PENDEKAR DEWA LANGIT

PENDEKAR DEWA LANGIT
136. Teknik Darurat


__ADS_3

Zhuang An masih duduk di belakang Xue Yueyin, berjarak satu meter, sementara kedua tangannya masih terangkat, dengan telapak tangan menghadap kedepan, serta memancar kan sinar kuning keemasan.


"Kalian bertiga, silahkan lanjutkan latihan! Jika menunggu ku, ini akan sangat lama" Perintah Zhuang An.


"Baik! Guru!"


"Siap! Guru!"


"Baik! Guru!


Zhang Yuan, Putri Xia Chuan dan Shen Xiuying segera bergerak melanjutkan latihannya masing-masing.


Sudah dua bulan Shen Xiuying berlatih jurus tangan seribu, dan hasilnya sudah semakin bagus setiap hari.


Bocah kecil itu, betul-berul menikmati ritme gerakan jurus tersebut.


"Yuan'er! Ajari Ying'er jurus pedang Sekte Merak Emas!" Zhuang An memerintahkan


Zhang Yuan, untuk mengajari Shen Xiuying jurus pedang merak emas, sebelum ikut belajar jurus pedang Dewi Li Chin.


Karena layaknya, sebagai murid anggota Sekte Merak Emas, Shen Xiuying juga harus menguasai jurus tersebut.


"Siap! Guru! Ucap Zhang Yuan.


"Ying'er! Ayo berlatih bersama Cici!" Ucap Zhang Yuan.


"Baik! Cici!" Jawab Shen Xiuying, dengan senyum di wajah nya.


Putri Xia Chuan pun juga ikut belajar pedangSekte Merak Emas, karena ia juga ingin sepenuhnya menjadi murid sekte tersebut.


Dan mulai hari ini, Zhang Yuan sudah mulai, mengajarkan jurus pedang Sekte Merak Emas kepada Shen Xiuying dan juga Putri Xia Chuan.


Dan tentu saja, pedang yang digunakan bocah kecil Shen Xiuying, adalah pedang untuk anak-anak, yang cukup banyak disediakan di balai latihan sekte.


Zhuang An masih terus memancar kan sinar ke kemasan, untuk membantu Xue Yueyin naik tingkat pendekar satria gerbang kedua.


Proses itu berlangsung selama dua dupa, hingga Xue Yueyin benar-benar menembus gerbang kedua pendekar satria.


Namun demikian, Zhuang An belum berhenti, ia ingin memaksimalkan potensi Xue Yueyin, hingga dua gerbang lagi.


Sensasi aliran energi yang begitu deras dirasakan Xue Yueyin, resapan dari empat batu bintang energi, yang menempel di tubuhnya, dan satu lagi di kedua telapak tangannya terus bergulir bagai arus listrik yang begitu kuat.


Dan dua dupa berikutnya energi meluap, dan letusan energi menandai gerbang ketiga, pendekar satria terbuka.


Wajah cantik Xue Yueyin, tampak tersenyum lebar, kebahagiaan terpancar jelas dari senyuman itu.


"An'er! Masih bisa lanjut?" Suara Xue Yueyin ingin memastikan.


"Masih, tenang dan fokus saja!" Jawab Zhuang An dengan semangat.


Enam dupa telah berlalu, ledakan energi untuk yang ke tiga kali nya telah terjadi, dan Xue Yueyin pun akhirnya, menembus gerbang ke empat pendekar satria.


Dan Zhuang An, telah menghabiskan cukup banyak energi murni nya.

__ADS_1


"Cukup! Sekarang sudah mulai malam. Kembalilah ke tempat rahasia mu! Dan segera stabil kan energi yang Cici miliki" Ucap Zhuang An.


"Terima kasih! An'er!" Xue Yueyin segera melesat ke ruang rahasia, untuk menyetabilkan energi yang dimiliki.


*


*


*


*


*


Zhuang An kembali menyisir wilayah Kekaisaran Jie Xia, kali ini ia memasuki pinggir hutan KongZu. Karena ia merasakan getaran negatif, yang terjadi di tempat ini.


"Aduuh!" Teriak seorang gadis dengan pakaian merah muda.


"Xin'er! Kau kenapa?" Suara seorang gadis lain, yang berada di depan gadis merah muda tersebut.


"Cici! Kaki ku terkilir" Jawab Si gadis merah muda.


