PENDEKAR DEWA LANGIT

PENDEKAR DEWA LANGIT
62. Aura Pendekar Dewa


__ADS_3

Lima jendral kekaisaran Tang hadir di acara pesta kemenangan dan penyambutan Zhuang An.


" Jendral Ma perkenalkan ini Zhuang An, pendekar terhebat dari sekte pedang langit, kami memenangkan pertempuran karena kedatangan An er." Han Fang memperkenalkan Zhuang An sebagai pendekar yang berperan penting.


" Och...perkenalkan saya Jendral Ma Jin, bangga bisa bertemu pendekar terhebat." Jendral Ma Jin menghadapkan wajahnya pada Zhuang An dengan penuh hormat.


" Ach tidak usah sungkan, biasa saja..!" Zhuang An tersenyum manis.


Satu persatu kelima jendral kekaisaran Tang memberi hormat dan berkenalan dengan Zhuang An.


Dari pertemuan itu para jendral dapat merasakan energi, aura dan kewibawaan Zhuang An begitu tinggi, saking tingginya seorang jendral paling tersohor di kekaisaran Tang sampai merasa sungkan berdekatan dengan Zhuang An.


Kelima Jendral itu bahkan tidak berani bertanya kalau tidak ditanya Zhuang An, pemuda itu menjadi risih jadi dia mencoba untuk bersikap biasa dan lebih akrab kepada mereka.


" Liang gege, aku duduk ditempatmu biar lebih akrab dengan jendral Ma Jin." Zhuang An berbisik pada Huang Liang.



" Baiklah, kita tukar tempat." Kata Huang Liang.


Setelah itu Zhuang An duduk di kursi yang ditempati Huang Liang bersebelahan dengan Jendral Ma Jin sehingga dia bisa lebih dekat berbicara dengan jendral tertinggi di kekaisaran Tang itu.


" Jendral, ceritakan apa yang terjadi selama ini di seluruh wilayah kekaisaran Tang, sepertinya banyak hal yang tidak menyenangkan..?." Zhuang An bertanya agak serius.


" Ach itu...begini Tuan pendekar, dalam satu tahun ini kekaisaran mengalami berbagai masalah yang bertubi-tubi.


Mulai dari keamanan di beberapa wilayah yang tidak stabil, ekonomi di beberapa bagian kota yang kacau, masalah sengkete perbatasan, penyusup dari negeri gurun pasir, air sungai yang diracuni dan terahir pembunuhan para pejabat." Jendral Ma Jin menceritakan hal-hal penting yang telah terjadi.


Dari cerita jendral Ma Jin, Zhuang An sementara dapat menarik kesimpulan, bahwa peristiwa-peristiwa itu dipengaruhi oleh faktor dari luar kekaisaran.


Apa lagi sudah jelas ada penyusup dari negeri gurun pasir, jadi kemungkinan besar penyebabnya memang berasal dari sana.


" Maaf pendekar, kami banyak mengirim mandat ke sekte pedang langit, tetapi mengapa pendekar tidak mengetahuinya..?." Jendral Ma Jin merasa penasaran.


" Em.... itu, karena ketua sekte mengirim saya ke tempat yang cukup jauh untuk berlatih tertutup selama 5 tahun ini." Zhuang An menjawab dengan tenang.


" Bahkan saat ini saya belum sempat kembali ke sekte." Zhuang An menambahkan.

__ADS_1


" Ach..jadi begitu.." Jendral Ma Jin manggut-manggut.


" Jendral, masalah yang terjadi hari ini dan sebelumnya aku yakin penyebabnya adalah karena faktor luar, artinya ada yang sengaja membuat kekacauan." Zhuang An memberikan pendapatnya.


" Apakah bisa dipastikan begitu..? ."Jendral Ma Jin mulai menganalisa kemungkinan itu.


" Dipastikan seratus persen belum bisa, tetapi aku yakin 90 persen begitu." Zhuang An sebenarnya sudah menduga bahwa negeri perbatasan sudah dikuasai oleh orang-orang dari gurun pasir.


Jendral yang lain tidak ingin ikut berbicara dengan Zhuang An karena merasa sungkan dan khawatir mengganggu.


****


Sementara Fang Xiang telah berangkat ke Chang An meninggalkan sekte istana bunga dengan tujuan istana kaisar dikawal oleh 4 pendekar yang selama ini cukup dekat dengan dirinya sejak kecil.



