
" Cepat bunuh dia." Seorang pendekar mahir yang memimpin operasi ini sambil menunjuk kereta memerintahkan untuk segera menghabisi He Yin.
Tetapi Zhuang An menghadang mereka.
" Mau membunuhnya..jangan berani coba-coba!." Kata Zhuang An.
Sementara Fan Wei dan 4 rekannya juga terus berusaha melindungi kereta He Yin.
Sedangkan 7 pengawal pribadi He Yin sibuk menghadapi para pendekar kelas tiga.
" Singkirkan dia" Seorang pendekar mahir memberi isyarat kepada pendekar ahli agar segera menghabisi Zhuang An yang menghalangi langkah mereka.
Pendekar mahir tersebut bersama enam pendekar ahli mengepung Zhuang An dengan pedang terhunus, tetapi Zhuang An masih menghadapi mereka dengan menggunakan jurus-jurus tangan kosong.
Hal itu Membuat lawan-lawannya menjadi beringas entah karena merasa diremehkan atau menganggap sebagai kesempatan.
Tetapi keinginan mereka sulit terwujud karena Zhuang An tidak mudah untuk dikalahkan.
" Formasi Burung Hantu!." instruksi pendekar mahir.
Kemudian 7 pendekar kelas satu ikut mengurung Zhuang An.
Mereka membentuk formasi berbentuk lingkaran burung hantu memburu tikus hutan.
Serangan-serangan mereka tidak terduga dan dari arah yang berbeda-beda, dengan tenaga dalam Zhuang An yang tinggi hal tersebut tidak terlalu masalah bagi dirinya.
Hanya saja fokusnya agak terpecah melihat Fan Wei mulai keteter menghadapi dua pendekar kelas satu dan seorang pendekar ahli.
Hal ini memaksa Zhuang An mencabut pedangnya.
Pemuda itu mengimbangi lawan-lawannya dengan jurus Pedang Bayangan.
" Tring-tring"
Gerakan tehnik burung hantu yang misterius diimbangi dengan tehnik pedang bayangan membuat pertarungan itu tampak seimbang.
Namun tingginya tenaga dalam Zhuang An mampu membuat pertahanan mereka mulai goyah.
Bahkan kombinasi tendangan angin topan membuat mereka kualahan.
"Whuuss".
" Dess"
" Braakk".
Dua orang pendekar kelas satu jatuh tersungkur muntah darah, sementara seorang pendekar mahir memberi instruksi untuk merapatkan formasi.
Sebenarnya mereka bukanlah lawan-lawan yang terlalu berat bagi Zhuang An, akan tetapi formasi yang mereka terapkan begitu rapi, selain itu bocah tersebut justru terlalu menikmati permainan.
" Whuuss"
__ADS_1
" Tring"
Zhuang An bergerak dengan cepat menghindari dan menangkis semua serangan tanpa tertekan, pemuda tanggung itu sudah terlatih menghadapi formasi rumit di simulasi pedang boneka kayu.
" Cuma ini kemampuan kalian.?" Zhuang An tersenyum tipis mengejek lawannya.
"Jangan sombong kau bocah.!" Pemimpin mereka menjadi bertambah geram.
" Formasi serangan puncak" Pendekar mahir itu memberi instruksi.
Semua pendekar bergerak menyalurkan semua tenaga dalamnya.
Dan dalam sekali instruksi mereka bergerak serentak dengan cepat menyerang Zhuang An dari semua sisi.
Pemuda tanggung itupun mengerahkan tenaga dalam tinggi dan dengan menggunakan jurus pedang elemen angin dia mencipta badai angin topan.
"Zhiuuut."
" Whuussh."
" Blaarrk"
Badai Angin Topan menerjang formasi 12 pendekar, tubuh mereka berputar-putar terbawa arus badai dan terlempar menabrak batu dan pohon hutan.
Mereka memuntahkan darah segar dan kemudian roboh tak berkutik.
Menyaksikan hal itu para pendekar aliran hitam yang tersisa dan masih bertarung menjadi berhenti, kemudian mereka mencari peluang untuk lari meninggalkan lokasi.
Fan Wei mengalami beberapa goresan di pundak, lengan dan pinggang.
Zhuang An memeriksanya dia hawatir karena luka di pinggangnya Fan Wei menyebabkan tulang iganya patah. Terlihat darah telah merasuk ke sungsumnya.
Tanpa pikir panjang pemuda tanggung itu langsung mengambil sumberdaya penyembuh tingkat tinggi butir mutiara energi dari kantong miliknya dan memberikan pada Fan Wei.
