PENDEKAR DEWA LANGIT

PENDEKAR DEWA LANGIT
139. Sedikit Aksi Zhuang An


__ADS_3

"Jadi,gedung ini dijaga seorang Jendral dan lima ratus prajurit. Hemmh..! Benar-benar sangat penting arti keberadaan gadis-gadis itu" Zhuang An ingin memastikan sesuatu, sebelum bertindak.


"Tentu saja, bukankah mereka menjadi sarana utama untuk peningkatan kekuatan iblis dan para pengikutnya" Zhuang An, membuat kesimpulan sendiri.


Tapi akhirnya siang ini, Zhuang An memutuskan dengan mantap, untuk mempermalukan para iblis di markas mereka sendiri.


"Baiklah! Jika begitu, aku pasti tak akan mengecewakan kalian kawan, hahaa!" Seru Zhuang An seraya mengayun kan langkahnya, menuju gedung tersebut.


Sementara, pemuda tampan itu sedang menyusun rencananya.5 Iblis Api Biru, bersama Iblis Salju melangkah menuju tempat Altar Pengorbanan, ini adalah yang ke empat kalinya mereka akan melaksanakan upacara pengorbanan, para gadis perawan.


Altar pengorbanan mereka buat di ke dalaman bawah tanah, yang posisinya cukup jauh dari permukaan bumi.


Ini disengaja agar upacara yang mereka lakukan, tidak terganggu oleh apa pun.


Dalamnya, tempat tersebut menyebabkan tidak dapat merasakan getaran atau apapun yang terjadi di permukaan bumi.


Dan ketika mereka tiba di tempat itu, ke empat perwira yang ditugaskan mempersiapkan upacara, menyambut mereka dengan hormat.


"Hormat yang mulia!" Ucap ke empat perwira tersebut.


"Bagaimana persiapan kalian?" Iblis Api Biru, langsung bertanya dengan tidak sabar.


"Semua sudah siap, Yang Mulia! Tak ada yang kurang sama sekali. Nanti malam, tepat malam puncak bulan purnama. Kita sudah bisa melaksanakan nya" Seorang perwita menjawab dengan mantap.


"Bagus! Bagus! Jangan sampai ada kesalahan!" Ujar Iblis Api Biru dengan serius.


"Siap! Yang Mulai!" Jawab ke empat perwira tersebut.


"Ingat itu! Jangan sampai ada masalah!" Ucap Iblis Salju, dengan tatapan mata dingin nya. Membuat ke empat perwira tersebut merasa ngeri.


"Siap! Yang Mulia!" Para perwira tersebut menjawab dengan perasaan cukup takut.


*


*


*


*


*


*


Sedangkan Zhuang An sudah berada di depan gerbang, dan kemudian menghancurkan array dan juga pintu gerbang gedung besar yang menjadi sasaran nya kali ini.


"Zhuuuut"


"DUUAARR"


Suara ledakan membuat puluhan prajurit terpental pingsan. Dan ratusan lainnya, segera mengepung pemuda itu.


Dengan tenang Zhuang An memasuki area gedung, dan memandang para prajurit dengan tersenyum.


Dari arah dalam gedung, seorang Jendral yang memimpin mereka, melesat kearah Zhuang An.


Zhuang An tidak menunggu, ia langsung mengangkat tangan kirinya, dan sinar kuning keemasan segera melesat mengurung ratusan prajurit tersebut.

__ADS_1


Dalam sekejab saja, mereka semua telah terkapar tak berdaya dan pingsan, karena kehilangan vitalitasnya.


Jendral yang memimpin ratusan prajurit itu, berteriak marah.


"Bedebah kau! Jangan harap bisa selamat! Hiaat...!" Jendral ini, langsung menerjang dengan pukulan dasyat.


"Wuuuss"


Zhuang An dengan tenang mengangkat tangan kanannya.


"Sadari batas kemampuan mu, kawan!" Teriak Zhuang An, dan serangkum sinar kuning, menghadang serangan Jendral tersebut.


"Wuuuss"


"Blaaaar"


Benturan kekuatan besar membuat ledakan hebat, dan getaran yang kuat.


Jendral pemimpin regu itu, terpental dua puluh tombak jauhnya, dan kemudian pingsan di tempat.


Zhuang An bergerak cepat, memasukkan lima ratus prajurit dan juga Jendral tersebut, kedalam penjara cincin tujuh dimensi.


Kemudian Pemuda Berwajah Dewa ini, segera melesat menghancurkan semua pintu yang ada di gedung besar itu, tanpa terkecuali.


