PENDEKAR DEWA LANGIT

PENDEKAR DEWA LANGIT
30. Pendekar Tiada Tanding


__ADS_3

Tuan Muda He Yin berumur 25 tahun, saat ini sedang menginap di kamar husus.


Menurut yang diceritakan Pendekar ahli tersebut. He Yin adalah orang yang baik dan sopan akan tetapi karena adanya perebutan kekuasaan menyebabkan dirinya diincar banyak pembunuh.


Dari sejak mereka melindungi He Yin mereka sudah 4 kali menghadapi percobaan pembunuhan.


Mereka menjadi semakin khawatir karena musuh yang dihadapi semakin kuat dan banyak dari sebelum-sebelumnya.


" Shen gege, bagaimana kalau kita memakai jebakan ?." Fan Wei


" Jebakan bagaimana?" Zhuang An


" Semua pendukung Keluarga Deng adalah orang yang sering berbuat onar, kejahatan dan semacamnya jadi ada baiknya kalau kita bisa menghukum mereka." Kata Fan Wei


Fan Wei menjelaskan orang-orang itu memiliki nafsu membunuh yang tinggi, sehingga ketika He Yin dalam posisi terlihat mudah di bunuh semisal di perjalanan yang sepi, maka sudah pasti mereka akan berusaha membunuhnya.


Jika mereka betul-betul melaksanakan niatnya bukankah pantas untuk dihukum atau dibunuh.


intinya rencana ini adalah untuk memancing orang jahat dan kemudian di habisi.


" Emm kalau seperti itu, saya setuju, mengurangi jumlah penjahat, bukankah itu bagus..?." Zhuang An berpendapat sambil melihat kearah Guru dan Ketua Sekte.


" Sebenarnya seberapa pantas mereka untuk dibunuh?." Pertanyaan Zhuang Shing mengagetkan Zhuang An dan para pendekar Ahli.


Zhuang An berpikir ulang, karena dia tidak melihat sendiri kejahatan orang-orang yang dimaksud.


Sementara ukuran seseorang untuk pantas dibunuh bukanlah perkara yang mudah, bisa saja itu pandangan pribadi karena nafsu membunuh dan belum tentu yang dibunuh memang pantas.


" Senior, menurutku mereka sangat pantas dihukum, karena mereka telah banyak membunuh dan membuat kesengsaraan" Fan wei tidak berubah dari pendiriannya.


" Maaf Pendekar Zhuang, apa yang dikatakan adik yunior itu benar, kejahatan mereka sudah tidak bisa di maafkan." Xie Shen


" Jika memang begitu mari kita lakukan!." Zhuang Shing menjawab tegas.


Ketika mereka sedang berbincang-bincang muncul He Yin dari lantai paling atas, dia mendekat sambil bertanya-tanya dalam hati.


" Paman Shen, siapa mereka.?" He Yin bertanya dengan wajah penasaran.


" Och Tuan Muda He Yin..perkenalkan ini ...." Xie Shen memperkenalkan ketiga orang yang baru ditemuinya.


He Yin begitu terkejut mendengarnya selama ini di wilayah Huitong dia hanya bertemu pendekar ahli tidak pernah bertemu langsung dengan pendekar mumpuni bahkan untuk bertemu pendekar mahirpun cukup jarang.


Apa lagi bertemu pendekar satria itu sesuatu yang tak pernah terjadi.

__ADS_1


Tetapi kali ini di hadapannya ada pendekar satria tingkat puncak gerbang 8 bahkan pendekar nomer wahid yang tersohor dan tiada tanding.


Perlahan lutut He Yin menjadi goyah, dan secara spontan dia bersujud di hadapan Zhuang Shing.


Melihat perubahan mendadak ini Zhuang Shing kaget.


" Tuan Muda apa yang kau lakukan?, tolong jangan seperti ini!." Zhuang Shing sekali lagi menolak dihormati secara berlebihan.


Zhuang Shing tak menduga He Yin akan bersikap seperti para pendekar ahli sebelunmnnya bahkan lebih.


Setelah He Yin duduk, Xie Shen angkat bicara : " Tuan Muda, kali ini kami akan menuruti keinginan Anda untuk melakukan perjalanan ke kota YongFu"


" Ach sungguh?." He Yin wajahnya langsung cerah, dia sangat ingin menemui seseorang yang dikenalnya memiliki pengaruh besar di Istana.


