PENDEKAR DEWA LANGIT

PENDEKAR DEWA LANGIT
114. Pendekar Jie Xia


__ADS_3

"Wang Li...!" Teriak Huang Liang begitu keras.


"Kau ini! Yang terluka bahuku, mengapa lengan dan tanganku ikut kau bungkus perban juga?" Huang Liang, memprotes Wang Li yang sedang mengobati dirinya.


"Maaf Senior! Ini biar tangan Senior bisa isturahat total" Jawab Wang Li.


"Tidak! Tidak! Aku ga mau tangan ku jadi mummy" Tegas Huang Liang.


"Och, maaf! Kalau begitu, aku bongkar lagi" Wang Li akhirnya mengalah.


Sedang kan Han Fang, hanya diam melihat tingkah polah dua rekannya itu.


Saat ini, mereka hanya tinggal bertiga. Karena atas perintah Fang Jin mereka membagi tugas.


Yang sedang, dipikirkan Fang Jin adalah tindakan selanjutnya setelah melihat kenyataan musuh lebih kuat dari mereka bertiga.


"Ada apa senior Han ?" Huang Liang, merasa tidak enak dengan sikap Han Fang yang selalu diam, tidak seperti biasanya.


"Setelah berpikir keras, aku putuskan kita hanya akan melakukan pengintaian saja, lawan kita terlalu kuat, kita tidak bisa menghancurkan mereka!" Jawab Han fang.


"Lagian, kau juga sedang terluka" Tambah Han Fang.


Huang Liang diam, dia merasa menyesal tidak segera melakukan penyerapan energi melalui batu bintang.


"Maafkan aku, Senior Han! Aku tak bisa banyak berguna" Wang Li juga merasa dirinya gagal.


Karena terlalu lemah dibandingkan kekuatan musuh, padahal selama ini dia sudah menjadi yang terbaik di generasinya.


"Ini, bukan kesalahan kita, situasinya saja yang tak terduga!" Han Fang memberi alasan lain.


*


*


*


*


*


Sementara di Sekte Istana Bunga, Zhuang An dikamarnya sedang meracik beberapa pil dan herbal lainnya.


Tiba-tiba insting tajamnya merasakan bahaya di tempat jauh.


"Liang gege! Ada apa dengan mu?" Zhuang An bergumam sendiri.


Zhuang An segera konsentrasi dengan mantra dewa dan sinar mata dewa.


Pemuda tampan itu, melihat dengan jelas semua yang terjadi pada Huang Liang dan bahaya yang sedang menunggu saudara seperguruannya itu.


Dengan segera, ia mengirim satu bayangan dirinya untuk membantu Huang Liang dan Wang Li.


Dengan tekhnik teleportasi, bayangan itu melesat dalam hitungan detik.

__ADS_1


*


*


*


*


*


Di pinggir hutan, tempat tenda Huang Liang.


Han Fang sedang berjaga duduk di depan api unggun sendirian, sambil menikmati daging kijang panggang.


Sementara Huang Liang dan Wang Li, duduk bermeditasi di dalam tenda.


Namun, tiba-tiba mereka di kejutkan oleh gerakan cepat dari arah kegelapan.


"Hahaha...! Ternyata di sini kalian!" Suara keras nyaring terdengar lantang.


Mendengar tawa yang begitu kuat, Han Fang langsung bisa memastikan orang ini adalah Pendekar Satria puncak gerbang delapan.


Ada getaran cukup ngeri dia rasakan dari tawa tersebut, tapi Han Fang masih bisa mempertahankan mentalnya yang yang tangguh.


"Liang er! Li er! Bersiaplah!" Ucap Han Fang seraya mencabut pedangnya.


Huang Liang dan Wang Li segera keluar dari tenda, dan langsung mencabut pedangnya.


Di luar mereka melihat satu Pendekar Satria puncak gerbang delapan dan dua Pendekar Satria puncak gerbang ke tujuh.


