
"Jangan dipegang dulu! Pedang ini memiliki jiwa sendiri. Tetes kan saja darah mu pada gagang nya!" Ucap Zhuang An.
"Baik! Guru!"Jawab Zhang Yuan.
Zhang Yuan menggunakan tusuk rambut nya, untuk meneteskan darah dari jari nya pada gagang pedang naga angkasa.
Darah itu meresap kedalam pedang, Zhuang An segera membentuk segel jiwa dengan darah itu, sebagai simbol Tuan pemilik resmi pedang tersebut.
"Sekarang pedang ini telah menjadi milik mu, dia akan melindungi dan juga patuh kepada mu" Ucap Zhuang An.
"Terima kasih! Guru!" Zhang Yuan menerima pedang tersebut, dengan perasaan bahagia dan juga bangga.
"Coba, kamu beri perintah pada pedang mu!" Zhuang An menambahkan ucapannya.
"Siap! Guru" Jawab Zhang Yuan.
Zhang Yuan mencoba berinteraksi dengan pikirannya, kemudian meminta pedang nya untuk terbang.
"Wuuuss"
"Sing...Sing...Sing.."
Pedang keluar dari warangka nya, kemudian melesat dan berputar-putar di udara.
Zhang Yuan terkejut melihat reaksi senjata pusaka miliknya.
Wajahnya menyungging kan senyuman yang tak dapat ditahan lagi, karena begitu senangnya.
Zhang Yuan memberi intruksi pedang nya, untuk menebas beberapa pucuk pohon di depannya.
Dan pedang itu pun bergerak dengan begitu cepat, sesuai keinginan pemiliknya.
Dan setelah itu, pedang tersebut kembali ke sarungnya.
"Guru! Pedang ini bergerak tanpa harus memberi aliran energi murni?" Zhang Yuan, bertanya kepada Gurunya.
"Iya! Itu karena aliran energi murni yang tersimpan, masih cukup banyak" Jawab Zhuang An.
"Mulai, sekarang engkau bisa menggunakan dan membawa pedang itu kemana saja engkau mau" Ucap Zhuang An..
.
.
.
"Shen Xiuying!" Ucap Zhuang An dengan nada lantang.
"Sekarang giliran mu. Ikuti gerakan guru berikut ini!" Zhuang An melihat kearah bocah kecil di samping nya.
"Baik Guru!" Dengan semangat, Si kecil menyiapkan kuda-kuda nya.
*
*
__ADS_1
*
*
Sementara, di Sekte Istana Bunga. Zhuang An didatangi jiwa eyang buyut nya, Zhuang Kun.
"An'er! Kitab dewi bulan, tidak cocok dengan Fang Dishi. Karena, kitab itu khusus untuk orang, dengan kondisi fisik yang memiliki ke istimewaan khusus" Zhuang Kun, memberi penjelasan pada Zhuang An.
"Jika, dipaksakan akan berdampak buruk pada Fang Dishi, di kemudian hari. Jadi, ini aku bawakan dua Kitab. Kitab Pedang Poenix Api dan Juga Kitab Pedang Phoenix Es, lengkap dengan pedangnya" Lanjut Zhuang Kun.
Kemudian muncul dua kitab dan dua pedang, dengan corak yang berbeda dari alam hampa.
Satu kitab dan pedang dengan corak api biru membara, dan satu kitab dan pedang dengan warna putih cerah seperti salju dengan ukiran burung phonix.
"Och! Eyang masih selalu mengawasi An'er" Zhuang An tersenyum dan segera menerima dua kitab tersebut.
"Tentu saja! Kau keturunan ku yang paling dekat dengan ku" Ujar Zhuang Kun dengan wajah teduh nya.
"Terima kasih! Eyang! An'er akan selalu memperhatikan apa yang Eyang Kun sampaikan!" Ucap Zhuang An dengan sopan.
"Bagus lah! Ingat waktu yang tersedia tinggal enam bulan lagi, kau harus mempersiapkan dengan matang!" Ujar Zhuang Kun lagi.
"Siap Eyang!" Jawab Zhuang An ringkas.
*
*
*
*
*
Dalam sebuah perjalanan, sebuah kereta kuda sedang meluncur dengan cepat karena merasa diikuti oleh beberapa pengintai.
Itu adalah kereta keluarga Kekaisaran Jie Xia, di dalam duduk dua wanita cantik yang satu masih muda usia 16 tahun dia adalah Putri Xia Chuan. Putri(anak) kedua Kaisar Jie Xia.
Dan wanita setengah baya yang satu lagi, adalah Permaisuri Kaisar Jie Xia.
