PENDEKAR DEWA LANGIT

PENDEKAR DEWA LANGIT
64. Perangkap


__ADS_3

" Hati-hati...!." Zhuang An berseru membuat jendral Xiao Xun dan 4 prajurit berhenti.


" Jangan melangkah..!." Suara Zhuang An memberi peringatan.


Zhuan An menjentikkan jarinya sebuah sinar putih melesat menghantam tanah di depan jendral Xiao Xun.


Jendral Xiao Xun dan 4 prajuritnya terkejut ketika sebuah jebakan muncul di depan mereka,berupa lobang panjang dan lebar berisi ratusan tombak yang menghadap keatas ditutupi sedikit tanah dan rumput.


Kemudian Zhuang An menjentikkan jari sekali lagi, sinar putih menghantam beberapa pohon, dan puluhan tombak pun melesat dari samping kiri dan kanan.


Sedangkan ratusan anak panah dan beberapa batang kayu besar yang dilengkapi duri panjang melesat menyambar didepan mereka.


Andaikan mereka satu kali saja melangkah, 5 kelima orang itu sudah pasti terkena jebakan tersebut.


Zhuang An terus melakukan hal tersebut tidak kurang dari puluhan jebakan dan perangkap dia hancurkan.


Saking banyaknya perangkap para prajurit sampai bergidik, mereka hampir saja ceroboh dan menjadi sasaran jebakan-jebakan tersebut.


" Paman, mereka sudah siap menyambut kita." Han Fang berbisik pada Fang Jin.


" Sepertinya begitu, jika kita tidak waspada, bisa saja kita terperangkap di dalam, untungnya ada Zhuang An bersama kita." Fang Jin menanggapi kata-kata Han Fang.


Jebakan dan perangkap itu tidak akan terlalu banyak berguna untuk pendekar satria, tetapi tetap saja itu menjadi cukup berbahaya bagi para prajurit.


Setelah semua perangkap dan jebakan dihancurkan mereka bergerak bersama-sama.


Zhuang An sengaja berada di depan karena ia melihat beberapa senjata yang cukup berbahaya seperti Pelontar Batu yang berjumlah puluhan dan juga beberapa Barista yang berisi puluhan anak panah sebesar ibu jari kaki dengan panjang 1 meter.


Dan benar saja ketika mereka sudah mencapai jarak jangkauan tiba-tiba suara ratusan anak panah barista melesat dengan cepat kearah mereka.


" WHUUT...WHUUT...WHUUT..."


Di susul batu-batu besar seukuran 3 buah kelapa yang meluncur dengan deras dan cepat.


" ZHUUUT...ZHUUUT..."


Lima ratus prajurit kekaisaran merasa sangat sulit menghindari serangan tersebut karena barisan mereka terlalu rapat, satu-satunya cara adalah menangkis dengan tameng mereka.


Zhuang An merasakan kegugupan para prajurit, jadi dia mengarahkan tapak tangannya kedepan membentuk Pusaran Angin Dewa.


Angin tersebut bergerak dengan cepat dan menggulung semua anak panah maupun batu-batu yang sedang meluncur itu.

__ADS_1


Dengan pusaran angin berkuatan super Zhuang An melibas mengembalikan batu dan panah kearah pertahanan Srigala Malam.


Bahkan benteng pertahanan organisasi srigala malam yang terbuat dari batu kali dengan tebal mencapai 3 meter itu hancur berantakan.


Zhuang An memberi kode pada jendral Xiao Xun untuk segera menyerang.


Jendral Xiao Xun segera bergerak bersama 500 prajuritnya. Han Fang bersemangat bersama 6 pendekar muda disusul Fang Jin dan 40 pendekar satria sekte pedang langit.


Organisasi srigala malam memang terkenal hebat dan kuat, tetapi kali ini mereka harus merasakan rasanya terancam.


Namun kepercayaan diri yang tinggi masih dimiliki 15 pendekar satria yang mereka andalkan.


Huang Liang menjadi berhati-hati karena dia merasakan energi yang terpancar dari lima belas pendekar satria ini sama dengan yang dihadapinya pada beberapa malam kemarin bahkan lebih tinggi lagi.


Han Fang memberi kode anggotanya untuk tidak melawan 15 pendekar satria yang sudah mencapai tingkat puncak gerbang 7 itu.


Jendral Xiao Xun bahkan sadar diri walaupun dia juga setingkat pendekar satria gerbang kedua, tetapi untuk menghadapi salah satu dari 15 pendekar tersebut merupakan kemustahilan.


