
" Guru tidak akan menjalankan misi di luar Sektekan ?." Zhuang An bertanya.
" Dalam beberapa bulan ini tidak, memang ada apa?." Yang Chen balik bertanya.
" Emm... murid ingin lebih dapat perhatian dari Guru." Zhuang An berbicara apa adanya.
" Hahaa...kasihan kamu, terlantar selama 3 bulan lebih." Yang Chen memeluk muridnya itu, merasa bersalah.
Sejak Yang Chen datang, Zhuang An menjadi lebih bersemangat lagi.
Baik dalam hal latih fisik, mengekstrak sumberdaya, dan menyerap tenaga dalam maupun energi murni dari Batu Bintang Energi.
Zhuang An tidak ingin menyianyiakan waktunya, dia terus menkonsumsi sumbedaya berkwalitas tinggi agar lebih siap dan kuat menyerap Batu Bintang.
Gurunya Yang Chen memiliki tenaga dalam dan Q yang tinggi sehingga hal tersebut lebih memudahkan membantu Zhuang An untuk menyerap energi dari batu tersebut.
" Kamu tidak istirahat semalaman, sekarang tidak perlu memaksakan diri untuk berlatih." Yang Chen menasehati.
" Guru, kalau cuma satu malam murid masih sanggup untuk terus berlatih, apalagi di temani Guru." Zhuang An menjawab dengan antusias.
Yang Chen tidak ingin melihat wajah Zhuang An kecewa, jadi membiarkan bocah itu berlatih Pukulan Tangan Seribu dan Tendangan Angin Topan bersama murid-murid Wisma 19.
Sementara Zhuang An benar-benar gembira dengan keberadaan Gurunya, karena dia merasa tidak kesulitan untuk segera mencapai target.
Zhuang Kun mengatakan energi murni 12 ribu ME, masih belum terlalu cukup untuk memasuki Alam Energi.
Artinya dalam tiga tahun ini, Zhuang An harus bisa mendapatkan 12 ribu energi murni lebih.
Tentu hal tersebut bukan target yang ringan, jadi ada sedikit kehawatiran Zhuang An tidak bisa mencapai target itu.
Namun, semenjak Gurunya datang perlahan harapan untuk mencapai energi murni di atas 12 ribu ME mulai terlihat masuk akal.
" Energi Murni yang berhasil kamu serap sudah mencapai 300 ME, sedangkan tenaga dalamnya sudah melebihi 500 ME, itu angka yang terbalik, jadi saranku sebaiknya kamu fokus pada Energi Murni, agar targetmu bisa segera terpenuhi." Yang Chen memberi nasehat.
__ADS_1
" Tapi Guru, jika murid hanya melakukan menyerapan energi murni sendiri, maka tidak cukup waktu untuk mencapai target tersebut." Zhuang An menjawab.
" Baiklah, jika begitu aku akan sering meluangkan waktuku untuk membantumu." Yang Chen memberi kemantapan sambil mengelus kepala bocah itu.
Zhuang An dengan gembira segera mengambil Batu Bintang, bocah itu duduk bersila dan menggenggam batu dengan kedua tangan, kemudian Yang Chen membantunya dengan menyerap melalui punggungnya.
Dikarenakan begitu semangat berlatih, tanpa terasa proses penyerapan energi murni Zhuang An sudah mencapai satu tahun lamanya.
Bersamaan dengan rajinnya penyerapan Energi Murni dan tenaga dalam, maka kemampuan Zhuang An juga berkembang lebih pesat, membuat dia mudah mempelajari beberapa jurus, di antaranya Jurus Pukulan Tangan Seribu dan juga Jurus Tendangan Badai Angin Topan.
" An er, kemampuanmu terus meningkat setiap hari, bagaimana kau dapat melakukannya.?" Han Mei bertanya dengan ekspresi heran.
" Och itu...karena... Guru Yang Chen memberikan porsi sumber daya lebih." Zhuang An menjawab dengan sedikit ragu.
" Tapi Guru Ning Yue juga memberi sumberdaya melimpah pada kami, tapi mengapa hasilnya tidak seperti kamu.?" Fang Dishi bertanya lebih serius.
" Emm...kalau itu aku tidak tahu, mungkin karena faktor tulangku." Zhuan An menjawab asal.
