
Xue Yueyin, Kakak sepupu Zhuang An.
Zhuang An memeriksa mayat Jendral Zargot, dan menemukan cincin penyimpanan. Di dalam cincin, terdapat barang-barang harta rampasan dari para saudagar dan beberapa hal lainnya, yang semua tidak menarik hati Pendekar Muda itu.
Setelah menyimpan cincin tersebut kedalam Cincin Samudra, dengan cepat, Zhuang An memeriksa bangunan yang menjadi markas Jendral Zargot, dan mengambil berbagai harta, sumberdaya, bahan makanan mentah dan barang-barang lainnya, yang sebenarnya tidak ia butuhkan.
Barang-barang itu, tidak untuk dirinya sendiri, tetapi akan ia distribusikan pada penduduk desa yang membutuhkannya.
Setelah pergi ke desa terdekat, dan membagi-bagikan bahan makanan serta barang-barang lainnya, yang jumlahnya cukup banyak, Zhuang An segera pergi kearah selatan, dia terbang dengan tenang menuju gunung ChangBai, desa kelahirannya.
Setelah sekian lama pergi, Pendekar tampan itu, ingin mengunjungi makam ibunya. Bahkan, dia juga ingat ayahnya yang meninggal dibunuh sekte naga hitam dan tidak ada yang memakamkannya waktu itu.
Jadi, dia berniat untuk mengurusnya hari ini. Tetapi, tiba-tiba dia mendengar sebuah pertarungan beberapa pendekar, dari arah depan yang dia tuju.
Perlahan, dia turun dan memperhatikan mereka dari tempat yang tersembunyi.
___
____
____
____
Di depan Zhuang An yang sedang mengintai, dia melihat lima orang pria yang berwatak jahat, dan mendominasi. Mereka, adalah Pendekar setingkat Satria gerbang ke enam dan ketujuh.
Tiga di antaranya, sedang bertarung dengan tiga Pendekar Wanita. Gerakannya sangat ringan, dan terkesan bermain-main.
Sedangkan dua Pendekar lainnya, hanya menonton dengan santai sambil mengawasi jalannya pertarungan.
Sementara, tiga wanita yang menjadi lawannya, adalah Pendekar setingkat Pendekar Satria gerbang pertama, kedua dan ketiga.
Di belakang tiga Pendekar Wanita tersebut, ada lima gadis yang merasa ketakutan. Sebenarnya lima gadis ini juga pendekar. Namun, masih pada tingkat Pendekar Ahli.
Sehingga, mereka bukanlah apa-apa, bila dibandingkan pendekar satria.
"Yin er! Kalian pergilah dari sini! Selamatkan diri kalian!" Salah satu Pendekar Wanita itu, menyuruh kelima gadis di belakangnya, untuk segera pergi dari tempat itu.
" Hahaahaa..! Kalian mau pergi kemana? Jangan takut! Kami hanya ingin bersenang-senang dengan kalian" Seorang Pendekar Satria gerbang tujuh tertawa sinis.
__ADS_1
Hal itu menambah lima gadis muda itu, tambah ketakutan.
" Cepat Yin er! Pergilah! Jangan pedulikan mereka!" Pendekar Wanita mendorong putrinya untuk segera lari
Mendengar hal itu, membuat lima gadis tersebut segera mengambil langkah cepat.
" Baik bunda..! Bunda hati-hatilah!" Salah satu gadis yang paling muda, menjawab perintah ibunya.
Gadis itu segera melesat bersama empat temannya, untuk berlari meninggalkan tempat itu.
" Ya ! Berlarilah sejauh yang kalian bisa..!" Teriak salah satu Pendekar bertampang kejam itu.
Anehnya, para Pendekar berwatak jahat tersebut, tidak mengejarnya, mereka hanya tertawa-tawa senang.
Akan tetapi, setelah beberapa saat berikutnya, dua pendekar yang menonton santai itu, akhirnya mengejar lima gadis yang telah meninggalkan tempat itu.
" Perburuan dimulai! Hahahaa..!" Dua Pendekar berwajah jahat tertawa kemudian melesat mengejar gadis-gadis muda itu.
Hal ini, membuat tiga Pendekar Wanita tersebut menjadi gelisah, konsentrasinya terganggu.
" Jangan memikirkan orang lain! Pikirkan nasib keselamatan dirimu sendiri yang belum jelas! Hahaahaa!" Pendekar yang menjadi lawan pendekar wanita itu tertawa mengejek.
Merespon situasi di depannya, Zhuang An segera mengirim bayangan dirinya, untuk ikut mengejar para gadis muda dan dua pendekar berwatak jahat.
" Hiaat"...
" Tring...Tring...Tring..."
