PENDEKAR DEWA LANGIT

PENDEKAR DEWA LANGIT
57. Tehnik Pusaran Angin


__ADS_3

Kehebatan organisasi pembunuh Srigala Malam sudah sangat terkenal di mana-mana, mereka terkenal akan kemampuan sekaligus kekejamannya.


Konon mereka sengaja berbuat demikian agar nama kelompoknya terkenal dan disegani.


Tujuh pendekar muda sekte pedang langit merasakan kengerian mendengar nama organisasi itu disebut.


Namun demikian bukan berarti mereka takut, mereka hanya tidak pernah menyangka akan berhadapan langsung dengan organisasi tersebut secepat ini.


" Fang gege, aku yakin mereka akan segera mengetahui keberadaan kita, jadi..." Huang Liang tidak meneruskan kata-katanya.


" Aku mengerti, kita harus bertindak cepat, kekuatan kita tidak sebanding saat ini. Cepat habiskan makanan kalian!. Kita segera menghadap kaisar." Han Fang memberi instruksi.


Mereka segera menghabiskan hidangan yang mulai tadi didiamkan saja.


Setelah selesai makan 7 pemuda berbakat tinggi itu segera menghadap kaisar, untuk melaporkan tentang kehadiran mereka sekaligus tentang beberapa temuan-temuan mereka.


Salah satu hasil interogasi Huang Liang terhadap tawanannya adalah rencana pembunuhan terhadap puluhan pejabat yang setia terhadap kaisar.


Huang Liang mengeluarkan catatan nama-nama para pejabat yang diincar pembunuh, dengan data itu pihak kekaisaran bisa memberikan penjagaan yang lebih baik terhadap pejabat-pejabat yang terancam nyawanya itu.


" Aku senang kalian hadir di sini untuk menjalankan misi yang aku minta, bahkan langsung bisa melaporkan hal-hal penting. Sekte pedang langit memang selalu bisa diandalkan." Kaisar Tang tersenyum lebar.


" Kaisar, melihat kekuatan mereka yang besar, kami akan memberi kabar pihak sekte untuk segera mengirim team kedua." Han Fang memberitahukan rencananya.


" Baik, aku setuju.." Kaisar Tang langsung memberikan persetujuannya.


Ahirnya Han Fang meng instruksikan kedua rekannya yaitu Zhang Qian dan Song Chen secepatnya memberi kabar pihak sekte pedang langit untuk mengirim team kedua.


Huang Liang dan rekan-rekannya istirahat di dalam lingkungan istana mereka menempati wisma yang sudah di sediakan.


******


Sementara itu Zhuang An yang baru keluar dari alam dimensi energi, sedang menikmati udara sejuk di sebuah wilayah tengah kekaisaran Tang. Seperti biasanya pemuda itu lebih menyukai jalan kaki dari pada naik kuda.


Lamat-lamat dari belakangnya terdengar suara beberapa kereta dan puluhan kuda mengarah pada dirinya. Jarak masih sangat jauh, tetapi pendengarannya yang hebat dapat menangkap suara tersebut.


Setelah cukup lama suara-suara rombongan itu semakin dekat...


Ketika kuda-kuda itu sudah dekat dengan dirinya hewan-hewan tersebut berhenti mendadak, seperti melihat sesuatu yang luar biasa.


Kuda-kuda itu ketakutan dan menunduk.


" Siapa itu, tolong beri kami jalan.!" Kepala pengawal berbicara cukup keras tapi sopan.

__ADS_1


Zhuang An menoleh dan dengan kecepatan yang begitu tinggi tahu-tahu sudah berada di dekat kuda-kuda tersebut..


Para pengawal hampir saja menarik pedangnya tetapi tidak sempat.


Mereka melihat Zhuang An sudah mengelus kepala dan menepuk punggung kuda-kuda mereka. Kuda-kuda itu menjadi tegak lagi dan tidak ketakutan.


Para pengawal menjadi heran, karena baru pertama melihat orang dengan aura yang begitu menyejukkan dan kharisma yang begitu besar.


" Tuan, siapa sebenarnya Tuan ini?." Pimpinan pengawal itu turun.


Ia tidak bisa menahan diri untuk mengetahui siapa orang yang ada di depannya itu.


" Aku Zhuang An. Kalian akan kemana?." Zhuang An menjawab dengan santai.


" Ach...kami mengawal barang pesanan ke ibu kota. Kalau tidak keberatan mari ikut kami!." Pimpinan pengawal itu mempersilahkan Zhuang An.


Entah apa yang membuatnya merasa percaya bahkan merasa nyaman dengan keberadaan Zhuang An bersama mereka.


