PENDEKAR DEWA LANGIT

PENDEKAR DEWA LANGIT
17. Aksi Zhuang An


__ADS_3

Di Markas Penyamun......


Saat sudah tengah hari kelompok pendekar-pendekar muda jenius itu telah sampai di markas para penyamun kelas menengah itu


" Mari kita bergerak sesuai rencana!." Han Fang memberi instruksi.


" Liang gege aku duluan." Zhuang An menyelinap mendahului yang lain gerakannya sangat ringan dan lincah.


" An er hati- hati." Huang Liang mengikutinya.


Sementara Han Fang dan lainnya juga menyelinap pelan-pelan.


Karena banyaknya jumlah musuh, mereka sepakat untuk menghabisi komplotan penjahat itu dengan cara diam-diam.


Huang Liang menggunakan jurus pisau angin untuk membunuh para penyamun dengan jarak jauh.


Sedangkan Zhuang An yang belum menguasai tehnik itu lebih fokus menggunakan dasar pedang angin dengan dua pedang sekaligus.


Pedang di tangan kanan dan kirinya bergerak cepat menusuk dan menebas musuh secara cepat dan diam-diam.


" Crass...Crass..". Para penyamun mulai bergelimpangan.


Zhuang An dan Huang Liang langsung menuju arah barat yang menurut kepala desa Li Shan tempat penyekapan tawanan


Sementara Guo Yin dan Wang Li kearah timur tempat brangkas dan senjata.


" Li er, kau ke kanan aku kekiri!. Guo Yin memberi komanda Wang Li.


" Baik, Yin gege." Kata Wang Li.


Song Chen dan adik yuniornya menyelinap di bagian belakang.


Sementara Han Fang dan juga yuniornya langsung menyelinap kearah depan


Terahir Zhang Qian bersama yuniornya menyelinap ke Aula pertemuan.


Zhang Qian menggunakan tehnik jarum kristal es untuk membunuh para penjahat dengan jarak jauh, tehnik ini sangat efektif dalam situasi seperti ini.


Sementara yuniornya Zhang Qian menggunakan dasar jurus pedang es.


Han Fang menggunakan tehnik perubahan energi berupa petir mini yang keluar dari pedangnya.


Dengan petir mini yang tidak terlalu bersuara tapi kuat sengatannya membuat ia dapat membunuh para penjahat dengan cepat.


Song Chen menggunakan tehnik yang sama efektifnya dengan Huang Liang karena sama-sama dari wisma pedang angin.


Ya itu tehnik pisau angin. Sementara yuniornya menggunakan jurus dasar pedang angin.


Setelah beberapa saat berlalu darah mulai mewarnai markas penyamun, setiap tempat dan ruang bergelimpangan mayat-mayat para penjahat itu.


Situasi ini menimbulkan kegaduhan para penghuni markas....


" Kita diserang...kita diserang..." mereka berteriak berhamburan keluar.


Para penjahat itu bertambah panik mendapati rekan-rekannya tewas bersimbah darah.


Han Fang tidak mau menahan diri lagi ia kerahkan tenaga dalamnya dan menghajar mereka dengan petir yang menyambar tubuh para penjahat itu.


Korban bertambah banyak dari kelompok penyamun, petirnya Han Fang seperti mengamuk membantai mereka.


Zhuang An yang mendengar itu menjadi lebih termotivasi lagi, kedua tangannya bergerak bagai kilat menyambar ke kiri dan ke kanan, di mana ada para penyamun disitulah arah pedangnya bergerak.


Zhuang An menjadi lebih percaya diri, ia yang awalnya sangat berhati-hati kini menjadi lebih yakin dengan kemampuannya. Sejauh ini ternyata tidak ada satupun para penyamun yang mampu menyulitkan dirinya.


Namun demikian Huang Liang tidak ingin terlalu jauh dari adik seniornya, dia tetap waspada dengan situasi yang tidak terduga.