Tiga Pendekar Wanita itu, menyerang dengan ganas, pedangnya berkelebat kearah jantung, tetapi lawan-lawannya hanya menangkis dan mengimbangi dengan tenang.
Zhuang An memperhatikan jubah tiga Pendekar Wanita di depannya, yang berlambang burung merak warna keemasan, ia cukup mengenalinya, sebagai jubah Sekte Burung Merak Emas dari Hainan.
Pendekar muda itu, terus memperhatikan seorang pendekar wanita, yang menjadi pemimpin dari dua wanita lainnya.
Dia semakin yakin, dengan ingatannya, karena wajah dan fisik Pendekar Wanita tersebut mirip dengan Ibu kandungnya. Hanya saja, lebih tua sekitar antara tiga tahunan.
Ya! Dia adalah Xue Yuelin, saudara kandung dari ibu Zhuang An, yang menjadi Matriark Sekte Burung Merak Emas.
Sekte itu, bermarkas di Pulau Hainan, Hutan JianFeng, Sanya utara.
__ADS_1
Hutan JianFeng, Sanya utara, Pulau Hainan.
Sekte Burung Merak Emas, adalah sekte kecil, dengan anggota sekitar dua ribuan.
Namun, mereka sangat terkenal di Kekaisaran ini, karena keahliannya di bidang Seni dan Sastra. Selain itu, anggotanya semua wanita, yang terkenal cantik-cantik.
Ibu kandung Zhuang An, dulu sebelum menikah, juga anggota dari sekte ini. Bahkan, dia merupakan putri bungsu dari Matriark sebelumnya.
Hanya saja, ibu kandung Zhuang An, lebih fokus pada Sastra, dibanding dengan ilmu bela diri.
Sangat disayangkan! Walaupun Sekte Burung Merak Emas sangat terkenal, tetapi dasar dari tekhnik tenaga dalam sekte ini bisa dikatakan cukup lemah.
Sehingga, anggotanya agak kesulitan mencapai tingkatan pendekar yang lebih tinggi. Bahkan! saat ini Matriark Sekte tersebut, baru mencapai tahap pendekar satria gerbang ketiga.
Dari pertarungan yang dilihat Zhuang An, Bibinya Xue Yuelin, sangat kesulitan untuk mengalahkan lawannya. Tentu hal itu, disebabkan perbedaan tingkat kependekaran yang dimilikinya dengan lawannya.
Zhuang An paham, lawan bibi Xue Yuelin hanya bermain-main saja. Jadi, hal ini membuat pemuda baik hati ini, menjadi jengkel.
Oleh karenanya, dia ingin memberi hukuman yang setimpal pada penjahat kelamin yang sok sakti tersebut.
Zhuang An keluar dari tempat tersembunyi, dia melayang ringan turun dari sebuah pohon rindang, dan hinggap di dekat Bibi Xue Yuelin, yang sedang menyetabilkan nafasnya, dan mulai berkeringat, karena menguras tenaga dalam pertarungan.
" Bibi Xue..! Apa kabar?" Zhuang An menyapa Matriark Sekte Burung Merak Emas dengan sopan.
Melihat kehadiran Zhuang An, semua menjadi terkejut, baik dari pihak pendekar berwatak jahat, maupun Bibi Xue Yuelin sendiri.
Cara kedatangan Zhuang An, yang terbang dengan ringan penuh kesetabilan, cukup menarik perhatian mereka semua.
" Kau, siapa?! " Wajah Xue Yuelin penuh tanda tanya.
"Sebentar Bibi ! Akan aku bereskan dulu penjahat-penjahat ini". Zhuang An menjawab pertanyaan Bibi Xue Yuelin dengan tenang.
Mendengar jawaban Zhuang An, membuat Bibi Xue Yuelin menjadi lebih tenang, ada perasaan senang karena dalam situasi sulit ini ada yang membantunya.
" Bibi, dia memanggilku Bibi. Siapa sebenarnya dia ini?" Xue Yuelin bermonolog dalam hati.
" Beraninya kau ikut campur?! Kau belum tau siapa yang kau hadapi!" Pendekar berwajah seram itu marah, dia tersinggung dengan sikap Zhuang An.
"Aku tak ingin tahu, aku hanya ingin menghabisimu!" Jawab Zhuang An tegas.
Mendengar jawaban Zhuang An, membuat Pendekar berwajah jahat lebih marah lagi, pedang yang awalnya hanya untuk bermain-main, sekarang ia lambari dengan tenaga dalam tingkat tinggi.
__ADS_1
Dia menyadari, walaupun dia emosi, tetapi pendekar muda di depannya memiliki kemampuan yang tak sederhana.
"Bersiaplah, menjemput ajalmu! Pendekar aliran hitam itu, menyeringai, lalu dengan kekuatan penuh, dia menyerang Zhuang An menggunakan perubahan energi dari pedangnya.