" Och itu ya...kalau itu sih kami tahu...tulangmu memang berbeda dengan kami." kedua gadis itu kompak.
Yang Chen menyadari bahwa kehadiran 12 murid Wisma 19, turut menambah motivasi Zhuang An dan Huang Liang.
Di sisi lain, hal tersebut juga meringankan beban Ning Yue Tetua Wisma 19.
Karena dengan begitu, Ning Yue dapat mengalihkan perhatiannya pada murid-murid yang lebih dewasa umurnya, mengingat banyaknya murid Wisma 19 yang harus dia latih dan Perlu diingat bahwa semua murid dan Guru wisma 19 Pedang Elemen Angin adalah Wanita.
Han Mei dan Fang Dishi tidak pernah memprovokasi Zhuang An lagi mengingat kejadian terahir kali sangat sulit mereka lupakan.
Selain itu, perkembangan Zhuang An yang sulit dinalar membuat gadis-gadis itu merasa sadar tidak sebanding untuk bersaing.
Dua gadis itu sekarang sudah berumur 12 tahun, dengan banyaknya sumberdaya berkwalitas yang dikonsumsi dan banyaknya latihan membuat dua gadis tersebut tampak lebih cantik dan lebih cerdas dari umurnya.
Demikian juga 10 gadis yang lain mereka juga mengalami banyak perkembangan baik dari segi fisik maupun kemampuan.
__ADS_1
Gadis-gadis itu juga sudah menguasai Jurus Pukulan Tangan Seribu dan Jurus Tendangan Angin Topan mencapai 60 sampai 80 persen.
Sementara Huang Liang yang sekarang sudah berumur 14 tahun, lebih mengfokuskan diri mendalami Jurus Elemen Angin, tentu dengan bimbingan Yang Chen juga.
Bahkan Huang Liang juga sudah mulai menerapkan latihan Sistem Boneka Pedang tingkat pendekar mahir.
Zhuang An saat ini Berumur 8 tahun lebih 6 bulan, tinggal dua tahun lagi dari target atau peristiwa bulan merah darah.
Setelah melakukan penyerapan energi murni dengan Batu Bintang selama satu tahun, Zhuang An saat ini telah memiliki energi murni sebanyak 4000 ME. dan tenaga dalam 3000 ME.
Energi yang luar biasa jauh melampaui Huang Liang, bahkan melebihi gurunya Yang Chen sekalipun.
Namun demikian Zhuang An menyadari masih banyak membutuhkan bimbingan Gurunya.
Karena jika dia sedikit saja melakukan kesalahan ia bisa meleset dari target.
Yang Chen sebenarnya juga sedikit ada kekhawatiran jika misalnya Zhuang An lepas kontrol emosinya, maka itu pasti menimbulkan masalah, mengingat begitu besarnya energi yang dimiliki.
Tetua Wisma 20 Elemen Pedang Angin itu bersyukur, karena sejauh ini, Zhuang An menunjukkan emosi yang stabil dan pembawaan yang sejuk.
Pemuda belia itu sudah menguasai Secara sempurna dua Jurus Sakti yang menjadi pendamping dari Jurus Pedang Elemen Angin.
Yaitu Jurus Pukulan Tangan Seribu dan Jurus Tendangan Angin Topan.
" Guru, mulai besok murid akan berlatih Jurus Tombak Delapan Penjuru Angin dan Jurus Pedang Bayangan, mohon bimbingannya." Zhuang An meminta pada Gurunya.
" Jika memang demikian, baiklah.Terus bagaimana dengan teman-temanmu dari wisma 19?." Yang Chen bertanya sambil tersenyum.
Zhuang An merasa ada yang mengganjal dari senyuman Gurunya.
" Guru, tentang mereka boleh ikut juga kalau Guru mengijinkan." Jawab Zhuang An dengan sedikit tersenyum kecil.
" Tentu saja, mereka anak-anak yang baik." Jawab Yang Chen.
__ADS_1
Seperti biasa malam itu Zhuang An memproses Energi murni dari Batu Bintang, kemudian istirahat saat larut malam.
Pagi hari ia sudah siap berlatih jurus baru setelah mandi dan sarapan.