Namun, kekhawatirannya tidak terbukti karena Zhuang An mampu menangani semua penjahat yang ditemuinya.


Mereka semua bersimbah darah karena pedang Zhuang An, banyak yang langaung mati, tetapi ada juga yang terluka parah dan pingsan.


Melihat hal itu Huang Liang menjadi lebih tenang karena tidak terlalu khawatir dengan keselamatan Zhuang An. Bocah itu mampu menjaga diri dari mara bahaya yang datang.


Zhuang An terus beraksi dengan kedua pedang di tangan kiri dan kanan, dia tidak ingin memberi peluang para penjahat untuk lolos.


Bagaimanapun para penyamun itu adalah para pendekar yang punya kemampuan walaupun pendekar kelas 3 dan 2 , namun tetap membahayakan penduduk jika di biarkan selamat.

__ADS_1


Darah telah membasahi baju dan pedangnya, hari itu begitu banyak penjahat yang telah dia bunuh membuat pakaiannya kotor berlumuran darah kental.


Setelah berlangsung hampir dua jam pertempuran itupun ahirnya selesai.


Zhuang An membuka pintu para sandera, mereka kaget dan ketakutan melihat penampilan anak muda yang berdarah-darah itu.


"Jangan takut, kalian bebas. Keluarlah !. Tempat ini akan kami bakar." Perkataan Zhuang An membuat para tahanan wanita itu berpikir cepat, mereka segera keluar.


Huang Liang juga membuka pintu ruang tahanan yang lain.


" Kalian berkumpullah di halaman depan !. Nanti kami akan mengantar pulang.


Tidak lama kemudian semua tawanan baik pria maupun wanita sudah berkumpul di halaman markas penyamun tersebut


Han Fang dan yang lainnya mengumpulkan beberapa harta benda, koin, kepingan emas, perak dan lainnya. Uang, koin dan harta benda yang dikumpulkan cukup banyak.


Para pendekar muda itu kemudian membagikan harta dan koin itu pada tawanan.


" Kumpulkan mayat-mayat ini, kita harus membakar semuanya." Han Fang memberitahu semua.


Selanjutnya mereka mengumpulkan semua mayat dan membakarnya bersama markas penyamun tersebut.


Setelah selesai membakar markas dan mayat-mayat tersebut Han Fang membagi tugas mengantarkan para tawanan kembali ke desa mereka masing-masing.


Di ketahui setidaknya mereka berasal dari 5 desa yang berbeda.


Zhuang An dan Huang Liang mengantarkan mereka ke salah satu desa yang cukup jauh ya itu desa Han Yu.


Mereka melakukan perjalanan hampir seharian.


*


*


******************


Sementara di Hutan YungFu : "Siluman Hutan YungFu"


Walaupun Han Jiang dan rekan-rekannya berjarak empat ratus meter dari pertempuran, tetapi mereka dapat merasakan teror yang diberikan Empat Siluman Harimau.


Hal yang paling mengerikan adalah serangan Mata Siluman Harimau yang berbentuk Kristal Air Mata Siluman yang meluncur cepat dan tajam.


Sementara raungannya menebar aura kematian yang mengintimidasi lawan-lawannya. Sehingga menjadikan langkah para pendekar menjadi berat dan melambat.


Xu Huang menjadi bertambah geram melihat anggotanya banyak terluka terkena serangan mata yang tajam.


Dia menyalurkan tenaga dalam tingkat tinggi, dan memutar tombaknya mengeluarkan sinar putih, dengan sekuat tenaga dia menyerang Siluman terdekat dan... " Jluks"..


Sinar putih menghantam leher Siluman Harimau, namun tidak meninggalkan luka yang cukup dalam.


Xu Huang menjadi tambah penasaran, dia mengulangi sekali lagi dan yang terjadi masih sama, luka yang tidak dalam tetapi sedikit mengalirkan darah.