Walaupun Zhuang An hanya memiliki satu butir mutiara energi dari Gurunya, tetapi dia tidak ragu untuk memberikan pada orang yang membutuhkan.
" Apa ini?." Tanya Fan Wei belum pernah melihat sumberdaya itu.
" Butir mutiara energi." Jawab Zhuang An.
Fan Wei segera menelan butir tersebut. Perlahan nafasnya mulai teratur, lukanya juga mulai ada tanda-tanda akan mengering.
" Cepat sekali reaksinya?." Xie Shen bertanya dengan perasaan lega.
" Iya itu sumberdaya penyembuh yang bagus." Jawab Zhuang An
" Dalam pertempuran jangan terlalu kelihatan ganas biar tidak dikeroyok." Salah satu teman Fan Wei menyindir sambil tersenyum.
" Ach tidak tahu orang lagi semangat." Fan Wei menjawab juga sambil sedikit tersenyum mendengar temannya yang sama-sama pendekar ahli.
Setelah memastikan semuanya baik-baik saja mereka melanjutkan perjalanan.
__ADS_1
He Yin tidak banyak bicara selama perjalanan berlangsung, entah apa yang dirasakannya.
" Apakah yang menyerang tadi semua dari sekte burung hantu.?" Zhuang An bertanya.
" Sepertinya begitu, tetapi sebelum ini ada beberapa anggota begal dan perampok." Xie Shen menjawab sambil mengingat-ingat.
" Seberapa besar sekte burung hantu?." Zhuang An bertanya lebih lanjut.
" Sekte burung hantu sama dengan sekte kami termasuk sekte kecil." Xie Shen menjawab.
Xie Shen menjelaskan Sekte Burung Hantu terdiri dari 2000 anggota, dipimpin oleh seorang pendekar mumpuni yang berumur sekitar 60 tahun.
Pendekar mahir yang memimpin penyerangan dan tewas tadi adalah wakil ketua Sekte.
Kejahatan dan kekejaman mereka membuat sekte itu ditakuti oleh banyak orang.
Selama perjalanan itu mereka banyak berbincang-bincang tetapi satu hal yang tidak ingin Zhuang An bahas yaitu umurnya yang masih 10 tahun.
Dengan kecerdasannya pemuda itu berusaha tampil meyakinkan agar tampak seperti orang dewasa.
" Paman ceritakan tentang sekte tebing tinggi!." Zhuang An penasaran dengan sekte tempat Xie Shen bernaung.
" Sekte tebing tinggi adalah sekte yang terletak di sebelah selatan berbatasan dengan wilayah Huitong utara gunung FengHuang." Xie Shen menjelaskan.
Xie Shen mengatakan Sekte yang dia naungi memiliki anggota sebanyak 2000 pendekar lebih sedikit.
Sekte tersebut dipimpin seorang pendekar Satria yang baru membuka gerbang pertama/ setingkat pendekar suci yang berumur 65 tahun.
Sekte tebing tinggi terletak di antara tebing yang mengelilingi dan mereka selalu memegang prisnsip-prinsip jiwa satria.
********
Sementara itu Zhuang Shing dan Yang Chen melakukan penyisiran di wilayah Huitong dan sekitarnya.
Dengan kemampuan mereka yang luar biasa membuat gerak dan jangkauan mereka begitu cepat dan efektif.
Sejauh ini mereka telah menumpas 2 kelompok kecil begal yang beranggotakan 30 dan 50 orang.
Saat ini mereka berdua sedang duduk santai menikmati minuman hangat dan makanan ringan di sebuah kedai.
" Wilayah ini begitu jauh dari ibu kota kekaisaran, jadi masuk akal kalau di sini terjadi lebih banyak kejahatan." Zhuang Shing membuka pembicaraan.
" Ketua, dari informasi para begal tadi ternyata lebih dari 12 kelompok begal, perampok dan penyamun berkeliaran di wilayah ini." Yang Chen mengingatkan.
" iya ya...angka yang tinggi untuk satu wilayah." Jawab Zhuang Shing sambil berpikir mencari solusi.
" Bagaimana kalau kita menyamar sebagai saudagar, kemudian melewati beberapa jalan yang rawan.?" Zhuang Shing mendapatkan ide.
" Itu ide yang bagus ketua, saya setuju." Yang Chen sepakat dengan gagasan ketua sekte.
Zhuang Shing kemudian bertanya pada pemilik kedai di mana mereka bisa mendapatkan berbagai barang yang diperlukan untuk melakukan penyamaran.
__ADS_1