PENDEKAR DEWA LANGIT

PENDEKAR DEWA LANGIT
97. Penumpasan


__ADS_3

"Tuan Muda Zhuang! Berapa umur mu?" Liu Xie memecah keheningan.


"Och! itu rumit, umurku baru akan 15 tahun sebentar lagi, tapi aku pernah hidup di dimensi alam yang berkali lipat ruang waktunya, jadi boleh dikatakan umurku sudah sangat dewasa" Zhuang An menjawab sambil tertawa.


" Och !" Dua gadis Liu kompak..


.


.


"Tuan Muda dan Nona berdua! Terima kasih yang banyak telah menolong saya!" Ibu muda yang mereka tolong, keluar dari ruangan nya bersama gadis kecil.


"Saya, tidak tahu harus membalas kebaikan Tuan Muda dan Nona berdua dengan apa" Wanita itu, menambahkan.


"Tenang, Ibu! Semua sudah seharusnya saling menolong" Zhuang An menjawab dengan pengertian.


"Kalau boleh tahu, siapa yang telah memukuli ibu? dan apa sebabnya?" Zhuang An memberikan pertanyaan yang membuat nya penasaran.


Wanita itu, meneteskan air mata, wajahnya sangat sedih.


"Mereka adalah bandit kota" Wanita tersebut berbicara sambil berurai air mata.


"Pagi menjelang siang tadi, mereka menculik dan merampas dua keponakan saya, saya menghalangi, tetapi mereka mengamuk dan memukuli saya" Wanita itu bercerita dan menangis.


"Bandit kota?" Zhuang An berdiri, dan bertanya dengan serius.


"Benar! Mereka menggunakan senjata beracun" Ibu muda, menambahkan penjelasan nya.


"Orang-orang itu, menjual para gadis, kesebuah tempat hiburan pria hidung belang" Lanjut penjelasan ibu muda itu.


"Maksud ibu, rumah bordir?" Liu Tiansi menegaskan.


"Benar! Mereka mencari gadis-gadis muda, untuk dijadikan pemuas laki-laki hidung belang" Sekali lagi, Ibu muda itu menambahkan keterangan nya.


"Ini! Kejahatan, yang harus segera ditumpas!" Zhuang An tampak emosional.


"Jadi, keponakan ibu dibawa para penjahat" Liu Tiansi, ingin menegaskan situasi nya.


"Betul! Mereka menjual gadis-gadis muda, ke rumah bordir terkenal di kota ini" Wanita yang mereka tolong itu, menambahkan ceritanya sedikit.


"Terus, sekarang ada di mana orang tua keponakan ibu?" Liu Xie juga memberikan pertanyaan lanjutan.


"Kakak ku, dan suaminya sudah meninggal, mereka menitipkan anak-anak nya kepada ku, jadi kedua keponakan ku tinggal di sini, sedang kan suamiku juga sudah meninggal" Ibu muda itu, menjadi lebih bersedih, mengingat keluarganya.


"Baiklah! Jika penculikan itu terjadi hari ini, ada harapan kita masih bisa menyelamatkan keponakan ibu" Zhuang An mendapatkan kesimpulan nya.


"Jadi, bagaimana ciri-ciri kedua keponakan ibu? Dan siapa namanya? " Liu Xie menjadi bersemangat, bahkan terkesan kurang sabar.


"Nama nya, Wen Hauyi dan Wen Xinyi. Nama mereka, mengikuti marga ayahnya" Wanita yang mereka tolong itu, memberikan informasi nya.

__ADS_1


"Ada gambar, lukisan diri mereka berdua" Ibu muda itu, menambahkan lagi.


"Ying'er! Ambil kan lukisan Cici Hauyi dan Cici Xinyi!" Wanita yang mereka tolong, menyuruh gadis kecil, untuk mengambil gambar yang pernah dilukiskan si kecil.


"Baik! Ibu! Dengan cepat gadis kecil, mengambil hasil karya nya, dan menyerahkan kepada Zhuang An.


Pemuda tampan itu, menerima dengan senang hati, melihat lukisan yang bagus itu, Zhuang An mengelus pucuk kepala si kecil.


"Bagus, lukisan kamu!" Zhuang An berseru, memuji.


Si gadis kecil tersenyum senang.


Zhuang An, kemudian memberikan lukisan itu pada Liu Tiansi.


Sementara, Kedua gadis Liu itu sedang memperhatikan lukisan tersebut, Zhuang An menggerakkan dua jarinya.


Keluar cahaya putih kemilau menyentuh kening ibu muda tersebut.


"Maaf, ibu! Aku akan merevieu memory mu" Zhuang An mengopi memory yang dimiliki Wanita tersebut.


