PENDEKAR DEWA LANGIT

PENDEKAR DEWA LANGIT
115. Bagaimana Kalau Aku Saja??


__ADS_3

"Lalu setelah seperti ini, apa langkah Senior selanjutnya?" Zhuang An, bertanya dengan wajah datar.


Han Fang diam dan menarik nafas panjang, kemudian baru bicara.


"Yunior Zhuang! Tugas ini mustahil kami selesaikan, jika mengandalkan kekuatan kami saja, tetapi dengan keberadaan mu di sisi kami ini akan menjadi berbeda, hanya saja kami justru merasa menjadi beban untuk mu" Han Fang, merasa tidak enak hati.


"Senior Han! Mengapa berpikir seperti itu? Aku ini anggota sekte pedang langit, kita ini satu keluarga. Jadi, mari kita selesaikan bersama!" Tegas Zhuang An.


"Tunggu..! Apa kita akan ambil resiko dengan menyerbu markas mereka?" Wang Li bertanya agak gugup.


"Benar! Ini terlalu beresiko, kami bertiga bisa menjadi beban untukmu?" Huang Liang menambahkan kata-kata Wang Li.


"Baiklah! Jika kalian tak ingin menjadi beban untukku, malam ini hingga dua malam berikutnya kalian minimal harus menembus pendekar satria gerbang ketujuh atau delapan" Ucap Zhuang An.


"An'er! Ini bagaimana mungkin?" Huang Liang dan Wang Li merasa heran, bahkan! sangat heran.


"Tenanglah! Aku akan menguras seluruh kemampuan ku untuk membantu kalian, ayo masuk ke tenda!" Zhuang An, masuk ke dalam tenda di ikuti Huang Liang dan Wang Li.


Zhuang An menyuruh Huang Liang untuk duduk dan mengeluarkan batu bintang energi.


Kemudian Zhuang An mengeluarkan sumber daya berkwalitas, berupa Pilĺ hasil kerja kerasnya dalam beberapa malam ini.


Bahkan! Zhuang An juga mengeluarkan tiga batu bintang energi lainnya.


Pertama Zhuang An membantu Huang Liang untuk menyerap Pil hingga menembus dua tingkatan dari Pendekar Satria puncak gerbang lima menuju gerbang ke tujuh.


Selanjutnya membantu penyerapan batu bintang energi hingga menembus puncak gerbang delapan.


Setelah itu, Zhuang An juga membantu Han Fang dari Pendekar Satria gerbang ke tujuh menembus gerbang delapan dan berhenti hingga Pendekar Bumi gerbang pertama.


Dan terakhir, menghantarkan Wang Li dari Pendekar Satria puncak gerbang kedua, menuju gerbang ketiga hingga terahir puncak gerbang ketujuh.


Akhirnya, tiga hari tiga malam semenjak malam itu hingga malam-malam berikutnya, Zhuang An betul-betul mandi keringat karena kerja keras.


Semua untuk membantu tiga saudara satu sekte untuk menembus Pendekar Satria Gerbang ke tujuh, delapan dan juga ranah Pendekar Bumi.


Setelah tiga hari tiga malam dilalui tubuh Zhuang An terasa panas dingin, karena dia mengeluarkan energi murni tiada henti dan menguras seluruh kemampuan.


Jadi, dia bermeditasi hingga dua jam lamanya, untuk menstabilkan tubuhnya.


Setelah merasa stabil, Pemuda tampan itu segera mandi di sungai kemudian kembali ke tenda untuk menikmati anggur dan daging siluman yang dipanggang Han Fang.


"Yunior Zhuang! Kau bekerja luar biasa keras membantu kami, untuk itu biarkan kami melayani mu dalam beberapa hari ini" Ucap Han Fang.


"Benar saudara Zhuang! Aku tak pernah berpikir, bahkan! dalam mimpi sekali pun aku tak berani membayangkan menembus lima gerbang dalam waktu tiga hari tiga malam" Ujar Wang Li.


"Ini, terlalu luar biasa dan terlalu mengerikan!" Wang Li menambahkan.

__ADS_1


"An'er! Yang dikatakan Senior Han Fang dan Yunior Wang Li itu benar! Kau harus menerima ketulusan hati kami! Engkau sampai mandi keringat dalam tiga hari tiga malam untuk membantu kami" Huang Liang, memberikan tambahan komentar teman-temannya.


"Lebih baik mandi keringat dalam latihan dari pada mandi darah dalam pertempuran!" Zhuang An, menjawab semua kata-kata saudara dan kakak seperguruan, dengan kata-kata singkat.