Fang Jin menginstruksikan agar anggotanya segera bergerak cepat menghalau pendekar-pendekar mumpuni dan mahir agar para prajurit tidak banyak jatuh korban.


Anggota Fang Jin segera bergerak cepat dan gesit menghadang ratusan pendekar mumpuni dan mahir dari pihak srigala malam.


Tentu saja walaupun komplotan srigala malam banyak berkemampuan pendekar mumpuni atau mahir tetapi menghadapi pendekar satria kelas tinggi bukanlah tingkatan mereka.


Fang Jin segera bergerak maju diikuti 14 rekannya yang memiliki kemampuan setara dengannnya.


" Aku lawanmu..!." Fang Jin berseru pada pendekar hebat yang berada di depannya.


" Kau dari sekte pedang langit..?." Pria itu memandang tajam pada Fang Jin.


" Benar, kau takut..?." Fang Jin tertawa.


" Huahahaa...kau lucu, aku pimpinan kedua srigala malam tidak mungkin takut hanya karena sebuah sekte." Pria berjanggut dua warna itu tertawa.


" Bagus, aku ingin tahu apa yang dibanggakan dari manusia srigala sepertimu..?." Fang Jin tersenyum mengejek.


" Hahhahaa...kau akan segera melihat kehebatanku.., akupun juga penasaran dengan pendekar-pendekar sekte pedang langit, majulah..!." Pria itu mengambil tombak dari punggungnya.


Kemudian dengan cepat ia mengarahkan tombak tersebut kepada Fang Jin, tombak melesat menghujam dengan deras.


" JLAAR..."

__ADS_1


Fang Jin menghindar kesamping sebuah ledakan terjadi akibat tombak berkekuatan tenaga dalam tinggi menghantam tembok dibelakang.


Dengan cepat pimpinan kedua srigala malam menarik tombaknya dengan energi jarak jauh.


Fang Jin belum mencabut pedangnya, dia tahu musuhnya ini berada di tingkat gerbang delapan, tetapi belum mencapai puncak. Sementara dirinya sudah mencapai puncak.


Pimpinan kedua srigala malam, menggunakan kesempatan itu untuk menyerang lebih dasyat lagi.


Dia mengalirkan tenaga dalam pada tombaknya, tombak itu memancarkan cahaya merah menyala kemudian dengan gerakan cepat pria itu menembakkan kearah Fang Jin.


" WHUUSS...JLAARR..."


" WHUUSS...JLAARR..."


Fang Jin melompat dengan ringan dia tidak kesulitan untuk menghindari tembakan energi dasyat itu.


Akan tetapi pimpinan srigala malam menembakkan energi tombaknya berkali- kali dengan lebib cepat dan terus menerus.


Hal itu memaksa Fang Jin membentuk qubah yang melindungi dirinya.


Tembakan energi tombak terus menerus menghantam qubah tersebut, akan tetapi hal itu tak mampu menembus ataupun sekedar meretakkan qubah yang dibuat Fang Jin.


Pimpinan kedua srigala malam menjadi emosi, ia mengangkat tombak melompat tinggi dan menghujamkan ke Qubah tersebut.


Fang Jin menarik qubah es kedalam telapak tangannya dan menghantamkan pada pria berjanggut hitam dan putih itu.


" WHUUSS...JLAARR.."


Pria itu terkejut dia tidak sempat menghindar, sebuah benturan berkekuatan besar membuat dia terlempar 30 meter jauhnya dan muntah darah.


Fang Jin masih berdiri dengan tenang.


" Kau ingin melihat kehebatan sekte pedang langit..? berdirilah kita tunjukkan kekuatan kita masing-masing..!." Fang Jin berseru pada musuhnya.


" EHuuk...EHuuk.."


" Kau...kau jangan sombong di depanku..!." Pria itu terbatuk-batuk darah masih mengalir di bibirnya.


Tetapi dia tidak menyerah, pimpinan kedua srigala malam itu berdiri lagi.


Sementara di sisi lain Zhuang An melompat dan menjentikkan jarinya.

__ADS_1


Satu persatu jentikan jarinya memakan korban pendekar mahir, jentikan jari dewa sungguh tehnik yang luar biasa, walaupun Zhuang An tidak terlalu mengeluarkan tenaga dalam tetapi dampaknya sangat mematikan.


__ADS_2