Namun, bukan berarti mereka akan merasa kalah begitu saja, mereka masih ada keyakinan untuk bisa mengimbangi musuh yang begitu kuat itu.


"Habisi mereka!" Teriak Pendekar Satria puncak gerbang delapan, pada rekannya.


Dengan cepat pertarungan terjadi, Han Fang langsung berhadapan dengan Pendekar Satria puncak gerbang delapan.


Ia tak ingin mengambil resiko, jadi dia langsung menggunakan tekhnik elemen pedang petir.


Musuhnya langsung terkejut karena terkena sengatan petir yang begitu ganas.


Tetapi itu tak mampu melukainya cukup parah.


"Bocah! Hebat juga kau ini!" Pendekar Satria puncak gerbang delapan itu memuji, sambil mengeluarkan jurus perubahan energi.


Api hitam keluar dari kedua telapak tangannya, kemudian dengan cepat membesar dan mengurung Han Fang.


Pemuda itu kaget bukan kepalang, tekhnik petirnya menyelimuti tubuh untuk menghindari api hitam.


"Senior Han!" Huang Liang dan Wang Li terkejut, ikut panik menyaksikan hal tersebut.


"Jangan khawatirkan orang lain! Pikir kan dirimu sendiri!" Pendekar Satria puncak gerbang ke tujuh membentak Huang Liang.


Han Fang, masih terus bertahan dengan tekhnik petirnya untuk melindungi dirinya.

__ADS_1


Namun, dia menyadari api hitam itu mampu menyedot petirnya sedikit demi sedikit.


"Huahahaa! Kau tak akan mampu terus bertahan bocah! Ini adalah tekhnik iblis api hitam" Pendekar Satria puncak gerbang delapan tertawa.


Namun, tiba-tiba muncul bayangan putih turun dari langit.


"Wuuuss"


"DUUAARR"


Pendekar Satria puncak gerbang delapan, terpental jauh ke belakang tubuhnya menghantam batu dan mengeluarkan bau anyir darah hitam.


Dan berikutnya sebelum mereka menyadari apa yang terjadi, dua suara lain berkesiuran muncul.


"Wuuuss"


"Wuuuss"


"DUUAARR"


"DUUAARR"


Pendekar Satria puncak gerbang ketujuh, llawan Huang Liang dan Wang Li mengalami hal yang sama dengan lawan Han Fang.


Ketiganya kaget, dan kemudian menoleh kearah bayangan putih bercahaya di depan mereka.


"An'er! Teriak Huang Liang setengah tertahan.


"Kalian tidak apa-apa?!" Zhuang An merespon teriakan Huang Liang.


"Kami tidak apa-apa!" Jawab Huang Liang, langsung mendekat pada Zhuang An dan merangkul nya.


"Terima kasih! Yunior Zhuang!" Han Fang, mendekat dikuti Wang Li.


"Tidak perlu sungkan! Och bagaimana bisa kalian berhadapan dengan orang-orang Jie Xia?" Zhuang An bertanya kembali.


"Tetua Fang Jin menyuruh kami melakukan penyelidikan orang-orang Jie Xia!" Jawab Han Fang.


"Och! Begitu? Jadi kesimpulan Senior Han bagaimana?!" Zhuang An memberikan pertanyaan lanjut.


"Mereka sudah bergerak cukup dalam di wilayah kekaisaran Tang ini, dan kemampuan mereka sulit dimengerti" Ujar Han Fang.


"Baiklah! Aku cukup memahaminya, mereka sepertinya bersekutu dengan iblis hitam, kita harus segera membahas hal ini dengan Patriarki Sekte" Respon Zhuang An.


"Yang kita hadapi barusan masih perwira menengah kebawah, untuk tingkatan menengah keatas kemampuan pasti jauh lebih hebat lagi" Tambah Zhuang An. Pemuda ity menarik nafas berat.


.


.


.


.

__ADS_1


.


.


__ADS_2