
Zhuang An telah selesai mempelajari tehnik ke 80, 81 dan 82. dari kitab dewa langit. Selanjutnya tahap ke 83 Tehnik Tenaga Dalam Dewa.
Zhuang An mendapat banyak motivasi serta nasehat Zhuang Kun.
Dalam tehnik ini membutuhkan ketenangan jiwa sebagai unsur utama untuk menguasai tehnik tenaga dalam terhebat. Untuk itu Zhuang An diminta membuang semua hal yang mungkin masih menjadi beban pikiran atau sekedar melintasi kenangan.
Zhuang An duduk di sebuah Batu Bintang Energi sebesar ukuran 3x 4 meter. Setelah Zhuang An duduk selama 1 jam lebih aura ketenangan dan keheningan mulai tercipta.
Perlahan pemuda tampan itu menghirup udara sejuk nan tenang itu pelan-pelan terus dan terus sampai mentok, agak di tahan cukup lama kemudian sedikit demi sedikit ia keluarkan terus hingga udara terahir.
Pemuda itu merasakan energi luar biasa mulai memasuki seluruh tubuhnya. Tulang-tulangnya terasa ada hawa hangat yang membuat dirinya bertambah tenang namun bersemangat.
Energi itu terasa menimbulkan kepercayaan diri yang begitu tinggi dan kekuatan yang seakan tiada batasnya, seolah gunungpun akan hancur bila ia menginginkannya.
Zhuang An terus melakukan penyerapan tenaga dalam seharian penuh bahkan tembus sampai malam dan kembali pagi lagi.
Setelah itu dia istirahat satu jam setelah sarapan dan menyerap sumberdaya istimewa berupa jambu emas ia melanjutkan kembali kegiatan penyerapan tenaga dalam tingkat dewa.
Zhuang An terus melakukan kegiatannya sampai satu bulan penuh sampai ahirnya ia mendapatkan tenaga dalam sebanyak 120 ribu ME.
" Eyang, aku ingin mencoba menggunakan tenaga dalam baruku." Zhuang An berbicara dengan Zhuang Kun.
Zhuang Kun diam, dia berpikir di mana tempat paling cocok untuk mencoba tenaga dalam Zhuang An yang sekarang ini.
" An er, kalau kau ingin mencoba kekuatan tenaga dalam barumu, bukan di sini tempatnya." Zhuang Kun memberitahu cucunya.
" Jadi, menurut Eyang di mana tempatnya ?." Zhuang An bertanya.
" Di alam dimensi batu, di sana alamnya lebih kuat, jadi tidak terlalu menghawatirkan." Zhuang Kun menjelaskan.
Zhuang Kun mengajak Zhuang An memasuki alam dimensi batu. Di tempat itu bisa dikatakan tidak ada penghuninya kalaupun ada tetapi bukan jenis manusia.
Zhung An mencari sasaran, sebuah batu raksasa menjadi incarannya, lalu ia menggunakan jentikan jari dewa jurus pertama kitab dewa langit...
" Duaarr"
__ADS_1
Batu itupun hancur menjadi debu.
Zhuang An terbang ke udara menuju sebuah bukit batu, lalu dengan tapak dewa langit jurus kedua kitab dewa langit ia menghancurkan bukit batu dengan mudahnya.
" WHUUSS ....DEEERRRRRR"
Bukit batu itupun hancur lebur dengan suara gemuruh yang panjang. Getaran yang hebat terjadi seolah terjadi gempa bumi yang sangat dasyat.
Zhuang An terus mencoba dengan beberapa tingkatan jurus- jurus berikutnya. Sehingga tempat itu menjadi hancur berantakan suara-suara yang ditimbulkan terdengar seperti ledakan planet yang hancur.
" An er, Cukup!. Kau bisa menghancurkan tempat ini jika kau teruskan." Zhuang Kun memperingatkan.
" Eh....iya maaf Eyang." Zhuang An menghentikan tindakannya. Walaupun sebenarnya ia sangat menikmatinya.
Ahirnya mereka kembali pulang menuju alam dimensi energi.
Dalam beberapa bulan berikutnya Zhuang An sudah mempelajari beberapa tehnik jurus dewa langit termasuk tehnik energi murni dewa.
Tanpa terasa Zhuang An sudah berada di alam dimensi energi selama 9 tahun lebih, banyak hal yang telah dia pelajari dan banyak pula kehebatan yang telah dia miliki.
