PENDEKAR DEWA LANGIT

PENDEKAR DEWA LANGIT
20. Paruh Burung Bangau


__ADS_3

" Mereka menyelamatkan kami." Salah satu dari empat orang itu menjawab.


" Tapi bagaimana caranya, aku melihatmu terluka sangat parah dan aku melihatmu sudah mat...." Pria itu tidak melanjutkan.


Dia hanya bertambah heran bagaimana bisa orang yang luka separah itu bahkan kemungkinan sudah mati, tapi mengapa sekarang bisa tampak baik-baik saja.


" Baiklah, bagaimana dengan keadaan kalian.? Han Jiang mencairkan suasana.


" Kami selamat karena kedatangan anda, terimakasih." Jawab pendekar yang masih terluka tersebut.


Han Jiang mengeluarkan Butir Mutiara Jiwa sebanyak sebelas butir dan memberikan pada mereka.


" Minumlah, ini sumberdaya tingkat tinggi." Han Jiang memberikan butir tersebut lalu mengeluarkan air dari perubahan energi tenaga dalam.


Setelah para pendekar meminumnya beberapa menit kemudian tubuhnya mulai bereaksi, lukanya yang parah mulai membaik, energinya muncul kembali.


" Och...bisa secepat ini reaksi dari sumberdaya itu." Pria itu takjub dengan perkembangan kebugarannya.


" Ini sungguh luar biasa.!" mereka berseru bersama-sama.


Selang satu jam kemudian, para pendekar aliran hitam itu mendapati diri mereka benar-benar telah sehat kembali.


Yang sebelumnya butuh dibantu temannya untuk berjalan kini sudah menjadi jauh lebih sehat.


" Sungguh, ini sangat menakjubkan, sumberdaya kalian memang luar biasa." Salah satu pendekar aliran hitam tidak bisa menutupi kekagumannya.


" Sekarang mulailah berpikir cara kalian menjalani hidup, apakah akan terus seperti dulu, atau akan menjadi lebih baik." Han Jiang memberi banyak masukan untuk membuka hati mereka.


" Aku akan merubah cara hidupku, aku beruntung bisa selamat hari ini, mungkin lain kali bisa tidak selamat jika terus menjalani hidup yang tidak benar." Salah seorang pendekar aliran hitam berbicara.


" Aku juga akan berubah, tidak lagi berbuat onar, cukup sampai di sini kejahatannya." yang lainnya menambahkan.

__ADS_1


Mereka sepakat untuk tidak lagi berbuat kejahatan yang meresahkan masyarakat, ataupun merugikan orang lain.


Sebelum berpisah para pendekar aliran hitam itu memperkenalkan diri mereka satu-persatu, dan berjanji pasti akan merubah jalan hidupnya masing-masing.


Di dunia ini banyak kemungkinan. Han Jiang tidak tahu, apakah mereka akan benar-benar merubah jalan hidupnya atau tidak, karena dia sadar hanya orang yang beruntung yang menjalani hidup dengan benar.


Tetapi setidaknya dia sudah berusaha membantu.


*****


Jika dihitung Zhuang An sudah satu tahun tinggal di Sekte Pedang Langit.


Selain belajar dasar Pedang Angin , bocah itu juga belajar beberapa tehnik lain tanpa kesulitan.


Huang Liang sampai takjub dengan perkembangan adik seperguruannya tersebut.


"Permisi senior." Tiba-tiba muncul enam murid cewek. Mereka berumur antara sebelas sampai enam tahun.


" Silahkan masuk....ada apa ya...? Huang Liang bertanya ramah.


" Senior kami datang kesini karena mau ikut berlatih dengan senior, kami dengar senior berhasil pesat melatih siparuh burung bangau." Salah satu murid cewek yang paling besar menjawab.


"Paruh burung bangau?." Huang Liang bertanya lagi.


" Emm..maksudnya..dia..." Murid cewek yang berumur 10 tahun menjawab sambil menunjuk Zhuang An.


Huang Liang tambah heran, mengapa Zhuang An dibilang paruh burung bangau.


" Och..dia namanya Zhuag An." Huang Liang memperkenalkan Zhuang An pada murid-murid cewek yang masih kecil-kecil itu.


Anak-anak kecil itu menjadi lebih senang. Mereka adalah murid-murid salah satu wakil Tetua Pedang Angin Wisma 19 Ning Yue.

__ADS_1


Semua Guru dan murid di Wisma 19 Pedang Angin adalah wanita. Wisma tersebut dipimpin oleh Tetua Qin Xiaoxie.


" Tapi mengapa kalian ingin berlatih di sini.?" Huang Liang bertanya.


" Karena semua Guru di Wisma 19 ikut menjalankan misi." Jawab anak yang berumur 11 dan 10 kompak.


" Emm...baiklah kalau begitu mari berlatih bersama-sama." Huang Liang tidak ingin banyak berdebat.


Semenjak saat itu, Huang Liang dengan semangat melatih enam anak tersebut bareng Zhuang An.


Dia tidak lupa untuk minta ijin ke Sekretariat Sekte agar tidak ada kesalahan.


Pada dasarnya anak-anak Wisma 19 sudah terlatih dengan baik, sehingga Zhuang An yang usianya lebih muda tidak mudah untuk bersaing dengan mereka.


Tetapi Zhuang An adalah tipe anak yang tidak mudah menyerah, jadi dia berusaha terus mengasah kemampuannya siang dan malam, seolah tak kenal waktu.


Huang Liang membiarkan Zhuang An melakukan apa saja yang disenanginya selama berdampak positif dan tidak berlebihan.


Pemuda tanggung itu menyadari jika dia terlalu ikut campur disemua sisi kehidupan Zhuang An itu akan mengurangi kreatifitasnya dan tentu kedepan dampaknya kurang bagus.


Dia meniru cara Yang Chen seperti yang selama ini diperlakukan pada dirinya, bebas berkreatifitas tetapi masih dalam bimbingannya.


Dalam satu minggu terahir Huang Liang mengarahkan agar Zhuang An fokus pada penguasaan jurus dasar Pedang Angin.


Zhuang An menerima dengan senang hati, mengingat dia pernah melihat Gurunya Yang Chen bertarung dan mengalahkan musuh-musuhnya dengan menggunakan jurus tersebut.


" An er, kau begitu cepat memahami dasar jurus ini." Huang Liang berkomentar.


" Liang gege, aku pernah melihat Guru Yang Chen menggunakannya melawan beberapa musuh, jadi ada sedikit pemahaman dari sana, bagaimana Guru memakai jurus ini begitu efektif." Jawab Zhuang An.


" Baguslah, lain kali kita cari patner untuk latih tanding denganmu, agar bisa mengukur sejauh mana pencapaianmu." Kata Huang Liang.

__ADS_1


" Wuah, pasti seru itu. Tambah semangat jadinya." Zhuang An tersenyum Sumringah.


__ADS_2