
" Cici Yueyin! Apa kabar, lama tak bertemu?! Zhuang An menyapa kakak sepupunya, setelah mendarat dengan manis.
"Siaocia! Engkau mengenalnya?" Salah satu dari Lima gadis, murid-murid Sekte Burung Merak Emas yang lebih dewasa, bertanya pada Nona Mudanya ini.
Xue Yueyin, terdiam ia berpikir keras dan berusaha mengingat, dan bertanya-tanya dalam hati, mungkin pernah bertemu pria ini, tapi siapa dia?
" Cici Yueyin, lupa ya...? Aku An er, Putra ibu ku, Xue Neira!" Zhuang An mencoba menggugah ingatan Kakak sepupunya tersebut.
" An er? Tapi An er sudah...?" Kakak sepupunya Zhuang An itu, merasa bingung.
"Bukankah selama ini, Zhuang An sudah tiada? Terbunuh oleh Sekte Taring Naga. Lagian mengapa Zhuang An sekarang jadi sebesar dan sedewasa ini ?" Begitulah berbagai pertanyaan muncul dalam benaknya Xue Yueyin.
"Sudah bagaimana, Cici? Aku masih hidup, masih sehat santoso!" Zhuang An menjawab, dengan menegaskan eksistensinya pada Kakak sepupunya tersebut.
Wajah Xue Yueyin menjadi lebih cerah, ada sedikit rasa bahagia walau masih belum sepenuhnya percaya, rasa bahagia itu lebih dulu muncul di relung hatinya.
Di saat mereka sedang berbicara agak serius, tiba-tiba dari arah belakang Pendekar Aliran Hitam, yang sudah merasa lebih baik kondisinya, melempar senjata rahasia atau amgi yang berbentuk tiga pisau terbang.
Dengan kecepatan tinggi, pisau terbang tersebut melesat kearah kepala Zhuang An.
" Whuut"
Namun, Pendekar jagoan kita ini, terkesan tidak peduli, tanpa menoleh kebelakang, hanya sedikit menggerakkan telapak tangannya melewati atas pundaknya.
Dan seketika itu, ketiga pisau terbang tersebut melesat kearah pemiliknya, dengan kecepatan berlipat ganda.
" Whuus"
" Jless...Jless...Jless"
Tiga pisau terbang menancap di perut, dada, dan kening Pendekar Aliran Hitam yang melempar amgi tersebut, dengan sangat dalam, hingga gagang pisau terbang tak kelihatan.
Pria jahat itu, tak bergerak lagi dan akhirnya jatuh kebelakang dengan suara yang keras.
"BRAAK"
Zhuang An membalikkan arah tubuhnya pada Pendekar Aliran Hitam yang tersisa, dan mengangkat telapak tangannya yang ditujukan pada pria terahir tersebut.
__ADS_1
Seketika, muncul lah pusaran angin yang begitu dasyat menyedot Pendekar Aliran Hitam itu, kearah telapak tangan Zhuang An. Itu adalah salah satu Tekhnik Elemen Angin Dewa Langit.
Walaupun, Pendekar Aliran Hitam itu sudah di ranah Pendekar Satria Gerbang Keenam, namun itu tidak ada artinya bagi Zhuang An.
"Zhuuuut"
"Aaach"
Tubuhnya tersedot tanpa ampun kearah telapak tangan Zhuang An, dan ketika leher Pria berwajah sangar itu, sudah di tangan Pemuda yang sedang emosi ini, langsung dipatahkan begitu rupa.
"Kraak"
Pendekar Aliran Hitam itu tewas, tanpa bisa melakukan perlawanan sama sekali.
Lima gadis, murid-murid Sekte Burung Merak Emas, menjadi merinding menyaksikan kematian tragis, dari dua Pendekar Aliran Hitam yang mengganggu mereka.
Zhuang An menembak kan tangannya ketanah.
" Duuaar"
Setelah selesai mengubur kan dua jasad tersebut, Zhuang An mendekati Lima gadis, murid-murid Sekte Burung Merak Emas.
Lalu, mengobati luka dalam yang mereka derita, pertama menggunakan tenaga murni, dengan menyalurkannya melalui kelima jarinya.
Zhuang An tidak mengobati Lima gadis, murid-murid Sekte Burung Merak Emas itu satu persatu, akan tetapi, dia melakukannya sekaligus.