*


*


*


*


Di satu tempat ruang perjamuan Sekte Istana Bunga, seorang gadis yang menjadi asisten pribadi Fang Xiang sedang kerepotan menghalangi temannya untuk menemui Zhuang An.


"Mengapa kamu menghalangi ku? Aku ingin bertemu Tuan Muda Zhuang!" Gadis itu memaksa.


"Aku tidak ingin kamu merusak acara!" Jawab Min Hua.


"Ada apa itu?!" Han Xiao menegur kedua gadis tersebut.


"Patriark Han! Xunyi memaksa ingin bertemu Tuan Muda Zhuang" Ucap Min Hua asisten pribadi Fang Xiang.


"Suruh masuk!" Ucap Han Xiao.


"Baiklah! " Jawab Min Hua singkat.


"Ada apa ?" Zhuang An yang sebenarnya sudah tahu maksut hati Xun Yi.


"Tuan Muda Zhuang! Apakah Tuan Muda belum punya istri? Bagaimana kalau aku saja?" Ucap Xun Yi dengan percaya diri.


Sontak semua orang menjadi kaget dan tertegun, melihat kepercayaan diri Xun Yi, gadis itu sebenarnya cantik, tetapi kepercayaan diri yang begini sepertinya agak berlebihan.


Mereka sangat heran dari mana gadis itu bisa memiliki kepercayaan diri begitu tinggi.


"Apa...?!" Fang Xiang tercekat tenggorokan nya.


"Apa aku tak salah dengar?!" Ucap Fang Dishi.


"Ehemm..!" Zhuang An batuk-batuk kecil.


"Tuan Muda Zhuang! Jangan Khawatir! Aku akan menjadi istri terbaik yang akan menemani mu sampai akhir!" Ucap Xun Yi masih dengan kepercayaan dirinya.


"Tak akan ada wanita yang sebaik diriku untuk menjadi istri yang setia!" Ucap Xun Yi menutup penjelasannya.


"Apa yang kau katakan Xun Yi?! Fang Mei menjadi sedikit tak habis pikir.


"Nyonya Besar! Tuan Muda Zhuang, terlalu tampan. Aku tak akan menyia-nyiakan kesempatan ini!" Xun Yi menegaskan keinginannya.

__ADS_1


"Xun Yi! Ini masalah hati, aku memang belum punya istri, akan tetapi aku sudah punya calon, jadi aku minta maaf untuk penawaran mu! Ke depan engkau akan bertemu dengan pria yang kau idamkan!" Zhuang An memberikan jawabannya yang jelas, sambil melihat kearah Fang Xiang.


Fang Xiang, merasa bahagia karena merasakan ada pengakuan dari ucapan dan pandangan Zhuang An, walaupun tak menyebutkan nama dirinya dalam jawaban tersebut.


"Sudahlah! Xun Yi! Sebaiknya kau lupakan hal ini dan kembali ke kamarmu!" Han Xiao memberi saran.


"Emm baiklah! Maaf kan aku!" Xun Yi berlari keluar ruangan.


Semua orang saling pandang dan menarik nafas panjang.


"Sudah-sudah! Ayo nikmati hidangan nya! Han Xiao mencoba menghangat kan suasana.


*


*


*


*


*


Di tenda pinggiran hutan, setelah beristirahat selama sehari satu malam, Zhuang An, Huang Liang, Han Fang dan juga Wang Li membongkar tenda dan bersiap untuk bergerak kearah markas para pendekar Jie Xia.


"Tubuh ku terasa ringan sekali! Aku tidak pernah membayangkan, bisa menembus Pendekar Bumi dalam usia semuda ini" Han Fang, berbicara sambil berlari di samping Zhuang An.


"Senior! Kadang dalam hidup ini kita membutuhkan keberuntungan dari pada, walaupun tidak bisa mengesampingkan kerja keras sebagai usaha yang nyata" Zhuang An menanggapi ucapan Han Fang.


"Benar-benar! Seperti nya keberadaan mu adalah keberuntungan kami" Ucap Han Fang dengan tulus.


"Hahaa! Senior Han ini! Anda terlalu memuji" Zhuang An tertawa ringan.


"An'er! Jarak markas pendekar Jie Xia masih jauh, bagaimana kalau kita berhenti di kota kecil di depan sana, kami bertiga sudah kehabisan pakaian salinan" Huang Liang, memberikan usulnya.


"Baiklah! Kita belanja di sana" Zhuang An menjawab, sambil memperhatikan beberapa sobekan pakaian, dari tiga temannya itu yang kelihatan sudah kumal.


Sepertinya mereka, benar-benar mengalami hari-hari yang berat dalam dua bulan ini.


..


.


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2