
Setelah acara persepsi selesai, Yang Chen tinggal bersama Yuan Lian di sebuah Wisma yang cukup mewah. Keseharian Yang Chen yang agak sederhana tidak terlalu mempermasalahkan di mana dia harus tinggal.
" Lian er, kemarilah mengapa kau menjauh di situ,.?" Yang Chen memanggil Yuan Lian.
" Ach...aku...aku sedikit takut." Yuan Lian berkata agak terputus-putus.
""Takut...? takut apa ...? aku sekarang suamimu." Yang Chen berbicara sambil sedikit tertawa, dia merasa Yuan Lian lucu, karena takut sama suaminya.
" Aach.....jangan mentertawakanku. Aku benar-benar takut." Yuan Lian tampak begitu pucat.
" Hahaa...takut apa...aku tak akan memakanmu. Aku bukan harimau." Yang Chen tambah tertawa.
" Ga tahu, pokoknya takut." Yuan Lian tambah bergetar tubuhnya.
" Ya sudah, aku ambilkan teh dulu biar kamu tenang." Yang Chen mengambil segelas teh hangat untuk menenangkan istrinya.
Yuan Lian menjadi lebih tenang setelah menyeruput seteguk teh hangat, Yang Chen mendudukkannya di kedua lututnya menghadap kearah kanannya.
Lalu pendekar tampan itu bercerita tentang hal-hal menarik yang pernah dialaminya. Yuan Lian menjadi bersemangat dan terbawa suasana cerita yang penuh dengan petualangan tersebut, Yang Chen ternyata pandai menghibur dan mengayomi istrinya yang masih begitu muda tersebut.
Beberapa hari kemudian Yang Chen berpikir sebaiknya ia tidak terlalu lama berada di sekte tebing tinggi, karena di sekte pedang langit banyak hal penting yang harus dia urus.
Jadi dia bermaksut kembali ke sekte pedang langit sekitar seminggu lagi.
__ADS_1
Sementara Zhuang Shing juga sudah kembali ke sekte beberapa hari yang lalu, tentu menggunakan kemampuannya untuk terbang melalui udara.
***
Zhuang An telah memulai mempelajari Kitab Dewa Langit di bawah bimbingan Kakeknya Zhuang Kun.
Zhuang Kun merasa takjub dengan keturunan ketujuhnya ini, karena Zhuang An ternyata sangat berbakat dalam mempelajari jurus-jurus kitab dewa langit.
Setelah 2 bulan berlatih anak itu sudah menguasai dua tahap jurus kitab dewa langit yaitu Jentikkan Jari Dewa dan Tapak Dewa Langit. Saat ini ia sudah mulai masuk ketahap ketiga ya itu tehnik Langkah Ajaib.
Zhuang An merasa lebih bersemangat mempelajari tehnik langkah ajaib, karena dengan jurus ini dia yakin bisa mengalahkan pendekar yang berkemampuan gerak cepat seperti Zhao Chong.
Langkah ajaib adalah tehnik yang digunakan untuk segala hal yang berkaitan dengan bergerak menghindar, menyerang maupun pindah tempat dalam jarak tertentu. Bisa di bilang ini adalah jurus teleportasi jarak dekat, namun lebih fleksibel.
" An er, kau harus melatih jurus langkah ajaib dengan berbagai imajinasimu agar betul-betul maksimal dalam menggunakannya." Zhuang Kun memberi petunjuk.
" Baik, kakek. Sehari ini aku akan mencobanya berulang-ulang." Zhuang An mulai membayangkan berbagai situasi yang mungkin terjadi dalam pertarungan.
***
Di tempat lain Fang Xiang juga mengalami perkembangan signifikan dalam olah kanuragan pada usianya yang baru 9 tahun ia sudah mencapai tingkatan pendekar kelas 1.
Fisiknya juga berkembang lebih cepat layaknya anak-anak usia 14 tahun.
__ADS_1
" Kakek, aku ingin cepat naik level pendekar ahli. Aku sudah menguasai dasar jurus-jurus prisai bunga matahari, jadi ajari aku jurus utama aliran sekte kita.!" Fang Xiang meminta pada kakeknya yang ketua sekte bunga.
" Baiklah, mulai hari ini kita akan mempelajari pengembangan jurus sekte kita." Han Xiao menjadi ikut bersemangat melihat perkembangan cucunya.
Hanya saja Han Xiao masih ada beban di pikirannya. Fang Xiang memang memiliki bakat luar biasa dan juga darah titisan para dewa. Tetapi sejauh ini belum ada tehnik tenaga dalam yang benar-benar cocok dengan potensi cucunya itu.
" Kakek, kog termenung ?." Fang Xiang bertanya sambil tertawa.
" Ach tidak, kakek cuma ingat dengan seseorang yang pernah hidup sekitar 200 tahun yang lalu, orang memanggilnya pendekar dewa langit. Kakek yakin dari hasil penelitian manuskrib orang-orang yang kakek perintahkan tehnik tenaga dalam yang dimilikinya cocok dengan potensi dan bakatmu." Han Xiao menjawab dengan penjelasan.
" Och...benarkah?. Apakah kita bisa mendapatkan kitabnya.?" Fang Xiang menjadi tertarik membahasnya.
" Sejauh ini masih gelap, belum ada titik terang tentang keberadaan kitab tersebut." Han Xiao menghela nafas dalam-dalam.
" Kakek, ingat bocah yang pernah aku ceritakan itu.?" Tanya Fang Xiang.
" Iya, ada apa dengan bocah itu ?." Han Xiao balik bertanya.
" Dia bilang desanya dihancurkan orang-orang dari sekte aliran hitam karena mencari kitab dewa langit." Kata Fang Xiang.
" Och begitu ya ?." Han Xiao sedikit bertanya.
" iya Kek.., tapi Zhuang An bilang dia sama sekali tak mengetahui tentang kitab itu." Jawab Fang Xiang.
__ADS_1