami hanya kaget saja dibilang siluman" Ucap Eksistensi Kelinci Salju Putih Berbulu Panjang.
Gadis super cantik itu tersenyum manis, menyaksikan Zhuang An tak terpengaruh oleh tekanan energi aura dua pendekar dewa sekaligus.
Dalam hati dia berucap...
"Sepertinya, pria pilihanku ini memang tepat, sesuai dengan yang diharapkan" Begitu gadis Kelinci Salju Putih Berbulu Panjang berucap dalam hatinya.
__ADS_1
Zhuang An, yang sedikit banyak punya kemampuan membaca gerak hati seseorang menjadi tersenyum runyam, tidak tahu harus bersyukur apa bersedih.
Tetapi, melihat dua gadis yang menawan itu sudah tersenyum membuat Zhuang An lega, walaupun mereka sudah melakukan segel kesetiaan, tetapi mereka bertiga, memiliki posisi dan hak yang sama dalam berkedudukan sebagai rekan yang saling setia, walaupun hubungan tersebut bisa menjadi lebih dekat lagi semacam suami istri, akan tetapi Zhuang An tidak sampai berpikir kearah sana.
Kemudian, Zhuang An segera mengangkat tangan kanannya dan membuka telapak tangan, lalu dari lima jari-jarinya melesat energi murni berwarna kuning ke emasan, meluncur ke arah Lima gadis, murid-murid Sekte Burung Merak Emas.
Zhuang An ingin memberi mereka suplai energi yang menyegarkan agar mereka segera bangun dan lebih tenang, walaupun habis terkena tekanan energi pendekar ranah dewa.
Perlahan- lahan Lima gadis, murid-murid Sekte Burung Merak Emas itu, mulai bergerak dan merenggangkan otot-ototnya, mirip orang yang baru bangun tidur yang panjang dan lelap.
Satu persatu mereka terbangun dengan wajah yang penuh energi, seperti lupa apa yang pernah menimpa mereka dalam beberapa menit yang lalu.
"Ehemm...Sehat semua..?" Deheman dari Zhuang An menyadarkan mereka, sedang berada di mana.
"Cici...dan juga yang lain! Bagaimana siap melanjutkan memetik Harta Pusaka Dewa?" Zhuang An segera menyapa mereka dan mengajak untuk memasuki ruang besar yang di tengah.
"Ya..! Kami siap!" Xue Yueyin dan empat gadis, murid-murid Sekte Burung Merak Emas bersuara merespon Zhuang An.
"Nona berdua mau ikut juga?" Zhuang An bertanya kepada kedua rekan barunya itu.
"Tidak! Kami akan mempersiapkan diri, untuk menata barang kami, yang mau dibawa keluar dari sini nanti, bersama mu" Dua gadis cantik itu memiliki jawaban yang sama.
"Baiklah! Ayo kita berangkat!" Zhuang An bersama Lima gadis, murid-murid Sekte Burung Merak Emas, bergerak ke arah gedung atau rumah yang berposisi di tengah.
Sementara gadis Rubah Putih Ribuan Tahun, kembali ke tempat tinggalnya untuk mempersiapkan diri, juga mempersiapkan barang-barang pribadinya yang akan dia bawa, bersama Zhuang An.
Hati gadis itu, berdebar-debar karena, ia yakin Zhuang An akan menuntun dirinya menemukan jodoh yang selama ini sering muncul dalam meditasinya.
__ADS_1
Sementara, gadis Kelinci Salju Putih Berbulu Panjang lebih banyak tersenyum dan bahagia, disertai degupan di hatinya, karena ia yakin, Zhuang An adalah Pria yang diramalkan oleh Dewa Lu Nyu dan Dewi Li Chin.