
" Wei er, suruh yang lain bersiap." Kata Xie Shen.
" Semuanya siapkan senjata kalian." Fan Wei berteriak.
Mereka semua bersiap dengan senjata masing-masing.
Perlahan dari arah depan 150 perampok bergerak kearah mereka.
" Seraaang" Suara komando dari ketua perampok.
" Serbuuu." Suara para penjarah itu bergema.
" Whuuss".
" Whuuss".
" Tring...Tring."
Suara benturan pedang beradu menggema di udara, jumlah musuh begitu banyak membuat
Zhuang An berpikir menggunakan jurus-jurus pedang angin.
Tetapi tiba-tiba dia melihat di jalan arah depannya, dari belakang para perampok itu muncul 3 kereta yang mewah menuju kearahnya.
" Ach siapa itu" Semua orang kaget dengan kemunculan 3 kereta tersebut.
Setelah agak dekat dari arah kereta itu muncul dua orang melesat dengan cepat ke arah mereka.
Walaupun memakai baju saudagar Zhuang An langsung mengenali mereka berdua, ya itu Gurunya Yang Chen dan Ketua Sekte Pedang Langit Zhuang Shing.
Pemuda tanggung itu tersenyum dia tidak jadi menggunakan jurus pamungkas elemen pedang angin.
" An er, bagaimana kabarmu?." Zhuang Shing terbang dengan tinggi 7 meter sambil berteriak pada Zhuang An.
" Baik-baik saja ketua." Zhuang An menjawab dengan santai.
" Haaat.." Zhuang Shing menembakkan puluhan jarum-jarum kristal tajam dari atas kearah para perampok.
__ADS_1
Setiap serangannya mengakibatkan puluhan perampok terkena jarum-jarum kristal menembus tubuh mereka dan roboh bersimbah darah
Aksi Zhuang Shing membuat banyak orang terpana baik itu kawan ataupun lawan mereka terkesiap melihat dirinya terbang dan mengirimkan serangan mematikan.
Sementara Yang Chen juga beraksi hebat dari pedangnya keluar puluhan pisau-pisau angin menembus tubuh para perampok.
Mereka ketakutan serangan dua pendekar tingkat tinggi betul-betul menghancurkan mereka.
Sementara Zhuang An juga tak kalah semangat pedangnya mengeluarkan puluhan pisau angin yang tajam dan mematikan, membuat lawan-lawannya tumbang tak bernyawa.
Para perampok itu menjadi bingung mereka ingin kabur tapi takut dengan pemimpinnya.
Perlahan jumlah mereka berkurang secara drastis membuat ketua perampok gelisah dia berteriak.
" Munduur.."
Namun hal itu sudah terlambat Zhuang Shing tak memberi kesempatan dari tangannya keluar jarum kristal yang semakin banyak dan membantai mereka.
Yang Chen dan Zhuang An juga semakin gencar menembakkan pisau-pisau angin dalam jumlah yang banyak.
Tidak sampai 10 menit pertempuran itupun telah usai dengan menyisakan mayat-mayat bergelimpangan di jalanan tepi hutan tersebut.
Zhuang An mendekati Gurunya, Yang Chen segera memeluk muridnya tersebut agak lama, ada perasaan khawatir selama Zhuang An mendampingi He Yin.
Meskipun bocah itu berkemampuan tinggi dan tampak dewasa didepan orang lain ,tetapi di depan gurunya bagaimanapun ia masih tetap bocah umur 10 tahun.
" Kau tidak apa-apa?." Yang Chen memeriksa muridnya, dia menyentuh pipinya, lenganya, kakinya dan di putar-putar tubuh muridnya itu seolah khawatir ada yang berkurang.
Xie Wen dan Fan Wei serta orang yang ada di sana tertegun, termangu, melongo tak bisa berkata apa-apa menyaksikan hal itu, dalam benak mereka sungguh tak percaya bagaimana bisa pendekar super hebat seperti Zhuang An masih di khawatirkan layaknya anak-anak.
" Keponakan kecilku kau sungguh selamat." Zhuang Shing memeluk keponakannya itu, bagaimanapun dia masih satu-satunya paman Zhuang An.
