
Zhuang An dan Liu Tianshi langsung bergerak cepat, untuk merealisasikan Sekte Merak Emas mendirikan Rumah Pelelangan dan juga Beberapa Toko Sumber daya. dan herbal.
Hal pertama yang dilakukan Liu Tianshi, adalah mengambil herbal dan sumber daya tinggi, di ruang rahasia bawah gunung ChangBai.
Ini ia lakukan agar Matriark Xue Yuelin, dan para Tetua Sekte Merak Emas tidak ragu-ragu, untuk mendirikan rumah lelang.
Liu Xie tidak ikut, karena ia selalu mengontrol murid-murid nya, yang fokus pada penempaan diri.
Sedangkan Zhuang An mengajak Matriark Xue Yuelin, untuk berembuk dengan bendahara dan beberapa Tetua Sekte Merak Emas.
Selain itu, mereka juga mengundang Xue Han, suami Matriark Xue Yuelin, sebagai Alkemis Sekte Merak Emas, yang biasa menangani sumber daya dan herbal.
Xue Han ini, sebenarnya masih dua pupu dengan Matriark Xue Yuelin. Jadi, wajar jika memiliki marga yang sama dengan istrinya.
"An'er! Apakah usulan mu itu tidak berlebihan? Untuk mendirikan Paviliun membutuhkan dana besar" Matriark Xue Yuelin menanggapi usulan Zhuang An dalam rapat tersebut.
"Bibi Xue! Peningkatan jumlah murid Sekte Merak Emas sangat cepat, kedepan kita perlu mempersiapkan masa depan mereka.Tentang dana pendirian Paviliun, saya secara pribadi siap untuk menanggungnya. Yang perlu disiapkan adalah tenaga pengurusnya" Ucap Zhuang An dengan serius.
"Bagaimana menurut Kanda?" Matriark Xue Yuelin bertanya pada suaminya.
"Hemm..! Baiklah! Jika memang seperti yang dikatakan An'er. Maka, aku siap untuk mengurusnya" Jawab Xue Han dengan mantab.
Setelah pertemuan berlangsung hampir satu dupa, akhirnya, atas usul Zhuang An disepakati, Sekte Merak Emas bukan hanya mendirikan rumah pelelangan.
Akan tetapi, mereka setuju untuk mendirikan Paviliun Merak Emas, yang akan dibangun di kota yang setrategis.
Dan Xue Han sebagai kepala pengembangan ekonomi Sekte Merak Emas, akan merangkap sebagai manajer Paviliun.
Dalam kesempatan itu, Zhuang An tak lupa untuk menyerahkan dana pembangunan Paviliun dalam jumlah yang besar.
Dan tentu saja, semua yang hadir merasa ikut senang, karena Sekte yang mereka cintai akan segera lebih maju dan memiliki usaha yang besar.
"Tuan Muda Zhuang, ini! ternyata benar-benar orang yang kaya! Lihatlah! Dia memiliki dana dan emas sebanyak itu" Salah satu Tetua, berbisik kepada rekannya.
"Benar! Akan tetapi, dia sama sekali tidak sombong" Jawab rekan tersebut.
Dan begitulah, keputusan pertemuan tersebut. Harapan mereka untuk kemajuan sekte menjadi lebih bagus lagi.
Zhuang An pun, merasa puas bisa membantu Sekte Merak Emas sampai tahap ini.
*
*
__ADS_1
*
*
*
*
Di Sekte Pedang Langit, di taman belakang kediaman Zhuang Shing, diri Zhuang An yang lain sedang menemani adik kesayangan nya, Zhuang Li Hua, yang sedang berlatih jurus pedang langit.
Dua bulan sudah, Zhuang Li Hua berlatih pedang langit dengan bimbingan Zhuang An.
Kemajuan nya begitu pesat, semua itu karena beberapa sebab:
Yang pertama tentu, karena bakat yang dimiliki gadis cantik dan lincah itu.
Kedua, karena sumber daya kelas tinggi yang siap sedia.
Dan ketiga karena, Guru yang membimbing berperan besar dalam pencapaian Si cantik ini.
Untuk saat ini, Zhuang Li Hua telah mencapai Pendekar Satria gerbang ke lima, melewati Han Mei yang berada pada pendekar satria gerbang empat.
Dalam dua bulan, Gadis belia ini mampu menembus gerbang empat kali, dari Pendekar Satria gerbang pertama menuju gerbang ke lima.
