PENDEKAR DEWA LANGIT

PENDEKAR DEWA LANGIT
48. Api Amarah Dewa


__ADS_3

Saat ini Fang Xiang telah berusia 12 tahun, fisiknya berkembang begitu cepat sehingga tampak lebih dewasa seperti berumur 16 tahun.


Fang Xiang masih memperdalam kemampuan dalam mengasah jurus prisai bunga matahari, namun kemampuannya sudah berkembang lebih pesat dibanding 3 tahun yang lalu.


Jurus-jurus pedangnya sekarang selalu memiliki muatan hawa pedang dan juga aura pedang yang begitu kental, setiap kali dia mengerahkan energi hawa pedang beberapa burung yang sedang bernya-nyi di sekitar taman mulai berhenti bersuara bahkan terbang menjauh karena merasakan ketakutan.


" Xiang er, kau harus memperdalam rasa dan instingmu lebih dalam lagi, cobalah kau pakai penutup mata." Han Xiao kakeknya memberikan kain penutup mata untuk berlatih kepekaan insting dari berbagai serangan yang mungkin terjadi.


" Baik Kek." Fang Xiang segera memakai kain penutup mata yang diikatkan dikepala.


Setelah Fang Xiang selesai memasang kain penutup mata Han Xiao menjentikkan satu batu kerikil kearah gadis imut itu tetapi dengan mudah ditebasnya batu kerikil tersebut.


Selanjutnya Han Xiao langsung mengambil 3 batu kerikil dan sekali lagi dijentikkan dengan jarinya, gadis belia itu menebas 3 batu kerikil tersebut sekaligus.


Han Xia mengulangi beberapa kali dan Fang Xiang juga berhasil menebasnya berkali-kali dan ahirnya sebuah lemparan yang berisi lebih dari 12 batu kerikil meluncur dengan deras kearah gadis tersebut.


Fang Xiang menghindar sekaligus menebas 4 batu kerikil di antaranya.


Han Xiao mencobanya sekali lagi dengan energi tenaga dalam yang lebih tinggi dan Fang Xiang tetap berhasil menebas dan menghindarinya.


" Bagus Xiang er, kau memiliki kepekaan yang bisa diandalkan." Han Xiao ahirnya merasa puas dengan perkembangan cucunya ini.


*****


Sementara di alam dimensi energi Zhuang An melanjutkan tahap berikutnya yaitu tehnik tahap ke 74. Api Amarah Dewa. Ini adalah tehnik untuk memiliki dan mengendalikan api dewa dengan pikiran.


Api dewa akan muncul dari bagian punggung tubuhnya kemudian bergerak sesuai dengan pikiran pengguna.


" An er, kumpulkan hawa panas yang ada di tubuhmu fokuskan di bagian pundak atau punggungmu, kemudian arahkan sesuai dengan keinginanmu." Zhuang Kun memberi petunjuk.


" Baik Kek." Zhuang An mulai fokus mengumpulkan energi panas pada satu titik punggungnya.


Perlahan-lahan keluarlah api biru samar-samar dari punggung di bawah kedua pundaknya. Api membentuk seperti lidah naga perlahan api biru menjadi lebih jelas dan terang kemudian menjadi bercabang dua, tiga dan ahirnya sepuluh.

__ADS_1


Udara di ruangan besar itu terasa begitu panas, untuk mengimbangi hal tersebut Zhuang Kun mengeluarkan energi kristal salju yang melapisi seluruh tembok marmer dan langit-langit ruangan.


Suhu udara di ruangan tersebut berubah menjadi sejuk. Zhuang An masih meneruskan konsentrasinya untuk mengendalikan api yang terus membesar itu.


Api dewa dibentuk Zhuang An menjadi seperti puluhan pedang yang bergerak cepat, kemudian pemuda itu mengubah lagi menjadi berbentuk tombak yang bergerak cepat seperti yang diinginkan anak yang cerdas tersebut.


" WHUUK."


Suara lidah api membesar di ruangan.


Tiba-tiba Zhuang An berdiri...


" Kakek, aku mau keluar dari ruangan." Zhuang An meluncur terbang keluar ruangan melalui pintu depan memutar menuju halaman belakang.


Zhuang Kun menyerap kembali energin kristalnya dan mengikuti Zhuang An.