Deng Wang menarik Gendewa Mustika untuk kesekian kalinya dan mengarahkan tepat ke salah satu mata Siluman yang kemungkinan menjadi titik lemahnya.


Namun dengan mudah Siluman itu menghindar sehingga hanya mengenai tubuhnya. Darah mengalir dari luka tetapi tidak terlalu berpengaruh.


Setelah pertarungan berlangsung selama dua jam, anggota Sekte Taring Naga dan anggota Sekte Naga Hitam mulai banyak yang tewas terkena cakaran dan Kristal Mata Siluman.


Lima pendekar bergerak bersama menghujamkan tombak dan pedang mereka ketubuh salah satu Siluman, namun tak mampu memberi luka yang berarti.


Tubuh Siluman itu alot dan kuat tak bisa di tembus dengan pusaka biasa, mbuat Xu Huang kehilangan kesabaran.


Petinggi Sekte Taring Naga itu memerintahkan untuk menggebrak bersama, dan di saat Satu Siluman Harimau sedang fokus pada lima anggotanya, dia melompat tinggi menghujamkan Tombak Mata Berlian tepat di kepala Siluman Harimau tersebut.


Tombak menancap cukup dalam, membuat Siluman Harimau kesakitan dan meronta, Xu Huang menyalurkan seluruh tenaga dalam yang dimilikinya dan memukul gagang tombak hingga amblas menembus kepala Siluman Harimau.


Dengan energi terahirnya, Siluman tersebut melemparkan Xu Huang dari kepalanya, hingga terjatuh ke tanah.


Bersamaan dengan hal tersebut, salah satu Siluman Harimau menerkam Xu Huang dengan ganas, Deng Wang mencoba menghalangi dengan panahnya.


Tetapi Siluman Harimau itu melancarkan serangan mata yang cepat membuat Petinggi Sekte Naga Hitam terpaksa berguling menghindar.


Siluman tersebut mencengkram tubuh Xu Huang dengan murka dan dua detik berikutnya taring tajam sudah menancap di tubuh tersebut.


Walaupun Xu Huang adalah Pendekar Satria Gerbang Tujuh Puncak, akan tetapi Siluman Harimau ini memiliki kemampuan setara Pendekar Satria yang baru membuka gerbang delapan.

__ADS_1


Sehingga taringnya mampu menembus tubuh Xu Huang tanpa kesulitan.


Xu Huang tak berkutik dan ahirnya tewas akibat terkaman Siluman Harimau berkemampuan tinggi itu.


Deng Wang menjadi lemas, dia terdiam beberapa saat, rasa frustasi menguasai dirinya.


Sekarang tinggal tersisa tiga Siluman Harimau dan dua belas pendekar saja.


Para pendekar itu merasa dilema, melanjutkan bertarung sulit untuk menang, kaburpun kemungkinan kecil untuk selamat.


Belum sempat berpikir jernih, para pendekar aliran hitam itu sudah diserang Krisral Mata Siluman salah satu Siluman Harimau dengan lebih ganas.


Rupanya kematian satu Siluman Harimau, membuat yang lainnya menjadi lebih emosional.


Siluman-siluman itu mengaum sekuatnya hingga membuat tempat itu bergetar seperti dilanda gempa.


Deng Wang diliputi rasa ngeri sekaligus rasa benci, karena kematian rekan-rekannya.


Ia menarik Gendewa Mustika dan terus mengarahkan ke mata Siluman di depannya, berulang kali dia melakukannya, namun semua hanya mengenai tubuh siluman tersebut.


Darah pun menetes semakin banyak, namun belum cukup membuatnya melemah.


Deng Wang terus menghujani dengan panah, sementara dua Siluman Harimau juga mengincar dirinya mereka bergerak cepat, membuat Deng Wang terpojok.


Para pendekar mencoba mengalihkan perhatian, namun Siluman itu mengacuhkan mereka dan terus memburu Deng Wang.