Semenjak Kekaisaran Jie Xia dikuasai Iblis Barzora dan pengikutnya, status keluarga Kekaisaran diburu oleh mereka.
Bahkan! Kaisar Jie Xia dan Putra mahkota telah dibunuh oleh Iblis Barzora
"Ibunda! Firasat Chuan'er, merasa tidak enak" Gadis cantik itu, tidak bisa menyembunyikan ketakutan nya.
"Chuan'er! Jangan terlalu dipikirkan! Yakin saja pasti kita selamat!" Permaisuri Kaisae Jie Xia menasehati putrinya.
"Paman! Bisa lebih cepat lagi?!" Permaisuri Kaisar Jie Xia berteriak.
"Baik! Nyonya!" Pengawal yang memegang kendali kereta sengaja memanggil dengan sebutan Nyonya untuk penyamaran.
Kereta itu, dikawal oleh 5 orang pengawal khusus keluarga Kekaisaran.
Mereka dipimpin oleh seorang Jendral yang sangat setia, dengan kemampuan pendekar satria puncak gerbang delapan.
__ADS_1
Sementara, empat rekannya setingkat Pendekar Satria puncak gerbang tujuh.
Pada masa lalu, kemampuan mereka sangat bisa dibanggakan.
Akan tetapi, semenjak kedatangan mahluk sakti itu, yang sering diagung-agung kan oleh pengikut nya, sebagai Dewa Barzora.
Kemampuan ke lima pengawal khusus Keluarga Kekaisaran ini, sudah tidak dipandang istimewa lagi.
Apa lagi mereka menolak untuk meminum darah Iblis Barzora.
Semenjak pertama, merekalah yang menolak kehadiran Iblis Barzora di lingkungan istana Kekaisaran Jie Xia.
Namun, karena Iblis Barzora terlalu kuat, dan Kaisar Jie Xia semakin tidak senang dengan mahluk itu, akhirnya sengketa terjadi sehinggga lama kelamaan Kaisar Jie Xia dibunuh.
Kepala Pengawal khusus keluarga Kekaisaran Zhao Yang sangat cerdas, sehingga sebelum peristiwa itu terjadi ia dapat menyelamatkan Putri Xia Chuan dan Permaisuri Kaisar Jie Xia.
Namun, sayang putra mahkota terlalu emosi mendengar ayahanda nya akan di bunuh, sehingga akhirnya dia pun ikut terbunuh.
Dari arah belakang lima bayangan melesat di udara dan turun menghadang mereka, karena terkejut dua kuda yang menarik kereta tersebut meringkik dan mengangkat kedua kaki depannya.
"Hahhahaaahaa"
Suara tawa yang begitu keras terdengar, di depan mereka sehingga membuat pekak telinga penumpang kereta tersebut.
"Akhirnya, ketemu juga kalian setelah sekian lama kami cari-cari!" Seorang Pendekar Bumi gerbang keempat berbicara dengan lantang.
"Ketahuilah! Hari ini, kalian tidak akan selamat seorang pun, kami akan binasakan kalian!' Seorang Pendekar Bumi gerbang ke tiga bersuara keras di samping pendekar pertama.
"Och tidak! Tuan putri bisa kita gunakan untuk persembahan..Hahahaa!" Pendekar Bumi gerbang ke empat.
"Bedebah kalian! Aku akan mengadu jiwa dengan mu!" Teriak Zhao Yang dengan menghunus pedang nya.
Namun, belum sempat dia bergerak maju, sebuah serangan tapak iblis neraka mengarah menghantam tubuh nya.
Zhao Yang menahan dengan seluruh kemampuan nya, akan tetapi dia terjengkang bersama dengan kudanya hingga dua puluh tombak jauhnya.
Kepala Pengawal khusus keluarga Kekaisaran itu muntah darah hitam dan pingsan.
"Kemampuan tak seberapa mau pamer!" Teriak Pendekar Bumi gerbang ke tiga, setelah menghantam Zhao Yang.
Ke empat Pengawal khusus keluarga Kekaisaran menjadi serba salah, pimpinan nya saja tak berdaya apa lagi mereka.
"Habisi mereka! Sisakan Tuan putri saja!" Perintah Pendekar Bumi gerbang ke empat, dengan bersedekap santai
Namun, tiba-tiba dari langit turun bayangan putih kemilau, pria muda dengan rambut hitam panjang dan rapi.
"Cukup sampai di sini, kebrutalan kalian! Sudah saatnya kalian mendapatkan buah kejahatan yang telah kalian lakukan!" Suara pemuda tampan penuh wibawa, bagai dewa yang turun dari langit.
.
.
.
.
__ADS_1