" Bagaimana Guru dan Ketua bisa ada di sini dan kereta itu, trus pakaianlnya...?". Zhuang An penuh tanda tanya dengan pakaian saudagar yang di pakai ketua Sekte dan Gurunya.
" Och kalau itu ide ketua untuk menyamar memancing begal agar keluar dari sarangnya." Kata Yang Chen.
Yang Chen sedikit menceritakan bahwa mereka telah berhasil menumpas kawanan rampok, begal, perusuh dan semacamnya hingga 12 kelompok dan yang terahir mereka tumpas sekarang ini adalah kawanan perampok yang ke 13.
__ADS_1
" Itu luar biasa bisa menumpas seluruh perusuh, begal dan rampok di wilayah Huitong hanya dalam hitungan kurang dari satu minggu." Fan Wei terkagum-kagum.
" Tapi maaf Tuan Zhang .. mengapa pendekar hebat Zhuang An di bilang anak kecil." Fan Wei yang terlahir dengan takdir sebagai orang yang banyak omong itu langsung mengutarakan rasa pemasarannya.
" Ach itu...ketahuilah An er ini sekarang masih berumur 10 tahun lebih dua bulan." Kata Zhuang Shing ringan.
" Uch....." Fan wei dan Xie Shen serentak berseru kaget mendengarnya, mereka tak percaya dengan yang mereka dengar, Tapi tidak mungkin ketua Sekte Pedang Langit berbohong.
Zhuang Shing dengan tenaga dalamnya membuat lobang yang besar dan cukup dalam serta letaknya cukup jauh dari jalan.
Lalu dengan energinya dia menarik ratusan mayat kedalam lobang tersebut, Yang Chen membantu dengan tehnik perubahan energi dan angin untuk mengangkat ratusan mayat tersebut.
Dalam waktu singkat mereka telah mengubur semua mayat-mayat tersebut agar tidak di makan binatang buas atau membusuk hingga menimbulkan penyakit.
" Pendekar Zhuang...masih ada yang belum dituntaskan." Fan Wei mengagetkan Zhuang Shing dan lainnya.
" Och iya..apa itu..?" Tanya Zhuang Shing.
" Markas....mereka memiliki tawanan di markasnya, jadi kita harus menghancurkan markasnya dan membebaskan para tawanan." Jawab Fan Wei.
" Ach begitu ya, jika demikian setidaknya ada 13 markas yang perlu dihancurkan, apakah ada yang tahu lokasinya markas para perampok tersebut?." Yang Chen menanggapi.
" Ada dua anggota kami yang pernah bertugas menyelidiknya dia tahu cukup detail." Xie Shen memberi keterangan.
Xie Shen memanggil dua anggotanya yang juga pendekar ahli yang pernah memetakan dan menyelidiki semua perampok itu.
Dari keterangan dua anggota Xie Shen tersebut dapat diambil gambaran yang jelas baik lokasi kekuatan jumlah dan juga tawanan para perampok, begal, dan penyamun di seluruh wilayah Huitong ini.
Salah satu markas mereka ternyata tidak terlalu jauh dari hutan tempat mereka berada saat ini.
" Mengapa mereka memiliki tawanan ?." Zhuang An bertanya karena penasaran.
" Satu minggu yang lalu mereka melakukan penyerangan dan menangkap warga di salah satu desa, rencananya tawanan itu akan dijual sebagai budak dan lainnya." Kata Fan Wei.
" Hach...jadi mereka tidak hanya menjarah harta benda, betul-betul penjahat biadab." Zhuang An tampak kesal.
" Saya mengatakan mereka layak dihukum karena faktanya mereka memang layak, desa sebelah dari desa asal istri saya juga mengalami nasib yang tragis, banyak rumah yang dibakar." Xie Shen mulai menceritakan beberapa desa yang dihancurkan oleh para bromocorah itu.
__ADS_1
Menurut Xie Shen beberapa desa telah di serang dan warganya banyak yang ditangkap, tidak ada yang membela mereka karena pemimpin wilayah Huitong sedang kosong.
Ketika sektenya mencoba menghentikan kelompok-kelompok tersebut justru mereka berhadapan dengan Sekte Burung Hantu yang menjadi dekeng dari para begal dan perampok tersebut.