" Benar, saya akan ikut mendampingi." Zhuang An meyakinkan He Yin.


Wajah He Yin begitu sumringah dia yakin rencananya untuk menjadi penguasa daerah Huitong akan terwujud dengan bantuan orang yang tepat.


Lebih-lebih kali ini dia dampingi pendekar tingkat tinggi, tentu ini merupakan keberuntungan yang tak terduga.


Untuk menjadi penguasa daerah seperti Daerah Huitong membutuhkan surat mandat berupa SK dari Kaisar.


Dan untuk mendapatkan surat mandat tersebut membutuhkan beberapa rekomendasi dari orang-orang yang memiliki pengaruh besar seperti kepala administrasi wilayah dan juga Gubernur.


" Guru, Ketua, saya berangkat." Zhuang An memberi hormat.


Ahirnya Zhuang An ikut mendampingi perjalanan He Yin.


Sementara Zhuang Shing dan Yang Chen melakukan pemantauan di wilayah Huitong dan sekitarnya mereka yakin banyak penjahat, perampok dan begal yang perlu di tangani di wilayah ini.


Setelah seharian melakukan perjalanan mereka tiba di sebuah jalan sepi di tepi hutan.


Zhuang An duduk bareng Xie Shen di satu kereta.


" Pada serangan terahir mereka mengirim berapa pndekar?." Kata Zhuang An bertanya ringan.


" 12 pendekar kelas satu bersama 3 pendekar ahli jadi 15 pendekar." Xie Shen.


" Tetapi kali ini mereka mengirim lebih dari 32 pendekar." Kata Zhuang An singkat.


" Ach ...maksud Anda..kita sudah di kepung?." Xie Shen terperanjat.


" Benar, di depan sana ada 12 pendekar ahli dan 20 pendekar kelas satu." Zhuang An berbicara dengan tenang seolah tidak ada masalah.

__ADS_1


Xie Shen dan rekan-rekannya menjadi waspada.


" Berhenti". Xie Shen memberi komando, dia tak ingin terlalu dekat dengan orang-orang yang mencegatnya.


Karena jangkauan anak panah mereka bisa membahayakan He Yin.


" Wuuss.. wuuss".


Dan benar saja saat He Yin penasaran ingin keluar dari kereta di belakang Xie Shen beberapa anak panah melesat padanya.


Jarak yang cukup jauh membuat anak panah itu tidak terlalu kuat meluncur hingga dengan mudahnya Xie Shen menangkisnya.


" Tuan Muda, jangan keluar dari kereta." Xie Shen berseru.


Wajah He Yin memucat, belum hilang rasa pemasarannya sudah dikagetkan dengan panah-panah yang berdesing.


Dengan ringan dan santai Zhuang An bergerak berputar kedua kakinya membentuk seperti baling-baling yang mengeluarkan deru angin dasyat menghalau panah-panah itu.


Dengan tehnik tendangan angin topan Zhuang An membuat anak panah itu melesat berbalik arah kembali pada pemiliknya.


Beberapa pemanah terluka karena panahnya sendiri, melihat hal ini Xie Shen merasa ringan perasaannya pendekar tingkat tinggi memang sangat membantu.


Para pendekar ahli aliran hitam yang berjumlah 12 orang di tambah 15 pendekar kelas satu menjadi geram, mereka menyerang kearah kereta dengan garang.


" Ayo majulah." Kata Zhuang An.


" Hiaat..." Seorang pendekar kelas satu menyerang dengan penuh emosi.


Zhuang An merespon mereka dengan tenang menggunakan jurus tangan seribu dan tendangan angin topan.


Kombinasi dua jurus tangan kosong itu mampu mengatasi para pendekar yang mengeroyoknya.


Zhuang An tidak terlalu banyak mengeluarkan tenaga dalam, namun demikian lawan-lawannya banyak yang tumbang dengan luka patah tulang.


" Pack..pack".


" Krack"


" Aachk..."


Sementara Fan Wei sudah melukai beberapa pendekar kelas satu.


Sedang Xie Shen sibuk dengan seorang pendekar ahli yang memiliki kemampuan tinggi.

__ADS_1


Para pendekar ahli menyadari keganasan Zhuang An yang menumbangkan beberapa pendekar kelas satu dengan patah tulang, oleh karena itu mereka ingin segera membereskan pemuda itu.


__ADS_2