Setelah di luar ruangan pemuda tersebut mencari beberapa sasaran, masih berdiri dengan tenang ia mengendalikan api menjadi empat arah membakar sasaran yang ada di samping kanan dan kiri serta depan belakang.


" BUUMM.....BUUMM ."


Tetapi pemuda belia itu belum puas, jadi ia mengarahkan apinya untuk membakar batu padas yang ada di depannya.


" BUUMM"


Suara ledakan api membakar batu padas.


Zhuang An kaget, tetapi dia tersenyum sumringah apinya ternyata mampu menghancurkan dan membakar sebuah batu cadas.


" Kau harus melatih meredam atau membesarkan api itu sesuai dengan kebutuhan, jangan sampai membahayakan orang di sekitarmu, selain itu cobalah memunculkan apinya di jari- jarimu ." Zhuang Kun memperingatkan cucunya.


" Siap Kek.." Zhuang An tiba-tiba mengecilkan apinya menjadi sangat kecil dan memindahkan di ujung jarinya.


Setelah itu Zhuang An memadamkan api tersebut kemudian menghidupkan di beberapa tempat, di jari, di telapak dan di mata.

__ADS_1


Zhuang Anl telah menguasai Api Amarah Dewa kemudian Zhuang Kun memberikan pengarahan dan selanjutnya untuk mulai besok akan mulai mempelajari tahapan berikutnya yaitu Energi Kristal Salju Dewa.


*****


Sementara Yang Chen bersama Yuan Lian telah berada di sekte pedang langit, saat ini mereka sedang menerima tamu dari jauh yaitu Yuan Fan dan istrinya bersama para pengikutnya termasuk Xie Shen dan Fan Wei serta Zhu Lin.


Bagi Xie Shen dan Fan Wei ini adalah keikut sertaan mereka yang ketiga kalinya dalam kunjungan ke sekte pedang langit.


Mereka begitu menikmati dan menyukai suasana sekte tersebut, karena itu mereka ingin selalu ikut bila mana Yuan Fan dan istrinya berkunjung kemari.


Yuan Lian saat ini sudah diakui sebagai bagian dari anggota sekte pedang langit, karenanya ia juga diperbolehkan mempelajari beberapa jurus sekte tersebut.


Berkat bakat yang tinggi dan juga bimbingan Yang Chen, suaminya itu. Yuan Lian telah mampu manjadi pendekar satria gerbang pertama. Kemajuan yang luar biasa untuk ukuran pada umumnya.


Xie Shen dan Fan Wei tak mampu menahan diri untuk bertemu dan melihat kemajuan Nona Sektenya tersebut.


Namun kunjungan Yuan Fan dan istrinya bukan untuk menyaksikan perkembangan kependekaran putrinya, tetapi untuk melihat cucu pertama mereka yang lahir 3 bulan yang lalu.


Iya benar Yang Chen telah dikaruniai seorang putra tampan dan menyenangkan yang diberi nama Yang Fan. Mengambil nama kakeknya.


" Halo Fan-fan kecil....aku fan-fan besar..". Yuan Fan mencium cucunya tersebut yang berada digendongan istrinya dengan gemas dan penuh kasih sayang.


Fan-fan kecil hanya sedikit tersenyum lucu mendengar panggilan kakeknya itu. Maklum bocah bayi itu mulai mengantuk karena keenakan digendong neneknya.


" Ayah jangan keburu pulang ya..biar Fan-fan kecil tumbuh besar dan bisa berjalan dulu." Kata Yang Chen.


" Iya Ayah...di sini barang 12 bulan atau 14 bulan. " Yuan Lian menambahkan.


" Aku setuju itu, lagi pula dia cucu pertama kita." Istri Yuan Fan menjawab mendahului suaminya.


" Kalau itu tergantung situasi, jika tidak ada hal yang penting atau darurat bisa saja kita lebih lama di sini ." Yuan Fan menjawab dengan santai.


Wisma 20 pedang angin untuk guru ada tiga, satu yang paling besar di tempati Yang Chen sebagai kepala Wisma 20. dua lagi kosong karena muridnya cuma 2 anak, yaitu Zhuang An dan Huang Liang.

__ADS_1


Oleh karena itu bisa di tempati tamu-tamu Yang Chen dari sekte tebing tinggi.


__ADS_2