Dengan kemampuannya yang tinggi tidak terlalu sulit, untuk menyalurkan energi murni melalui lima jarinya, tanpa harus menyentuhnya.
Pemuda itu, mengangkat tangan kanannya, dengan membuka lima jarinya dan setelah itu muncul sinar kuning keemasan, meluncur dari lima jari tersebut kearah Lima gadis, murid-murid Sekte Burung Merak Emas.
Setelah selesai, untuk yang kedua dia membagikan pil penyembuh lainnya yang sekaligus berfungsi mengembalikan vitalitas energi yang telah hilang.
"Kalian telan ini! Pil penyembuh dan pengembali vitalitas" Kata Zhuang An memberi dan menjelaskan pada Lima gadis, murid-murid Sekte Burung Merak Emas.
"Terimakasih "
Mereka, Lima gadis, murid-murid Sekte Burung Merak Emas, satu persatu mengucapkan terimakasih pada Zhuang An.
__ADS_1
Setelah selesai, Xue Yueyin segera berbicara.
"An er! Kamu harus segera membantu Ibunda ku, yang sedang bertarung melawan Pendekar Aliran Hitam!" Kata Xue Yueyin dengan serius dan tegang.
"Tenanglah! Tubuhku yang asli sudah membantunya" Zhuang An menjawab dengan tenang.
" Maksud mu?" Xue Yueyin masih belum sepenuhnya memahami kata-kata Zhuang An.
" Aku, yang sedang di sini ini, hanya lah bayangan. Tubuh asli ku berada di sana membantu Bibi Xue Yuelin. Aku memiliki tekhnik bayangan dan ini lah bentuk dari bayangan tubuhku." Kali ini, Zhuang An menjelaskan panjang lebar kali tinggi, masih ditambah diagonal.
Xue Yueyin menjadi lebih tenang dengan penjelasan Zhuang An.
" Sudah lah! Ayo kita ke tempat Bibi Xue Yuelin!" Ajak Zhuang An pada Lima gadis, murid-murid Sekte Burung Merak Emas tersebut.
Akhirnya, mereka Lima gadis, murid-murid Sekte Burung Merak Emas bersama Zhuang An meninggalkan tempat itu bersamaan.
Sambil berlari menggunakan ilmu ringan tubuh mereka melesat kearah awal mereka berada.
Sebenarnya, bagi Zhuang An mereka sangat lambat dalam larinya, walaupun menggunakan ilmu meringankan tubuh dan juga tenaga dalam, tapi itu sangat terasa bagaikan siput yang berjalan lelet.
Maklum, Zhuang An adalah Pendekar tingkat langit, sedang mereka Lima gadis, murid-murid Sekte Burung Merak Emas itu, bahkan, masih jauh dari pendekar tingkat bumi.
Namun demikian, Zhuang An tak mempermasalahkan hal itu, karena, Zhuang An adalah Pendekar yang baik hati, sabar, tidak sombong dan rajin menabung.
Kalau ga percaya lihat di cincin samudra nya, pasti kaget kalau tahu isinya, betapa banyak simpanan koin emasnya, belum lagi herbal yang berjibun dengan koleksi yang super langka dan mahal-mahal.
"An er! Aku pikir engkau betul-betul sudah tiada? Bunda sudah mencari mu di puing-puing desa rumput badak, tapi tak menemukannya. Hanya menemukan jasad Ayah mu yang kemudian dimakamkan di dekat makam ibu mu." Xue Yueyin bercerita banyak dalam perjalanan mereka.
"Jadi, Bibi Xue Yuelin sudah memakam kan jasad Ayah ku?" Zhuang An bertanya dengan wajah penasaran.
"Tentu saja! Bahkan Bunda mencari mu ke mana-mana, dari desa rumput badak sampai seluruh kaki gunung ChangBai, bahkan sampai ke pasar budak di seluruh wilayah". Xue Yueyin bercerita dengan mimik sedih.
"Aku, tinggal di Sekte Pedang Langit bersama Guru Yang Chen!" Zhuang An, sedikit memberitahu Xue Yueyin.
Zhuang An tiba-tiba teringat perjalanan hidupnya yang menyedihkan, hingga bertemu gadis kecil yang menolongnya, ya dia adalah Fang Xiang.
"Gimana kabar gadis kecil itu sekarang?" Zhuang An bermonolog dalam pikiran. Ada kerinduan yang dalam di hatinya.
__ADS_1