"Tidak bisa!"Jawab Zhuang An cepat.
"Mengapa, tidak bisa?" Suara Zhuang Li Hua meninggi, karena tidak puas.
"Di tahap Pendekar Bumi setiap gerbang nya, sangat sulit ditembus" Zhuang An berkata dengan santai.
"Hemmh...! Masak sih, ga bisa?" Zhuang Li Hua, tampak masih tidak menerima dengan jawaban Zhuang An.
"Memang repot! Jika Guru nya saja, sudah bilang begitu!" Zhuang Li Hua berkata dengan nada sindiran.
"Hahhahaa...! Kamu ini memang pintar! Kamu ingin memaksa An'gege untuk membantu mu ya?! Jawab Zhuang An setelah tertawa.
"Hihii...! Mau nya, begitu!" Zhuang Li Hua mulai tersenyum.
"Baiklah! Jika itu mau mu, An'gege akan membantu mu!" Ucap Zhuang An dengan semangat.
"Terima kasih! An'gege!" Zhuang Li Hua langsung memeluk Zhuang An dengan senang riang nya.
" Emmh...! Ini! Bau air kelapa muda ya?" Zhuang An mencium baju Zhuang Li Hua, yang masih basah oleh keringat, karena setengah harian berlatih pedang langit.
__ADS_1
"Hihii! Keringatku kan sama kayak keringat An'gege, mirip air kelapa muda" Zhuang Li Hua tertawa, mempelihatkan gigi indahnya yang kecil-kecil tertata seperti biji mentimun, yang sedang berbaris.
"Ya ya! " Respon Zhuang An sambil mengelus ujung kepala adik nya yang lucu itu.
"An'gege! Jadi, bagaimana cara gege membantu Hua'er, bisa segera mencapai Pendekar bumi gerbang delapan, dalam waktu enam bulan?" Zhuang Li Hua, mendesak Zhuang An untuk memperjelas langkah yang ingin dia tempuh.
"Tentang hal itu, yang pertama adalah kursi ajaib" Zhuang An mengeluarkan batu bintang energi, berbentuk kursi logam meteor.
"Kursi ini, lebih hebat dari batu bintang energi yang dulu, yang sering kau pakai itu. Ini lebih istimewa lagi, untuk meningkatkan penyerapan energi murni maupun tenaga dalam" Tutur Zhuang An pada Zhuang Li Hua.
Zhuang Li Hua menyentuh batu bintang energi berbentuk kursi ajaib dengan pelan-pelan.
Pikirannya bergerak cepat, batu bintang energi yang dulu saja bisa membantu dirinya, naik tingkat secara rutin dalam per dua minggu, lalu bagaimana kira-kira batu bintang energi yang model ini.
Di saat Zhuang Li Hua
ingin menyentuh kursi ajaib itu, tiba-tiba Zhuang An merasakan getaran energi yang luar biasa mengguncang kediaman Zhuang Shing.
Bahkan! mengguncang seluruh Sekte Pedang Langit, seperti ada gempa bumi.
Para anggota sekte awalnya terkejut, namun akhirnya mereka menduga-duga, kemungkinan ada yang menembus gerbang pendekar tingkat langit atau tingkat dewa.
Insting Zhuang An langsung bergerak cepat.
"Jia'gege! Benar! Jia'gege menembus Pendekar Dewa Tahap Pertama" Zhuang An berseru pada Zhuang Li Hua.
"Apa..? Benarkah?" Zhuang Li Hua menjadi terkejut.
"Benar! Jia'gege, akhirnya berhasil" Ucap Zhuang An agak pelan.
Zhuang Shing tampak keluar dari kediamannya, dan menghampiri Zhuang An serta Zhuang Li Hua.
"Ayahanda! Tadi itu, Jia'gege ya?" Zhuang Li Hua langsung bertanya pada Zhuang Shing.
"Ya! Sepertinya begitu" Jawab Zhuang Shing.
Dalam satu bulan lebih, Zhuang Jia berlatih tertutup lagi, setelah menerima beberapa barang langka dari Zhuang An.
Namun, walaupun tempat berlatih nya di ruang rahasia bawah tanah, akan tetapi posisinya masih di lingkungan Sekte Pedang Langit, sehingga dampak getaran nya masih terasa sangat kuat.
.
.
__ADS_1