Mereka adalah Wu Ming dan ketiga adik yuniornya. Seperti biasa mereka menggunakan kereta milik sekte istana bunga ketika melakukan perjalanan.


Sebenarnya setiap 6 bulan sekali Fang Xiang dijadwal mengunjungi kedua orang tuanya dan adik laki-lakinya di kekaisaran.


Tetapi sudah satu tahun ini Fang Xiang tidak berkunjung, karena ia ingin menuntaskan latihannya mempelajari jurus utama sekte istana bunga, yaitu jurus pedang bunga matahari.


Dengan begitu kemampuannya sudah di atas kemampuan Wu Ming yang berada di tingkat pendekar satria tingkat pertama.


Sehingga kakeknya yakin perjalanan cukup aman karena kemampuannya tersebut.


" Nona, sekarang ini situasi kekaisaran kurang kondusif sejak kita meninggalkan istana waktu itu." Wu Ming membuka pembicaraan.


" Kabarnya begitu, tetapi aku sudah 1 tahun tidak bertemu ibunda dan ayahanda." Tampak pada raut wajah Fang Xiang yang sedang membayangkan wajah ibunya, diapun tersenyum karenanya.


Wu Ming tentu tidak melihatnya karena dia berada di depan memegang kendali kereta kuda.


" Paman, kusirnya kemana kok paman yang mengendalikan kereta?." Fang Xiang bertanya penasaran.


" Nona tidak tahu ya, banyak kusir sekte yang keracunan saat berada di wilayah Wu Zhong kemarin." Wu Ming memberitahu.


" Ya tahu paman, tapi kan sudah lebih dari satu minggu, apa belum sembuh..?." Fang Xiang melanjutkan pertanyaannya.

__ADS_1


" Yaitu Nona, racunnya cukup sulit di atasi, butuh dua mingguan lebih." Wu Ming tampak bersedih.


Pendekar satria gerbang pertama itu mengingat, banyak penduduk di Wu Zhong keracunan secara masal karena air sungai, ada beberapa warga, bahkan tidak sedikit jumlahnya yang mati karena tidak tertolong.


Dia yakin keracunan tersebut ada yang sengaja melakukannya. Walaupun sulit dibuktikan.


" Paman, kok diam..?." Fang Xiang mengagetkan Wu Ming.


" Ech iya Nona, ada apa..?." Jawab Wu Ming cepat.


" Paman masih ingat, waktu kita di pasar budak dulu itu, kita ketemu bocah laki-laki namanya Zhuang An.?." Fang Xiang bertanya serius.


" Emm...maksud nona kejadian yang 10 tahun dulu itu..?." Wu Ming ganti bertanya.


" Iya paman.., masih ingat ga..?." Fang Xiang bertanya lagi.


" Masih...memang ada apa Nona..?." Wu Minh jadi penasaran.


" Tadi malam aku mimpi ketemu dia.., dia kelihatannya sangat tampan paman...! Fang Xiang berseru.


" Ach...dia sejak dulu memang tampan kan...?. Kata Wu Ming.


Perjalanan dari Sekte Istana Bunga ke Chang An membutuhkan waktu cukup lama, mereka beristirahat beberapa kali.


*****


Sementara di sekte istana bunga Han Xiao dan istrinya membahas kepergian cucunya dengan perasaan campur aduk.


Mereka masih kurang begitu tenang melihat perkembangan keamanan di wilayah kekaisaran selama 12 bulan ini.


" Xiao gege, mengapa engkau tidak mengantarkan Xiang er secara langsung, hatiku menjadi gelisah..?." Istri Han Xiao berbicara dengan nada penuh kekhawatiran.


" Mei er, aku tidak mungkin meninggalkan sekte dalam situasi seperti ini, sungai diracuni, masyarakat banyak terjadi perselisihan, bahkan ada dua kubu persatuan dagang yang sedang bersengketa."


Sekte istana bunga memiliki kekuasaan resmi seluas kekuasaan Gubernuran karena sebelum menjadi sekte istana bunga adalah sebuah kerajaan kecil yang menaungi beberapa wilayah.


Wilayah- wilayah tersebut hingga hari ini masih diakui sebagai bagian dari kekuasan sekte istana bunga.

__ADS_1


Baik secara atministratif maupun pengelolaan sekte istana bunga masih berwenang sebagai pengendali pemerintahan wilayah-wilayah tersebut.


__ADS_2