PENDEKAR DEWA LANGIT

PENDEKAR DEWA LANGIT
160. Fakta Pertempuran


__ADS_3

"Katakan, siapa kau sebenarnya?!" Pendekar Pendamping itu, sangat penasaran.


"Namaku Jia Xin, aku dari Sekte Pedang Langit! Puas?!" Tanya balik Jia Xin.


"Och! Ternyata, Sekte Pedang Langit memiliki pendekar seperti ini?!" Respon, Pendekar Pendamping.


"Memang nya, mengapa? Takut?" Sindir Jia Xin.


"Huch! Kau boleh hebat! Kau boleh memiliki kemampuan yang luar biasa! Tapi, bagaimana kau akan menghadapi kami, semua?" Kemudian pendekar pendamping itu, membentuk sebuah kode untuk rekan-rekan nya.


Dan 10 Pendekar Satria tingkat Puncak pun, datang siap membantu dirinya.


"Bagaimana sekarang? Apakah, kau akan sanggup menghadapi kami?" Tanya pendekar pendamping tersebut.


"Haahahaha!" Jia Xin tertawa.


"Memang, apa hebatnya kalian? Bisanya main keroyok? Kalian pikir bisa menakuti ku?" Respon Jia Xin, dengan percaya diri.


Mendengar kata-kata Jia Xin, yang sangat meremehkan, para Pendekar Satria tingkat puncak itu menjadi gusar.


"Kesombonganmu, sungguh telah mencapai puncak. Kau akan segera merasakan akibatnya, karena telah berani, meremehkan kami" Ujar salah satu, Pendekar Satria tingkat puncak itu.


Kemudian mereka segera bersiap-siap, untuk meringkus dan melumpuhkan Jia Xin.


"Kita, Serang dia! Jangan diberi ampun! Jangan diberi jeda sedikitpun! Kita hajar dia sampai tewas" Perintah salah satu dari pendekar satria, dengan wajah paling garang.


Jia Xin, merespon mereka dengan senyum, kemudian melambaikan tangannya.


Serangkum sinar merah keemasan, menyambar mereka:


"Wuuss"


"Braakk"


Sekaligus 5 Pendekar termasuk yang barusan mengomando terpental, terkena sapuan sinar tersebut. Mereka terluka dalam, dengan darah mengalir di sudut bibir.


"Och! Dia sangat berbahaya!" Suara salah satu pendekar, dengan ekspresi rumit.


"Ouch! Jadi, cuma seperti itu kemampuan kalian?!" Ejek Jia Xin, masih dengan senyum khasnya.


Jika, 4 Pengawal Putri Fie, bertempur di luar benteng menghadapi para pemimpin organisasi dan pendampingnya.


Maka, Zhuang An lebih memilih bertempur di dalam benteng.


Wilayah Klan Zhu ternyata memang luas, sehingga Zhuang An menyebar bagian dirinya ke sudut-sudut tempat tersebut.


Ia mengantisipasi, adanya kejahatan-kejahatan, yang lebih tersembunyi.


Dan kekhawatiran Zhuang An betul-betul terbukti. Ia mendapati, beberapa pendekar organisasi jahat itu, sedang mengganggu penduduk Klan Zhu.


"Jangan! Tuan! Jangan ganggu saya! Saya sedang hamil. Tuan tolong kasihani saya!" Teriak seorang wanita, dengan suara serak dan wajah sangat pucat, karena ketakutan.


"Hahaha! Justru, aku lebih berminat dengan wanita yang hamil" Ujar salah seorang pendekar dari 3 pendekar.


"Haahahahaa!" Tawa dua pendekar lain nya, dan dengan sikap kejam.


Melihat hal ini, Zhuang An tidak banyak berbicara, dia langsung mengambil tindakan.

__ADS_1


"Zhuut"


"Zhuut"


"Zhuut"


"Jless" "Jless" "Jless"


Desingan 3 larik sinar kuning keemasan, melesat dengan cepat. Memotong leher 3 pria jahat tersebut. Dan tanpa sempat bersuara, ataupun menjerit. 3 kepala itu pun, menggelinding di tanah.


Ketakutan dirasakan 3 wanita, salah satunya yang sedang hamil, mereka merasa ngeri, melihat kenyataan di depan mereka.


Zhuang An, mendekati mereka, dan berkata dengan tenang:


"Nyonya! Silakan! Segera kembali ke rumah masing-masing, atau ke tempat yang aman! Aku akan membereskan, penjahat-penjahat ini" Ucap Zhuang An.


"Te..terima kasih! Tuan!"


"Te..terima kasih! Tuan!" Ucap 3 wanita itu, kemudian mereka, segera bergerak untuk berlindung di tempat yang aman.


Sedangkan Zhuang An, meneruskan patroli nya. Mencari penjahat-penjahat yang menyusup, ke dalam pemukiman penduduk.


Zhuang An, memaklumi situasi ini. Penatua Sepuh Klan Zhu, tidak sempat untuk mengamankan semua penduduk.


