
Zhuang Shing merasa agak tegang membaca buku tersebut, sementara para Tetua juga ikut merasakan ketegangan saat mendengarnya.
" Banjir darah ?." Han Jiang berkomentar.
" Iya di sini tertulis seperti itu." Zhuang Shing mengatakan apa yang dibacanya.
" Ketua, tadi disebut 117 tahun saka, berarti itu terjadi delapan tahun lagi dari sekarang?." Song Jin bertanya ingin membahas lebih teliti.
" Benar, delapan tahun dari sekarang waktu yang cukup panjang." Kata Zhuang Shing
Song Jin tetua wisma pedang angin tersebut berpikir, jika memang hal tersebut dapat dipastikan, tentu ada beberapa hal yang bisa dipersiapkan.
Oleh karena itu, Song Jin mengusulkan adanya penyelidikan secara mendalam terkait dengan informasi ini.
" Ketua, saya mendengar desas-desus dari negara tetangga tentang pasukan siluman." Pendekar satria termuda gerbang tujuh berbicara.
" Pasukan siluman?, Tetua Fai, Apa saja yang anda dengar ?." Zhuang Shing bertanya.
" Saya mendengar di negara Jie Xia atau gurun srigala sedang mengembangkan kekuatan misterius, pasukan yang sulit dibunuh." Jawab Tetua Fai Yin dengan ekspresi serius.
" Kekuatan misterius?, pasukan yang sulit dibunuh.?" Zhuang Shing bertanya dengan alis terangkat.
Fai Yin menjelaskan bahwa Salah satu wilayah di luar kekaisaran Tang yaitu Negeri Gurun Srigala sedang mengembangkan kekuatan misterius.
Dikatakan misterius karena kekuatannya sulit diukur dan sulit dibunuh.
Kekuatan yang dimaksud bersumber dari mahluk aneh dan hebat yang mereka sebut sebagai Dewa Barzora
Dengan menyembah Dewa Barzora serta menyediakan persembahan mereka bisa menjadi sangat kuat.
Dewa Barzora memberikan darahnya untuk diminum pengikutnya, dengan meminum darah tersebut pengikutnya menjadi kuat luar biasa dan sulit di bunuh.
Namun, Dewa Barzora meminta darah dan daging perawan sebagai gantinya.
Mendengar penjelasan Fai Yin para Tetua menjadi ragu sekaligus penasaran.
" Saya mengusulkan untuk membuat team, yang ditugaskan untuk menyelidiki informasi ini, agar kita dapat memahami secara benar dan kemudian mengambil sikap dengan tepat." Fang Jin angkat suara.
" Baiklah, jika demikian aku ingin Tetua Han Jiang melakukan penyelidikan bersama team sepuluh." Zhuang Shing mengambil keputusan.
" Baik ketua, kami siap melaksanakan tugas." Han Jiang dan bersama sepuluh pendekar menjawab menyatakan kesanggupan.
__ADS_1
Setelah pertemuan itu berakhir Yang Chen langsung pulang menemui Zhuang An.
" An er kemarilah." Yang Chen memanggil muridnya.
" Siap Guru." Jawab Zhuang An.
" An er, coba kamu gunakan mantra dewa untuk menelisik situasi di Negeri Jie Xia atau Gurun Srigala!." Perintah Yang Chen.
" Emm...memang ada apa Guru.?" Zhuang An jadi penasaran.
" Ada informasi yang menghawatirkan, negeri itu sudah lama menunjukkan tanda-tanda mencurigakan." Yang Chen menjawab dengan tenang.
Zhuang An duduk bersila dia mengerahkan energi murni yang dimiliki kemudian membaca Mantra Dewa.
Zhuang An larut dalam semedinya, perlahan tubuhnya mulai berkeringat, beberapa kali tubuhnya berkedut, tampak seperti terkejut oleh sesuatu.
Setelah 60 menit lamanya, Zhuang An baru membuka mata.
" Bagaimana An er? apa saja yang kau lihat ?." Yang Chen tampak penasaran.
" Guru, aku melihat banyak darah dan juga beberapa gadis yang dibunuh, di tengah ada meja besar seperti altar, kemudian ada darah yang disimpan dalam tempat husus." Zhuang An menjelaskan.
Zhuang An mengatakan dalam penglihatan batinnya tampak begitu banyak mahluk aneh, hewan aneh dan juga ruang maupun bangunan yang begitu asing bagi dirinya.
Namun Zhuang An tidak bisa menjelaskan secara menyeluruh, selain karena pengetahuannya yang masih kurang juga karena penglihatannya masih terbatas.
