PENDEKAR DEWA LANGIT

PENDEKAR DEWA LANGIT
7. Mantra Dewa


__ADS_3

Zhuang An mengikuti Langkah Li Hua keluar ruangan, bocah lucu itu bersemangat menunjukkan berbagai bunga yang bermekaran di taman, tampak sekali Li Hua begitu menyukai keindahan bunga-bunga tersebut.


Kumbang-kumbang beterbangan hinggap menghisap saripati bunga.


" Jangan ganggu kumbangnya Li Hua...., ayo main di sini." Zhuang An menghawatirkan Li Hua disengat kumbang-kumbang itu.


Jadi dia mengajaknya agak menjauh dan membuatkan mainan.


Zhuang An mengambil daun kelapa dengan menggunakan pisau kecilnya kemudian melipat dan membuat kincir angin.


Semilir angin berhembus lembut menerpa taman membuat kincir yang dibuat Zhuang An berputar terus- menerus.


Tentu hal itu menyenangkan Li Hua, bocah kecil tersebut sangat tertarik dengan mainan buatan Zhuang An.


Setelah lama memperhatikan cara kerja kincir angin daun kelapa, Si Kecil Imut itu meminta kincir tersebut.


" Aku..aku..aku yang pegang..." Dengan gembira Li Hua mengambil dan memperhatikan putaran kincirnya.


Bocah itu menghadapkan kincirnya kedepan kemudian membawa lari mengelilingi taman, karena dibawa lari kincir tersebut mendapatkan angin yang lebih kencang sehingga putarannya juga bertambah cepat.


Li Hua terus berlari hingga sampai sepuluh putaran setelah merasa puas baru mau berhenti.


Zhuang An heran atas kemampuan Si kecil, umumnya bocah seumuran Li Hua nafasnya akan ngos-ngosan alias putus-putus jika berlari sebanyak itu.


Namun Li Hua tidak. Mungkin kemampuan fisik ayahnya yang luar biasa menurun secara genetik kepada putrinya yang enerjik ini.


Zhuang An belum tahu persis bakat ataupun potensi yang dimiliki Zhuang Li Hua karena dia sendiri belum paham tentang dunia kependekaran, akan tetapi melihat ketahanan fisiknya bocah perempuan kecil itu Zhuang An yakin dia berbakat luar biasa.


Setelah kembali kedalam Zhuang Shing lebih banyak membicarakan keluarga.

__ADS_1


Ketua Sekte itu menjelaskan pada Zhuang An bahwa Li Hua adalah anak keduanya,


sementara anak pertamanya laki-laki ya itu Zhuang Jia yang berumur enam belas tahun.


Anak itu sekarang sedang berlatih tertutup untuk menguasai kitab pedang langit, dan saat ini sudah memasuki tahun kedua dari latihan tertutupnya.


Sedangkan istri Zhuang Shing juga terus sibuk memperdalam jurus pedang langit, sejak enam bulan terahir tetapi tidak berlatih secara tertutup.


"An er, kamu tahu nama-nama kakekmu?." Zhuang Shing bertanya.


" Ketua, Ananda tahu nama-nama kakek sampai nama kakek ketujuh." jawab bocah itu.


Zhuang An menjelaskan nama-nama kakek dan leluhurnya tetapi dia tidak tahu kalau kakeknya yang ketujuh Zhuang Kun adalah Sang Legenda Pendekar Dewa Langit.


Bocah itu baru tahu tentang hal itu setelah bertemu Zhuang Shing, sehingga ketika desanya diserang Sekte Naga Hitam dia heran ketika orang- orang itu bertanya tentang Kitab Dewa Langit.


" Apakah ada kemungkinan mereka bisa mendapatkan kitab itu, Ketua ?. " Yang Chen mencoba membuka diskusi.


" Tentang itu aku tidak tahu, akan tetapi jika itu terjadi, maka kedepan akan ada banyak ancaman serius, bahkan saat ini mereka sudah berani menghancurkan desa leluhur." Zhuang Shing menjawab sambil menghela nafas.


Sekte Naga Hitam adalah Sekte terkuat aliran hitam, bahkan mereka memiliki salah satu kitab dari Tiga Belas Kitab Pengguncang Dunia, yaitu Kitab Naga Hitam.


Dulu sebelum mendapatkan kitab tersebut nama sekte itu bukan Sekte Naga Hitam tetapi Sekte Bukit Berduri.


Setelah mereka mendapatkan Kitab tersebut dua puluh tahun kemudian mereka berganti nama menjadi Sekte Naga Hitam, sesuai nama kitab yang mereka dapatkan.