"Daar"


"Daar"


"Daar"


"Jika ingin selamat, cepat kumpul di ruang tengah! Cepat-cepat!" Teriak Zhuang An dengan tegas.


Para gadis itu, cukup ragu-ragu namun, akhirnya mereka segera bergerak sesuai instruksi Zhuang An.


"Ayo-ayo! Cepat!" Seorang gadis yang lebih berani segera mengkomando yang lainnya.


Para gadis itu, tak menunggu lama telah berkumpul, di ruang yang paling luas di bagian tengah gedung tersebut.


Zhuang An melesat menyambar beberapa gadis, yang hampir ketinggalan.


Ia menyadari jumlah gadis yang banyak, pasti ada yang lambat dan ada yang kurang sehat. Namun, ia juga menyadari, dalam beberapa detik berikut nya Iblis Api Merah, akan segera datang. Dan itu, tentu akan menimbulkan masalah.


Setelah mereka berkumpul di ruang besar, di bagian tengah gedung itu. Zhuang An tanpa banyak bicara langsung menggunakan tekhnik teleportasi.


"Zhuuuut"


Zhuang An dan seribu gadis telah menghilang dari tempat itu.


Dan benar saja, di beberapa detik berikutnya Iblis Api Merah, benar-benar muncul di tempat tersebut.


"Och! Apa yang terjadi di sini?" Iblis Api Merah memeriksa setiap detail yang terjadi di tempat itu.


*


*


*

__ADS_1


*


*


*


Beberapa waktu sebelumnya, ketika Zhuang An sedang menghancur kan array, dan gerbang pintu gedung tempat penyekapan para gadis.


Iblis Api Merah, sedang bermeditasi untuk meningkatkan kemampuannya. Namun, ia di kejut kan dengan getaran, saat Zhuang An menghancurkan array tersebut.


"Getaran apa ini? Mengapa sangat mengganggu?" Batin Iblis Api Merah.


Akan tetapi, ia tak mau ambil pusing, karena berpikir pasti Iblis Api Biru dan Iblis Salju, akan segera menanganinya, jika ada masalah.


Dia tidak tahu, jika dua iblis seniornya itu sedang di altar bawah bumi.


Selang beberapa waktu kemudian, ia merasakan ada getaran benturan pertempuran, hingga akhirnya dia memutuskan untuk menyudahi meditasinya.


"Dari pada tidak fokus, sebaiknya aku ketempat sumber kekacauan itu" Gumam Iblis Api Merah.


Tak lama kemudian Iblis Api Merah, telah berpindah tempat di gedung penyekapan dan dia menjadi sangat terkejut.


Karena, melihat beberapa kerusakan tempat itu, namun ia juga tak melihat keberadaan Iblis Api Biru maupun Iblis Salju.


"Apa yang terjadi? Di mana Senior Iblis Api Biru dan Senior Iblis Salju?" Iblis Api Merah bergumam sendiri.


Iblis Api Merah segera memeriksa array yang hancur, namun ia tak menemukan tanda-tanda pelaku kekacauan itu. Kemudian ia juga memeriksa semua tempat gedung itu.


"Aneh! Di mana jasad para prajurit dan juga Jendral Mo? Mengapa tak tersisa satu pun?" Iblis Api Merah tambah bingung, karena ini baru pertama terjadi seperti ini.


Setelah memeriksa beberapa kemungkinan, Iblis Api Merah hanya bisa berkesimpulan bahwa, pelaku adalah orang hebat yang memakai artefak hebat, untuk membuat kekacauan itu.


Tak begitu lama kemudian, Iblis Api Biru dan Iblis Salju pun datang dengan teleportasi juga.


"Ada apa, Api Merah? Mengapa sepi sekali?" Iblis Api Biru, bertanya dengan ketidak sabaran nya.


"Ach! Senior Iblis Api Biru dan Senior Salju! Lihatlah! Tempat ini, telah diacak-acak oleh seseorang yang menggunakan artefak hebat. Bahkan! Tak menyisakan jasad seorang prajurit pun" Iblis Api Merah menjelaskan apa yang dilihatnya.


"Bagaimana dengan para gadis?" Tanya Iblis Salju.


"Mereka juga lenyap" Jawab Iblis Api Merah dengan cepat.


"DeeS"


Ledakan energi biru pekat, yang begitu kuat memenuhi seluruh lokasi itu.


"Jiuch! Bedebah! Akan, aku kuliti orang ini!" Iblis Api Biru, menggertak kan gigi nya, hingga berbunyi gemertak.


"Benar-benar, keterlalua!" Iblis Salju juga tak kalah emosinya,


.


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2