" Baiklah." Ahirnya Zhuang An naik kereta bersama para pengawal barang tersebut.


Jumlah pengawal barang itu mencapai 20 pendekar kelas satu dipimpin seorang pendekar ahli. Sedangkan barang yang mereka bawa dimuat menggunakan 5 kereta barang.


" Kalian mengawal barang tidak mengawal orang, tetapi mengapa sampai 20 orang?." Zhuang An bertanya santai.


" Tidak, aku baru turun dari gunung." Kata Zhuang An.


Pimpinan pengawal itu menjelaskan : " Lebih dari satu tahun ini, situasi keamanan berkembang terus memburuk, ini berat bagi kami. Dalam beberapa bulan ini juga terjadi banyak masalah besar.


Bahkan dalam dua minggu belakangan pejabat penting di kekaisaran telah dibunuh oleh kelompok yang misterius.


Dari yang saya dengar kaisar sampai mengirim utusan ke sekte pedang langit untuk mengatasi masalah itu." Pimpinan pengawal menutup penjelasannya.


" Sekte pedang langit?." Zhuang An bergumam pelan.


" Iya benar, sekte pedang langit yang aku dengar selalu berperan besar dalam mengatasi masalah-masalah yang terjadi di kekaisaran Tang ini." Pimpinan pengawal itu menambahkan.


Zhuang An berpikir saat ini anggota sekte pedang langit pasti sedang berada di kota Chang An, jadi lebih baik dia juga kesana untuk melihat situasi.


" Tuan Zhuang sendiri sebenarnya mau kemana tujuannya?." Pimpinan pengawal barang itu tiba-tiba bertanya.


" Aku juga anggota sekte pedang langit, tetapi lama berlatih secara tertutup di gunung. Sekarang aku mau menyusul ke ibu kota Chang An, melihat-lihat situasi sambil mencari keberuntungan." Zhuang An tersenyum.


" Och...saya tidak menyangka bisa bertemu anggota sekte pedang langit. Semoga beruntung, kalau saya lihat Tuan ini banyak kelebihan." Pria itu mengagumi aura Zhuang An.

__ADS_1


Rombongan itu melewati pinggiran hutan yang cukup lebat.


" Berhenti." Tiba-tiba Zhuang An berteriak.


Teriakan Zhuang An yang hebat itu mampu membuat kuda dan penunggangnya mengikuti instruksinya.


" Ada apa Tuan?." Pimpinan pengawal barang itu terkejut.


" 200 meter di depan ada 60 orang sedang menunggu kita mendekat. Mereka menyiapkan panah dan tombak untuk menyerang jarak jauh." Zhuang An menjelaskan.


Zhuang An berdiri di atas atap kereta kemudian mengangkat tangan kanannya dan mengarahkan energinya kearah depan lalu muncullah angin besar yang menderu bergelombang dari telapak tangannya.


" HWUUUU...HWUUUU...." Suara angin menderu bergelombang.


Gelombang angin itu membesar dan menggulung pohon-pohon yang yang ada didepannya.


" GRASSAAAK....GRASSAAAK..." Suara pohon tergulung pusaran angin.


Hanya dalam hitungan kurang dari 2 menit gelombang angin itu telah memporak-porandakan pohon dan batu di pinggir hutan tersebut.


Setelah selesai Zhuang An turun dari atap kereta.


" Mari kita lanjutkan." Zhuang An duduk kembali.


Para pengawal barang itu masih termangu, detak jantung mereka masih belum stabil, perlahan mereka duduk di kereta dan kuda masing-masing.


Kekaguman disertai kengerian menyelimuti hati dan pikiran mereka.


Dalam hidup mereka ini pertama kalinya melihat kekuatan dasyat dengan mata kepala sendiri.


Tidak tahu apakah semua perampok yang mencegat mereka tewas atau tidak, tetapi mereka melihat banyak mayat berserakan di pinggir hutan itu.


" Ini tidak baik kalau di biarkan.." Zhuang An bergumam.


Zhuang An turun dan sekali lagi dia mengeluarkan tehnik Pusaran Angin yang menyedot mayat-mayat itu bersama dengan ranting dan pohon berkumpul menjadi satu.


Lalu dengan tehnik api dewa ia membakar pohon-pohon dan mayat tersebut.


" BUUM."


Pohon dan mayat terbakar bersamaan. Api membumbung menghangatkan udara sore itu.


Para pengawal barang itu hanya menyaksikan semuanya dengan penuh kekaguman.

__ADS_1


Pekerjaan itu hanya dilakukan oleh satu orang saja dengan begitu mudahnya.


__ADS_2