Karena kejadian serangan ini sangat mendadak. Jadi, hanya sebagian saja yang sempat diamankan.


Wu Ming, Zhu Fai, Qiao Jin dan juga Zhao Sheng telah menumbangkan, masing-masing dua musuh, yang sepadan.


Untuk menghadapi musuh yang setingkat ranahnya. Mereka ber empat, tidak mengalami kesulitan. Karena mereka, sangat menguasai jurus-jurus teknik, Sekte Istana Bunga.


Ya itu jurus pedang Bunga Matahari, dan juga Perisai Kelopak Bunga Matahari.


Teknik ini sangat unggul. Apalagi jika, dipadukan dengan tenaga dalam, atau energi murni yang tinggi.


Saat ini, ke empat nya telah berganti lawan, untuk yang ke tiga kali nya. Untung nya, simpanan tenaga dalam, dan juga energi murni nya, cukup melimpah.


"Hoch! Kemampuan mu boleh juga.Tapi, mulai kapan Klan Zhu, menguasai teknik pedang Bunga Matahari?" Musuh Zhu Fai penasaran.


"Tentu saja, sejak aku masuk Sekte Istana Bunga! Jika, kau takut sebaiknya pulang, dan minum susu saja di rumah!" Provokasi Zhu Fai.


"Hahahaa! Selera humor mu, juga boleh" Lawan Zhu Fai itu tertawa.


"Jangan tertawa dulu! Mari, kita selesaikan pertarungan ini! Kita lihat siapa yang lebih unggul?" Tantang Zhu Fai.


"Baik! Kalau memang seperti itu. Aku tidak akan menahan diri lagi. Aku juga ingin tahu sampai sejauh mana? Jurus pedang Bunga Matahari yang terkenal itu" Sahut lawan Zhu Fai dengan percaya diri.


Selesai menjawab demikian, Pendekar Satria gerbang tujuh Itu, segera menggerak kan pedangnya, yang telah dilapisi energi murni.


Dan seberkas api dari energi perubahan, melesat kearah Zhu Fai dengan ganas.


"Wuuss"


Zhu Fai segera memutar pedang nya, membentuk Perisai dari energi perubahan juga.


Api Energi kuat itu pun, menghantam Perisai, yang terbentuk dari perubahan energi, pedang Zhu Fai.


"DUARR"

__ADS_1


Zhu Fai, hanya bergetar sedikit dan tak bergeser sedikit pun.


Pendekar Ksatria gerbang tujuh itu, menjadi geram dan sekali lagi mengulangi serangannya.


Dan Zhu Fai pun menangkis nya lagi. Melihat Serangan nya, yang mudah dipatahkan. Pendekar tersebut menjadi lebih emosi.


"Kurang ajar! Aku diremehkan!" Dengus pria tersebut.


"Rasakan! Ini!" Teriak Pendekar lawan Zhu Fai tersebut.


Pendekar itu marah, dia membombardir Zhu Fai, dengan energi perubahan, yang lebih dasyat.


"Baiklah! Akan, aku tingkatkan, ketebalan Perisai Energi ku" Jawab Zhu Fai dengan lantang.


Pada akhirnya, Zhu Fai tetap mampu, menahan semua serangan pendekar Satria gerbang tujuh itu, sehingga Pendekar tersebut kelelahan.


"Hahahaa! Sekarang, giliran ku!" Teriak Zhu Fai.


Dengan cepat Zhu Fai, menyerang pendekar satria gerbang tujuh, aliran sesat itu, dengan teknik pedang Bunga Matahari.


"Wuuss"


"Jlaaar"


Hantaman energi jurus Pedang Bunga Matahari, mengenai tubuh pendekar Satria aliran sesat itu.


Pria tersebut, terlempar ke belakang hingga sejauh 25 tombak. Muntahan darah dari mulutnya begitu kental, dan akhirnya ia tak sadarkan diri.


Zhu Fai pun, akhirnya jatuh terduduk. Karena, terlalu memforsir energinya.


Ia sangat kelelahan, setelah menjalani tiga pertarungan, yang cukup sengit.


"Huch! Pertarungan yang melelahkan" Ujar Pemuda dewasa itu.


Zhu Fai, segera mengatur energi dan pernafasannya kembali. Kemudian, ia minum eliksir yang pernah diberikan, oleh Zhuang An.


Dan ketika, ia ingin berdiri dia melihat, Penatua Sepuh Klan Zhu, sedang kuwalahan.


Karena, dikeroyok oleh dua orang Pendekar Satria gerbang tujuh, dan delapan.


"Tunggu, aku! Paman!" Gumam Zhu Fai.


Lalu dengan semangat baru, setelah energinya kembali, Zhu Fai melompat, menerjang ke arah lawan Penatua Sepuh Klan Zhu.


"Paman! Aku datang!" Teriak Zhu Fai lantang.


Teriakan Zhu Fai, membuyarkan konsentrasi dua musuh, Penatua Sepuh Klan Zhu.


.


.


.


.


.

__ADS_1


.


__ADS_2