Zhuang Kun memberitahu dirinya akan bisa segera keluar dari alam dimensi energi, dengan begitu banyak tugas yang akan menantinya.
*****
Di dalam sekte istana bunga Fang Xiang tiba-tiba merasa tidak tenang ia tidak bisa melupakan bayang-bayang Zhuang An saat masih bersamanya beberapa tahun yang lalu.
Cukup sering dia bermimpi bertemu dengan anak itu, tetapi dia ragu apakah wajah Zhuang An betul-betul seperti yang ada dalam mimpinya ataukah masih imut seperti saat masih kecil dulu.
" An gege, bagaimana kabarmu ?. Apakah engkau masih ada di sekte pedang langit ataukah sudah berada di tempat lain.?" Fang Xiang bergumam sendiri.
Dia ingat ketika saat bersama bocah itu hatinya selalu menjadi lebih tenang.
" Xiang er, kau kenapa pagi-pagi kog sudah termenung." Suara neneknya mengagetkan Fang Xiang.
" Ach nenek...tidak apa-apa nek aku cuma sudah lama tidak dipeluk nenek." Fang Xiang tertawa sambil memeluk neneknya itu.
__ADS_1
" Hach yang bener...kamu mimikirkan seorang pemuda ya...?" Nenek Fang Xiang menggodanya.
" Nenek kog tahu .?" Fang Xiang terpana neneknya bisa menebak apa yang dipikirkannya.
" Nenekkan pernah muda juga..." Wanita sepuh itu menjawab sambil tersenyum.
" Berarti benarkan tebakan nenek, kamu lagi jatuh cintakan...hayo pemuda mana itu..?". Nenek Fang Xiang menggoda cucunya yang cantik itu.
" Nenek, sebenarnya dia bukan seorang pemuda." Kata Fang Xiang dengan eksperesi wajah menerawang.
" Loh kog bisa, kamu jatuh cinta pada seorang gadis ?." Nenek Fang Xiang menjadi penasaran.
" Hehee...bukan nek...masak jeruk makan jeruk..?" Fang Xiang tertawa.
" Lha terus, kalau bukan pemuda, bukan gadis terus apa..?." Nenek Fang Xiang masih saja sengaja menggoda cucunya.
" Dia itu masih kecil." Kata Fang Xiang.
" Hach... kamu jatuh cinta pada anak kecil ?." Neneknya tambah serius.
" Hehe...Gini Lho nek dia itu waktu kami bertemu dia masih kecil, masih anak-anak. Jadi ga tahu sekarang dia sudah jadi pemuda tampan atau tetap masih seperti dulu. Tetapi di ingatanku yang tidak bisa hilang dia itu masih kecil." Fang Xiang mencoba menjelaskan.
" Haha...iya itukan ingatanmu. Kalau sekarang pasti dia sudah besar, sudah jadi pemuda tampan.". Kata neneknya Fang Xiang.
" Nek...dulu bagaimana awal pertemuan nenek dengan kakek.?" Tiba-tiba Fang Xiang penasaran dengan kisah neneknya.
" Kalau itu, ceritanya seru banget, waktu itu kakekmu menolong nenek saat dalam situasi kesulitan.". Jawab neneknya.
" Ceritakan dong Nek..! ."Fang Xiang tersenyum manis sambil menunggu respon neneknya.
" Waktu itu, nenek sedang menjalankan misi dari kekaisaran, kemudian di tengah jalan ada yang ingin menggagalkan misi tersebut.
Mereka pendekar-pendekar hebat, jadi semua pengawal nenek tidak ada yang mampu menandingi pendekar-pendekar tersebut pas semua sudah tidak ada harapan kakekmu muncul dan menolong kami.
Karena perjalanan masih jauh dan masih banyak yang mengancam keselamatan kami, nenek memintanya untuk mengawal kami, nah dari situ kami saling mengenal lebih dalam.
__ADS_1
Ternyata kami memiliki persepsi yang sama, jadi kakekmu sering mengunjungi kami. Sampai pada ahirnya melamar nenek.
Kakekmu sangat disukai semua gadis, dan terkenal di seluruh wilayah kekaisaran ini. Jadi nenek menerima lamarannya untuk diajak tinggal di sini, di sekte istana bunga ini ." Nenek Fang Xiang bercerita sambil pandangannya menerawang dihiasi senyuman.