Hal ini menjadikan Deng Wang panik dan tambah tersudut, hingga ahirnya sebuah Kristal Mata Siluman dan sebuah Cakaran berbahaya mengenai tubuh petinggi Sekte Naga Hitam itu.


Tubuh Deng Wang terlempar keras, namun sebelum tubuh itu jatuh ke tanah sebuah terkaman dari Siluman yang ketiga menangkap dirinya.


"HGERRRR..."


Deng Wang tak berkutik tubuhnya direncah Siluman Harimau tersebut. Para pendekar aliran hitam menyaksikan dengan perasaan lebih ngeri.


Melihat hal tersebut dari jauh, menjadikan Han Jiang mendekat diikuti rekan- rekannya.


Setelah lebih dekat mereka menjadi terkejut, ternyata tinggi Siluman-siluman Harimau itu mencapai enam meter.


" Tetua Han, Siluman-siluman ini ternyata begitu besar, lagian para pendekar aliran hitam tidak mampu mengambil Pusaka Dewa, bagaimana kalau kita tidak usah ikut campur saja?." Salah satu pendekar termuda menyampaikan pendapatnya.


" Ehemh...Memang sekarang mereka tidak mampu, tapi lain kali mereka pasti akan datang dengan team yang lebih kuat. Kita sudah ada di sini, apalagi yang bisa kita lakukan." Salah satu Tetua Pedang Petir menjawab.


" Jangan khawatir, kita bergerak sesuai rencana." Han Jiang memberi komando agar rekan-rekannya menyibukkan dua Siluman Harimau dengan serangan jarak jauh.


Sementara dirinnya dibantu dua Tetua Pedang Angin dan Api akan menangani satu Siluman Harimau. Ia melangkah maju seraya mengeluarkan Pedang Petir dan menyalurkan energi murni.


Para pendekar aliran hitam yang tersisa berjumlah sebelas orang, mereka terluka cukup parah terkena Kristal Mata Siluman dan cakaran Siluman Harimau.


Ketika mereka melihat kedatangan kelompok Han Jiang mereka terkejut, tetapi juga merasa senang karena ada harapan lolos dari bahaya.


" Kalian mundurlah." Han Jiang memberi isyarat pada Pendekar-pendekar aliran Hitam.


Mereka mundur pelan-pelan dan menghentikan pendarahan akibat luka-luka yang mereka derita.


Dampak cakaran Siluman Harimau ini begitu luar biasa karena besar dan panjangnya cakar mereka tidak biasa.


"GRRRR"


Han Jiang Lang Sung menggerakkan Pedang


Petir untuk menangkis serangan Kristal Mata Siluman yang mengarah pada diri.nya.


Namun, Siluman Harimau terus memberikan serangan yang cepat dan ganas bertubi-tubi.


Menjadikan Han Jiang melompat tinggi untuk menghindari.


Tetapi serangan tidak berhenti, Siluman itu mengeluarkan energi lebih kuat, hingga memaksa Han Jiang memberikan serangan balasan.


Dengan satu gerakan pedang itu terbang meluncur kearah Siluman Harimau tersebut, tingginya Energi Murni yang dialirkan membuat ketajaman pedang bertambah berlipat-lipat, sehingga mampu menembus tulang kaki Siluman kuat itu.


Han Jiang menarik pedangnya dan mengarahkan kearah perut Siluman harimau tersebut. Pedang Petir meluncur cepat dan menembus Tubuh Siluman Harimau dengan tepat dan akurat.


" GHERRRR" Siluman itu meraung keras.


Han Jiang memanfaatkan kesempatan untuk menghujamkan di kepalanya.

__ADS_1


" JRUUSSH" Pedang menancap di kepala Siluman Harimau tembus dari atas sampai ke bawah.


Siluman itu mengamuk merusak apa saja yang ada di sekitarnya, lalu roboh dan diam tak berkutik untuk selamanya.


__ADS_2