Setelah mendapatkan informasi dari Ibu muda itu, Zhuang An juga mengirim kan ke dua gadis Liu.


Sehinggga mereka bertiga, mendapatkan gambaran yang jelas, tentang dua gadis yang mereka cari, dan juga tentang siapa penjahatnya.


Sinar putih kemilau itu, melesat masuk di kening Liu Tiansi dan adiknya Liu Xie.


"Kalau begitu! Mari kita berangkat, dengan teleportasi!" Zhuang An, sudah sangat ingin menghajar, penjahat-penjahat yang meresahkan rakyat itu.


"Ibu muda! dan Adik kecil! Kami akan menolong Cici mu, kami pergi dulu" Tubuh Zhuang An menghilang dari pandangan, dan kemudian diikuti menghilangnya Liu Tiansi dan adiknya Liu Xie.


Anak dan ibunya itu, hanya bisa terbengong di tempat.


Zhuang An mengetaui, jika Liu Tiansi dan adiknya Liu Xie, juga memiliki tekhnik teleportasi, jadi dia tidak perlu repot harus membantunya.


Zhuang An, tiba di pinggir jalan, depan rumah bordir terbesar di kota ini.


Beberapa detik berikutnya, Liu Tiansi dan Liu Xie juga muncul di sebelahnya.


"Hancurkan, yang melawan! Jangan dikasih ampun!" Zhuang An berkata singkat, tanpa basa-basi.


Dalam sekejap Pemuda gagah itu, telah menerobos masuk, dengan merobohkan dua penjaga yang terlempar pingsan menghantam pintu bagian dalam.


"Duuaar" Pintu rumah bordir, bagian dalam hancur berantakan.


Seorang Wanita mucikari yang berusia setengah baya, berdiri karena kaget dia di dampingi 4 kepala keamanan.


"Siapa itu, yang membuat keributan?" Wanita mucikari, yang didampingi 4 kepala keamanan, keluar keruang resepsionis.


Zhuang An, menatap sinis..

__ADS_1


"Kalian! Hari ini, telah menculik dua gadis, sekarang serahkan pada kami!" Zhuang An berkata dingin.


"Kalian! Dari keluarga mana?" Wanita mucikari yang berumur setengah baya itu, menunjuk kearah Zhuang An, dengan ekspresi meremehkan.


"Itu, tidak penting! Serahkan dua gadis Wen kepada kami! Kalau tidak..!" Zhuang An mengancam.


"Kalau tidak, kamu mau apa?" Salah seorang kepala keamanan, menantang dan maju kedepan.


"Whuuss"


Tiba-tiba Liu Xie, bergerak sangat cepat melebihi kilat.


"Aaeck"


Salah satu kepala keamanan itu, sudah tercekik lehernya dan tak bisa berkutik.


Dan beberapa detik kemudian muncul suara lain.


"Kreek"


Leher Pria brangasan itu patah, kemudian Liu Xie membanting pria tersebut hingga hancur tulang-tulangnya, dan tewas seketika, tanpa bisa menjerit sama sekali.


"Kalian! Kalian harus mati! Bunuh mereka!" Wanita mucikari itu, berteriak emosional, mata nya melotot ke arah Zhuang An.


Pemuda tampan itu, seperti tidak bergerak sama sekali, tetapi dari mata nya muncul sinar merah membara, melesat kearah Wanita mucikari itu.


Dan tak dapat dihindari lagi, wanita berhati iblis itu, terkena sambaran api tersebut, dan terbakar bagai kertas kering yang menyala terkena api yang ganas. Dia berteriak berguling-guling.


" Aaack...aaack.....!"


Jeritan yang menyayat, memenuhi ruang tersebut. Api dengan cepat melahap wanita itu, hingga menjadi abu.


Liu Xie bergerak sangat cepat, dalam hitungan detik, dia telah membanting ketiga kepala keamanan lain, hingga binasa. Dengan tulang-tulang hancur.


Sementara, Liu Tiansi masih berdiri diam, dengan anggun menonton dan memperhatikan sekitarnya, tanpa ekspresi apapun.


Gadis cantik itu, masih tampak lembut seperti biasa, penguasaan emosinya sungguhl luar biasa.


Sementara, seluruh penghuni bangunan itu, ketakutan dan bingung.


Di belakang gedung itu, masih ada dua gedung lagi, yang menjadi bagian dari rumah bordir tersebut.


Liu Xie, yang mendapat kode dari Zhuang An, bergerak bagai angin.


Dan setiap langkahnya, meninggalkan jejak darah kematian, bagi orang-orang kepercayaan, Wanita mucikari yang telah tewas.


.


.

__ADS_1


__ADS_2