Sebelum mereka mendapatkan kitab Naga Hitam, sekte itu memiliki kitab andalan yang disebut Kitab Pedang Delapan Penjuru Angin yang hanya dipelajari oleh Ketua Sekte dan murid utama.Tetapi setelah mendapatkan Kitab tersebut Kitab Delapan Penjuru Angin bisa di pelajari semua anggotanya.


Dengan demikian sekte itu sekarang menjadi sekte terkuat aliran hitam, dan anggotanya terus bertambah banyak setiap saat.

__ADS_1


" Zhuang An, mulai sekarang kamu jangan memanggilku ketua, karena kamu keponakanku, jadi panggil saja aku paman." Zhuang Shing berbicara dengan Zhuan An.


Dan begitulah setelah hari itu, Zhuang An melalui hari-harinya dengan keceriaan karena merasa menemukan " Habitatnya" kembali setelah bertemu keluarga Zhuang yang sangat memperhatikan dan mengakuinya sebagai keluarga inti dari Keluarga tersebut.


Lebih-lebih keberadaan Zhuang Li Hua, bocah lucu itu begitu familiar dan betul-betul menganggapnya sebagai " Kakak " terhadap dirinya, sehingga di waktu-waktu senggangnya Zhuang An sering menemani Li Hua bermain di Lingkungan Sekte.


Namun Zhuang An tidak bisa memanggil Zhuang Shing dengan sebutan paman, ia tidak enak dengan anggota sekte yang lain.


Setelah menerima salinan dari mantra yang ditulis secara lengkap, Zhuang An pulang ke wisma bersama Yang Chen.


Malam harinya dia membaca "Mantra Dewa" dengan lengkap baik bagian pertama maupun bagian kedua sebelum tidur. Hal itu menyebabkan dia bermimpi lebih dari biasanya. Jika sebelumnya mimpi itu hanya potongan-potongan pertemuan saja, maka sekarang mimpi itu menjadi lebih nyata.


Zhuang An bertemu kakek leluhurnya yang ketujuh yaitu Zhuang Kun alias Pendekar Dewa Langit. Dalam mimpinya Zhuang Kun memberikan banyak penjelasan terutama tentang Kitab Dewa Langit.


" Kakek leluhur, Ananda mendengar dari Guru Yang Chen bahwa ada Tiga Belas Kitab Pengguncang Dunia, apakah Kitab Dewa Langit termasuk di dalamnya ?." Zhuang An bertanya.


" Tidak, Kitab Dewa Langit tidak termasuk di dalamnya karena selama dua abad ini kitab tersebut tidak pernah terdengar keberadaannya sehingga kitab itu cuma di anggap dongeng ." Jawab Zhuang Kun. dengan tenang.


Zhuang An bertanya lagi : " Jadi sebenarnya tingkatan Kitab Dewa Langit itu berada di mana ?".


" An er , Kitab Dewa Langit adalah Kitab Langka yang memiliki tingkatan sangat tinggi jadi terlalu jauh bila dibandingkan dengan kitab-kitab lain yang tersebar di Kekaisaran Tang ini." Zhuang Kun menjelaskan bahwa jika seseorang menguasai Kitab Dewa Langit, maka dia juga akan punya kemampuan mencipta pusaka.


Masalahnya tidak mudah menguasai kitab tersebut karena orang yang ingin mempelajarinya harus memiliki energi murni yang cukup, penguasaannya tergantung seberapa banyak energi murni yang dimilikinya. Jika energi murninya hanya Seribu ME ( mega Energi ) dia bisa mempelajarinya tapi cuma satu persen atau satu tehnik saja.


Tetapi kalau memiliki energi murni sampai Sepuluh Ribu ME, maka dia bisa mempelajarinya sampai sepuluh tehnik atau sepuluh persen.


Selama ini jarang ada orang yang memiliki energi sebanyak itu. Padahal untuk menguasai kitab itu secara sempurna dibutuhkan energi murni sebanyak Seratus Ribu ME(Mega Energi). Jadi jika ada orang yang kebetulan mempunyai energi murni sebanyak itu sudah pasti dia ditakdirkan menjadi pendekar nomer satu di dunia.


Zhuang Shing memiliki energi murni yang cukup tinggi sekitar Sepuluh Ribu ME lebih. Tetapi untuk masuk ke Alam Dimensi Energi kitab dewa langit membutuhkan lebih dari itu.

__ADS_1


__ADS_2