"Bagaimana ini? Mereka sudah semakin dekat" Gadis baju biru itu panik.


Dan tiba-tiba sebuah bayangan berkelebat cepat, turun dari atas pohon pinggir hutan KongZu.


"Hahhahaa...! Kalian tidak akan bisa lari lagi, menyerah lah. Kami akan memberi kehormatan kepada kalian, untuk dewa kami" Ucap pria besar yang datang itu.


Dua gadis itu semakin ketakutan, dan kebingungan.


"Ringkus mereka!" Teriak pria besar itu.


"Baik! Komandan!" Jawab dua pria lain.


Dua pria itu, segera bergerak untuk menangkap, dua gadis yang ketakutan tersebut. Namun, sebuah energi kuat menghantam kedua pria tersebut hingga terjengkang.


"Wuuuss"


"Braakk"


Kedua pria itu tidak sempat menghindar maupun menangkis, akhirnya pingsan di bawah pohon pinggir hutan.


"Siapa kau?" Teriak pria yang dipanggil komandan tersebut.


Sebuah bayangan putih dan berwibawa, turun di tempat tersebut.


"Aku, ya aku! Kau tak perlu mengenal ku" Ucap pria baju putih, yang tak lain Zhuang An tersebut.


"Bedebah! Berani mengganngu. Kau harus mati!" Teriak Pria besar itu.


"Yang mengganggu harus mati? Bagaimana kalau yang menindas?" Tanya Zhuang An dengan tenang.


"Kau, menindas orang. Apa kau tak merasa bersalah?" Tambah Zhuang An.

__ADS_1


"Jach! Peduli amat!" Teriak Pria besar itu.


Dia langsung menyerang Zhuang An dengan garang. Namun, Zhuang An hanya mengibaskan tangan nya, serumpun angin menerjang Pria besar itu hingga terjengkang ke belakang.


Pria besar tersebut bangun kembali, dan Zhuang An hanya menjentik kan jari nya, sinar kuning ke emasan kembali melesat menerjang, Pria besar itu hingga terlempar 15 tombak jauhnya, dan pingsan tak sadarkan diri.


Zhuang An segera memasuk kan tiga pria yang pingsan itu, ke dalam penjara cincin dimensi nya, sebelum menyerahkan ke penjara Sekte Pedang Langit, seperti biasanya.


Setelah itu, Zhuang An mendekati dua gadis yang sedang ketakutan, tak bisa berdiri.


"Kalian terluka?" Zhuang An menyapa ramah.


"Eh...Adik ku, terkilir kaki nya" Ucap gadis berbaju biru.


"Och ya! Coba aku periksa" Ketika Zhuang An sedang memeriksa kaki gadis berbaju merah muda itu. Ia merasakan beberapa gerakan siluman hutan KongZu sedang bergerak kearah nya.


Mereka terpancing, oleh ke gaduhan tiga Pria besar tadi.


Dan bau darah mereka saat terluka.


"Dengarkan aku! Ada beberapa siluman yang mendekat kearah kita, sebaliknya kita segera tinggalkan tempat ini" Zhuang An berbicara pada dua gadis di depan nya.


Akhirnya, Zhuang An segera mengajak.dua gadis itu. Dengan teleportasi.


*


*


*


*


*


Dengan cepat, Zhuang An dan dua gadis itu tiba di rumah . Namun rumah tersebut dalam kondisi tidak baik. Dan ketika mereka masuk mereka mendapati beberapa orang tergeletak tak sadarkan diri.


Zhuang An bergerak cepat, untuk menolong orang-orang tersebut dengan memberikan obat.


Dan setelah beberapa waktu, salah satu dari mereka, segera sadar.


"Ibu! Apa yang terjadi?" Gadis berbaju biru bertanya pada ibu nya yang selamat.


Sementara ayah nya dan dua pria lain, belum sadar.


Zhuang An juga segera mengobati gadis baju merah muda yang terkilir kakinya.


" Yi'er! Setelah kalian, meninggalkan rumah. Mereka marah kepada kami dan merusak tempat tinggal kita" Wanita setengah baya itu, mulai bercerita.


Rupa nya, orang-orang itu adalah anak buah Iblis Jie Xia yang mencari gadis perawan untuk dijadikan korban.


Melihat hal tersebut, Zhuang An merasa kasihan. Jadi, mengusulkan untuk pindah ketempat yang lebih aman.


.

__ADS_1


.


.


__ADS_2