Pada dasarnya Mantra Dewa bukan ilmu untuk melihat jarak jauh, tetapi ilmu untuk melihat atau menyingkap tabir gaib.
Jika ingin bisa melihat jarak jauh dengan jelas, maka ada ilmu husus yang termaktub dalam Kitab Dewa Langit yang disebut dengan ilmu Sinar Mata Dewa.
Tetapi bagi Yang Chen penjelasan tersebut sudah cukup berguna, setidaknya gambaran itu menguatkan dugaan adanya sebuah ancaman besar yang sedang berkembang.
Wilayah Negeri Jie Xia atau Gurun Srigala tidak berbatasan langsung dengan Wilayah Kaisar Tang, tetapi jika desas-desus itu benar, maka sudah pasti bahaya akan sampai ke negeri tempat tinggal mereka.
Yang Chen teringat dengan tahun terjadinya Gerhana Bulan Darah, bukan tidak mungkin hal tersebut juga ada kaitannya.
" An er! Sepertinya tugasmu akan menjadi lebih berat kedepan." Yang Chen membuka pembicaraan dengan muridnya.
" Maksud Guru?." Zhuang An bertanya.
" Aku menduga tugas yang diberikan kepadamu dari Sang Legenda Pendekar Dewa Langit berkaitan dengan masalah yang terjadi di wilayah Negeri Jie Xia atau Gurun Srigala." Yang Chen sedikit menjelaskan.
__ADS_1
" Guru...! Murid masih terlalu muda untuk misi seperti itu." Zhuang An menjawab dengan tanda tanya.
" An er, untuk saat ini kamu terlalu muda, tapi untuk 8 tahun lagi kamu sudah dewasa. Dalam ramalan kitab dewi bulan dikatakan akan adanya peristiwa besar. Jadi, kami tidak akan tinggal diam, tetapi kamu juga harus siap menghadapinya." Yang Chen menjelaskan mengatasi ancaman besar butuh kekuatan besar.
Jadi , menurut hematnya Zhuang An pasti dipersiapkan oleh leluhurnya untuk menghadapi hal-hal besar tersebut, mengingat tubuh bocah itu bisa menampung energi murni yang sangat tinggi.
" Kalau begitu, murid mohon bimbingannya Guru." Zhuang An menghormat pada Gurunya.
" Tentu saja, kami akan mempersiapkanmu, besok kita menemui ketua sekte." Yang Chen menegaskan.
Malam itu pikiran Zhuang An dipenuhi tanda tanya, sebenarnya apa yang dilihatnya dalam meditasi.
Dia bisa merasakan energi panas yang begitu besar sedang tumbuh berkembang.
*******
Sementara itu di Sekte Istana Bunga, Fang Xiang si gadis kecil yang imut sekarang sudah tumbuh lebih tinggi dan lebih cantik lagi.
Sejak pertemuannya dengan Zhuang An gadis itu menjadi lebih cepat dewasa dalam bersikap.
Selain itu ia juga rajin berlatih dasar jurus utama Sekte dengan bimbingan langsung dari kakeknya yang merupakan Ketua Sekte Istana Bunga.
Dalam enam bulan sekali, Fang Xiang selalu mengunjungi Ayah dan ibunya di Istana Kekaisaran.
" Xiang er, kau sudah menguasai dasar jurus perisai bunga matahari," Han Xiao memuji cucunya.
" Iya kek, aku pingin segera menguasai seluruhnya." jawab Fang Xiang dengan semangat.
" Jangan terlalu terburu-buru, masih ada waktu panjang." Han Xiao menasehati cucunya.
" Kata paman Qiao Jin aku harus mulai belajar menjaga diri." Jawab Fang Xiang.
" Itu benar, kau harus pandai menjaga diri, tapi jangan sampai lupa waktu karena terus berlatih." Han Xiao memberikan nasehat-nasehatnya.
" Hihi iya.......Kakek Jangan khawatir." Fang Xiang menjawab dengan tersenyum.
Sekte Istana Bunga adalah salah satu Sekte Besar Aliran Netral yang memiliki lokasi strategis agak dekat dengan kota perdagangan.
Letak Sekte ini berada di sebuah pulau segitiga hijau dengan berbagai bunga yang menghiasi di semua sisi dan hanya dipisahkan oleh sungai yang mengelilingi dari daratan utama.
__ADS_1
Fang Xiang memakai nama keluarga dari ayahnya yaitu Kaisar Fang Zhang
Kakek Fang Xiang yang memimpin Sekte Istana Bunga bernama Han Xiao merupakan pendekar paling disegani di kalangan aliran netral.